Monday, March 23, 2026

sepenggal malam

bulan kembali bersinar separuh
di ujung malam
dalam hening 
yang telah larut

masih ada kau
beku dan dingin
tapi sampai
di jangkau tanganku

malam yang aku ingin
masih belum menyerah
menjatuhkan diri
pada yang berkali kali
kucoba lupakan

dan waktu bergulir
seperti mengenalmu
di waktu yang sangat panjang
dan percakapan yang selalu aku takutkan

karena tiap aku melihat wajahmu
hanya rembulan yang terang
telah lama menunggu 
di malam yang berdebar
pagi telah menggantinya
dengan sabar yang tak berkesudahan
mungkin waktu tidak akan bisa
menahan perasaan yang tak pernah hilang

dan di ujung ujung malam
serta pagi dimana kau akan tertidur
lelap dan lenyap 
semua alam pikiran 
tidak akan pernah melupakan
semua malam malam panjang

Wednesday, March 4, 2026

film bagus

Sejak SMA, rutinitas menonton film mungkin jadi rutinitas lari yang membantuku keluar dari kejemuan. Bahwa dunia nyata terlalu membosankan, dan mungkin tidak ada yang bisa dimenangkan. Menjadi seperti peran utama dalam cerita kehidupan orang lain, menjadi begitu menarik. 

Menghembuskan harapan bahwa mungkin, masih ada cara-cara lain yang tidak membosankan dalam menjalani hidup. Bahwa masih ada kesempatan dan cara untuk keluar dari hal hal yang tidak kita harapkan lagi. Mungkin, masih ada yang bisa terjadi di hari esok, sedikit lebih baik dari kejemuan kejemuan hari ini. 

Menonton salah satu wawancara Hideo Kojima, salah satu pembuat game steam yang belum lagi aku tamatkan di PS4 yang sudah berdebu, ia mendapatkan inspirasi dari satu film setiap hari yang ditontonnya sebelum tidur. Maka, terinspirasi olehnya dan memang kegemaranku menonton. Biasanya ku persiapkan rutinitas yang gampang dan menyenangkan itu sebelum tidur. 

Terlebih di platform streaming yang aku ikuti sekarang, Netflix dan HBOMax. Juga beberapa website dan torrent ilegal jika terpaksa. Kadang tertarik melihat trailer dan mengikuti filmnya. Bisa juga menunggu nunggu dari promo film yang sukses membuat penasaran, walau malah menjadi membosankan ketika ditonton. Aktor dan aktris menarik yang apapun yang diperankannya membuatku akan menonton apapun yang disuguhkan. 

Biasanya, aku memiliki google sheet online setiap tahun dimana aku membuat daftar film, series, buku yang kutonton. Juga mencoba memberikan highlight tentang apa isi film/series itu sebagai jembatan kedelai. Kadang aku merasa sayang jika melewatkan film yang bagus dan berkesan, tak ingin melupakannya. Asupan film yang banyak dan selalu terbaru kadang membuatku jadi bosan melihat film terbitan lama. Menunggu update terbaru agar tidak terasa tertinggal. Tapi kadang, film bagus juga sulit ditemukan. 

Beberapa film yang benar benar aku sukai kadang aku download secara manual di PC, agar ketika mati lampu atau internet mati; kondisi aku tidak bisa melakukan apa apa secara online, aku akan menyalakannya dan membiarkannya terputar. Hal hal yang aku suka yang menyenangkan hatiku. Kehidupan atau karakter yang aku inginkan terjadi di hidupku (minus psychological thriller yang kadang jadi genre utamanya).

Mungkin di kejemuan hidup di fase fase u30+ dimana semua momen rasanya diulang ulang lagi. Film atau series memberikan kita kesempatan menjalani kehidupan satu kali lagi. 

Tulisan kali ini terinspirasi dari film baru yang aku temukan di beranda HBOMax, Reminiscence (2021). Film yang mengingatkanku akan film film dengan genre yang mirip yang aku sukai seperti Inception, Total Recall. Tipe film tentang mimpi mimpi dan dunia fiksi yang tak mungkin, memberikan kesempatan dalam kesempatan. Bahwa kehilangan mungkin akan jadi hal yang cinematic- dan wajar. Tidak semua membawa perasaan hancur dan berantakan. Atau mungkin, ada satu benang merah dari film film itu- rasa kehilangan. Bahwa hidup tak lagi bisa diulang, dan mimpi menjadi gema gema kosong. Di film, gema gema kosong itu mencari kesimpulannya dalam waktu yang singkat. Sedangkan disini, kita harus menghadapinya setiap hari, setiap kesakitannya, di antah berantah tanpa ending dan waktu yang terasa lama.

@N/07.00am/04/03/2026

*reminiscence poster

sosial media

di ekor mataku kuikuti
semua perihal tertawamu
dan kucing lucu 
yang menemani hari harimu

jadi berani bahkan sudah tak sanggup
melampaui seluruh panca inderaku
berpura pura mematikan alarm
berhenti mendapatkan pemberitahuan

padahal setiap hari 
yang kuketik hanya namamu
paling teratas
di semua pencarianku

tapi algoritma tidak memberikan rahasia
tidak ada perintah yang bisa dipandu
selain siluet gelap yang kutatap 
dari belakang bahu lebarmu

hari demi hari hanya menahan diri
sedikit lebih sedikit berharap
lebih waras dari biasanya
tapi candu mematikan akalku
dan hidup lurus membosankan
tak pernah menarik minatku

hanya dopamin demi dopamin 
dan satu kali lagi kesempatan
melihat keberadaanmu

kapankah kita benar benar lepas
dari kegilaan atau semua hanya hiburan
mengisi jenuh dan kekosongan
di hidup yang tak ingin kita jalankan

4 maret 2026

Tuesday, February 3, 2026

januari

seperti hari senin
memulai hari yang berat
dan hari hari lainnya
yang menjadi terlalu larut

kopi yang hitam
tenggelam dalam angan angan
alarm yang terlanjur dipadamkan
pikiran yang buyar

konsentrasi yang kacau
gamam dan hilang arah
kemudian badai reda
dan kita menenangkan diri

mungkin januari ada artinya
memulai memang jalan yang cukup sulit
kemudian seperti mengayuh sepeda
keseimbangan akhirnya menemukan
tempat nyamannya
dan pelan pelan kita menapak
mengayuh pelan
semampunya
sekuatnya

mungkin harapan datang
di masa masa kelam
seperti jalan yang tak ada ujung
dan napas yang kelelahan
tapi senyum merekah
mengetahui kita
telah melakukan
yang terbaik dari semua
yang kita punya

jan 2026

Wednesday, January 21, 2026

hari hari anomali

ditawan rutinitas
jahitan hari demi hari
bosan dan lelah yang ditunggu
selalu singgah di penghujung hari
layar yang dipantau
pergerakan yang sudah 
diprediksi

pagi atau siang
datang mencari cari
yang kucari cari
selalu datang
senang atau sedang
tidak dalam keadaan
bisa diajak berbincang
mungkin bulan sedang datang
dan sepi menghiasi hari demi hari

hari hari anomali kadang datang
sebuah bug pada sistem
mengubah skenario
yang sudah dipelajari
dengan matang

degup berdetak
satu kali lebih cepat
dari biasanya

bagaimanakah cara
menangani hari hari anomali
sedang dia tetiba datang
meminta waktu 
dan menghabiskan 
seluruh perasaan

rutinitas yang akan kita hilangkan
digantikan dengan hari hari anomali
berdebar debar setiap hari 
tiap kau memberikan satu kali lagi arti

hari hari anomali
yang secepat kilat datang
dan secepat angin berlalu
kemudian hanya jeda jeda diam
dan rutinitas yang panjang

hari hari anomali
yang tak kutunggu
tak pula kunantikan
hanya anomali-
sebuah kesalahan dari sistem
kekacauan semesta
yang sebentar lagi dibetulkan
pada jalurnya
pada tenangnya

di hari hari anomali
rutinitas tidak ada lagi
hanya kejanggalan kejanggalan
pengalaman yang mendebarkan

dan tak bisa lagi kutunggu
karena ia tak tau datang kapan
dan tak akan datang
setiap hari

dimana kusandarkan hidup
rutinitas dan ketenangan
di hari hari yang biasa
tanpa anomali 

21.01.2026

Wednesday, January 14, 2026

cara cara untuk jatuh cinta

mungkin dengan seluruh kesabaran
bersabar mendengar keluhanmu
tentang aku yang selalu kurang di matamu
dengan seluruh kurangnya dirimu
dan aku yang malas berdebat
memilih pergi

atau aku yang selalu mencoba menahan diri
agar tidak mengganggu waktumu
sebisa mungkin melakukan
semuanya sendiri

tiga tahun telah habis belajar
bagaimana cara mencintaimu dengan benar
dengan standar yang tak muluk muluk
hanya berharap kau ada
melihatmu barang satu atau dua menit
melihat kau masih bisa bernapas
tertawa dan berkata kata

semua kepintaran dan kebodohanku
telah kukerahkan dengan sungguh dan serius
mempelajari bagaimana
mencintaimu dengan baik baik

dan semua perdebatan kita
yang menghabiskan tenaga
dan air mata meski hanya di mataku
mungkin hanya aku yang terluka 
dan menjatuhkan diri di liang
menguburkan diri

cara cara untuk jatuh cinta
di usia yang semakin dewasa
mungkin berubah jadi lebih sederhana
menahan diri tidak mengatakan 
seluruh perasaan yang kupunya
belajar mendengar apa yang kau ingin

cara cara untuk jatuh cinta 
mungkin begitu mudahnya jika kau
yang hadir di depan mata
kini yang tertinggal sisa
cara cara bisa mencintaimu
dengan begitu lama
dengan begitu sabar
dengan mengerahkan semua
yang aku punya

melihatmu bernapas
melihatmu bahagia
denganku, ataupun tidak
sesederhana melihatmu tersenyum
mampu bertahan menghadapi 
hari hari yang kejam

sedang aku cukup senang
jatuh hati setiap hari
melihatmu
di pelupuk mataku.

Sunday, January 11, 2026

segenap

menjalani hidup
hari demi hari
dengan segenap
kekuatan
ketakutan
kemeriahan
kesedihan

tangan yang bergetar
menghadapi malam 
yang kadang terlalu dingin
tertinggal sendirian oleh waktu

andai kau lihat aku
menggigil menahan
seluruh rasa yang luruh
berpura pura kuat
di depan wajahmu

andai kau lihat aku
berusaha dengan seluruh
semua yang aku punya
segenap kemampuanku
bertahan dan mencintaimu

satu kali lagi
mungkin kuberikan 
kesempatan
satu kali lagi

11.01

Saturday, January 3, 2026

2026 dan hal hal baru

Tidak banyak yang harus berubah di tahun baru. Tidak pula hal hal dasar, prinsipil, dan value yang kita yakini sejak lama. Kesalahan-kesalahan, pahit dan sakit yang membuat kita belajar. Untuk melakukan beberapa hal, juga untuk berhenti melakukan beberapa hal. Beberapa hal spesifik, juga masih dipertahankan, sebagai bentuk keras kepala dan pantang menyerah. Untuk apa hidup jika tak melakukan apa yang kita mau dan yakini, bukan? 

Beberapa pencapaian mengantarkanku ke tahun 2026, rumah baru, kondisi hidup baru, kebiasaan baru yang harus diubah. Hal hal dasar menjalani kehidupan. Maka mungkin, bisa dikatakan di 2026 semacam terlahir kembali. Berpindah tempat, berpindah suasana, dan beberapa orang juga berganti. Ada yang patah, ada pula tunas baru yang muncul. Sebagai bentuk pengharapan. 

Mungkin menjadi optimis dan percaya akan ada sesuatu yang baik menunggu kita di depan hidup adalah salah satu cara pula untuk bertahan hidup. Pesimis, frustasi dan keinginan mengakhiri banyak hal- juga -pasti terlintas di pikiran. Pada akhirnya, otak lah yang akan memproses semua informasi dan perasaan. Apakah semuanya mampu kita saring atau hanya kita telah mentah-mentah?

Harapan sudah tentu banyak- tapi seperti dalam diskusi alot yang kulakukan dengan ChatGPT untuk mengevaluasi jurnal ikigai dan manifestoku. Mungkin energiku bocor karena menginginkan terlalu banyak hal. Ternyata banyak mau dan keinginan juga sama berbahayanya dengan tidak menginginkan apa apa dalam hidup. Berbincang dengan beberapa teman- ada yang sudah tak terlalu banyak harapan di tahun ini, ada pula yang bersemangat dengan tujuan tujuan baru. 

Aku ada diantaranya. Diantara kebingungan ini bersemangat atau menjalani hari dengan biasa saja. Semuanya bisa saja sia-sia. Tapi, bukankah itu juga bisa jadi alasan untuk melakukan semuanya yang kita inginkan- karena semuanya toh akan sia sia. Tertinggal kita yang memaknai semua. 

Pada akhirnya, di penghujung hari. Dunia hanya meninggalkan kita dan beberapa hal. Menyelesaikan urusan dengan diri sendiri sama pentingnya dengan menyelesaikan urusan kita dengan orang lain. Dengan harapan-harapan yang patah, dengan semangat yang selalu kita dorong untuk tumbuh meskipun patah berkali-kali. Hingga akhirnya hanya tersisa satu pertanyaan, maukah kau menjalani hidup ini satu kali lagi?

01thoughtsof2026