Wednesday, October 31, 2018

pahit yang tertelan, waktu yang terbuang #TimeCapsule9


Diara

Pesawat satu satunya menuju kota dimana aku akan pergi kali ini delay lagi, aku kemudian melanjutkan menunggu sambil memesan segelas es kopi di excelso.

Headset masih terpasang. Sudah dua jam aku menunggu, bosan.  Tiba-tiba entah kenapa hujan turun pelan-pelan, lalu aku membuka arsip chat dari lelaki itu....

"Sudahlah.
Jalani saja hidupmu
Aku jalani hidupku
Jangan saling ganggu"

Maaf, aku jadi menahan tawa membacanya kali ini.  Jika beberapa hari yang lalu aku membacanya, mungkin aku akan menjadi sedih dan menangis. Tapi aku sudah terlalu terbiasa dibuatnya sakit hati.  Mungkin lama-lama akan jadi kebal.  Yang aku tidak habis pikir, dia pikir aku apa? gangguan? aku memang benar-benar bodoh untuk dibodohi oleh orang yang sama lagi.  Hatiku terlalu lemah. aku tutup lagi handphoneku, kembali mencoba mengerjakan tugas-tugas kuliah ini. 

Saat-saat ini aku jadi merindukan Ksatria. Kalau dia tau aku mengalami hal bodoh seperti ini, dia pasti akan menertawakanku habis-habisan, tetapi ia akan pula menemaniku, memesankan kopi yang paling pahit, mengajakku ke tempat yang jauh, dan membuatku melupakan hal-hal yang bodoh ini.

Hey, Ksatria, kau tau, hari ini aku pergi melihat Stu, teman terbaikku.  Aku menghadiri pernikahannya, ya, dengan orang yang sama yang mematahkan hatinya tujuh tahun yang lalu, saat yang dulu kita pertama kali bertemu.  Aku jadi berandai-andai, bagaimana jika... Aku memiliki kesempatan itu? Memutar dan mengembalikan waktu.  Stu memang orang yang paling gila, dan berani... Ia berhasil menembus kapsul waktu itu, kembali ke masa lalu, dan memenangkan hati wanita yang mematahkan hatinya kala itu, kemudian membawanya pulang.  Ya, pulang ke masa ini, ke masa depan.  Masa dimana mereka akan menghabiskan waktu yang cukup panjang dan lama.  Untuk mati dalam kebahagiaan, beranak pinak dan menjalani hidup yang sulit ini bersama-sama.

Masih banyak yang ingin aku ceritakan, Ksatria.  Masih banyaaak.  Aku tahu kau akan senang mendengarkannya, ditemani segelas kopi dan rokok yang tak putus.  Kemudian mataku akan berbinar binar hingga berair karena terlalu bersemangat, dan akan malu malu mengusapnya karena kau tak lepas memandangi mataku.  Kemudian kau akan mengusap kepalaku seperti anak kecil, seperti waktu lalu, tapi aku akan segera menepisnya! Karena aku tau, Ksatria, aku tidak akan jatuh lagi padamu.  Aku tau. 

Aku buka lagi handphoneku, membuka aplikasi telegram, satu-satunya cara aku bisa berkomunikasi denganmu.  Satu-satunya orang yang tidak aku hubungi dengan whatsapp. Masih belum dibalas.  Kau masih berkilo-kilometer jauhnya.  Aku harap sesekali nanti di benakmu, di rentang waktu yang lain, kau akan mengingatku, dan diantara hutan dan rimba yang sedang kau jelajahi. Kau punya waktu, untuk nanti.  Mendengarkan ceritaku.  Tentang pahit, dan hal-hal yang sudah berlalu.  Aku tidak ingin kembali lagi seperti kala itu, Ksatria.  

Aku hanya sedikit rindu, menelan pahit, dan membuang waktu, denganmu.

[#timecapsule9]

No comments:

Post a Comment