Suatu hari di London, United States, tit tit tit, alarm
handphone Narinka berbunyi. Jam lima pagi, jam jam nya kata buku motivasi The
5 Am Club tulisan Robin Sharma seseorang harus bangun untuk Miliki
Pagi, Tingkatkan Hidup Anda, dan Lakukan Rutinitas Pagi yang akan mengubah
hidup anda yang begitu begitu saja, sebuah buku yang sangat menginspirasi
bawahan yang malas bekerja dan bangun pagi.
Rutinitas Narinka yang diadopsinya seperti anjuran buku buku bahasa
inggris yang agak kurang dipahaminya, yang penting sudah keren di post di
instagram itu adalah sebagai berikut: Jurnaling, menulis to do list
apa yang harus dikerjakan (walaupun kadang pas sampai di kantor lupa), Meditasi (biar
makin mindful dan bersabar menghadapi tantrum dan meningkatkan kontrol diri
untuk sapa, senyum dan basa basi memuji meningkatkan kepercayaan diri lawan
bicara), Workout (biar body goals karena belum sukses, body
gak boleh nampak makmur karena itu adalah privilege CEO yang sudah hidup sukses
dan sejahtera mengandalkan kecerdasan doang), kemudian jangan lupa mandi dan
make up karena jangan jadi bawahan yang sudah bau, jelek, tapi juga jangan
terlalu cantik nanti menarik perhatian jadi orang orang gak fokus, dan gak
percaya kalau bisa kerja. (perception is reality) jadi harus sedang
sedang saja. Kemudian memutar musik yang membuat hati menjadi riang, karena gak
ada yang mau ngobrol sama orang yang terlihat ngantuk dan males-malesan,
apalagi kalau sudah kerja bertahun-tahun. Karena hanya dari muka orang bisa
menilai kinerjanya bagus atau enggak, mata harus terus melotot, senyum
terkembang, dan selalu mendengarkan curhatan dengan antusias serta melemparkan
pertanyaan pertanyaan ingin tahu tentang kepribadian klien yang memesona.
Akhirnya sampai di kantor, sambil semprot-semprot parfum biar
wangi makin semerbak, dengan riang Narinka mengikuti rapat tahunan dengan
senyum terkembang dan pemikiran yang sangat positif hasil tiap malam
mendengarkan filsafat stoikism yang sedang tren di kalangan anak muda saat ini.
Mental healthnya sungguh resilience, sudah siap menghadapi apapun.
Notulen rapat Narinka pagi ini penuh catatan, selain sempat ditegur karena main handphone (dan dianggap mungkin main candy crush atau share berita hoax di grup WAG) kemudian Narinka menunjukkan posisi biar layar keliatan oleh sang CEO (Chief Executive Officer, kalau ada yang gak familiar, soalnya Narinka kerja di perusahaan asing di London), Pak Donno bahwa memang sedang buka aplikasi NOTES biar enak copy paste ke Microsoft Word kalau nanti mau Narinka print dengan font yang lebih besar, terus ditempel di dinding kamar biar ia makin khidmat dalam mengevaluasi diri. Ada beberapa garis besar catatan rapat yang menurut Narinka sangat salah kalau dibilang Evaluasi Kinerja, lebih tepatnya Evaluasi Tindakan Tercela Bawahan terhadap Mental Health CEO. Baiklah, akan Narinka tulis dan jabarkan sebagai bahan evaluasi karena sungguh rapat tersebut sangat menginspirasi bawahan bawahan di luar sana agar terus meningkatkan kinerjanya dengan lebih baik. Bismillah...
#1. Harus informasikan kepada CEO kalau kemana-mana. Kalau pergi ijin, kalau pulang ijin, karena masa bawahan pulang duluan dari CEO? mana akhlaknya? tercela. Semua hak bawahan di jam kerja adalah atas ijin CEO. Semua kontrol dan kendali. Bukannya apa, dalam jam kerja harus info biar atasan tahu, karena kan, yang paling bertanggung jawab adalah CEO, kalau kenapa kenapa di jalan, nanti CEO yang bakal identifikasi mayatnya dan bertanggung jawab atas kelalaian membiarkan bawahannya kemana mana, nanti CEO yang bakal dipenjara soalnya, juga dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Apalagi, siapa tau CEO nya mau nitip seblak...
#2. Jangan dicuekin kalau ada CEO ke kantor cabang. Harus dihadap di depan muka, walaupun tidak dipanggil, walaupun tidak ditanya apa apa, walaupun CEO nya cuma merokok di ruang belakang. Harus ditemani walaupun udah jam istirahat makan siang, harus dipuji puji gitu kalau enggak nanti doi gak bahagia, dan akan di mention pada amanat rapat-rapat lainnya dibahas terus sampai berhari hari kemudian. Akan mengganggu tidur dan mental health CEO.
#3. Gak boleh gak mau kalau gak disuruh foto bersama. Gak perduli apapun alasannya, pokoknya harus iya. Karena CEO akan merasa sangat terhina kalau bawahan rendahan gak mau disuruh foto, apalagi di depan divisi lain. Sungguh akan mencoreng muka dianggap tidak kompeten karena tidak punya orang yang bisa disuruh suruh. Sedangkan kan, sudah dikasi uang, sudah dikasi hadiah, sudah dikasi libur, masa masih gak nurut?!? sungguh kurang ajar, harap segera evaluasi diri.
#4. Gak boleh post di akun official kerjaan doang apalagi keliatan muka divisi lain, biarpun partnership harus keliatan muka CEO lebih banyak dari divisi lainnya. Ada proporsi nya 50:50 atau 70:30. Biar terlihat kerja. Tapi sebenarnya juga tidak ingin terlihat kerja sendirian, karena sesungguhnya CEO gak punya ambisi apa apa lagi di dunia ini. Hanya kerja untuk ibadah dan fokus ke keluarga kecil bahagia yang sering dicurhatkannya itu. Insyaallah berkah.
#5 CEO ingin dicitrakan penuh kasih sayang, menganggap semua bawahan jelatanya adalah abang adek, semua bersaudara, dan menjadi keluarga, tapi jangan sekali sekali panggil abang di depan warga umum karena malu maluin nanti gak dikira CEO lagi, kan jadi terluka hatinya yang penuh cinta kasih.
#6 CEO gak akan pernah klaim kerjaan orang lain, karena sangat mensupport bawahannya, selalu membangga banggakan punya bawahan yang pintar, walaupun banyak kurangnya yang akan selalu disampaikan ke depan orang lain. Pujilah di depan bawahan kelebihannya, informasikanlah kekurangannya di depan orang lain, agar menjadi pelajaran dan edukasi kepada rekan rekan sejawat agar dapat mengambil hikmahnya punya bawahan yang membangkang.
#7 Jangan sampai ditegur orang lain apalagi sektor lain yang bisa kasi tanda tangan nasibmu akan ditentukan dimana, karena harga diri, nama baik, kehormatan diri CEO akan hancur lebur tak perduli pekerjaan di lakukan dan tak peduli kebenarannya, tidak ada alasan dan tidak perduli juga sih. Karena pasti CEO akan sangat malu. Karena menjadi CEO itu sangat berat, banyak beban kerjanya, bawahan gak akan kuat, gak akan paham. Jadi bawahan juga harus perduli dan memperhatikan perasaan CEO-nya, jangan sampai terluka oleh kelakuan bawahan, kalau tidak akan dicoret dari daftar bawahan, masih banyak kok yang mau kerja, harusnya bawahan lebih bersyukur, di luar sana banyak yang mau cari kerja tapi gak dapat posisi yang sangat strategis ini, jangan kufur nikmat.
#8 Jangan jadi orang pintar, karena CEO gak suka orang pintar, sukanya yang mau kerja semua lini dan sektor, gampang disuruh, penuh etika dan sopan santun sehingga CEO merasa bangga akan jabatannya, bahagia mendapatkan respect dari bawahan, dan senang karena semua pekerjaan sudah dikerjaan sesuai kemauan CEO. Nanti kalau dipuji orang lain CEO pasti akan bilang semua adalah hasil kerja keras bersama, CEO-nya gak bisa apa apa hanya bantu doa.
#9 Harus sigap membalas chat di grup whatsapp. Karena otak dan pemikiran brilian CEO tak mengenal jam kerja. 24 jam 7 hari seminggu harus segera direspon, jika tidak CEO akan merasa terhina, harus segera diakomodir, atau tidak CEO akan merasa tidak divalidasi, tidak ada yang perduli akan ide briliannya, dan bersedih hati karena bawahan cuek cuek aja, padahal sudah digaji, dikasih fasilitas semuanya, bawahan tinggal ongkang ongkang kaki saja. Sudah dikasi enak, tolong jangan banyak tingkah dan melawan dalam gerakan gerakan bawah tanah. Apalagi sampai mau menggulingkan rezim, Jangan mengkhayal, CEO punya uang, dan punya kuasa, jangan percaya kata Bayem yang viral di tiktok itu. Gak gitu!
#10 CEO sudah jujur mengakui adalah orang yang tidak pernah bawa perasaan, jadi semuanya hanyalah fokus demi kesejahteraan dan peningkatan kinerja bawahan. Semua perkataan CEO tidak boleh diambil hati, apalagi jadi merajuk terus gak mau disuruh suruh. Kalau gak mau disuruh suruh, jadi CEO dong jangan jadi bawahan, CEO sudah bekerja keras dengan darah dan air mata hingga sampai di titik ini. Jangan lupa kerja keras CEO memperjuangkan posisi bawahan agar tetap berada di posisinya dan bisa bernapas dengan tenang. Bawahan harus memaklumi peringai CEO karena sudah karakternya seperti itu, kata kata hanyalah kata kata semata, tapi tidak ada yang dibawa sampai ke hati, apalagi menjelek jelekkan bawahan ke rekan rekan lain. Tidak mungkin itu, CEO selalu menjaga marwah organisasi, karena kalau menjelek jelekkan bawahan kan, terlihat kejelekan dan bobroknya CEO-nya juga.
Rapat selesai, banyak pelajaran berharga yang bisa Narinka
ambil. Narinka pun pamit dari rapat bersama petinggi CEOnya. Meminum segelas
kopi yang nikmat dari pantry dapur yang penuh kecoa (pantry nya bukan kopinya)
memutar lagu Seven-Jungkook pakai headset dengan hati riang karena sudah
memasuki jam makan siang yang akan dihabiskannya gosip bersama teman-temannya
di kota sebelah, Las Vegas, untuk kemudian bisa memiliki tenaga kembali
mengabdi untuk CEOnya.
21.40.31.07.2023 #archieves
