Tuesday, April 21, 2026

Bilas Muka, Gosok Gigi, Evaluasi #ceritapendek #fiksi

Suatu hari di London, United States, tit tit tit, alarm handphone Narinka berbunyi. Jam lima pagi, jam jam nya kata buku motivasi The 5 Am Club tulisan Robin Sharma seseorang harus bangun untuk Miliki Pagi, Tingkatkan Hidup Anda, dan Lakukan Rutinitas Pagi yang akan mengubah hidup anda yang begitu begitu saja, sebuah buku yang sangat menginspirasi bawahan yang malas bekerja dan bangun pagi.

Rutinitas Narinka yang diadopsinya seperti anjuran buku buku bahasa inggris yang agak kurang dipahaminya, yang penting sudah keren di post di instagram itu adalah sebagai berikut: Jurnaling, menulis to do list apa yang harus dikerjakan (walaupun kadang pas sampai di kantor lupa), Meditasi (biar makin mindful dan bersabar menghadapi tantrum dan meningkatkan kontrol diri untuk sapa, senyum dan basa basi memuji meningkatkan kepercayaan diri lawan bicara), Workout (biar body goals karena belum sukses, body gak boleh nampak makmur karena itu adalah privilege CEO yang sudah hidup sukses dan sejahtera mengandalkan kecerdasan doang), kemudian jangan lupa mandi dan make up karena jangan jadi bawahan yang sudah bau, jelek, tapi juga jangan terlalu cantik nanti menarik perhatian jadi orang orang gak fokus, dan gak percaya kalau bisa kerja. (perception is reality) jadi harus sedang sedang saja. Kemudian memutar musik yang membuat hati menjadi riang, karena gak ada yang mau ngobrol sama orang yang terlihat ngantuk dan males-malesan, apalagi kalau sudah kerja bertahun-tahun. Karena hanya dari muka orang bisa menilai kinerjanya bagus atau enggak, mata harus terus melotot, senyum terkembang, dan selalu mendengarkan curhatan dengan antusias serta melemparkan pertanyaan pertanyaan ingin tahu tentang kepribadian klien yang memesona.

Akhirnya sampai di kantor, sambil semprot-semprot parfum biar wangi makin semerbak, dengan riang Narinka mengikuti rapat tahunan dengan senyum terkembang dan pemikiran yang sangat positif hasil tiap malam mendengarkan filsafat stoikism yang sedang tren di kalangan anak muda saat ini. Mental healthnya sungguh resilience, sudah siap menghadapi apapun. 

Notulen rapat Narinka pagi ini penuh catatan, selain sempat ditegur karena main handphone (dan dianggap mungkin main candy crush atau share berita hoax di grup WAG) kemudian Narinka menunjukkan posisi biar layar keliatan oleh sang CEO (Chief Executive Officer, kalau ada yang gak familiar, soalnya Narinka kerja di perusahaan asing di London), Pak Donno bahwa memang sedang buka aplikasi NOTES biar enak copy paste ke Microsoft Word kalau nanti mau Narinka print dengan font yang lebih besar, terus ditempel di dinding kamar biar ia makin khidmat dalam mengevaluasi diri. Ada beberapa garis besar catatan rapat yang menurut Narinka sangat salah kalau dibilang Evaluasi Kinerja, lebih tepatnya Evaluasi Tindakan Tercela Bawahan terhadap Mental Health CEO. Baiklah, akan Narinka tulis dan jabarkan sebagai bahan evaluasi karena sungguh rapat tersebut sangat menginspirasi bawahan bawahan di luar sana agar terus meningkatkan kinerjanya dengan lebih baik. Bismillah...

#1. Harus informasikan kepada CEO kalau kemana-mana. Kalau pergi ijin, kalau pulang ijin, karena masa bawahan pulang duluan dari CEO? mana akhlaknya? tercela. Semua hak bawahan di jam kerja adalah atas ijin CEO. Semua kontrol dan kendali. Bukannya apa, dalam jam kerja harus info biar atasan tahu, karena kan, yang paling bertanggung jawab adalah CEO, kalau kenapa kenapa di jalan, nanti CEO yang bakal identifikasi mayatnya dan bertanggung jawab atas kelalaian membiarkan bawahannya kemana mana, nanti CEO yang bakal dipenjara soalnya, juga dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Apalagi, siapa tau CEO nya mau nitip seblak...

#2. Jangan dicuekin kalau ada CEO ke kantor cabang. Harus dihadap di depan muka, walaupun tidak dipanggil, walaupun tidak ditanya apa apa, walaupun CEO nya cuma merokok di ruang belakang. Harus ditemani walaupun udah jam istirahat makan siang, harus dipuji puji gitu kalau enggak nanti doi gak bahagia, dan akan di mention pada amanat rapat-rapat lainnya dibahas terus sampai berhari hari kemudian. Akan mengganggu tidur dan mental health CEO.

#3. Gak boleh gak mau kalau gak disuruh foto bersama. Gak perduli apapun alasannya, pokoknya harus iya. Karena CEO akan merasa sangat terhina kalau bawahan rendahan gak mau disuruh foto, apalagi di depan divisi lain. Sungguh akan mencoreng muka dianggap tidak kompeten karena tidak punya orang yang bisa disuruh suruh. Sedangkan kan, sudah dikasi uang, sudah dikasi hadiah, sudah dikasi libur, masa masih gak nurut?!? sungguh kurang ajar, harap segera evaluasi diri.

#4. Gak boleh post di akun official kerjaan doang apalagi keliatan muka divisi lain, biarpun partnership harus keliatan muka CEO lebih banyak dari divisi lainnya. Ada proporsi nya 50:50 atau 70:30. Biar terlihat kerja. Tapi sebenarnya juga tidak ingin terlihat kerja sendirian, karena sesungguhnya CEO gak punya ambisi apa apa lagi di dunia ini. Hanya kerja untuk ibadah dan fokus ke keluarga kecil bahagia yang sering dicurhatkannya itu. Insyaallah berkah.

#5 CEO ingin dicitrakan penuh kasih sayang, menganggap semua bawahan jelatanya adalah abang adek, semua bersaudara, dan menjadi keluarga, tapi jangan sekali sekali panggil abang di depan warga umum karena malu maluin nanti gak dikira CEO lagi, kan jadi terluka hatinya yang penuh cinta kasih.

#6 CEO gak akan pernah klaim kerjaan orang lain, karena sangat mensupport bawahannya, selalu membangga banggakan punya bawahan yang pintar, walaupun banyak kurangnya yang akan selalu disampaikan ke depan orang lain. Pujilah di depan bawahan kelebihannya, informasikanlah kekurangannya di depan orang lain, agar menjadi pelajaran dan edukasi kepada rekan rekan sejawat agar dapat mengambil hikmahnya punya bawahan yang membangkang.

#7 Jangan sampai ditegur orang lain apalagi sektor lain yang bisa kasi tanda tangan nasibmu akan ditentukan dimana, karena harga diri, nama baik, kehormatan diri CEO akan hancur lebur tak perduli pekerjaan di lakukan dan tak peduli kebenarannya, tidak ada alasan dan tidak perduli juga sih. Karena pasti CEO akan sangat malu. Karena menjadi CEO itu sangat berat, banyak beban kerjanya, bawahan gak akan kuat, gak akan paham. Jadi bawahan juga harus perduli dan memperhatikan perasaan CEO-nya, jangan sampai terluka oleh kelakuan bawahan, kalau tidak akan dicoret dari daftar bawahan, masih banyak kok yang mau kerja, harusnya bawahan lebih bersyukur, di luar sana banyak yang mau cari kerja tapi gak dapat posisi yang sangat strategis ini, jangan kufur nikmat.

#8 Jangan jadi orang pintar, karena CEO gak suka orang pintar, sukanya yang mau kerja semua lini dan sektor, gampang disuruh, penuh etika dan sopan santun sehingga CEO merasa bangga akan jabatannya, bahagia mendapatkan respect dari bawahan, dan senang karena semua pekerjaan sudah dikerjaan sesuai kemauan CEO. Nanti kalau dipuji orang lain CEO pasti akan bilang semua adalah hasil kerja keras bersama, CEO-nya gak bisa apa apa hanya bantu doa.

#9 Harus sigap membalas chat di grup whatsapp. Karena otak dan pemikiran brilian CEO tak mengenal jam kerja. 24 jam 7 hari seminggu harus segera direspon, jika tidak CEO akan merasa terhina, harus segera diakomodir, atau tidak CEO akan merasa tidak divalidasi, tidak ada yang perduli akan ide briliannya, dan bersedih hati karena bawahan cuek cuek aja, padahal sudah digaji, dikasih fasilitas semuanya, bawahan tinggal ongkang ongkang kaki saja. Sudah dikasi enak, tolong jangan banyak tingkah dan melawan dalam gerakan gerakan bawah tanah. Apalagi sampai mau menggulingkan rezim, Jangan mengkhayal, CEO punya uang, dan punya kuasa, jangan percaya kata Bayem yang viral di tiktok itu. Gak gitu!

#10 CEO sudah jujur mengakui adalah orang yang tidak pernah bawa perasaan, jadi semuanya hanyalah fokus demi kesejahteraan dan peningkatan kinerja bawahan. Semua perkataan CEO tidak boleh diambil hati, apalagi jadi merajuk terus gak mau disuruh suruh. Kalau gak mau disuruh suruh, jadi CEO dong jangan jadi bawahan, CEO sudah bekerja keras dengan darah dan air mata hingga sampai di titik ini. Jangan lupa kerja keras CEO memperjuangkan posisi bawahan agar tetap berada di posisinya dan bisa bernapas dengan tenang. Bawahan harus memaklumi peringai CEO karena sudah karakternya seperti itu, kata kata hanyalah kata kata semata, tapi tidak ada yang dibawa sampai ke hati, apalagi menjelek jelekkan bawahan ke rekan rekan lain. Tidak mungkin itu, CEO selalu menjaga marwah organisasi, karena kalau menjelek jelekkan bawahan kan, terlihat kejelekan dan bobroknya CEO-nya juga.

Rapat selesai, banyak pelajaran berharga yang bisa Narinka ambil. Narinka pun pamit dari rapat bersama petinggi CEOnya. Meminum segelas kopi yang nikmat dari pantry dapur yang penuh kecoa (pantry nya bukan kopinya) memutar lagu Seven-Jungkook pakai headset dengan hati riang karena sudah memasuki jam makan siang yang akan dihabiskannya gosip bersama teman-temannya di kota sebelah, Las Vegas, untuk kemudian bisa memiliki tenaga kembali mengabdi untuk CEOnya.

21.40.31.07.2023 #archieves

Tuesday, April 7, 2026

cara cara mencintai

bagaimana cara mencintai seseorang dengan benar
dengan pelan pelan atau sepanjang zaman 
sedikit demi sedikit atau dengan keras kepala
atau diam diam menyimpan semua kata kata

bagaimana cara mencintai dengan terburu buru
kepalang jatuh hati setiap hari
terlalu laju dan tidak lagi bisa berhenti
dengan menggebu dan tak sadar diri

bagaimana cara mencintai dengan hati hati
maju pelan pelan berdoa di ujung malam
berharap diresap hati dengan dalam
strategi dan taktik jitu sesuai teori teori

bagaimana cara mencintai dengan panjang 
pada waktu waktu ringan dan tak berkorban
juga di waktu berat dan hancur berantakan
tergoyahkan angin namun masih bisa bertahan

bagaimana cara mencintai dengan ikhlas
melepaskan ragu dan cemburu
sedang ia terbang entah kemana
lama tak singgah pulang 

bagaimana cara mencintai dengan lepas
mencintai diri dengan lebih banyak
dan diam diam berharap
dicintai lebih banyak

7/04/2026

Monday, April 6, 2026

Mont Blanc dan Sore yang Tenang di Lokanoa Pontianak

Sore yang mendung terasa lebih tenang di Lokanoa, sebuah kopishop yang terletak di Jalan Suprapto, Nomor 35. Terputar lagu Terpaut oleh Waktu- Danilla mengalun pelan di halaman belakang, ditemani segelas kopi dingin, menikmati waktu menjelang gelap.

Kopi yang dipesan adalah Mont Blanc,- salah satu signature Lokanoa yang datang dengan tampilan sederhana yang menarik- di tegukan pertama, terasa foam lembut dengan zest jeruk dengan aroma citrus segar, terasa creamy yang seimbang dengan manis dan rasa kopi yang samar di ujungnya cocok untuk dinikmati pelan sambil bercakap-cakap tentang apa saja yang terjadi hari ini.

Menariknya, cemilan sore ini justru datang dari kejadian tak terduga. Seorang pengunjung yang duduk di sebelah kami, dengan membawa kucing di dalam tas astronot sempat kami ajak ngobrol, ia bercerita baru saja menjemput kucingnya, Ucrit dari pet hotel dan berteduh karena hujan. Berbincang sebentar, ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan diam diam memesankan kami Waffle Chicken Karaage sehingga kami pun tak sempat berterimakasih. 

Tampilannya tampak seperti comfort food dengan daging ayam yang juicy, saus kuning creamy yang menyeimbangkan rasa, salad yang menyegarkan dengan waffle yang tipis dan lembut terasa manis-asin yang menjadi pelengkap rasa. 

Lokanoa terasa tenang dan tidak terlalu padat. Area indoor dengan sofa empuk cocok untuk duduk lama, sementara outdoor dengan lantai kerikil dan tanaman memberi ruang untuk pengunjung yang ingin menikmati udara sore. Meski berada di jalan utama yang cukup ramai, suasana di dalam tetap terasa santai. 

Di tengah hiruk pikuk keramaian di Jalan Suprapto, Lokanoa menawarkan ruang yang nyaman untuk sedikit memperlambat waktu. Tepat untuk menikmati kopi sendirian, diskusi santai atau sekadar menghabiskan waktu di sore yang mendung. Terasa seperti jeda yang menyenangkan di tengah kesibukan-kesibukan di Kota Pontianak.

@karinaoktrs 5/4/2026


Lokanoa Coffee 

Jalan Suprapto No. 35, Pontianak

Menu : Mont Blanc : Rp 39.000,-

Waffle Chicken Karaage

Instagram : @lokanoa.pnk

Monday, March 30, 2026

senin

beberapa amarah
akan kukatakan sekalian
biar hatiku kembali tenang
tak lagi membusuk di pikiran

kebencian kulepaskan dari diriku 
tipis tipis walau terus
menggerus dan menguras
air mataku

kubiarkan ia mengalir deras
seperti pasrah pada langit 
yang mengatakan semua muram dan duka
lelah tak sanggup kutahan beban

biar ia tumpah ruah 
menggenangi seluruh sudut kota ini
menjadi saksi betapa lemah
menjadi manusia

alasan demi alasan tidak lagi kutahan
diri sendiri tak lagi perlu ditutup tutupi
memang apa adanya seperti ini
kemarahan kubiarkan
berdarah darah walaupun
melukai diriku sendiri
selepasnya ku bisa lega
karna semua
bukan aku yang punya

30/03/2026

Monday, March 23, 2026

sepenggal malam

bulan kembali bersinar separuh
di ujung malam
dalam hening 
yang telah larut

masih ada kau
beku dan dingin
tapi sampai
di jangkau tanganku

malam yang aku ingin
masih belum menyerah
menjatuhkan diri
pada yang berkali kali
kucoba lupakan

dan waktu bergulir
seperti mengenalmu
di waktu yang sangat panjang
dan percakapan yang selalu aku takutkan

karena tiap aku melihat wajahmu
hanya rembulan yang terang
telah lama menunggu 
di malam yang berdebar
pagi telah menggantinya
dengan sabar yang tak berkesudahan
mungkin waktu tidak akan bisa
menahan perasaan yang tak pernah hilang

dan di ujung ujung malam
serta pagi dimana kau akan tertidur
lelap dan lenyap 
semua alam pikiran 
tidak akan pernah melupakan
semua malam malam panjang

Wednesday, March 4, 2026

film bagus

Sejak SMA, rutinitas menonton film mungkin jadi rutinitas lari yang membantuku keluar dari kejemuan. Bahwa dunia nyata terlalu membosankan, dan mungkin tidak ada yang bisa dimenangkan. Menjadi seperti peran utama dalam cerita kehidupan orang lain, menjadi begitu menarik. 

Menghembuskan harapan bahwa mungkin, masih ada cara-cara lain yang tidak membosankan dalam menjalani hidup. Bahwa masih ada kesempatan dan cara untuk keluar dari hal hal yang tidak kita harapkan lagi. Mungkin, masih ada yang bisa terjadi di hari esok, sedikit lebih baik dari kejemuan kejemuan hari ini. 

Menonton salah satu wawancara Hideo Kojima, salah satu pembuat game steam yang belum lagi aku tamatkan di PS4 yang sudah berdebu, ia mendapatkan inspirasi dari satu film setiap hari yang ditontonnya sebelum tidur. Maka, terinspirasi olehnya dan memang kegemaranku menonton. Biasanya ku persiapkan rutinitas yang gampang dan menyenangkan itu sebelum tidur. 

Terlebih di platform streaming yang aku ikuti sekarang, Netflix dan HBOMax. Juga beberapa website dan torrent ilegal jika terpaksa. Kadang tertarik melihat trailer dan mengikuti filmnya. Bisa juga menunggu nunggu dari promo film yang sukses membuat penasaran, walau malah menjadi membosankan ketika ditonton. Aktor dan aktris menarik yang apapun yang diperankannya membuatku akan menonton apapun yang disuguhkan. 

Biasanya, aku memiliki google sheet online setiap tahun dimana aku membuat daftar film, series, buku yang kutonton. Juga mencoba memberikan highlight tentang apa isi film/series itu sebagai jembatan kedelai. Kadang aku merasa sayang jika melewatkan film yang bagus dan berkesan, tak ingin melupakannya. Asupan film yang banyak dan selalu terbaru kadang membuatku jadi bosan melihat film terbitan lama. Menunggu update terbaru agar tidak terasa tertinggal. Tapi kadang, film bagus juga sulit ditemukan. 

Beberapa film yang benar benar aku sukai kadang aku download secara manual di PC, agar ketika mati lampu atau internet mati; kondisi aku tidak bisa melakukan apa apa secara online, aku akan menyalakannya dan membiarkannya terputar. Hal hal yang aku suka yang menyenangkan hatiku. Kehidupan atau karakter yang aku inginkan terjadi di hidupku (minus psychological thriller yang kadang jadi genre utamanya).

Mungkin di kejemuan hidup di fase fase u30+ dimana semua momen rasanya diulang ulang lagi. Film atau series memberikan kita kesempatan menjalani kehidupan satu kali lagi. 

Tulisan kali ini terinspirasi dari film baru yang aku temukan di beranda HBOMax, Reminiscence (2021). Film yang mengingatkanku akan film film dengan genre yang mirip yang aku sukai seperti Inception, Total Recall. Tipe film tentang mimpi mimpi dan dunia fiksi yang tak mungkin, memberikan kesempatan dalam kesempatan. Bahwa kehilangan mungkin akan jadi hal yang cinematic- dan wajar. Tidak semua membawa perasaan hancur dan berantakan. Atau mungkin, ada satu benang merah dari film film itu- rasa kehilangan. Bahwa hidup tak lagi bisa diulang, dan mimpi menjadi gema gema kosong. Di film, gema gema kosong itu mencari kesimpulannya dalam waktu yang singkat. Sedangkan disini, kita harus menghadapinya setiap hari, setiap kesakitannya, di antah berantah tanpa ending dan waktu yang terasa lama.

@N/07.00am/04/03/2026

*reminiscence poster

sosial media

di ekor mataku kuikuti
semua perihal tertawamu
dan kucing lucu 
yang menemani hari harimu

jadi berani bahkan sudah tak sanggup
melampaui seluruh panca inderaku
berpura pura mematikan alarm
berhenti mendapatkan pemberitahuan

padahal setiap hari 
yang kuketik hanya namamu
paling teratas
di semua pencarianku

tapi algoritma tidak memberikan rahasia
tidak ada perintah yang bisa dipandu
selain siluet gelap yang kutatap 
dari belakang bahu lebarmu

hari demi hari hanya menahan diri
sedikit lebih sedikit berharap
lebih waras dari biasanya
tapi candu mematikan akalku
dan hidup lurus membosankan
tak pernah menarik minatku

hanya dopamin demi dopamin 
dan satu kali lagi kesempatan
melihat keberadaanmu

kapankah kita benar benar lepas
dari kegilaan atau semua hanya hiburan
mengisi jenuh dan kekosongan
di hidup yang tak ingin kita jalankan

4 maret 2026

Tuesday, February 3, 2026

januari

seperti hari senin
memulai hari yang berat
dan hari hari lainnya
yang menjadi terlalu larut

kopi yang hitam
tenggelam dalam angan angan
alarm yang terlanjur dipadamkan
pikiran yang buyar

konsentrasi yang kacau
gamam dan hilang arah
kemudian badai reda
dan kita menenangkan diri

mungkin januari ada artinya
memulai memang jalan yang cukup sulit
kemudian seperti mengayuh sepeda
keseimbangan akhirnya menemukan
tempat nyamannya
dan pelan pelan kita menapak
mengayuh pelan
semampunya
sekuatnya

mungkin harapan datang
di masa masa kelam
seperti jalan yang tak ada ujung
dan napas yang kelelahan
tapi senyum merekah
mengetahui kita
telah melakukan
yang terbaik dari semua
yang kita punya

jan 2026

Wednesday, January 21, 2026

hari hari anomali

ditawan rutinitas
jahitan hari demi hari
bosan dan lelah yang ditunggu
selalu singgah di penghujung hari
layar yang dipantau
pergerakan yang sudah 
diprediksi

pagi atau siang
datang mencari cari
yang kucari cari
selalu datang
senang atau sedang
tidak dalam keadaan
bisa diajak berbincang
mungkin bulan sedang datang
dan sepi menghiasi hari demi hari

hari hari anomali kadang datang
sebuah bug pada sistem
mengubah skenario
yang sudah dipelajari
dengan matang

degup berdetak
satu kali lebih cepat
dari biasanya

bagaimanakah cara
menangani hari hari anomali
sedang dia tetiba datang
meminta waktu 
dan menghabiskan 
seluruh perasaan

rutinitas yang akan kita hilangkan
digantikan dengan hari hari anomali
berdebar debar setiap hari 
tiap kau memberikan satu kali lagi arti

hari hari anomali
yang secepat kilat datang
dan secepat angin berlalu
kemudian hanya jeda jeda diam
dan rutinitas yang panjang

hari hari anomali
yang tak kutunggu
tak pula kunantikan
hanya anomali-
sebuah kesalahan dari sistem
kekacauan semesta
yang sebentar lagi dibetulkan
pada jalurnya
pada tenangnya

di hari hari anomali
rutinitas tidak ada lagi
hanya kejanggalan kejanggalan
pengalaman yang mendebarkan

dan tak bisa lagi kutunggu
karena ia tak tau datang kapan
dan tak akan datang
setiap hari

dimana kusandarkan hidup
rutinitas dan ketenangan
di hari hari yang biasa
tanpa anomali 

21.01.2026

Wednesday, January 14, 2026

cara cara untuk jatuh cinta

mungkin dengan seluruh kesabaran
bersabar mendengar keluhanmu
tentang aku yang selalu kurang di matamu
dengan seluruh kurangnya dirimu
dan aku yang malas berdebat
memilih pergi

atau aku yang selalu mencoba menahan diri
agar tidak mengganggu waktumu
sebisa mungkin melakukan
semuanya sendiri

tiga tahun telah habis belajar
bagaimana cara mencintaimu dengan benar
dengan standar yang tak muluk muluk
hanya berharap kau ada
melihatmu barang satu atau dua menit
melihat kau masih bisa bernapas
tertawa dan berkata kata

semua kepintaran dan kebodohanku
telah kukerahkan dengan sungguh dan serius
mempelajari bagaimana
mencintaimu dengan baik baik

dan semua perdebatan kita
yang menghabiskan tenaga
dan air mata meski hanya di mataku
mungkin hanya aku yang terluka 
dan menjatuhkan diri di liang
menguburkan diri

cara cara untuk jatuh cinta
di usia yang semakin dewasa
mungkin berubah jadi lebih sederhana
menahan diri tidak mengatakan 
seluruh perasaan yang kupunya
belajar mendengar apa yang kau ingin

cara cara untuk jatuh cinta 
mungkin begitu mudahnya jika kau
yang hadir di depan mata
kini yang tertinggal sisa
cara cara bisa mencintaimu
dengan begitu lama
dengan begitu sabar
dengan mengerahkan semua
yang aku punya

melihatmu bernapas
melihatmu bahagia
denganku, ataupun tidak
sesederhana melihatmu tersenyum
mampu bertahan menghadapi 
hari hari yang kejam

sedang aku cukup senang
jatuh hati setiap hari
melihatmu
di pelupuk mataku.

Sunday, January 11, 2026

segenap

menjalani hidup
hari demi hari
dengan segenap
kekuatan
ketakutan
kemeriahan
kesedihan

tangan yang bergetar
menghadapi malam 
yang kadang terlalu dingin
tertinggal sendirian oleh waktu

andai kau lihat aku
menggigil menahan
seluruh rasa yang luruh
berpura pura kuat
di depan wajahmu

andai kau lihat aku
berusaha dengan seluruh
semua yang aku punya
segenap kemampuanku
bertahan dan mencintaimu

satu kali lagi
mungkin kuberikan 
kesempatan
satu kali lagi

11.01

Saturday, January 3, 2026

2026 dan hal hal baru

Tidak banyak yang harus berubah di tahun baru. Tidak pula hal hal dasar, prinsipil, dan value yang kita yakini sejak lama. Kesalahan-kesalahan, pahit dan sakit yang membuat kita belajar. Untuk melakukan beberapa hal, juga untuk berhenti melakukan beberapa hal. Beberapa hal spesifik, juga masih dipertahankan, sebagai bentuk keras kepala dan pantang menyerah. Untuk apa hidup jika tak melakukan apa yang kita mau dan yakini, bukan? 

Beberapa pencapaian mengantarkanku ke tahun 2026, rumah baru, kondisi hidup baru, kebiasaan baru yang harus diubah. Hal hal dasar menjalani kehidupan. Maka mungkin, bisa dikatakan di 2026 semacam terlahir kembali. Berpindah tempat, berpindah suasana, dan beberapa orang juga berganti. Ada yang patah, ada pula tunas baru yang muncul. Sebagai bentuk pengharapan. 

Mungkin menjadi optimis dan percaya akan ada sesuatu yang baik menunggu kita di depan hidup adalah salah satu cara pula untuk bertahan hidup. Pesimis, frustasi dan keinginan mengakhiri banyak hal- juga -pasti terlintas di pikiran. Pada akhirnya, otak lah yang akan memproses semua informasi dan perasaan. Apakah semuanya mampu kita saring atau hanya kita telah mentah-mentah?

Harapan sudah tentu banyak- tapi seperti dalam diskusi alot yang kulakukan dengan ChatGPT untuk mengevaluasi jurnal ikigai dan manifestoku. Mungkin energiku bocor karena menginginkan terlalu banyak hal. Ternyata banyak mau dan keinginan juga sama berbahayanya dengan tidak menginginkan apa apa dalam hidup. Berbincang dengan beberapa teman- ada yang sudah tak terlalu banyak harapan di tahun ini, ada pula yang bersemangat dengan tujuan tujuan baru. 

Aku ada diantaranya. Diantara kebingungan ini bersemangat atau menjalani hari dengan biasa saja. Semuanya bisa saja sia-sia. Tapi, bukankah itu juga bisa jadi alasan untuk melakukan semuanya yang kita inginkan- karena semuanya toh akan sia sia. Tertinggal kita yang memaknai semua. 

Pada akhirnya, di penghujung hari. Dunia hanya meninggalkan kita dan beberapa hal. Menyelesaikan urusan dengan diri sendiri sama pentingnya dengan menyelesaikan urusan kita dengan orang lain. Dengan harapan-harapan yang patah, dengan semangat yang selalu kita dorong untuk tumbuh meskipun patah berkali-kali. Hingga akhirnya hanya tersisa satu pertanyaan, maukah kau menjalani hidup ini satu kali lagi?

01thoughtsof2026

Monday, December 29, 2025

satu kali lagi

berkali kali telah dikatakan
hal hal yang tidak boleh dilakukan

mencintaimu satu kali lagi
harusnya sudah jera
tertampar kenyataan
demi kenyataan

pahit terus ditelan
tak kundung mengambil
pelajaran yang mahal mahal
telah dibayarkan

masih mau berjuang
entah untuk apa
dari pungguk
yang merindukan rembulan

aku ingin hidup satu kali lagi
sekedar ingin melihat wajahmu saja
dan menderita lagi dan lagi
seribu kali lagi

mungkin
di kali ke seribu
semuanya punya arti

mungkin 
di kehidupan yang keseribu
akhirnya semuanya 
bisa berhasil

29.12

Friday, December 26, 2025

mengeja

seperti mengeja mencintai
dengan sangat hati hati
yang hanya mampu
membuktikan kesetiaan
dan perasaan yang bertahan
hanya waktu

uji nyali yang dihabiskan
sepanjang usia
masih mampukah mencinta
atau menyerah kalah
oleh seluruh pertempuran

mengeja setia
tak lihai dan terbata bata
mengenal hatimu sepanjang usia
di kurang dan alpamu

sesal dan egomu
beradu pandai
dengan perasaan
kasih ataukah abai

waktu dan badai
dan hal hal tak diperkirakan
mengantarkan kita 
pada hari ini

memungut sisa sisa badai
masih tak mau menyerah kalah
sedang semua telah poranda
dan ternyata
masih banyak
sisa sisa rasa

mengeja cinta yang ajaib
aku pun terbata terbata

26.12.2025

Thursday, December 25, 2025

di ujung akhir

tangisan telah tumpah 
ditemani malam yang telah larut
lebih jauh dari biasanya
ternyata yang paling ditakutkan
telah terjadi

air mata tumpah 
seharian hingga seluruh cairan
rasanya mengering
ditempa angin dan terik

perasaan telah lewat
dada yang sesak
telah terbebaskan
dengan sedikit hati hati

akhirnya selesai
dan redup mata
lega hingga ujungnya
ridho dan semua upaya

serta memaafkan
kesalahan yang telah
dan mungkin akan terjadi
jiwa yang penuh kasih
akan selalu memaafkan 
satu kali lagi

24.12.2025

Sunday, December 21, 2025

lamban

mencintaimu dengan lamban
lekat menghirup semua elemen
remah sisa sisa perasaan
kuat dalam ingatan

kutatap matamu lekat
helai demi helai yang jatuh
di pelipis dahimu
dan wangi yang menyatu
telah terekam di pikiranku

melantunlah lebih lama 
untuk hal hal yang sulit
dan sukar dipecahkan

aku masih ingin lama
menatap semua kesulitan
merajai alam pikiran

tenggelam dalam lamunan
merindukan yang tidak tidak
dan dengan mudahnya akan
melepaskan duka duka
hanya dengan melihat wajahmu
dengan lamban
berharap waktu berhenti
dan dunia
tidak akan pernah
perduli

21.12

18

dari beberapa hal
kita belajar
untuk hidup
tanpa sesuatu
yang kita inginkan

dari beberapa hal 
kita juga belajar 
untuk terus maju
dengan apa yang kita inginkan
sekalipun terang belum terlihat
dan gelap demi gelap
jalan setapak yang lewat

entah apa di depan
tapi mundur bukan juga jadi pilihan
hidup harus berani, katanya
menginginkan sesuatu

sekalipun belum tampak
bagaimana cara kita menemukan jawaban
tapi hati mengetahui
ini satu satunya
yang bisa kita pilih
dengan kelegaan
bahwa kita telah berjuang
hingga ujungnya.

desember 2025

Monday, December 15, 2025

desember

mungkin pada akhirnya
arah angin berubah haluan
dan dewi fortuna
sedang senang berlama lama

senyum merekah
yang telah aku tunggu
sejak lama
tawamu yang menguatkan
segala lebam pilu

kehadiranmu menenangkan
seluruh gundah gelisah
kali ini cerita kita lanjutkan
pada akhir yang menjadi 
rahasia pencipta keberadaan

ingin kucukupkan syukur
pada semua doa yang dikabulkan
mendekap dirimu yang ada
seirama detak di jantungku

maaf untuk kata kata
dan keras kepala 
yang tak berani kuucap
takut terlihat lemah dan kalah

sedang kupikir kau telah tau
membuka semua tabir
yang tak bisa kutipu
aku tak bisa menggenggam angin
yang kukatakan hanya

selalu menyenangkan
mendebarkan
memicu seluruh
perasaan

tiap kau datang
dan tiap kali kau 
mengetuk
pintu yang mungkin
akan selalu kubuka 
dengan riang
tiap kau datang

14/12/2025

Thursday, December 11, 2025

tuna

mencintaimu seperti orang buta huruf
tak mampu mengeja ha-ti ha-ti
kuterabas dengan buru buru
tak tenang dan tak bisa bersabar

ceroboh dan tak berpikir panjang
namun kuulangi lagi dan lagi

mencintaimu seperti keledai dungu
jatuh di lubang yang sama 
berkali kali kemudian
menjadi nyaman dan bersarang

mencintaimu tergagap gagap
pada kata dan jawaban yang diulang ulang
membentur tembok yang sama lagi
semua di luar kendali

mencintaimu lagi dan lagi
dengan utuh dan penuh
meski diri telah kosong 
dan keras kepala
menutup pintu
dan menjadi setia

mencintaimu dan jatuh
di luar kendali tapi
ingin aku ulangi
satu kali lagi
dan kutunggu lagi
di besok ketika semua hal
bisa kulakukan lagi

11/12/2025

hati dan pikiran

apakah hanya sebatas
mematikan kejenuhan
dan ketenangan

dicintai dengan perlahan
membiarkan kau datang
menambal luka luka

meski aku bahkan
tidak bisa tertawa
pada setiap bahagia
yang coba kau sulap

waktu berjalan lamban
sedang hatiku selalu 
menutupkan jalan
tiap kali kau datang

tapi tak ada ketegaan
melepaskan semua
rasa penasaran
yang bertahan sebentar
dan meninggalkanku

bagaimana cara menetapkan
hati dan keteguhan
sedang kedua pilihan
tak ada yang memberikan jawaban

dan tiap pagi di mulai
aku datang tanpa pertanyaan
untuk hal yang tidak lagi bisa
memberikanku jawaban 
yang selalu kuinginkan.

10/12/25