Saturday, April 25, 2026
Cara Tertidur Lelap dan Tidak Lagi Jatuh Cinta
Tuesday, April 21, 2026
Bilas Muka, Gosok Gigi, Evaluasi #ceritapendek #fiksi
Suatu hari di London, United States, tit tit tit, alarm
handphone Narinka berbunyi. Jam lima pagi, jam jam nya kata buku motivasi The
5 Am Club tulisan Robin Sharma seseorang harus bangun untuk Miliki
Pagi, Tingkatkan Hidup Anda, dan Lakukan Rutinitas Pagi yang akan mengubah
hidup anda yang begitu begitu saja, sebuah buku yang sangat menginspirasi
bawahan yang malas bekerja dan bangun pagi.
Rutinitas Narinka yang diadopsinya seperti anjuran buku buku bahasa
inggris yang agak kurang dipahaminya, yang penting sudah keren di post di
instagram itu adalah sebagai berikut: Jurnaling, menulis to do list
apa yang harus dikerjakan (walaupun kadang pas sampai di kantor lupa), Meditasi (biar
makin mindful dan bersabar menghadapi tantrum dan meningkatkan kontrol diri
untuk sapa, senyum dan basa basi memuji meningkatkan kepercayaan diri lawan
bicara), Workout (biar body goals karena belum sukses, body
gak boleh nampak makmur karena itu adalah privilege CEO yang sudah hidup sukses
dan sejahtera mengandalkan kecerdasan doang), kemudian jangan lupa mandi dan
make up karena jangan jadi bawahan yang sudah bau, jelek, tapi juga jangan
terlalu cantik nanti menarik perhatian jadi orang orang gak fokus, dan gak
percaya kalau bisa kerja. (perception is reality) jadi harus sedang
sedang saja. Kemudian memutar musik yang membuat hati menjadi riang, karena gak
ada yang mau ngobrol sama orang yang terlihat ngantuk dan males-malesan,
apalagi kalau sudah kerja bertahun-tahun. Karena hanya dari muka orang bisa
menilai kinerjanya bagus atau enggak, mata harus terus melotot, senyum
terkembang, dan selalu mendengarkan curhatan dengan antusias serta melemparkan
pertanyaan pertanyaan ingin tahu tentang kepribadian klien yang memesona.
Akhirnya sampai di kantor, sambil semprot-semprot parfum biar
wangi makin semerbak, dengan riang Narinka mengikuti rapat tahunan dengan
senyum terkembang dan pemikiran yang sangat positif hasil tiap malam
mendengarkan filsafat stoikism yang sedang tren di kalangan anak muda saat ini.
Mental healthnya sungguh resilience, sudah siap menghadapi apapun.
Notulen rapat Narinka pagi ini penuh catatan, selain sempat ditegur karena main handphone (dan dianggap mungkin main candy crush atau share berita hoax di grup WAG) kemudian Narinka menunjukkan posisi biar layar keliatan oleh sang CEO (Chief Executive Officer, kalau ada yang gak familiar, soalnya Narinka kerja di perusahaan asing di London), Pak Donno bahwa memang sedang buka aplikasi NOTES biar enak copy paste ke Microsoft Word kalau nanti mau Narinka print dengan font yang lebih besar, terus ditempel di dinding kamar biar ia makin khidmat dalam mengevaluasi diri. Ada beberapa garis besar catatan rapat yang menurut Narinka sangat salah kalau dibilang Evaluasi Kinerja, lebih tepatnya Evaluasi Tindakan Tercela Bawahan terhadap Mental Health CEO. Baiklah, akan Narinka tulis dan jabarkan sebagai bahan evaluasi karena sungguh rapat tersebut sangat menginspirasi bawahan bawahan di luar sana agar terus meningkatkan kinerjanya dengan lebih baik. Bismillah...
#1. Harus informasikan kepada CEO kalau kemana-mana. Kalau pergi ijin, kalau pulang ijin, karena masa bawahan pulang duluan dari CEO? mana akhlaknya? tercela. Semua hak bawahan di jam kerja adalah atas ijin CEO. Semua kontrol dan kendali. Bukannya apa, dalam jam kerja harus info biar atasan tahu, karena kan, yang paling bertanggung jawab adalah CEO, kalau kenapa kenapa di jalan, nanti CEO yang bakal identifikasi mayatnya dan bertanggung jawab atas kelalaian membiarkan bawahannya kemana mana, nanti CEO yang bakal dipenjara soalnya, juga dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Apalagi, siapa tau CEO nya mau nitip seblak...
#2. Jangan dicuekin kalau ada CEO ke kantor cabang. Harus dihadap di depan muka, walaupun tidak dipanggil, walaupun tidak ditanya apa apa, walaupun CEO nya cuma merokok di ruang belakang. Harus ditemani walaupun udah jam istirahat makan siang, harus dipuji puji gitu kalau enggak nanti doi gak bahagia, dan akan di mention pada amanat rapat-rapat lainnya dibahas terus sampai berhari hari kemudian. Akan mengganggu tidur dan mental health CEO.
#3. Gak boleh gak mau kalau gak disuruh foto bersama. Gak perduli apapun alasannya, pokoknya harus iya. Karena CEO akan merasa sangat terhina kalau bawahan rendahan gak mau disuruh foto, apalagi di depan divisi lain. Sungguh akan mencoreng muka dianggap tidak kompeten karena tidak punya orang yang bisa disuruh suruh. Sedangkan kan, sudah dikasi uang, sudah dikasi hadiah, sudah dikasi libur, masa masih gak nurut?!? sungguh kurang ajar, harap segera evaluasi diri.
#4. Gak boleh post di akun official kerjaan doang apalagi keliatan muka divisi lain, biarpun partnership harus keliatan muka CEO lebih banyak dari divisi lainnya. Ada proporsi nya 50:50 atau 70:30. Biar terlihat kerja. Tapi sebenarnya juga tidak ingin terlihat kerja sendirian, karena sesungguhnya CEO gak punya ambisi apa apa lagi di dunia ini. Hanya kerja untuk ibadah dan fokus ke keluarga kecil bahagia yang sering dicurhatkannya itu. Insyaallah berkah.
#5 CEO ingin dicitrakan penuh kasih sayang, menganggap semua bawahan jelatanya adalah abang adek, semua bersaudara, dan menjadi keluarga, tapi jangan sekali sekali panggil abang di depan warga umum karena malu maluin nanti gak dikira CEO lagi, kan jadi terluka hatinya yang penuh cinta kasih.
#6 CEO gak akan pernah klaim kerjaan orang lain, karena sangat mensupport bawahannya, selalu membangga banggakan punya bawahan yang pintar, walaupun banyak kurangnya yang akan selalu disampaikan ke depan orang lain. Pujilah di depan bawahan kelebihannya, informasikanlah kekurangannya di depan orang lain, agar menjadi pelajaran dan edukasi kepada rekan rekan sejawat agar dapat mengambil hikmahnya punya bawahan yang membangkang.
#7 Jangan sampai ditegur orang lain apalagi sektor lain yang bisa kasi tanda tangan nasibmu akan ditentukan dimana, karena harga diri, nama baik, kehormatan diri CEO akan hancur lebur tak perduli pekerjaan di lakukan dan tak peduli kebenarannya, tidak ada alasan dan tidak perduli juga sih. Karena pasti CEO akan sangat malu. Karena menjadi CEO itu sangat berat, banyak beban kerjanya, bawahan gak akan kuat, gak akan paham. Jadi bawahan juga harus perduli dan memperhatikan perasaan CEO-nya, jangan sampai terluka oleh kelakuan bawahan, kalau tidak akan dicoret dari daftar bawahan, masih banyak kok yang mau kerja, harusnya bawahan lebih bersyukur, di luar sana banyak yang mau cari kerja tapi gak dapat posisi yang sangat strategis ini, jangan kufur nikmat.
#8 Jangan jadi orang pintar, karena CEO gak suka orang pintar, sukanya yang mau kerja semua lini dan sektor, gampang disuruh, penuh etika dan sopan santun sehingga CEO merasa bangga akan jabatannya, bahagia mendapatkan respect dari bawahan, dan senang karena semua pekerjaan sudah dikerjaan sesuai kemauan CEO. Nanti kalau dipuji orang lain CEO pasti akan bilang semua adalah hasil kerja keras bersama, CEO-nya gak bisa apa apa hanya bantu doa.
#9 Harus sigap membalas chat di grup whatsapp. Karena otak dan pemikiran brilian CEO tak mengenal jam kerja. 24 jam 7 hari seminggu harus segera direspon, jika tidak CEO akan merasa terhina, harus segera diakomodir, atau tidak CEO akan merasa tidak divalidasi, tidak ada yang perduli akan ide briliannya, dan bersedih hati karena bawahan cuek cuek aja, padahal sudah digaji, dikasih fasilitas semuanya, bawahan tinggal ongkang ongkang kaki saja. Sudah dikasi enak, tolong jangan banyak tingkah dan melawan dalam gerakan gerakan bawah tanah. Apalagi sampai mau menggulingkan rezim, Jangan mengkhayal, CEO punya uang, dan punya kuasa, jangan percaya kata Bayem yang viral di tiktok itu. Gak gitu!
#10 CEO sudah jujur mengakui adalah orang yang tidak pernah bawa perasaan, jadi semuanya hanyalah fokus demi kesejahteraan dan peningkatan kinerja bawahan. Semua perkataan CEO tidak boleh diambil hati, apalagi jadi merajuk terus gak mau disuruh suruh. Kalau gak mau disuruh suruh, jadi CEO dong jangan jadi bawahan, CEO sudah bekerja keras dengan darah dan air mata hingga sampai di titik ini. Jangan lupa kerja keras CEO memperjuangkan posisi bawahan agar tetap berada di posisinya dan bisa bernapas dengan tenang. Bawahan harus memaklumi peringai CEO karena sudah karakternya seperti itu, kata kata hanyalah kata kata semata, tapi tidak ada yang dibawa sampai ke hati, apalagi menjelek jelekkan bawahan ke rekan rekan lain. Tidak mungkin itu, CEO selalu menjaga marwah organisasi, karena kalau menjelek jelekkan bawahan kan, terlihat kejelekan dan bobroknya CEO-nya juga.
Rapat selesai, banyak pelajaran berharga yang bisa Narinka
ambil. Narinka pun pamit dari rapat bersama petinggi CEOnya. Meminum segelas
kopi yang nikmat dari pantry dapur yang penuh kecoa (pantry nya bukan kopinya)
memutar lagu Seven-Jungkook pakai headset dengan hati riang karena sudah
memasuki jam makan siang yang akan dihabiskannya gosip bersama teman-temannya
di kota sebelah, Las Vegas, untuk kemudian bisa memiliki tenaga kembali
mengabdi untuk CEOnya.
21.40.31.07.2023 #archieves
Tuesday, April 7, 2026
cara cara mencintai
Monday, April 6, 2026
Mont Blanc dan Sore yang Tenang di Lokanoa Pontianak
Sore yang mendung terasa lebih tenang di Lokanoa, sebuah kopishop yang terletak di Jalan Suprapto, Nomor 35. Terputar lagu Terpaut oleh Waktu- Danilla mengalun pelan di halaman belakang, ditemani segelas kopi dingin, menikmati waktu menjelang gelap.
Kopi yang dipesan adalah Mont Blanc,- salah satu signature Lokanoa yang datang dengan tampilan sederhana yang menarik- di tegukan pertama, terasa foam lembut dengan zest jeruk dengan aroma citrus segar, terasa creamy yang seimbang dengan manis dan rasa kopi yang samar di ujungnya cocok untuk dinikmati pelan sambil bercakap-cakap tentang apa saja yang terjadi hari ini.
Menariknya, cemilan sore ini justru datang dari kejadian tak terduga. Seorang pengunjung yang duduk di sebelah kami, dengan membawa kucing di dalam tas astronot sempat kami ajak ngobrol, ia bercerita baru saja menjemput kucingnya, Ucrit dari pet hotel dan berteduh karena hujan. Berbincang sebentar, ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan diam diam memesankan kami Waffle Chicken Karaage sehingga kami pun tak sempat berterimakasih.
Tampilannya tampak seperti comfort food dengan daging ayam yang juicy, saus kuning creamy yang menyeimbangkan rasa, salad yang menyegarkan dengan waffle yang tipis dan lembut terasa manis-asin yang menjadi pelengkap rasa.
Lokanoa terasa tenang dan tidak terlalu padat. Area indoor dengan sofa empuk cocok untuk duduk lama, sementara outdoor dengan lantai kerikil dan tanaman memberi ruang untuk pengunjung yang ingin menikmati udara sore. Meski berada di jalan utama yang cukup ramai, suasana di dalam tetap terasa santai.
Di tengah hiruk pikuk keramaian di Jalan Suprapto, Lokanoa menawarkan ruang yang nyaman untuk sedikit memperlambat waktu. Tepat untuk menikmati kopi sendirian, diskusi santai atau sekadar menghabiskan waktu di sore yang mendung. Terasa seperti jeda yang menyenangkan di tengah kesibukan-kesibukan di Kota Pontianak.
@karinaoktrs 5/4/2026
Lokanoa Coffee
Jalan Suprapto No. 35, Pontianak
Menu : Mont Blanc : Rp 39.000,-
Waffle Chicken Karaage
Instagram : @lokanoa.pnk
Monday, March 30, 2026
senin
Monday, March 23, 2026
sepenggal malam
Wednesday, March 4, 2026
film bagus
Sejak SMA, rutinitas menonton film mungkin jadi rutinitas lari yang membantuku keluar dari kejemuan. Bahwa dunia nyata terlalu membosankan, dan mungkin tidak ada yang bisa dimenangkan. Menjadi seperti peran utama dalam cerita kehidupan orang lain, menjadi begitu menarik.
Menghembuskan harapan bahwa mungkin, masih ada cara-cara lain yang tidak membosankan dalam menjalani hidup. Bahwa masih ada kesempatan dan cara untuk keluar dari hal hal yang tidak kita harapkan lagi. Mungkin, masih ada yang bisa terjadi di hari esok, sedikit lebih baik dari kejemuan kejemuan hari ini.
Menonton salah satu wawancara Hideo Kojima, salah satu pembuat game steam yang belum lagi aku tamatkan di PS4 yang sudah berdebu, ia mendapatkan inspirasi dari satu film setiap hari yang ditontonnya sebelum tidur. Maka, terinspirasi olehnya dan memang kegemaranku menonton. Biasanya ku persiapkan rutinitas yang gampang dan menyenangkan itu sebelum tidur.
Terlebih di platform streaming yang aku ikuti sekarang, Netflix dan HBOMax. Juga beberapa website dan torrent ilegal jika terpaksa. Kadang tertarik melihat trailer dan mengikuti filmnya. Bisa juga menunggu nunggu dari promo film yang sukses membuat penasaran, walau malah menjadi membosankan ketika ditonton. Aktor dan aktris menarik yang apapun yang diperankannya membuatku akan menonton apapun yang disuguhkan.
Biasanya, aku memiliki google sheet online setiap tahun dimana aku membuat daftar film, series, buku yang kutonton. Juga mencoba memberikan highlight tentang apa isi film/series itu sebagai jembatan kedelai. Kadang aku merasa sayang jika melewatkan film yang bagus dan berkesan, tak ingin melupakannya. Asupan film yang banyak dan selalu terbaru kadang membuatku jadi bosan melihat film terbitan lama. Menunggu update terbaru agar tidak terasa tertinggal. Tapi kadang, film bagus juga sulit ditemukan.
Beberapa film yang benar benar aku sukai kadang aku download secara manual di PC, agar ketika mati lampu atau internet mati; kondisi aku tidak bisa melakukan apa apa secara online, aku akan menyalakannya dan membiarkannya terputar. Hal hal yang aku suka yang menyenangkan hatiku. Kehidupan atau karakter yang aku inginkan terjadi di hidupku (minus psychological thriller yang kadang jadi genre utamanya).
Mungkin di kejemuan hidup di fase fase u30+ dimana semua momen rasanya diulang ulang lagi. Film atau series memberikan kita kesempatan menjalani kehidupan satu kali lagi.
Tulisan kali ini terinspirasi dari film baru yang aku temukan di beranda HBOMax, Reminiscence (2021). Film yang mengingatkanku akan film film dengan genre yang mirip yang aku sukai seperti Inception, Total Recall. Tipe film tentang mimpi mimpi dan dunia fiksi yang tak mungkin, memberikan kesempatan dalam kesempatan. Bahwa kehilangan mungkin akan jadi hal yang cinematic- dan wajar. Tidak semua membawa perasaan hancur dan berantakan. Atau mungkin, ada satu benang merah dari film film itu- rasa kehilangan. Bahwa hidup tak lagi bisa diulang, dan mimpi menjadi gema gema kosong. Di film, gema gema kosong itu mencari kesimpulannya dalam waktu yang singkat. Sedangkan disini, kita harus menghadapinya setiap hari, setiap kesakitannya, di antah berantah tanpa ending dan waktu yang terasa lama.
@N/07.00am/04/03/2026
