di ujung malam
dalam hening
yang telah larut
masih ada kau
beku dan dingin
tapi sampai
di jangkau tanganku
malam yang aku ingin
masih belum menyerah
menjatuhkan diri
pada yang berkali kali
kucoba lupakan
dan waktu bergulir
seperti mengenalmu
di waktu yang sangat panjang
dan percakapan yang selalu aku takutkan
karena tiap aku melihat wajahmu
hanya rembulan yang terang
telah lama menunggu
di malam yang berdebar
pagi telah menggantinya
dengan sabar yang tak berkesudahan
mungkin waktu tidak akan bisa
menahan perasaan yang tak pernah hilang
dan di ujung ujung malam
serta pagi dimana kau akan tertidur
lelap dan lenyap
semua alam pikiran
tidak akan pernah melupakan
semua malam malam panjang
No comments:
Post a Comment