Sejak SMA, rutinitas menonton film mungkin jadi rutinitas lari yang membantuku keluar dari kejemuan. Bahwa dunia nyata terlalu membosankan, dan mungkin tidak ada yang bisa dimenangkan. Menjadi seperti peran utama dalam cerita kehidupan orang lain, menjadi begitu menarik.
Menghembuskan harapan bahwa mungkin, masih ada cara-cara lain yang tidak membosankan dalam menjalani hidup. Bahwa masih ada kesempatan dan cara untuk keluar dari hal hal yang tidak kita harapkan lagi. Mungkin, masih ada yang bisa terjadi di hari esok, sedikit lebih baik dari kejemuan kejemuan hari ini.
Menonton salah satu wawancara Hideo Kojima, salah satu pembuat game steam yang belum lagi aku tamatkan di PS4 yang sudah berdebu, ia mendapatkan inspirasi dari satu film setiap hari yang ditontonnya sebelum tidur. Maka, terinspirasi olehnya dan memang kegemaranku menonton. Biasanya ku persiapkan rutinitas yang gampang dan menyenangkan itu sebelum tidur.
Terlebih di platform streaming yang aku ikuti sekarang, Netflix dan HBOMax. Juga beberapa website dan torrent ilegal jika terpaksa. Kadang tertarik melihat trailer dan mengikuti filmnya. Bisa juga menunggu nunggu dari promo film yang sukses membuat penasaran, walau malah menjadi membosankan ketika ditonton. Aktor dan aktris menarik yang apapun yang diperankannya membuatku akan menonton apapun yang disuguhkan.
Biasanya, aku memiliki google sheet online setiap tahun dimana aku membuat daftar film, series, buku yang kutonton. Juga mencoba memberikan highlight tentang apa isi film/series itu sebagai jembatan kedelai. Kadang aku merasa sayang jika melewatkan film yang bagus dan berkesan, tak ingin melupakannya. Asupan film yang banyak dan selalu terbaru kadang membuatku jadi bosan melihat film terbitan lama. Menunggu update terbaru agar tidak terasa tertinggal. Tapi kadang, film bagus juga sulit ditemukan.
Beberapa film yang benar benar aku sukai kadang aku download secara manual di PC, agar ketika mati lampu atau internet mati; kondisi aku tidak bisa melakukan apa apa secara online, aku akan menyalakannya dan membiarkannya terputar. Hal hal yang aku suka yang menyenangkan hatiku. Kehidupan atau karakter yang aku inginkan terjadi di hidupku (minus psychological thriller yang kadang jadi genre utamanya).
Mungkin di kejemuan hidup di fase fase u30+ dimana semua momen rasanya diulang ulang lagi. Film atau series memberikan kita kesempatan menjalani kehidupan satu kali lagi.
Tulisan kali ini terinspirasi dari film baru yang aku temukan di beranda HBOMax, Reminiscence (2021). Film yang mengingatkanku akan film film dengan genre yang mirip yang aku sukai seperti Inception, Total Recall. Tipe film tentang mimpi mimpi dan dunia fiksi yang tak mungkin, memberikan kesempatan dalam kesempatan. Bahwa kehilangan mungkin akan jadi hal yang cinematic- dan wajar. Tidak semua membawa perasaan hancur dan berantakan. Atau mungkin, ada satu benang merah dari film film itu- rasa kehilangan. Bahwa hidup tak lagi bisa diulang, dan mimpi menjadi gema gema kosong. Di film, gema gema kosong itu mencari kesimpulannya dalam waktu yang singkat. Sedangkan disini, kita harus menghadapinya setiap hari, setiap kesakitannya, di antah berantah tanpa ending dan waktu yang terasa lama.
@N/07.00am/04/03/2026