sudah pukul dua pagi
dan kau belum juga pulang
tertambat masa lalumu yang kelam
tapi juga membuat kau
jadi dirimu yang sekarang
dingin hampir tak berperasaan
tapi di tiap gelap yang pekat
kunikmati samar samar cahaya hangat
yang tak pernah menyilaukan terlalu terang
cukup untuk duniaku yang silau membutakan
gelagapankah aku menunggumu pulang
khawatir takdir gagal kembali
merajut benang tipis berisi kesenangan
apakah hanya milikku saja
berdebarkah kau beranjak pulang
tempat aku selalu menunggumu datang
dan siap dengan sepiring makanan
yang selalu kau pesan dalam kelaparan
bisakah aku memecahkan teka teki
bagaimanakah isi kepalamu
yang selalu memperhitungkan
hal hal yang di luar kepalaku
bisakah aku menyimpulkan pertanyaan
bagaimana isi hatimu
yang selalu merasakan
hal hal yang luput kuperhitungkan
pulang
di antara banyak hal yang kuinginkan
mungkin aku hanya ingin kau pulang.
12/05
No comments:
Post a Comment