Sunday, June 7, 2026

SeriesTime : Teach You A Lesson (2026) #netflix

 





Series ini menawarkan sesuatu yang klasik nan esensial: Harapan. Bahwa di tengah keputusasaan para 'murid' korban bullying, sistem yang korup dan guru yang tidak berdaya (bahwa pergeseran nilai penghilangan 'kekerasan/hukuman fisik' membawa masalah sosial baru: ketidakberdayaan guru). Hal ini mungkin menjadi nilai yang juga 'relate' di Indonesia. Carut marut masalah pendidikan, menteri pendidikan yang terseret KPK, entah karena kasusnya maupun politiknya, tetap saja menambah carut marut pendidikan yang rasanya tidak ada lagi harapan ke depan. 

Di series ini, harapan itu dimunculkan. Eskalasi kasus bullying yang ditarik hingga batas : kasus pembunuhan/penusukan Guru oleh Muridnya. Yang ternyata, guru ini adalah anak dari seorang ayah yang akhirnya menjadi Menteri Pendidikan, dan memiliki tunangan yang adalah seorang Tentara Kopasus. Latar belakang yang tragis sekaligus miris, haruskah seorang pejabat memiliki 'latar belakang' yang dramatis ini untuk bisa mengubah dan memperbaiki sistem dengan semangat se'total' ini? 

Karena ternyata, dalam politik (di drama ini), tidak cukup hanya bekerja dengan baik, dengan moral dan alasan yang baik. Seorang Menteri juga harus punya strategi yang cukup kuat untuk memiliki dukungan politik dan back up tim dengan moral yang sama. Bahwa, masih ada harapan untuk melawan 'corrupted system' dan orang-orang yang berjejaring dengannya. Harus dituntaskan hingga akarnya. 

Pahlawan di lapangannya, tentu adalah orang yang turun langsung di lapangan sebagai Biro Perlindungan Hak Pendidikan alias tunangannya guru yang ditusuk oleh muridnya itu. Tetapi, tidak bisa dipungkiri peran Menteri Pendidikan dalam memberikan kewenangan dan alasan untuk memperbaiki sistem pendidikan inilah yang menjadi highlightnya. 

Selain disuguhkan aksi berantem ala murid-murid preman ataupun anak 'STM' Mobil di sekolah yang paling buruk, kita juga disuguhkan oleh 'pschological terror' oleh murid wanita yang menjebak dan manipulatif. Kita dibawa menyelesaikan layer masalah satu persatu, dengan 'menghabisi' macam macam 'monster' di dunia pendidikan. 

Mungkin, benar kata pak Hwajin, untuk menghadapi 'Monster' kita harus menurunkan 'Monster' untuk bisa melawan dengan sepadan. 

4,8/5 *veryrecommended

Tuesday, June 2, 2026

yang bertaruh, yang bertarung

mungkin kita akhirnya memerlukan 
sedikit ambisi dan hasrat membalaskan dendam
diremehkan dan dijadikan bodoh
didikte memandang rendah diri sendiri

dan semua orang melompat
menginjak-injak
agar jadi lebih tinggi
diumpan lewat remah remah roti

mungkin kita akhirnya 
harus jadi penjahatnya
agar takdir bisa bergeser sedikit 
dan kelegaan mampu menyusupi
keresahan yang tak kunjung
tertambal kalimat kalimat penenang

mungkin akhirnya kita harus jadi 
pemeran utama 
di hidup yang kita pikir dan rancang sendiri
sedang musuh menyerang
menginjak sekaligus mendekap
bagaimana kita mampu bertahan
dan menyelamatkan diri 
di sisa sisa kekalahan

mungkin damai akhirnya
bisa kita temukan
di pertarungan nanti
yang akan selalu kita siapkan

#junidua

Monday, June 1, 2026

peradaban

 

The Burning of Turkish Frigate - Konstantinos Volanakis

seperti kejenuhan yang menampar
dan kesedihan yang menjalar 
di setiap sudut
mati kelaparan 

membagi kerja yang sulit dan sedikit
menimbang yang paling untung 
berlomba jadi yang terkejam
kelas kelas disekat
yang terbawah akan terinjak

jangan punya harap setara
karena lautan akan mengaliri 
dasar yang terdalam
dan tangga akan dipatahkan

mari kita seret hingga terjungkal
menjejak bumi di tanah permainan 
milik kita sendiri
dan aturan main yang kita tentukan

peradaban akan dimulai
dan hari hari baru akan terasa menyegarkan
setelah sekian lama ditindas kepala sendiri
diinjak di kaki kiri dan mengambang

moral adiluhung dilecut
agar jadi lebih seragam 
entah mana yang akan jadi lebih baik
atau dunia hanya panggung
dan kita bagian 
dari pion pion
yang menari.

sedang mereka tertawa
terpingkal pada air mata
yang jatuh di lantai lantai dansa

#junisatu