Monday, February 17, 2025

demi masa

masa masa 
yang tak pernah kita bayangkan
terasa begitu jauh
akhirnya datang

perasaan yang janggal
dan ingatan yang tinggal
sejauh otak mampu merekam
masa masa yang telah lalu

kabur dan terasa asing
terasa baru kemarin
sekaligus terasa
terlalu jauh
tak bisa lagi digapai

apakah kelegaan itu
pada akhirnya
menemukan kita
yang bersembunyi

di bilik dan mengetik
kata demi kata
meminta pertolongan
ingin ditemukan 

mungkin kita hanya
telah tersesat
dan kehilangan
kemarin

17.02

Sunday, February 16, 2025

sehari hari

aku mencintaimu 
seperti alarm bangun pagi
yang berbunyi setiap pagi
tak perduli kau tidur
jam tiga pagi
atau jam sembilan 
tadi malam

seperti makanan di kotak
yang lupa aku buang
jadi berjamur dan membusuk
dan hal hal yang secara natural 
terjadi begitu saja

pada pertemuan demi pertemuan
dan percakapan yang selalu
menenangkan hati

aku mencintaimu
seperti aku mencintai 
setiap cangkir kopiku
juga seperti semua pesan masuk
yang menganggapku penting
menginginkan tanggapan
dan balasan balasanku

kadang begitu menjengkelkan
dan membangkitkan semua amarah
dan gelap di rongga rongga hati
tapi walaupun begitu
cintaku masih tetap ada
besar dan tak ingin kau tinggalkan

seumur hidupku
sampai aku tak lagi bisa mengingat
sampai kapasitas memori otakku
tak lagi mau menyimpan

semua kenangan manis
semua upayamu yang buatku
tersenyum di dalam hatiku saja
dan walaupun kebodohanku
terkadang membuat semua terbakar
dan selayaknya pesulap
semuanya mungkin hilang
begitu saja

16/02

Saturday, February 15, 2025

bersalah

juri telah memutuskan
kesalahan telah lewat dan terbuat
alpa dan khilaf
menggulir dan menumpuk
kemudian meledak
di tengah balai kota

besok mungkin pancung
memenggal tiap tiap
nanah yang harus diamputasi
apakah di penghujung hari
semuanya akan dimaafkan

dan hidup berlanjut 
penuh luka luka
berjalan di tengah 
guyuran hujan petir
menebuskan semua dosa

apakah semuanya
tercatat dan berbunga
ataukah pada akhirnya
di liang kubur
semua pertanggungjawaban
dimintakan penyiksaan
membakarmu habis
sampai mati

ataukah tersiksa pelan
menyucikan semua 
dan kembali lahir
seperti bayi suci
yang nanti kan 
mengulangi lagi
semua

15/02

Wednesday, February 12, 2025

untuk malam ini saja

malam malam sulit tidur
dan menghabiskan teguk demi teguk 
dahaga yang terlepas
sedikit lebih banyak
dari biasanya

menjalinkan kata demi kata
kesadaran dan kewarasan
lebih dalam dan dekat
daripada sebelumnya

malam malam panjang
kepayahan tertidur hingga
kata demi kata kita rangkai
berharap kebohongan dan dusta
membuat kita sedikit lebih nyaman
dari sebelumnya

berani mungkin adalah tindakan
yang paling bodoh yang bisa menghapuskan
semua kenyamanan dan kedamaian
pada malam malam yang dihabiskan 
menikmati waktu sendirian

mungkin waktu kini jadi lebih egois
menolak kemungkinan kemungkinan
dan menyandarkan diri penuh
pada sendiri dan teman teman
untuk menghabiskan 
seluruh malam
yang telah jadi 
terlalu panjang

12/20

15.42

tiga menit lagi
lembar kan kutinggalkan
kulupakan dan tak ingin kubuka
gamam antara melanjutkan hidup
dan mati kebosanan

api itu menyala nyala kecil
dalam remang yang tak tau lagi sampai kapan
mampu menerangi seluruh kota ini 
sedang tiap hari doa doa
dipanjatkan dengan hati hati

dimanakah batas keinginan
dan harapan untuk menetapkan hati
tak lagi mau beranjak 
memperkuat akar
yang akhirnya berani
melawan desau angin
yang mungkin merobohkan 
seluruh dedaunan di negeri ini

apakah dengan penuh kehati-hatian
dan seluruh kemunafikan kita akan
memberantas semua kejahatan
sedang darah telah mengucur di tangan
dan pasukan selalu berjatuhan

masihkah dibungkam isak tangis
pada alpa dan ketidakmampuan
sedang jari jari berkelana
berharap satu orang
mungkin bisa
mengambil
semua keuntungan.

Tuesday, February 11, 2025

rumah

apakah memori
yang tlah hatam
kau baca berulang kali
di tiap jengkal ingin

serta kegelisahan 
dalam ketiadaan
mencukupkan 
semua peranan

sudut berantakan
yang sudah muak kau
tata ulang

keinginan untuk pergi
lupa dan jadi manusia sempurna 
dan terbarukan 
akhirnya kembali dan
terlupakan

apakah mimpi masih disana
dengan keangkuhan yang telah kau peluk
serta harapan harapan yang terbentur
keras dan nyali menciut
takkan lagi berani
punya mimpi

sedang akhirnya semua kau rubuhkan
membuang dahan layu dan lembar kusam
kau beri ruang
memulai dari awal 
berani lagi 
menjalaninya
sendirian

11/02

lagu dan film

beberapa ingatan 
tersimpan dalam lagu
dalam lirik lirik 
menerjemahkan 
perasaan

pelan pelan saja
melepaskan apa yang tak baik
kita pantas mendapatkan
yang terbaik

tak bisa bohong 
memang berat
tapi lepaskanlah ikatan
cepat atau lambat
hati kan mengerti
masih ada ruang
untuk cinta
dari jauh

kabut berduri
di mata sanja
panca dan remang
di pedalaman kalimantan

kau yang selalu menebak 
akhir cerita

11/02

Wednesday, February 5, 2025

jatuh cintalah

jatuh cintalah, sekali lagi
meskipun kau telah tau
akhir yang gelap 
dan jalan yang buntu

tapi tetap jatuh cintalah
satu kali lagi

meskipun kejadian berulang
dan kau telah menghapal 
semua naskah

perasaan berulang ulang
yang tak lagi menarik

tapi tetaplah jatuh cinta
meski telah limbung
terlalu sering 
dan membuat jera

tapi tetaplah, 
menjatuhkan diri
pada yang membuat
senyummu mengembang 
terlalu manis

dan bunga bunga
menumbuhkan tunas

jatuh cintalah, 
sekali lagi
walaupun kau lupa
caranya menjadi naif
dan tak berpikir terlalu keras
pada masa depan yang kabur
dan perasaan yang tak pernah 
benar benar diketahui

tapi tetaplah jatuh cinta
mungkin takdir akhirnya menyerah
dan semua upaya
tak lagi berkhianat
pada ujung dan penutupan
yang tak lagi kau tunggu
tapi masih tetap kau inginkan

diam diam
dan tak ada bunyi
jauh di kedalaman hatimu


februari.

yang tidak akan pernah dilupakan

beberapa kejadian
tersimpan di ingatan
membeku pada waktu
mencair di keheningan

malam yang tenang
ternyata mencairkan
semua serakan puing
yang terbangun kembali

seperti di umur tujuh belas
saat bunga mekar
helai yang jatuh
di ubin yang teduh

aku kembali dari waktu
tak lagi mengejar 
hal hal yang selalu 
tak terduga

helai bunga mengambang
pada dalamnya lautan
tak pernah terpaksa 
terpetik

dan daun daun yang tak akan
membenci angin yang mengantarkannya
pada tempat tempat yang jauh
masih kuingat wajahmu
masih terpintal takdir temu

sekali sekali
kau kunjungi aku
di tempat aku kembali
seperti saat pertama

kau membuatku beranjak
dan benang benang terajut
usang dan menjadi baru
kita mungkin
tak akan pernah benar benar lupa

04.02

Friday, January 31, 2025

tidurlah, malam ini

kukira aku sudah lupa
bagaimana caranya
tertidur pulas dan lelap
dengan mudah

seperti kesialan
dan patah hati 
yang tak lagi 
mengikuti

menggali gali ingatan
sampai mana 
dunia pernah berputar
secepat dan segampang 
memejamkan mata

dan hari hari dilalui
seperti mimpi yang blur
terlalu manis dan tak nyata

hari hari setelahnya
adalah perkara menjadi lupa
beranjak dari satu ke yang lain
mengubur ingatan yang paling dalam

yang kemudian di tiap kau mulai
kepayahan tertidur
sendirian pada heninng, 
kau pergi menggali gali 
ingatan lalu

terbungkus sisa sisa
kebahagiaan yang telah 
jadi bunga tidur yang layu
tak lagi menenangkan
malam malam panjang
kegelisahan

31/01/25

Wednesday, January 29, 2025

kesabaran

dimanakah batas kesabaran
diantara api yang menyala
dan beku yang mematikan
sedang semua mengaum
angkuh dan terluka

dimanakah akhirnya
semua perasaan yang pergi 
dan menyisakan tanda tanya

waktu terasa berbeda
angin berhembus ke arah
yang aneh dan janggal

keheningan terasa menusuk
lebih tajam dari biasanya
hampa terasa kosong 
yang tak lagi punya apa apa

dimanakah kesabaran menunggu
di ujung dermaga ketika
semua kapal telah berlayar

tanda tanya terus meragukan
tempatnya berhenti
mungkinkah semuanya
ada di ujung batas
kesabaran
yang dinanti lama

29/01/25

Tuesday, January 21, 2025

poaceae

hujan terus turun
dan beberapa rumput mati
terlalu banyak curah air
setelah panas terik

akar menjadi busuk 
bingung cara beradaptasi
terlalu lama bertahan
pada cuaca tak tentu

lantas kenapa di seberang
begitu muda segar dan berkilau
lebih hijau dari yang pernah aku lihat
begitu sempurna seperti yang seumur hidup
aku dambakan

hidup di landai yang megah
kaya akan cinta dan hangat
sederhana dan berjalan lengkap
penuh kehati hatian 

dari jauh seperti semua
hal yang pernah aku impikan
lantas mengapa kau masih singgah
ke sebelah dan meminta
kebebasan

semua yang kau inginkan, 
mungkin ada padaku
sedikit kecil yang tak ada
pada kesempurnaan

kebun kecilku tak butuh 
rumput bermuda yang sulit kurawat
di tengah padang ilalang dan gulma
rumput gajah yang sulit 
kau singkirkan

20/01

Saturday, January 18, 2025

agar tidak tenggelam

agar tidak tenggelam
belajarlah berenang
walaupun bukan berarti
kau bisa melawan badai
sendiri di tengah lautan

tapi tetaplah belajar
mengayuh satu demi satu
terjangan ombak
dan kedinginan lautan

agar tidak tenggelam
jangan lagi kau buka
semua video yang kau rekam
wajahnya yang berbinar 
dan kau yang tertawa tergelak
lima tahun lalu

dengan teman temannya
yang kini hanya kau kenal
melalui instagram 

agar tidak tenggelam
jangan lagi dikenang 
hal hal yang terlalu membahagiakan
dan suara berisik di kepalamu 
yang menggema 
kalau saja semuanya 
berjalan dengan baik

mungkin kita bisa tetap bahagia
menertawakan semua lara yang dilalui
terus mengomel mengeluhkan kehidupan
protes tentang hal hal yang tak disukai
atau bertengkar hingga menangis

sial, malam ini
aku telah tenggelam

pagi

di hari hari yang biasa
pagi yang cukup sibuk
siang yang penuh cerita
dan menunggu waktu pulang

sore lelah dan mengantuk 
terbangun dan merasa kosong
malam riuh dan penuh 
sulit tidur dan menjelajah angkasa

untuk pagi bangun dan bertanya tanya
apa lagi yang akan dilakukan 
menghilangkan rutinitas 
dan kejemuan

karna tak ada yang mampu 
menghilangkan kantuk
selain semangat menjalani hidup
harapan besok terwujud
semua mimpi dan angan

mungkin waktu berjalan pelan
sedang kita diburu dalam pikiran
orang yang lalu lalang 
menimbulkan pertanyaan 
resah dan kekhawatiran

bisakah yang menyenangkan itu
bertahan selamanya
selagi aku masih suka
menghabiskan waktu

membuatku alpa dan lupa
tentang pagi yang sibuk
dan malam yang dingin
menantikan tiap detak detak 
mendebarkan
petualangan yang dimulai
ke antah berantah
di sisimu
menambahkan
satu hari lagi

Thursday, January 16, 2025

terserah;

yang kekal dan abadi
tak hilang dan selalu kembali
seperti langkah takdir
yang dituntun 
jemari tak kasat mata
yang menari dan menguji
seberapa besar keyakinan
dan kepercayaan diri
melangkahkan kaki

kita tak pernah benar benar
bebas dan lepas dari belenggu 
rantai di kaki 
dan jeruji di genggaman 
meski bisa menari
di penjara pikiran
seluruh takdir 
telah tertawan

bagaimana cara menjalani hidup
seperti mau diri sendiri 
sedangkan kau mendengarkan bisikan
yang entah darimana menuntun jalanmu

bagaimana bisa tak percaya 
dengan yang tak kasat mata
sedang matamu berbohong 
dan dunia kadang bencana

dan kau menari
di bawah hujan
memanggil takdir
yang tak mungkin kau lewatkan

kali ini, 
semua daya kau serahkan
mengikuti semua tuntunan
terserah maumu saja

16/25

Monday, January 13, 2025

panasea

sudah kuhapal di hitungan keberapa
kau akan datang dan meninggalkan pesan
lewat tengah malam atau terlalu pagi
di jeda jeda waktu

mungkin sebelum kau tidur
atau setelah semua kesibukan itu
di sela yang sedikit luang
waktu yang sedikit panjang

obat yang mujarab
segala duka kehampaan
rindu, katamu

detik waktu kubiarkan 
melewati kita
perlahan dan berusaha
memudarkan ingatan
masa muda yang terlalu
panjang dan menyenangkan

seberapa panjangkah selamanya
apakah di tiap detik kau lupa akan aku
atau di menit menit terakhir harimu berat
lalu kau mengingatku kembali

ataukah kenangan itu 
memori yang tertinggal
kala penonton telah pergi, 
layar telah dimatikan
hanya tersisa kau sendiri
memilih kenangan mana
yang akan kau putar

masihkah aku 
menjadi pillihanmu
menjadi panasea, 
semua duka lara
menghangatkan dingin 
yang terlalu
menambal hati 
yang tlah berdarah darah

di penghujung pesan
apakah aku yang terbaik
paling indah di matamu
selain semua pertengkaran yang buruk
dan perkataan yang menyakitkan
harus kau ingat kembali

kapankah selamanya itu
apakah berakhir di pesan terakhir
yang tak lagi mau aku baca
tak mau aku balas
dan pertemuan 
yang takkan terjadi lagi

hatiku hanya selembar daun
jika telah jatuh dari pohon
menguning dan rata dengan tanah
membusuk dimakan ulat
tak akan aku kenang lagi
tak akan bisa kembali lagi

12/01

Thursday, January 9, 2025

menajamkan pisau

selayaknya mata air 
yang akan muncul dari retakan 
dan celah pada kedalaman
yang gelap tanpa cahaya

ia akan menemukan 
jalan keluar, 
pada akhirnya.
tak perduli berapa kali 
tanah menimbun dan hujan 
menggerus

seperti pula air mata
yang menggenang
muncul dari jiwa yang gelap
kala mendung dan tak ada matahari

ia akan menemukan,
jalan keluar
pada akhirnya
tak perduli berapa banyak sakit
cobaan yang menghantam dan
kesedihan yang menggema

seperti pula musim
yang akan berganti tidak perduli
bunga masih terlambat mekar 
dan pucuk hijau keracunan

ia akan menemukan 
musim yang berganti
pada akhirnya
tak perduli berapa kali 
ramalan cuaca 
menertawakan upayanya

dan pada suatu hari
di waktu yang telah lama berlalu
melewati kesabaran yang hampir putus
doa doa yang dipanjatkan setiap malam
mungkin pada akhirnya
kita semua akan
menemukan jawaban
dari apa yang selama ini
kita cari cari

8/01/2025

Wednesday, January 8, 2025

yang aku cintai, sepenuh hati

perasaan datang seperti musim semi 
yang tidak pernah diperkirakan dengan jelas dan pasti
menyisakan ragu dan keraguan, penantian yang panjang
tetapi ketika ia datang menyapa
tak ada yang bisa menahan 
semua senyum dan degup yang canggung dan gugup
takut, ini tak akan berhasil lagi

tapi semua tidak akan ada artinya
jika tidak bertaruh semua
mendapatkan, atau kehilangan
dan hidup adalah pertaruhan

mungkin kita penjudi yang candu
tak ada lagi pilihan selain menguji nyali
dalam hitung hitungan untung rugi
dan penyesalan jika melewatkan kesempatan

kita pernah kehilangan semua, 
maka kita tak akan kehilangan apa apa
karena itu di jeda jeda menghabiskan waktu
menjalani dan melanjutkan hidup
semuanya akan dicintai dengan hati-hati, 
dengan sepenuh hati

tak ada jalan kembali 

7/01/2025

Friday, January 3, 2025

membangun dan menghancurkan

untuk membangun yang baru
kita butuh menghancurkan
apa yang gagal dan sudah beracun
di tanggal yang kadaluwarsa

sebuah spasi untuk awal yang menjanjikan
kita butuh tempat kosong dan menghapus
semua file dokumen yang telah rusak
mencemari semua lembar putih baru

menghancurkan semua memori buruk usang
membangun core memori baru di ingatan
yang sudah ya sudah tak ada lagi yang bisa dilakukan
apa yang dalam genggaman kini, kita mulai kembali

membangun dan menghancurkan hanya siklus
untuk setiap penanggalan dan lucutan kalender hibahan
yang satu tahun lagi akan kita buang
sisa meraba raba dalam gelap ingatan

hari ini kita mengingatkan perjalanan
untuk besok mungkin kita tak akan benar benar tau lagi
kemana arah tujuan, sudah tersesat jauh dan lama
dari inti bumi dan sampai di pengasingan

hari ini, semuanya kita mulai dari awal lagi
hari ini, semuanya kita bangun dari kekosongan 
lembar yang belum ditulis, enam jurnal dan buku kosong
layak diisi refleksi perjalanan yang akan jadi ingatan dan catatan

besok besok semua akan dijadikan pelajaran
yang hancur dan terbuang,
yang menang dan tak terkalahkan
semuanya seimbang, 
semuanya harus dilakukan

dan hari ini izinkan aku tertidur sebentar
pada nyala api unggun yang menghangatkan
malam yang panjang dan kedinginan
beristirahat sebentar, untuk perjalanan yang panjang

3/365

Thursday, January 2, 2025

2024

tentang gelas gelas kopi
yang selesai diminum dan tidak,
teman teman yang kurasa sama
seperti ketika semuanya dimulai
perasaan perasaan yang sama
nyaman dan menyenangkan
dengan cara cara yang berbeda

akhir tahun penghujung dan juga penutup
segala yang dibahas dan tak habis habis 
beranjak sedikit, mencoba keluar
dari belenggu dan hal hal yang dicoba

2024 datang dengan begitunya 
tapi semua telah tuntas kutunaikan
lalu 2025 adalah tentang
melanjutkannya dengan apa
yang digenggam kini
dan yang terlepas nanti

rencana disusun
untuk pagi hari yang akan datang
melawan kantuk dengan mimpi
di siang hari yang membakar

masih adakah amunisi 
kita susun di lemari bawah tanah rahasia
mempersiapkan segalanya
untuk saat yang paling sempurna, 
untuk masa yang akan datang

kesempatan demi kesempatan
yang akan akhirnya menemui keberuntungan 
dan rencana rencana besar
di harapan yang akan datang

terimakasih untuk yang telah lewat 
yang akan dilepaskan dengan senang
dan tangis yang berdarah darah
tapi semuanya, akhirnya tentu akan
melewati kita

1/365