Sunday, June 7, 2026
SeriesTime : Teach You A Lesson (2026) #netflix
Tuesday, December 24, 2024
love in the big city (2024) #moviereview
Tuesday, September 24, 2024
Omni Loop (2024)
Monday, April 8, 2024
Road House (2024)

Monday, December 4, 2023
review - jatuh cinta seperti di film film (2023)
Pada umur yang sudah tidak muda lagi (dan masih single), jatuh cinta kadang telah berubah format, mungkin tidak terlalu banyak, tapi ada hal hal yang terasa lebih esensial, lebih sederhana namun hangat. Pengalaman kadang membuat seseorang lebih bijak dan dewasa, kadang juga membuatnya menjadi lebih getir dan pahit dalam menghadapi hal remeh temeh manis tentang cinta. Tapi, bukan berarti seseorang menjadi tau semua- pada jatuh cinta, semuanya akan bertekuk lutut pada perasaan manis yang membuncah di dada- yang bisa saja berujung melakukan tindakan dramatis, romantis, atau juga memendamnya rapat dan lama karena perasaan yang begitu hangat dan mengalir dari perjumpaan perjumpaan yang begitu takut dikacaukan.
Mungkin pula jatuh cinta kini adalah bentuk percakapan-percakapan, karena apa tindakan yang lebih esensial untuk mengenal seseorang selain percakapan percakapan sederhana.
Sebagian besar (80%) film ini adalah hitam putih, warna yang menegaskan dan menjadi pertanyaan demi pertanyaan yang akan dijawab satu persatu dalam adegan demi adegan. Penjelasan layaknya youtube film favoritku, studio binder yang diurai dengan cermat, penuh kritik dan menggelitik. Adegan demi adegan juga dirangkai dengan alsan yang logis dan memiliki twist twist yang dengan cermat ditanam dan direveal satu persatu ala Christopher Nolan dan film film plot twist. Seru, hangat, dekat.
Menurutku, jaman sekarang, orang tidak lagi melulu tertarik menonton film karena trailer. Awalnya aku menonton trailer tapi belum ada dorongan dan urgency buat nonton (yang mostly sendirian sepulang kerja), tetapi karena aku menonton 2 podcast, in frame-ernest prakasa dan cinecrib. Maka sudah bulatlah niat untuk menonton di hari pertama.
Menonton film ini saya menjadi berpikir setelahnya, sebenarnya apakah yang membuat saya menyukai sebuah film, terutama film ini. Bisa jadi adalah perasaan yang terhubung- alias perasaan perasaan familiar, dan apa yang saya lakukan dengan perasaan itu. Hubungan hubungan yang pernah dilewati dan 'umum' karena ah, kita pernah merasakan hal yang sama- hingga terasa menarik melihat perasaan perasaan yang familiar itu disajikan di layar kaca.
Penggambaran perasaan- adalah elemen yang paling kuat dari penceritaan ini. Apa yang dilakukan seseorang saat jatuh cinta? apa yang dilakukan seseorang saat berduka? Saat menyukai seseorang, tapi juga ingin menjadi dirinya sendiri, ingin menyuarakan isi pikirannya (yang mungkin saja jadi terlihat 'kurang peka' atau sedikit egois) dari perspektifnya sendiri. Saat dewasa, mungkin saat jatuh cinta orang lebih akan menjadi dirinya sendiri, tak terlalu berusaha menjadi orang lain dan membuat orang yang disukainya terkesan secara berlebihan karena mereka ingin dicintai sebagai dirinya yang utuh, dirinya yang telah penuh, dalam versi yang terbaik- namun juga tak melukai prinsip prinsip yang telah teguh dilakukan selama ini.
Esensinya, film ini adalah refleksi personal penulis mengenai kepenulisan serta menceritakan persepsinya terhadap industri film yang disuguhkan dalam bentuk 'meta'. Dihadirkan dalam dialog-dialog sehari hari perbicangan dua orang teman lama yang bertemu kembali. Aku selalu mengapresiasi film yang 'effort' untuk menanamkan petunjuk demi petunjuk untuk menyelesaikan teka-teki, dibalut dengan akting natural dan penggambaran jatuh cinta yang sederhana, namun memikat.
10/10 *definitely my favorite indonesian movie this year
Thursday, July 20, 2023
Oppenheimer #moviereview
Thursday, July 13, 2023
Mission Impossible : Dead Reckoning (Spoiler Alert)
Sebagai penggemar film action spy, franchise mission impossible tentu jadi film yang gak boleh dilewatkan, terlebih premiere nya yang udah dari beberapa taun yang lalu udah di tease dengan iconic scene motoran sambil loncat dari tebing. Setelah liat trailer, kayaknya memang ini udah franchise ke tujuh, dengan pemandangan gunung alpen, kereta api, padang pasir, sampai venice. Memang setting tempat yang memanjakan mata untuk film action- kebut kebutan dengan mobil polisi dan yang paling iconic- fiat kuning jadul yang jadi cepet, sepertinya cocok buat kebut-kebutan di blok sempit di paris.
Buat cerita dan suspense sih menurutku, yah typical film action pada umumnya- nyari penjahat- gagal, team up- plot twist dikit, terus menang, alias bisa menyelesaikan misi dan dunia gak jadi hancur. walaupun disini agak bingung dengan plot twist terakhir di kereta maksudnya gimana, siapa yang jahat dan siapa yang baik. Namun analogi pak polisi (pemeran figuran yang tugasnya ngejar ngejar Ethan tapi gak ditangkep-tangkep juga) yang bilang kalau kamu udah punya kekuatan yang superpower kayak Entitas, apakah kamu akan mempercayakannya kepada atasanmu? apakah kamu percaya dan taking sides, atau justru bakal ngehancurinnya.
Kupikir penjelasan dilema nya secara literal ini jadi yang bikin film ini sedikit kurang menarik, kita gak dijelasin maksud dan tujuan apa mereka rebutan kunci ini, gak dikasi tau pula kunci ini membuka apa, jadi kesannya kan kurang motivasi gitu buat urgensi rebut rebutan ini, dan deadline nya. Jadi kayak, ini pada ngapain sih, pada tau nggak sih apa endgamenya, dan sampe habis pun gak dikasi tau dengan jelas (mana kayaknya mereka ambil reference dari kasus-kasus yang lalu dan masa lalu Ethan) ya kali mana lagi kita inget alur cerita yang lalu lalu yekan. hihi.
Pengenalan karakter baru, Grace, juga lumayan menarik buat mengimbangi Ilsa Faust, Vanessa Kirby dan Paris yang berlatar belakang pencuri biasa yang dipilih secara khusus oleh Kirby buat mengantar kuncinya, walaupun kurang jelas juga motivasinya. Menurutku, karakter Paris yang justru menonjol, cewe sadis dan barbar yang akhirnya ngebantuin Ethan, tapi sayangnya mati pula. Padahal, mungkin bakal lebih seru kalau dia ikutan tim Ethan juga karena karakternya yang sadis, nyebelin dan barbar gitu, tapi tiba tiba tersentuh waktu gak dibunuh Ethan dan berbalik nolongin doi tiba tiba saat keadaan genting, extra effort banget. Lol.
Tapi overall yang menghibur dari film action selalu menerutku tentu bukan alur dan struktur cerita- tapi visual visual berantem atau adegan laga. Kupikir berantemnya sih agak kurang teatrikal, kebut-kebutan mobilnya agak nanggung gitu, kayak antara kejar-kejaran mobil kecil (fiat) dengan mobil polisi anti peluru yang superpower sampe ngancurin motor-motor yang lagi parkir. Jadi apa nih, mau adu kelincahan apa adu daya destruktif mobilnya. Jujur di awal film sempat ketiduran dikit (karena lagi kurang tidur dan adegannya kinda boring di awal), expect nya tuh kalau film model begini meskipun alurnya klise- tetap dimanjakan dengan full visual cinematography, kalau bisa dibandingkan- dengan film transformers, rise of the beat yang terakhir aku tonton. Kinda like it better dari visual. Walaupun begitu, pesona Ethan Hunt tetap nggak bisa dipungkiri sih, bakal tetap nyoba nonton Part II nya, semoga better (dan aku cukup tidur) biar gak ketiduran lagi! 😉
Rate 3/5
Wednesday, August 31, 2022
mencuri raden saleh #moviereview
I always like spy, heist, or manipulative twist movies, playing with perspectives. So, watching this, even there's some part of it that feels like i want to do something else. But most of all its good. I like watching good Indonesian movies because the vibes, the background, the room setting was like around the corner.
Saturday, August 21, 2021
"Always A Perfect Time for Woman to Shine"
Netlix Mini Series : The Chair
Menjadi Ketua Jurusan di era sekarang, dengan gerakan mahasiswa, dan perkataan yang harus dipikirkan matang-matang, menjadi tantangan bagi Dr Jii Yoon-Kim untuk memimpin jurusan sastra inggris bersama dengan dosen-dosen senior, politik kampus dan permasalahan pribadinya.

Bersama dengan teman lamanya, Professor Bill Dobson yang tidak sengaja membuat kekacauan, Dr Jii Yoon-Kim harus memecahkan masalah yang semakin rumit sementara mulai mengembangkan love interest dengan sahabatnya itu.
Mini series dengan enam episode ini memiliki premis yang menarik, tentang bagaimana seorang perempuan, memberdayakan dan 'berusaha' memimpin dengan cara yang spesial khas perempuan, tentunya. Serta menggambarkan sosok Dr Jii Yoon-Kim yang juga memutuskan untuk mengadopsi anak meskipun tanpa suami, yang semakin menambah kompleksitas dan sisi sisi lain dari penggambaran cerita di series ini.
Wanita di series ini memang digambarkan sebagai sosok yang memiliki masalah yang kompleks, memperjuangkan 'posisi'nya sebagai pemimpin, karier, menuntut kesetaraan dan mendapatkan kesempatan yang sama, upaya menyeimbangkan antara professional life dan personal life, berusaha menyeimbangkannya dan tetap dapat menjalani hidup dengan dinamika dinamikanya.
#movierecommendation
Friday, May 7, 2021
Movie of The Week : Happy Old Year
Thursday, December 31, 2020
Another Round (2020) #moviereview







