telah padam
dan keserakahan
menggerogoti kayu kayu lapuk
menginjak injak kotoran
dan tertawa tawa
di atas penderitaan
cahaya kota ini
telah lama padam
sedang dengan perutnya
yang buncit dan kancing
yang hampir tak bisa menutup
ia tertawa mengejek
bahwa ada cara rahasia
dan ia kan selalu menang
seperti hal hal kebatilan
dan semua kecurangan
banyak yang akan lari
dan mencari untungnya
dimana mencari
hidup yang paling baik
bagaimana bertahan
di kota yang lampunya telah padam
sedang yang tersisa hanya
kunang kunang kecil
sulit menunjukkan jalan
mana yang harus
kita terjang
0407'
No comments:
Post a Comment