dicekoki ke tenggorokan
berkali kali seperti
anak nakal yang bingal
atau orang tua keras kepala
dan atasan yang kolot dan sok tahu
standar burukmu ditempel
pada hidup yang megah dan hebat
menyeret nyeret orang tak begitu kau kenal
untuk duduk setara dan ditertawakanmu, kau pikir
menambal kegelisahan dan ketakutan
akan hidupmu yang kacau balau
sedang kau menangis diam diam
di tempatmu yang malang
harusnya aku sedikit kasihan
atau balas melemparkan
perkataan perkataan
menyamaratakan keadaan
tapi hari ini
hanya berusaha menjawab ramah
sambil tersenyum memaafkan kebodohan
mungkin hidup bukan tentang kita saja
dan aku memaafkan dan memaklumi
basa basi tolol yang tiap hari dilontarkan
berulang ulang hingga telingaku berdenging
mungkin suatu saat akan kuludah
dan kuinjak semua harga dirimu
yang rendah dan ketakutanmu
sebagai manusia yang gagal.
tapi hari ini aku diam saja
dan tersenyum ramah agar sama sama menipu
kepura puraan dan memaklumi
semua kebodohanmu
1307'
No comments:
Post a Comment