Wednesday, August 31, 2022

mencuri raden saleh #moviereview


I always like spy, heist, or manipulative twist movies, playing with perspectives. So, watching this, even there's some part of it that feels like i want to do something else.  But most of all its good.  I like watching good Indonesian movies because the vibes, the background, the room setting was like around the corner.  


dari kecil, aku senang melihat ayahku yang akan memulai project melukisnya di setiap bulan puasa.  di masa kecil pula, aku pernah melukis 2 lukisan yang akhirnya dibingkai dan sampai sekarang salah satunya masih digantung di kamarku.  aku selalu senang melihat lukisan, apabila pada lukisan lukisan yang aku sukai, meskipun sekarang grafis, 3d semakin canggih, menatap satu objek lukisan dalam jangka waktu yang lama selalu menjadi 'healing' tersendiri. yang bisa bikin jadi melamun, memikirkan hal hal  lain, atau mengingat-ingat perasaan perasaan yang ada di dalam ketika melihat sebuah lukisan.

film ini juga membawa values kayak team work, deception, characters, seru. dalam karakter ucup, piko, sarah, gofar, tuktuk yang masing-masing punya kontribusi buat ngebawa film ini. berulang kali menekankan tentang 'kontingensi' plan, dan juga menunjukkan kegagalan dan logika - buat gak terlalu berhasil melakukan semuanya.

selalu suka after effect habis nonton film bagus, jadi terinspirasi buat olahraga biar jago berantem kayak sarah,  penuh strategi macam fella, jago ngebengkel macam gofar, jago nyetir macam tuktuk, jago melukis kayak ucup, dan punya pacar ganteng kayak piko (eh salah, dia disini ahli IT, means hacker2 typical main crypto tapi kayaknya masih agak kurang gitu vibesnya, lebih jadi kek playboy flirty2 gitu). yang jelas, film ini menghibur banget buat aku yang udah agak lama rasanya gak nonton film sejenis, dimana top  of mind film sejenis ini di kepala aku tu Ocean's Eight yang SUPER BERKESAN dan aku banget karna GIRLS POWERnya!! haha. disini juga chemistry cewek ceweknya, Sarah dan Fella juga udah seru. no catfight. haha.

my rate: 8/10

Tuesday, August 23, 2022

maybe we dont need to seek for love

Its a quote from einzelganger, who quote Rumi "taking the path of love, is a matter of letting go rather than obtaining something". It just hit me, like all this time I always blame my self for my failed relationship, the anxiety to be worth enough to be loved by someone, to be with someone, to make someone stay long enough to the serious commitment. At first its just flowing like the water that at some points it finally drained me, why i cant make it.

but deep in my heart, i know i always surrounded with the love i seek for myself, from family, friends, coworker, the kind of love i always ignoring because i only want the special one, and search for it everywhere yet i never found it. maybe i just need that simple, everyday love that looks very shallow and like it doesnt matter, but consistent and stubborn to show up everyday. maybe i need more patience, like i never had before.

its the heartbreak and more heartbreak that teaching me more about loving my self, its dissapointment and another disappointment that finally teach me to stop depending on other's love, but start creating it for yourself.

the little bit of happiness when your friends call tell they need you to be with him. as an introvert, it may makes me calm to know that i have some impact for people's live and they need me to be with them. sometimes its as simple and as happier as it is.

atau kayak sound reels IG yang lagi sering lewat itu "kalau hari hari mu tidak berwarna, jangan sedih, warnai sendiri" lol :) 

Monday, July 25, 2022

pada akhirnya

akhirnya semua selesai. tetap sakit bagaimanapun caranya. baik baik atau dengan kejam. tidak ada yang menyenangkan dalam berpisah. apalagi menghentikan perasaan yang begitu besar sejak pertama.

tapi takdir sudah berulang kali mencoba menjelaskan semua yang tak bisa. hati kecil juga sudah membocorkan rahasianya. hanya dada yang terlalu besar menampung tabah dan kepala yang sekeras batu.

akhirnya nasib harus ditanggung dan neraka tetap harus dijalani hari demi hari. 

pada akhirnya semuanya tiada, dan penyesalan hanya jadi tangis yang menanggung harapan besarnya sendiri. semua kesalahan yang pada akhirnya menemukan karmanya sendiri. semua sadar dan kembali seperti kali pertama, hanya lebih luka luka. 

selalu ada resiko untuk jatuh pada tiap lompatan iman dan harapan mencapai kebahagiaan yang sedetik saja itu. mampukah kau menanggungnya? dan mengulanginya lagi dari awal tiap kali ia jatuh. sebagai orang yang baru. tidak lebih kuat, hanya lebih tabah, hanya lebih pernah menanggung, semua tangis dan derita.

pada akhirnya, tidak ada yang pernah benar benar bisa dilakukan lagi.

hanya selamat tinggal, dan terima kasih untuk pernah ada. 

untuk pernah jadi nyala sebentar. dalam malam yang begitu gelap itu.

25/07/2022

Saturday, July 23, 2022

memulai kembali

permulaan selalu lebih sulit, apalagi mengganti rutinitas. hal yang kita lakukan setiap hari selama kurang lebih dari setahun, kadang terasa menjadi bagian dari jati diri kita. perasaan familiar, nyaman dan tenang jadi hilang, berganti kecemasan, apakah kebiasaan baru ini mampu membuat kita sama seperti dulu.

tapi ternyata jawabannya terletak pada ternyata apa yang terjadi (dahulu) bukanlah yang terbaik, jadi kita memang harus menggantinya dengan yang lebih baru: update, istilahnya. menyesuaikan kondisi, kebutuhan, kemauan dan dunia yang berubah. memang tak nyaman dan tak seperti dulu. tanpa perubahan dan keluar dari zona aman nyaman, kita tak akan pernah tau bahwa masih ada harapan untuk setiap kehilangan.

sebagai 'manusia' bohong kalau tak punya perasaan, keinginan yang menggebu gebu, hal hal yang ingin dimiliki. perasaan yang kadang membuat kita berjalan lebih jauh, tapi kadang juga menjadi sumber kesedihan, alasan kita menangis dan meratap. 

yang membedakannya pada akhirnya bagaimana cara kita merespons dan memperlakukan perasaan perasaan itu. bagaimana kita menghadapi yang harusnya dihadapi dengan tegar, dengan perhitungan dan logika, tentang pada akhirnya kita harus tetap berjalan ke depan, melewati hari dengan baik. dengan 'aturan, etika, common sense' dan kebiasaan kebiasaan normal lainnya. pada akhirnya agar kita tidak terganggu dengan anomali anomali yang buat cara kita menjalani hidup jadi terganggu.

pada akhirnya, kita ingin hidup yang tenang, nyaman, aman, tetap ada tantangan dan maju tahap demi tahap untuk membuatnya seru, tapi juga tak lantas mengganggu dan menghambat. pada akhirnya, keputusan keputusan kecil akan dibuat setiap hari dari pengalaman pengalaman yang sudah sudah, harus bisa terus mengambil pelajaran dari yang lalu agar tak lagi habis waktu mengulangi kesalahan yang sama.

terus memelihara pikiran yang baik, positif, manifestasi yang baik, berusaha mengucapkan yang baik, melakukan yang baik. kadang gagal dan salah, tapi setiap hari, berusaha sedikit menjadi manusia yang lebih baik.

23/07/2022

Wednesday, July 20, 2022

pada hari ini

pernah nggak sih, menyepelekan suatu masalah dengan alasan cuma hidup sekali dan merasakan semuanya tapi tanpa sadar itu udah berlarut larut dan jadi susah buat memperbaikinya lagi. karena dari awal kamu udah kasi celah buat toleransi hal hal yang seharusnya nggak ditoleransi. hidup sudah sulit, dan kadang tantangan menambahkan bumbu bumbu membuatnya jadi lebih menarik. padahal ternyata masalahnya tidak sesulit itu. perasaan seperti kapas yang mengambang di udara, akan jadi terlalu berat bila terus ditambahkan dan menampung air jika terus ditumpahkan, tapi akan jadi ringan kembali kalau udah berani melepas apa yang ditampung terus itu.

mungkin kita harus terus hidup dengan mengikhlaskan segala sesuatu, agar ia jadi lebih ringan.  perasaan seperti kapas yang tak tahu kapan akan tertumpah dan rela jika semuanya hilang karena memang bukan milik kita dari awal.

ikhlas adalah mata pelajaran yang tak habis habis. pada hari ini, kita mulai belajar lagi dari awal.

20/07/2022

Sunday, July 17, 2022

hari hari membingungkan

bagaimanakah caranya menemukan jalan keluar dari hari yang menjemukan. masa lampau penuh dengan hati yang berapi api dan berkobar. kemudian dalam satu hela nafas, semua itu hilang dan lenyap. menyisakan kehampaan. hari mulai bergulir dan mati rasa. bagaimana caranya hidup kembali? bagaimana caranya menemukan nyawa yang hilang dalam masa lalu, dalam hal hal yang tidak mampu kita miliki kembali. bagaimana kita mengembalikan api dalam kegelisahan kegelisahan tak tentu dan masa depan yang tak pasti namun hari ini jadi terasa jauh lebih membosankan?

kita terikat pada waktu, pada manusia, rutinitas, pada dopamin dopamin yang kita konsumsi setiap hari, tidak lagi bisa lepas. kehilangankah makna pada hidup jika semuanya tiada dan berganti. bagaimanakah caranya melepas adiksi sekaligus memberikan makna lagi pada hari hari yang biasa.

harapan terlalu digantungkan pada masa yang tidak ada, keyakinan setipis benang yang mudah putus dan terombang ambing tanpa tau direkatkan pada apa. setipis itu kah kepercayaan pada hidup dan takdir yang sungguh misteri. masih dianggap tak nyata kah tanda tanda merah darah yang bilang kalau pada akhirnya, kau sendirilah yang terkelabui, pada harapan, pada hidup.

suaramu terlalu lantang untuk akhirnya kau dengar sendiri bahwa kau sudah salah terlalu jauh. tapi pada akhirnya kau menikmati semua kesalahan dan tak mau pergi. sudah tuli dan batu kah hati yang patah berkali kali itu? apakah racun, yang ingin kau teguk lagi hari ini sebagai pemuas dahaga dan sepimu itu?

17/7/22

Sunday, July 10, 2022

hari hari minggu

 


hari ini kembali menulis jurnal lagi, setelah beberapa lama tidak karena kesibukan dan rutinitas baru, pulang-pulang udah capek, tapi mental rasanya acak-acakan. Kemudian pas masih punya sisa tenaga malam kemarin, duduk dan menulis lagi. rasanya sungguh melegakan. ternyata kalau lagi rasanya tenggelam itu, memang butuh pelampung penyelamat yang bisa bikin mengambang lagi, kita selalu butuh usaha ekstra, untuk keluar dari perasaan perasaan yang menenggelamkan itu. butuh usaha lebih mempertahankan kewarasan, ia tidak terjadi begitu saja. 

atau kalau tidak bisa dibilang kewarasan, adalah kebahagian kebahagiaan kecil yang menyelamatkan hari hari bermuram durja: fokus pada hal kecil yang bisa dikontrol dan dilakukan. menulis, membaca, minum kopi susu aren dan fudgy brownies favorit, nonton netflix, dan ternyata hari hari jadi baik baik saja.

beberapa hal bisa bikin trigger perasaan jadi kacau, mood jadi bete, butuh kesadaran buat sadar dan mendeteksi, sebelum semuanya kehilangan kendali dan jadi merusak hari. hal hal kecil yang menyenangkan, perasaan perasaan kecil yang kita pelihara.

selamat hari minggu, jangan lupa berbahagia.

Friday, July 8, 2022

oceans and engines

Saturday sunset, we’re lying on my bed with five hours to go
Fingers entwined and so were our minds crying, 
“I don’t want you to go”
You wiped away tears but not fears under the still and clear indigo
You said, “Baby don’t cry, we’ll be fine, 
you’re the one thing I swear I can’t outgrow”

-Niki Z


apa rasanya punya cinta yang tak pernah sampai, yang tak akan terjadi, yang telah hilang. padahal kenangan kenangan yang tertinggal begitu banyak di kepala, segala hal yang menakjubkan, segala hal yang menyenangkan, rasa aman, rasa nyaman.
kemudian setelahnya hidup harus terus berlanjut, hari hari biasa, yang seperti dulu. berasa kering kerontang dan terlalu hening setelah semua keributan itu.

perasaan kosong yang tertinggal, lagu lagu sendu yang terasa akrab di telinga, lagu lagu tentang kepedihan, seperti teman menyenandungkan isi hati yang sama sama pilu.

kita tau hidup akan terus berjalan dan suatu hari semua akan baik baik saja, kita akan lupa pernah ada, karena waktu menggulirkan memori memori baru sampai sesak dan kepenuhan. kemudian semuanya akan tumpah ruah, menggenangi sudut sudut kota.

apakah kita akan pernah benar benar bahagia lagi?

Thursday, July 7, 2022

yang kita tak pernah benar benar tau

/apa yang pasti dalam hidup? katanya tua, sakit dan kematian. diantaranya adalah kita, yang menerka nerka ingin apa dan mengisi apa. kadang udah berusaha jumpalitan, dengan doa yang tak henti dirapal tiap malam, tak juga kecapaian, padahal mungkin orang lain dengan hal hal yang mirip, mendapatkannya dengan begitu mudah. kita gagal. kemudian kita menerka-nerka, apa yang salah dengan diri kita. Berusaha mengevaluasi, memperbaiki agar nanti tak gagal lagi setelah usaha dan doa yang begitu rupa.  Tapi tidak juga.

sampai dimanakah batas kesabaran dan usaha manusia, untuk mencoba-coba dan tak jadi gila. atau harapan dan pikiran yang terlalu kemana-mana sampai lupa kalau hidup ini cuma lewat saja, dan tak ada yang pernah benar benar jadi punya kita.

berani melepas, setelah mengupayakan, berani mengikhlaskan, setelah mencoba dan memberi kesempatan. mungkin bukan jalannya, mungkin bukan saatnya, mungkin telah diberikan jalan untuk mencoba yang lain.

kita tak pernah benar benar tau, adalah celaka, atau malah beruntung. untuk terus menyalakan harapan-atau delusi kalau mungkin, bisa saja hidup ini indah lewat susunan perspektif yang kita tau-tau saja, disusun dengan kalimat kalimat positif penyemangat kegagalan. mungkin kita bisa coba, memilih-milih lagi, apa yang ingin kita tau, apa yang bisa membuat kita waras- dan tenang, dalam ketidaktauan itu. 

diantaranya, yang tersisa adalah menunggu. kadang terasa begitu lambat, kadang terasa begitu cepat. kadang menunggu membuat kita putus asa dan ingin menyerah saja. kadang rasanya penungguan itu tidak sepadan dengan apa yang akan didapatkan.  kadang rasanya lama menunggu sampai kita ternyata tidak benar benar menginginkan dan membutuhkannya lagi. 

tapi aku membaca sebuah medium hari ini, tulisan yang indah yang menguraikan dan menceritakan tentang, ternyata menunggu itu menyenangkan, tentang menahan keinginan, tentang bersabar- untuk hal hal yang bisa kita kendalikan dan lakukan, dan yang tidak. karena kita tak pernah benar benar tau, buah penantian itu. yang kita tau hanya upaya kita melakukan apa yang kita bisa. semampunya. 

07/07/2022

Sunday, June 19, 2022

Tujuh Detik Kebahagiaan

Dalam serial my liberation notes, Yeom Mi Jeong berkata, untuk menahan pintu dan melihat anak kecil yang berterima kasih, membuatnya bahagia selama tujuh detik. Ia hanya perlu tujuh detik kebahagiaan di satu hari itu, meskipun seharian itu ia merasa berat dan lelah.  Tujuh detik kebahagiaan itu cukup, untuk membuatnya tetap bertahan, melanjutkan hidup.

Kupikir, tak ada juga orang yang berbahagia setiap hari, menjalani hari dengan selalu positif.  Selalu akan ada hari hari berat yang datang yang buat dada rasanya begitu sesak, dan airmata dengan mudahnya tumpah. Air mata yang telah ditabung berhari hari karena kekecewaan yang ditelan pelan pelan.  Perasaan negatif juga kadang hanya mengintip, dan bertahan lama. Dalam bayang bayang malam hari, kala termenung atau tak bisa tidur. Perasaan ingin menyerah dan mengakhiri saja semuanya dengan cara yang paling gampang dan mudah. Kadang semua hal terjadi dengan begitu cepat, begitu keras menghantam sampai tak ada lagi waktu untuk bernafas. Berat.  

Mungkin, kadang kita lupa, dengan tujuh detik kebahagiaan yang singkat itu, yang membuat kita merasa hari kita begitu buruk.  Kadang kita melupakan, bahwa ternyata kita masih sempat merasakan kebahagiaan selama tujuh detik, yang bisa kita jadikan alasan yang bagus, untuk tetap bertahan.

Hari ini, tujuh detik kebahagiaan di tengah hari yang rasanya sedang berjalan dengan berat adalah melihat pelangi di langit yang begitu indah.  Benar-benar terasa melegakan, membahagiakan, tujuh detik melihat langit, dan pelangi. Pelangi yang datang tepat di saat hati ini rasanya sedang kacau balau.  Pelangi yang datang ketika rasanya tidak ada lagi keajaiban dan harapan, untuk besok.  Untuk menyerah kalah akan keadaan yang selalu berjalan tak sesuai harapan dan rencana yang ada di kepala.

Tujuh detik kebahagiaan hari ini, sudah cukup rupanya, alasanku bertahan. Untuk bisa berbahagia dan mendapatkan penghiburan. 

18.27 19-06-2022

Monday, May 23, 2022

cara berpisah dengan baik

bagaimanakah cara berpisah yang baik? 

sebuah perpisahan yang telah direka berulang-ulang, dipikirkan, ditulis berhari hari untuk mendapatkan skenario yang paling baik.  tetapi berpisah adalah berpisah.

ia tetap akan terasa menyakitkan, apakah itu ditinggalkan dengan pertemuan terakhir dalam pertempuran yang hebat, atau pergi begitu saja tanpa aba aba. bagaimanakah cara berpisah yang terbaik? apakah dalam kata kata hangat yang panjang dan berurai air mata, atau tekad yang kuat dalam sunyi dan pikiran yang bulat untuk pergi dan meninggalkan semuanya dengan dingin dan tanpa penjelasan.

bagaimanakah menghentikan takdir pertemuan dan menghentikan rindu yang kadang kadang menyesakkan dada, memaksa gelap menampilkan drama dan hari hari saat masih berbahagia.

apakah dengan hati yang telah menjadi dingin, padahal api masih menyala dan membara tiap kali kau lewat di pikiran dan ingatan.

mungkin masih kurang tekad yang kuat untuk menyelesaikan apa yang tak pernah dimulai, karena bagaimana cara mengakhiri apa yang tak pernah benar benar kita mulai?

atau hati yang terlalu lemah, terlalu senang bermain-main dengan harapan dan mimpi yang janggal dan aneh. 

cara berpisah yang baik mungkin, ya kita berpisah saja. apapun caranya. bagaimanapun tak nyaman dan janggalnya. seperti kala pertama pertemuan, yang terjadi, mengalir begitu saja, di pelupuk mataku, ditutup di penghujung hariku. mungkin besok, kita akan sama sama lupa pernah ada.


23/05/22

Saturday, May 21, 2022

Rehat On Screen, can we?

 


Jadi kemaren, rada kaget soalnya pandangan tiba tiba silau, puyeng pas pagi-pagi di kantor lagi baca baca jurnal terkait kerjaan, dari pagi ngadep laptop, eh rupanya kena migrain.  Untung abis sarapan, tidur sebentar udah ilang, tapi rasanya gak enak banget.  Mungkin pengaruh kurang tidur dan makan lagi gak teratur karna lagi coba ngurangin makan dan berat badan tapi males olahraga. lol.  Kadang suka mikirin jaman sekarang kita udah life on screen banget, semua hal ada di internet, di layar hp (aku punya 2 hp, jadi ganti gantiin stuck on phone, 1 ipad, 1 laptop) basically on screen.  Hidup udah berubah, semua kerjaan, social life, juga mostly di layar. Jadi, kadang rasanya ada udah addict dan susah lepas, jadinya malah eneq n kacau pas lagi kena migrain males liat layar gitu.

Bahkan untuk ninggalin gak liat hp juga bakal ngerasa bersalah karena untuk sekarang rasanya jadi kurang bertanggung jawab dan produktif aja. Kalau dulu mungkin kayak nonton tv, tapi karna tv nya di luar, masih ada jeda, sekarang tv juga di kamar, sambil baring, sambil pake hp, semuanya dari work till pleasure.

terus karena podcastnya deddy yang tentang andrew kalaweit, jadi nonton vlog vlog lainnya di keluarga kalaweit.  Mengingatkan akan serunya hidup dekat dengan alam, tinggal di hutan.  Ternyata, masih bisa aja kok hidup seperti itu di jaman sekarang.  Nilai-nilai yang dulu lumayan rutin terpapar soalnya punya temen-temen di daerah, sering ngetrip di kampung, seru banget.  walaupun aku emang tinggal di kota kecil. tapi sejak kuliah, yang mana sering kkm di kampung juga dan terpapar dengan kehidupan di desa kecil, selalu tenang dan menyenangkan.  dulu juga, jarang pegang hp, jarang update, tapi aman aman saja rasanya. sekarang, semuanya informasi diserap tiap hari, denger musik hampir 24 jam, stream online, bisa kapanpun diakses. ada perasaan kangen juga nongkrong-nongkrong bego di alam sambil gak tau mau ngapain karna gak ada sinyal, atau jalan jalan masuk hutan. capek dan nyusahin, tapi seru. 

kupikir, semua manusia juga ada naluri seperti itu, perasaan ingin hening, diam, menikmati alam. kalau di hutan, kadang semua pikiran bercampur jadi satu, jadi diuraikan satu satu dan pikiran juga jadi lebih jernih. kayaknya jarang banget galau atau feel depressed kalau di hutan. ada perasaan kalau semuanya bakal baik baik aja kok, dan lebih khawatir dan aware sama keadaan sekitar, memperhatikan jalan, atau kepanasan, kecapean jalan kaki dibanding memikirkan hal hal lain.

jadi inget, dulu punya temen yang ngenalin dengan itu semua, meskipun aku tau dia gak passion passion amat. cuman dia juga suka ngetrip, dll.  sekarang orangnya udah sibuk urus anak dan bisnis, udah gak sempat lagi.  kadang aku pikir, apakah cuma aku yang selalu punya dorongan untuk itu, dan di angan angan saja.  karna kadang, semuanya jadi gak menarik kalau gak ada temennya. kadang aku pikir aku kurang suka bersosialisasi, tapi kadang buat beberapa hal, aku tak suka lakukannya sendirian.

Sabtu, 21/05/22

Friday, May 20, 2022

lari dari hari hari membosankan

 


Habis pulang dari Bandung 2 tahun, mulai ngerasa jemu di Bandung kuliah doang gak kerja, terus lanjut kerja 9 bulan, mulai ngerasa agak jemu dan bosen, eh tau tau pindah lagi ke tempat ini dari bulan September sampai Mei ini. Udah mulai berasa bingung bingung mau ngapain lagi. hha.

Kayaknya dimana-mana, dengan keadaan apapun selalu bakal ketemu yang namanya stuck, bosen, kayak, udah tau celah celah dan deadline nya dimana. terus udah mulai jalan dengan autopilot, udah mulai gak terlalu banyak pressure dan jadi rutinitas. Ide-ide segar mulai tau kurangnya dimana aja dan resources apa aja yang bakal menghambatnya, jadi membuat males gerak, keburu overthinking.

Berasa kadang hidup hanya menyenangkan ketika datang kesempatan kesempatan tak terduga, yang datangnya dengan mengejutkan, bikin mata 'melek' lagi dan terpacu.  Kadang kesempatan itu muncul dari tugas yang challenging dan baru, asing, belum pernah dikerjakan sebelumnya, atau ketemu orang baru yang bisa jadi mentor, partner yang saling menginspirasi buat melakukan sesuatu.

Kerja di instansi kadang memang rentan ngerasa bosan sama kerjaan yang udah tau apa dan 'almost' itu itu aja, sesuai tupoksi yang dikerjakan berhari hari, mungkin di beberapa bulan akan sudah 'sedikit' mengetahui permukaannya dan udah coba digali gali, hilal udah mulai keliatan, jadi agak kehilangan pesonanya.

feel like on the hamster's wheel.  harus mulai hidupin api lagi, menghangatkan semangat dengan cara cara baru lagi, bikin otak seger lagi, dengan rencana dan strategi baru lagi, yang harus bervariasi dengan yang sebelumnya. sudah tanggal 20, h-6 liburan, mungkin emang udah tepat rencana liburannya. hha. semoga bikin semangat baru buat sesuatu lagi.  or at least, refreshing my self to take a rest, and start a new day again!

20/05/22

Monday, May 16, 2022

fill the voids

 


Pernah gak sih bertanya tanya, apa sih yang buat hidup kamu lengkap? apa yang bikin pagi hari jadi menarik, dan malam hari jadi tenang pergi ke tempat tidur.  Apakah itu rutinitas yang dilakukan, segala kebiasaan yang buat kita nyaman bangun tidur dan tidur lagi, pekerjaan dan tugas tugas yang telah selesai dilakukan, membersihkan tempat tidur, mengisi stok barang, makan, atau lebih ke orang-orang yang kita temui, bertemu dengan orang-orang, memberi makan kucing, ngobrol dengan teman nongkrong dan bercerita, ngopi ke luar, baca 10 halaman booklist, mengecek whatsapp, instagram, scrolling tiktok, baca berita, melihat home youtube yang menarik, membaca trending topic twitter dan bertanya tanya apa lagi berita yang lagi viral hari ini. 

apakah semuanya benar benar membuatmu merasa lengkap? merasa penuh? apakah bisa suatu hari kamu tiba tiba berubah pikiran begitu saja, tiba tiba ingin meninggalkan semuanya, pindah ke kota lain, memulai dari nol, mengubah kebiasaan dan langsung hidup dengan utuh dan lengkap lagi? 

apakah yang membuat orang berubah pikiran, perspektif, turning point, limit dan batas, yang membuat orang jadi berani dan nekat, mengubah hal hal besar- termasuk rutinitas detail, kebiasaan kecil yang dilakukan dan dilatih bertahun tahun dan menimbulkan perasaan nyaman, untuk kemudian berubah- dengan perspektif yang berbeda. sejauh apa masalah yang mungkin saja muncul, keadaan tidak terduga yang mendorong orang ke jurang dan bangkit lagi sebagai orang yang benar benar baru. yang lebih baik, yang lebih waras, atau yang- berbeda saja.

atau tak pernah ada yang pernah benar benar berani berubah, sebelum hidup menenggelamkannya setengah mati- atau menemukan titik balik yang begitu membuat terjungkal, selama keadaan masih memungkinkan, masih ditoleransi dan dimaklumkan- mungkin tidak akan ada perubahan yang terlalu signifikan pada apa-apa yang dilakukan, sekalipun kadang rasanya sudah tidak lagi tepat, perasaan rasanya tak lagi nyaman, tapi sudah terlalu terbiasa, tak ada yang bisa jadi acuan dan pengganti ataupun asuransi keadaan yang lebih nyaman di depan.

mungkin, takut perubahan, terlanjur nyaman. mungkin sudah terlalu merasa cukup, mungkin diam diam merasa sudah lengkap dan tak mau berubah. mungkin kelengkapan hidup hanya ada di pikiran, dan besok akan ditemukan lagi perasaan perasaan yang sama persis, hanya kali ini, sudah dipilih, untuk rasa tak nyaman yang sudah tak asing lagi, yang sudah kita lewati berhari hari.

mungkin menunggu, keadaan yang pada akhirnya datang. mengubah semuanya. diam diam berharap lebih, diam diam tak lagi mau menunggu, diam diam dan ternyata, semuanya akan lewat begitu saja.

Sunday, 15-05-2022

 


Seperti biasa, perasaan yang terlalu cepat menghilang, deru menggebu yang gampang tumbang. Mimpi yang begitu banyak, bikin beberapa jadi terlewatkan.

Perasaan-perasaan yang janggal, perasaan semuanya terasa belum selesai. Bertemu denganmu selalu membuat darahku mendesir menggebu-gebu. Tapi katanya, kalau kita bertemu Mr Right, akan ada perasaan aman dan nyaman.  Denganmu, selalu penuh peperangan.  Gelisah tak menentu.  Tak pernah aman dan nyaman. Selalu mengkhawatirkan- tapi aku menyukai perasaan itu. 

Perasaan seperti uji nyali- time you enjoy wasted is not wasting, katanya.  Mungkin ini cuma buang buang waktu, atau mungkin datang sesuatu yang baik dan benar dari apa yang salah.  Mungkin juga terlalu denial dan tau apa salahnya, tapi tetap diterabas.

Kadang aku hanya ingin berhenti berpikir dan menjalani hidup apa adanya.  Dengan perasaan yang datang, dengan kegelisahan yang datang.  Ketenangan dan bahagia datang dari perbaikan diri kecil, terus menerus.

Setiap hari adalah hari yang baru, untuk memperbaiki diri, untuk melewati obstacle-obstacle.  Kadang rasanya terlalu berat, kadang rasanya biasa saja, kadang rasanya begitu menggebu.  Tapi semuanya akan dilewati sebelum kita benar benar mati.  Aku tak ingin mati sebelum benar benar hidup.

Kesempatan kadang seperti pencuri yang datang ketika tidak siap. Tapi kita takkan pernah benar-benar siap.  Apa yang bisa dilakukan lagi selain menjalani kehidupan satu langkah demi langkah, tanpa benar-benar tau apa di depan.  Tiap pagi, harapan dan doa ditiupkan, untuk hal hal yang belum didapatkan, kadang satu langkah kecil di depan, kadang ribuan langkah di depan yang bahkan tak sanggup membayangkan bagaimana caranya lagi sampai disana.

tapi untuk doa kecil di hari hari biasa, harapan untuk hidup ditiupkan, semoga yang diupayakan, untuk hal hal yang baik, untuk hal hal yang benar membahagiakan.  semoga setiap hari, semakin berlipat kekuatan dan kebijakan. satu langkah, demi satu langkah.

Saturday, May 14, 2022

mencintai yang dilakukan

Dalam rapat-rapat, sudah dua kali aku menemukan rekan sejawat, yang menempuh master, juga seorang dosen magister,  yang ‘seperti’ meremehkan ilmu sosial, beranggapan bahwa ilmu administrasi, sosial politik, ‘hanya’ ilmu yang banyak berkata-kata, dan tak mampu memberikan kontribusi real.

Kadang aku memikirkan bagaimana satu ilmu dianggap lebih tak superior dibanding ilmu yang lainnya ketika yang aku tangkap adalah adanya rasa sedikit ‘minder’ dengan bidang keilmuan lain.

Tapi setelah beberapa rapat, aku selalu berusaha stand up dan membela bahwa ilmu ini juga penting, seperti kata profesorku dulu, kita juga punya keunggulan-keunggulan tertentu dari bidang lain.  Profesor lain juga pernah mengatakan, jangan pernah minder, kita semua mungkin tidak menguasai satu bidang spesifik, tetapi jangan lupa, apa yang membedakan satu orang lain dengan orang lainnya : Pengalaman.  Setiap orang memiliki timeline yang berbeda-beda, pengalaman hidup; sepaket dengan pelajaran yang berbeda.  Oleh karena itu diskusi tidak akan pernah mati gaya karena semua orang punya pengalaman, personal experience yang berbeda-beda dan kita selalu bisa mengambil pelajaran. 

Dalam Range- David Epstein yang baru aku baca di halaman 30an juga mengemukakan itu.  Bahwa kadang seorang master, yang memulai di usia muda dan melakukan 1000 jam, atau lebih, lebih unggul dalam mengembangkan naluri dan membaca struktur dan pola sehingga penyelesaian masalah lebih cepat karena mereka lebih cepat ‘mengenali’ tanda tanda yang berulang.  Tapi, ini juga menjadi poin yang tidak menjadi unggul ketika telah dikembangkan kemampuan artificial intelligence.  Ternyata, salah satu kelebihan manusia adalah mampu adaptif serta menggabungkan dan menyelaraskan gagasan yang baru. 

Orang-orang dengan keahlian spesifik juga lekat dengan pola yang kaku, yang familiar, yang jika suatu teori maupun pola yang dipegangnya runtuh, akan terkadang menjadi defensif karena akan menemukan hal berbeda yang akan meruntuhkan apa yang dipelajari bertahun-tahun.

Oleh karena itu, aku percaya, setiap orang punya keunggulannya masing-masing, dengan jalur yang berbeda, kita dapat bekerja keras mengembangkan dan selalu eksplor hal hal baru, atau kerjakanlah lebih banyak apa apa yang disukai dan memberinya variasi-variasi yang menyenangkan, mempertentangkan teori lama, mencetuskan ide ide baru yang tak melekat pada apa apa yang mudah dan tersedia begitu saja. 

Kita juga harus memiliki kecintaan pada apa apa yang kita lakukan untuk membuatnya lebih menyenangkan, bukankah, dengan tambahan rasa cinta, semuanya akan jadi lebih menyenangkan sekalipun ada masa-masa sulit yang harus kita lalui dalam menjalaninya?

sabtu, 14 mei 2022

Sunday, May 8, 2022

kopsusren, strawbery swing dan majalah MIT

 

kopi diantara

Malam minggu kali ini kembali menikmati, atau menghabiskan- waktu di kopishop langganan dengan seorang teman dari Jakarta yang lagi mudik sambil lalu membaca majalah MIT dari Ipad.  Edisi majalah MIT kali ini seru juga, banyak artikel menarik yang dibaca sambil lalu, kemudian terpikir mungkin lain kali harus dicatat.  Akhir-akhir ini merasa banyak membaca tapi lewat saja, tidak ada yang benar benar aku serap dan hapal, sedang malas berpikir, maunya disuapin aja, jadi kayak nonton netflix, gerak pasif dan liat saja, kayaknya sekarang harus lebih aktif dan progresif. haha. kemudian memesan kopi susu gula aren, yang cepet habis, kemudian nambah lagi strawberry swing. kalau dipikir-pikir, entah sejak kapan terbiasa ngopi- kayaknya waktu kuliah di bandung. Awalnya cuma coba-coba, menghabiskan waktu, karena bingung mau ngapain, akhirnya jadi candu. Jadinya, kalau gak ngopi sehari saja langsung gelisah- entah suggest entah emang ada adiksinya, tapi mulai berasa sakit kepala kalau nggak ngopi. mungkin bisa disamakan dengan kebiasaan yang dibuat setiap hari, jadi kalau gak dilakuin sehari aja, rasanya ada yang janggal, ada yang kurang.

Kalau dipikir-pikir, apa jadinya kalau nggak ngopi, sakit kepala, lebih hemat mungkin, soalnya sekali duduk aja, sehari, bisa satu dua gelas di atas dua puluh ribu.  Tapi kalau nggak ngopi, rasanya jadi gak dapet inspirasi, gak dapet teman ngobrol, gak ngelatih basa basi, dan bakal jadi orang yang makin tertutup, introvert dan overthinking sendiri. atau mungkin itu di kepalaku saja.

Ngobrol sama teman yang oke waktu ngopi itu apa ya, setara lah dengan healing ke tempat yang cantik dan bikin termenung gitu. Melegakan, walau entah dapet output yang basi atau inspirasional, sama saja. Sama sama dibutuhkan demi kewarasan. Entah pula kewarasan apa yang dicari, mungkin emang lagi gila. Tapi rasanya, menyenangkan. Untuk menemukan teman baru di kopishop, untuk mendapatkan ide baru, mendapatkan rasa kopi yang baru, entah baik atau buruk pengalamannya, keduanya terasa dibutuhkan. Untuk perasaan berkembang, perasaan mendapatkan sesuatu, perasaan tidak membuang buang waktu yang stuck, untuk memperluas pikiran dan memaksa otak bekerja, apalagi kalau ketemu situasi yang tidak nyaman dan sulit, atau lebih parah- membosankan dan menjemukan- tak bisa kemana-mana dan ngapa ngapain.

Hari ini, rasanya sedang membuka lembar baru, sebatas jurnal harian baru menggantikan jurnal lama yang sudah penuh, lumayan, mulai rutin menulis. menulis di lembar baru memang beda rasanya, bebas dari sejarah, bebas dari beban dan tumpukan. kayaknya emang lebih cocok formula yang seperti ini, sementara. ada perasaan menyenangkan mengembangkan kebiasaan baru. semoga kembali di kesibukan kerja nanti tidak membuatku mengabaikan kebiasaan ini.  setiap hari punya ajaibnya sendiri. hari ini, memulai sesuatu yang baru terasa menyenangkan. sadar kalau ada milestone yang dilangkah sedikit hari ini, satu langkah kecil, satu langkah saja lebih jauh, lebih berani. kalau besok mundur, setidaknya hari ini sudah maju sedikit.

Saturday, May 7, 2022

the magic of new beginning

stuck sama satu masalah, berlarut-larut.  masalah yang dilematis, punya dua sisi yang menyenangkan-sekaligus menyakitkan. tapi entah kenapa masih dijalanin, karena menikmati sisi menyenangkannya, dan jadi egois, untuk mengabaikan diri sendiri, pada sisi menyakitkannya. 

pada akhirnya, kita akan selalu menang untuk mencintai diri sendiri.  kita akan selalu diingatkan, kalau tidak akan ada yang mencintai diri kita, selain diri kita sendiri.  diri kita adalah yang nomor satu dulu, baru kita bisa membahagiakan orang lain.

memulai sesuatu dari awal selalu tampak sulit, dan beneran sulit. perasaan tidak nyaman, kemungkinan besar untuk terus gagal lagi, dengan kehilangan sisi menyenangkan dan membahagiakan yang pernah dilalui. bahwa akan ada perasaan kehilangan, perasaan candu dan familiarity yang selalu menghantui setiap momen yang mengingatkan kita dengan apa apa yang telah lewat dan berlalu.

tapi pada akhirnya kita memang harus mulai, mengumpulkan sisa sisa keberanian, untuk memulai langkah kecil baru, memperbaiki hidup. selalu ada evaluasi, pemikiran pemikiran kita untuk mengubah keadaan yang tak lagi menguntungkan, tak lagi memberikan kita perasaan perasaan  yang seharusnya bagaimana kerasnya kita mencoba. pada akhirnya, setelah sekian lama kita sadar telah terbentur tembok, akan tiba saatnya untuk mencari cahaya baru, jalan baru yang memberikan harapan. tentu tidak akan semudah itu. karena itu dibutuhkan sedikit keberanian. sedikit saja. untuk kembali mengubah haluan, memulai kembali.

16.29

Thursday, May 5, 2022

menyalakan api

selamat taun yang baru, lembar baru, lebaran, eid fitr. juga bulan yang baru. selalu ada yang diharap bisa dievaluasi, lembar yang berganti, yang ditanda, bahwa ada yang berubah, bahwa ada yang ingin dicapai, ada yang ingin jadi satu langkah lebih maju dalam hidup, meninggalkan apa apa yang salah, dirasa tak nyaman, untuk terus menerus memperbaiki hidup, hari ini.

banyak cara untuk melakukan perjuangan, pergerakan, untuk memulai mimpi, untuk menghidupkan mimpi.  tak perlu tergesa gesa dan terburu buru untuk sesuatu yang kita inginkan betul, dalam jangka panjang. waktu kadang juga diperlukan untuk menguji sejauh apa kita menginginkan tujuan itu, apakah hanya keinginan sementara, atau kita benar-benar memperjuangkannya dengan segala kesulitan. 

kadang juga perlu jalan seperti kepiting, miring, pelan, kayak Newt Scamander waktu mau nyelamatin Theseus, ambil jalan memutar dan berliku, memahami bahwa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan butuh proses, bahwa sesuatu yang punya value lebih itu bernilai karena ditempa situasi  yang begitu sulit dan kadang terasa mustahil dalam perjalanannya, tapi itulah yang membuatnya menjadi perjalanan yang menyenangkan dan mendebarkan, karena dalam upaya yang kita lakukan, masih ada kemungkinan besar untuk gagal. bahwa kadang usaha kita bisa saja sia-sia dan tak punya arti apa apa ketika tujuan itu tak tercapai, namun sekaligus diuji ketangguhan dan nyali kita untuk mencoba jalan yang tak semua orang mau repot-repot pergi. perjalanan yang kadang jadi meneguhkan mental karena meskipun gagal, kita akan teguh pada jati diri kita, pada kemauan dan api dalam diri kita yang menyala karena pada akhirnya, mimpi mimpi itulah yang menghidupkan.

mimpi yang membuat kita bangun setiap pagi dan bergerak, karena kita punya tujuan, karena hati kita ngebet menginginkan sesuatu yang menantang dan menarik, karena kita membayangkan, bahwa nanti di masa depan yang belum sekarang, jika mimpi itu tercapai, mimpi yang kita perjuangkan setiap hari itu tercapai, rasanya akan berlipat memuaskan. dan angan itu cukup, sebagai bensin yang memantik nyala nyala itu.

23.41

p.s : akhir akhir ini lagi rajin nulis daily handwriting journal, lebih lepas aja, lebih gak overthinking nulisnya, jadi lupa nulis blog, ternyata nulis handwriting jurnal juga seru, walau tangan jadi keriting, capek. tapi selalu ada perasaan ingin terus menulis disini setiap hari, sebagai catatan perjalanan dengan kertas yang gak usang dan gak hilang, blog yang udah jadi temen bertaun taun, kayak biasa, kayak dulu-dulu. haha.

Monday, March 21, 2022

seni mengulangi kesalahan

siapa yang tak pernah salah di dunia ini? mungkin tidak ada. tiap tiap dari kita kadang membuat kesalahan, kadang disengaja, kadang tidak disengaja, kadang salahnya disadari terus diperbaiki, kadang salah lagi, eh rupanya kepentok, terus jadi salah yang berulang-ulang. mungkin karena memang belum ketemu akar masalahnya, atau- keenakan dan udah nyaman dengan kesalahannya, sekalian kecebur.  atau mungkin otaknya emang lagi korslet, butuh dibenerin. kadang terlalu nyaman salah sampai ada yang ngulurin tangan buat nolong, atau temen yang ngegoblok-goblokin sambil keplakin kepala, bisa-bisanya jatuh di lubang yang sama lagi, keledainya.

atau mungkin kapasitas keledainya cuman sampai segitu, cuma mampunya segitu, gak akan pernah keluar dari kubangan, gak bakal bisa ngeloncat dari lobangnya karena kaki-kakinya kecil dan tiap ketemu lubang dengan diameter segitu dia bakal jatuh lagi. :(

mungkin juga keledainya kurang percaya diri, jadi gak nemu leap of faith kalo kata-kata motivacot, atau memang gak punya kepercayaan sama sekali, karena gak bisa mikir. 

atau mungkin dia juga udah terlalu nyaman dalam kubangan kesalahan, berkali-kali jatoh bikin dia ngerasa, gagal udah begitu familiar, segala sakitnya jadi bikin dia kecanduan karena sudah terjadi begitu sering dan biasa.

kadang-kadang, keledai nya mungkin terduduk di kubangan sambil ngeliat langit-langit terus refleksi diri, jangan-jangan ada yang salah dengan dirinya, atau kenapa kemalangan selalu berpihak pada dirinya. tapi, seru juga kalau ternyata selain keberuntungan, dia punya teman yang namanya kemalangan.  atau mungkin sudah takdirnya dia jadi martyr, sebuah legenda, simbol biar orang lain tak jadi seperti dirinya. 

terus, keledainya lanjut rebahan di kubangan. ngantuk.