Showing posts with label poetry. Show all posts
Showing posts with label poetry. Show all posts

Wednesday, December 23, 2020

yang telah hati hati

pernah kucintai kau sebelumnya

dengan dalam, tanpa sengaja

tanpa diketahui. 

dalam waktu yang berlalu


kemudian kau pergi begitu saja

meninggalkanku berserakan

pada patah hatiku yang pertama


hari ini kau datang

dengan tawa seperti biasa

dengan kekonyolan yang biasa


masih sama saja

seperti bertahun tahun yang lalu


aku bukan lagi orang yang sama

seperti dahulu

tak tahu bagaimana caranya

jatuh bebas tanpa siaga


hari ini aku sudah tumbuh

jadi orang yang lebih kuat

yang lebih sadar

yang telah berkali kali patah hati


hadirmu mengingatkanku kembali

bagaimana rasanya jatuh cinta 

pada kali pertama

dengan pedih, dengan polosnya,

tanpa berpikir


kupikir aku sedikit rindu

dengan diriku yang dulu

lugu belum tau apa apa 

selain menjatuhkan diri


dirimu di hadapku,

melihatmu sama seperti dahulu

dengan hal hal yang selalu membuatku 

jatuh cinta tanpa hati hati


hari ini kutemui dirimu

kutunggu

tapi tak lagi

kuberikan diriku.


December 23th 2020

Thursday, December 17, 2020

Cinta Sudah Tidak Ada Lagi Malam Ini

aku jatuh pada hal hal yang kecil

caramu menyayangiku

memperlakukanku seperti hal yang paling berharga di dunia

memikirkan tentang apa yang kusukai

menenangkan hatiku


tapi hari berlalu terlalu cepat

cinta begitu saja terlewat

kau tinggalkan aku dengan

hatimu yang tak lagi hangat


aku tak lagi jatuh

dan hal hal kecil jadi kerikil

membutakan mata

memadamkan semua rasa


di meja, kopi telah jadi dingin 

dan tak lagi enak

rumah tak lagi menenangkan

hanya kekhawatiran 

bisakah bertahan


teriakan demi teriakan

tak lagi bisa mendengarkan kata demi kata

nasi telah jadi basi

tidak ada lagi makan malam

di bawah bintang bintang


tempat kita bercerita

telah jadi tempat yang paling kosong

dan senyap di seluruh dunia


kemanakah perginya cinta

yang menghangatkan malam malam dingin

memuaikah ia di udara

atau mata jadi tiba tiba buta


pergilah saat makanan masih hangat

dan malam belum terlalu gelap

agar ada sisa sisa harap yang ditinggalkan

berharap cinta datang mengetuk pintu


sekali lagi.

aku harap ia akan datang sekali lagi.

sementara itu, 

tak ada lagi gunanya disini.


apa apa yang membebaskan

mungkin esok ia akan memenjarakan

tak kan betah lama tertawan

ketika tak ada lagi hal hal kecil

yang bisa dipertahankan


cinta sudah tidak ada lagi malam ini

tak tau lagi besok

mungkin ia akan datang lagi

mungin juga ia telah mati,

tak ingin lagi mengunjungi

atau telah terkubur sendiri


tapi besok pagi ketika fajar tinggi

dan bunga bunga mekar

akan kuusahakan sekali lagi

mencari yang mau menetap,

tinggal di hati di waktu yang lama sekali


Thu, 17 December 2020

Saturday, August 29, 2020

Malam di Agustus #morningpoetry

 

Malam di Agustus

Kuharap kita mampu berhenti sejenak

Memikirkan semuanya

Menyadarkan bahwa waktu melaju kencang

Dan kita selalu akan ketinggalan

 

Jeda jeda waktu yang dinikmati

Sebagai upah kesadaran yang menyelinap

Di malam malam gelap aku tersadar

Masih ada kau di sisiku

 

Akan menangiskah kita menerka gerimis

Padahal kita tau besok kita akan tiada

Ditelan jarak, ditelan waktu

Ditelan yang lain lain

 

Kuharap kita akan mengenang

Malam malam kita menghabiskan kesepian

Dan saling memberikan penghiburan

Direngkuh tangan, di hangat genggam

 

Entah sepuluh tahun, dua puluh tahun yang akan datang

Mengenang-ngenang, hal hal manis yang terlewat

Khawatir yang terlalu,

Ingatan yang memudar

 

Hiduplah, bergembiralah, bersedihlah

Seperti kita hanya punya hari ini

Seperti kita tak lagi punya waktu

Untuk jatuh cinta, untuk takut kehilangan, untuk bahagia


Pahlawan93, 29 Agustus 2020

Thursday, January 2, 2020

mengganti tahun

28/
berangkat

beres berkemas
insomnia sudah kepalang
bahkan sudah menyerah
memaksakan kepala yang tak mau lagi tidur lelap

teman seperjalan
mengajak berpetualang
tepat jam dua belas
pagi kita bertemu di muara estuaria

berbekal kopi racikan barista
tanpa baju yang selalu ramai dini hari

nalar tumpul ketika bertemu
yang teringat hanya percaya
pada apa apa yang dihadapkan
tak ada batas jika tak lagi nyaman

hari ini aku berangkat,
bukan karna penat
karena sedang jam menganggur
inspirasi ke depan sedang mengabur

29/
konsultasi

malam ini,
jangan jangan cinta
memang benar tidak ada

seperti roh, energi
yang bisa saja berganti
terpaksa atau sengaja

berganti tempat
berganti wajah
dengan isi yang itu itu saja

karna siapa yang benar benar
mengetahui sebuah rahasia?

beberapa terlalu takut mencoba
beberapa terpaksa berniaga
beberapa lagi telah lelah menebak
menikmati yang ada ada saja

30/
syarat syarat untuk jatuh cinta

bisa kau tebak dan bayangkan
bagaimana rasanya
menemukan sesorang,
membikin hati berdebar bukan kepalang

dunia yang jemu membosankan
jadi penuh gejolak berpetualang

berhasil membicarakan apa saja
mengeluarkan apa apa yang ada di kepala

kemudian nyaman lama bersarang
menguatkan dalam kesedihan kesedihan
memeluk kemudian memadamkan perasaan
memberi tenang dalam tiap kekalutan

apa lagi yang tak cukup
selain cinta dan kasih sayang
tapi segala yang tak punya persyaratan
tidak akan pernah mampu lama bertahan

kucing-kucingan pada perpisahan
sanggupkah kau mengulur waktu?
atau akhirnya akan mencurangi aturan

dan akhirnya tidak akan pernah sampai
pada kesimpulan kesimpulan.

1/
yang baru, yang tak berganti

masih ketemukan kesedihan
pada hal hal yang berakhir
tiap sore menjelang
atau hening yang mencekam

hari ini tahun berganti
yang lama tanggal dan berlalu
selalu sia sia memaksakan waktu
apalagi kembali pada yang telah lalu

tegarlah berpura pura
hingga akhirnya jadi benar, katanya

masih kusimpan segala ingatan
kan kudekap kala gemuruh menjelang

kali ini, tahun berganti lagi
tapi rasanya masih tak ingin pergi

hari berganti lagi
mengubah hari hari
beberapa ingin beranjak pergi
beberapa hanya ingin kembali

.

Saturday, August 10, 2019

dijual: -

apa lagi kata kata
yang mampu melukiskan badai
terjangan yang menggerus semua yang ada di depan,
tanpa ampun, tanpa pertimbangan.

bagaimana pula cara
menggambarkan gelombang
menderu, menggelisahkan, terus datang.
hingga akhirnya ia tenang.

berdamai pada laut
lari berlabuh di dermaga

tenang, tanpa riak dan gejolak
pula mati rasa

sudah saatnya bersiasat
mengobrolkan kata sepakat
bagaimana cara menjual jiwa
yang resah dan gelisah

katanya nyalinya tak pernah ciut
pantang menyerah kalah
pada luka, pada keadaan

kita semua menjaja
katanya

kadang demi cinta
kadang demi fana

Bandung, 10 Agustus 2019

Monday, July 8, 2019

once again?

my heart is torn apart
everytime your imagery
touch my fingers

i wish i was there
i wish we could go back
to my happiest moment
when im with you

im still here, watching the sky falls
when you already move on
and be the happiest person on earth

sometimes i wish
i could settle for less
and force the feelings

but i dont want to feel numb
and cant be the lovers
i dont want to stop in pause
when i still not ready
or am i never ready

i just waiting a chance
to feel alive again
once more

or nothing,
nothing at all.

-for my 7 July 2019

Sunday, June 18, 2017

Seperti yang berlalu

Secangkir kopi yang sudah lama dingin,
Menunggu.
Diam dalam kepahitan

Aku ingin seperti kemarin, bisikku
Seperti pertama kali kita bertemu
Hari-hari yang masih aku ingat

Hal-hal pertama yang pertama kalinya
Mengenal hatimu dan terkesima

Aku ingin seperti kemarin
Bertengkar, tertawa, dalam marahmu, dalam pelukmu
sepanjang waktu

menangis dan menyesal
tidak ingin pergi

menjajaki satu demi satu tempat
menghabiskan waktu

aku masih ingin seperti kemarin
menggenggam tanganmu
dan tidak mau pergi

Tapi kemarin,
adalah bukan hari ini

Kamu sudah lama pergi,
sudah terlalu lama
sudah tidak ada lagi

Tapi secangkir kopi ini masih menunggumu
menjadi semakin dingin
menjadi semakin pahit

Kemarin.
Ternyata sudah begitu lama berlalu.


Monday, November 21, 2016

Kata-Kata Yang Tidak Pernah Cukup





Begitu pula pertengkaran, perdebatan tentang bagaimana kita berbeda satu sama lain. Tentang bagaimana kata-kata ternyata mampu menggores pelan pelan. Bahwa bom waktu terkadang hanya ingin meledak dalam isak. Kemudian ditenangkan dan diyakinkan pada pelukan pelukan.

Jatuh cinta adalah hal yang sangat mudah. Tapi mengalahkan ketidakbahagiaan, adalah hal yang lain, terkadang.

Jemari kita tergenggam pada janji janji yang mungkin sulit kepada masa depan, namun kuharap ingin dan kayuhan itu akan cukup kuat, untuk sampai dan berjalan lebih jauh dari yang kita harapkan.

Tidak kupungkiri menginginkan seseorang, adalah kesempurnaan pada ketidakmungkinan. Seperti percaya pada hal yang mustahil dan teori teori yang tidak akan sama ketika dipraktekkan, begitu pula keinginan yang tidak akan pernah sama pada kenyataan-kenyataan. 

Idealitas pada cinta adalah hal yang mustahil , seperti pula pada mitos hubungan yang stabil dan selalu bahagia. Tetapi pada harapan-harapan yang tidak pernah sampai, aku mendekatkan diriku kepada kemungkinan, untuk bermimpi mendekati angan-angan. Selamanya dipelukmu. 

Map's

Monday, October 3, 2016

Sedikit tentangmu

Imajinasi

aku pernah berlari
terlalu jauh hingga lelah
terlalu terjal hingga menyerah

aku pernah hilang
terlalu tersesat hingga tak ingin pulang
terlalu melesat hingga tak ingin lagi melihat

kemudian engkau datang
seperti nyala lilin dalam malam yang gelap
seperti dingin yang menusuk pada siang yang terik

aku alpa, aku lupa

bagaimana jika kita tidak pernah ada?
bagaimana jika kau hanya khayalanku saja?

***


Mengapa?

suatu ketika aku pernah bertanya
mengapa tergenang,
di matanya
Kepedihan yang terlalu

pada waktu waktu yang berlalu
ingatan-ingatan yang sudah lalu

kepalanya adalah komedi
bagi pembaca sajak dengan ironi

cinta di dadanya telah lama mati
pada pilu yang sudah lama mengantri
dan hadirmu,
adalah hujan yang membasahi

tapi tidak pernah ia merasa begitu ngeri

untuk kehilangan satu kali lagi.

***


Pengganti
Pada malam-malam kelam yang sunyi aku pernah bersumpah. 
Tidak lagi merasa dan memiliki kepala untuk menyimpan kenangan. 
Agar aku dapat jatuh cinta dan secepatnya membakar halaman-halamannya.

Di hadapan malam aku pernah mengadu, 
cinta yang kupunya habiskan saja. 
Biar aku sendiri yang menanggung dan merasa sakitnya. 
Biar aku sendiri yang terbakar karena sudah nyaman , 
dan aku hanya ingin mati terbakar nyala.

pada hening-dan sendiri aku pernah bermimpi,
 cinta yang indah itu hanya bualan semata, 
jebakan yang akan menangkapku habis sebelum aku sempat berbahagia.

rasa kehilangan itu pernah begitu dalam, 
hancur menusuk jantungku. mematikan rasa, 
kemudian menyiksa tahun demi tahun terperangkap 
dalam kenangan yang tidak lagi ada.

rasa kehilangan itu pernah begitu mengerikan 
hingga keping-keping hati pernah memilih untuk lebur jadi abu 
ketimbang bersisa namun tiada.

maafkan aku untuk kini, maafkan aku untuk jatuh cinta sekali lagi.
sabarlah menunggu, kenangan itu nanti akan mati,

terganti.
***


Sederhana

Mencintaimu sederhana saja
Sesederhana deburan ombak
yang jatuh menghempas pada lautan
dan pasrah jadi deru
agar kau senang saja

Mencintaimu sederhana saja
sesederhana kayu api
yang terbakar dan ingin menjadi abu
hanya untuk menghangatkan dirimu

Mencintaimu sederhana saja
sesederhana rintik yang jatuh
dalam ribuan dekap
kemudian lenyap
sebagai penghiburanmu saja

Mencintaimu sederhana saja
sesederhana terik matahari
yang membuatmu jengah
tapi tetap berharap, ingin kau rindukan juga

Mencintaimu sederhana saja
secepat aku membuka mata
kemudian hilang.

tenggelam dalam matamu...

tidak lagi ingin pergi

***

Aku tidak ingin

aku tidak ingin menulis puisi
karna kata-kata akan habis
dan kenangan akan tertinggal
kemudian hanya akan ada sesal

aku tidak ingin menulis puisi
karna kata-kata tidak mampu lagi kutangkap
hatiku tidak lagi kuat

aku tidak ingin menulis puisi
karena pada kata-kata yang menguap
rasa akan terkikis habis begitu saja

aku tidak ingin menulis puisi
tapi harus kutuliskan juga

agar suatu hari kau baca
dan akhirnya kau tahu bahwa;

aku menginginkan dirimu saja.

***

Monday, June 27, 2016

sedih diartianmu

kesedihan adalah celah yang mengintip
ketika hari sudah ditinggal oleh cahaya
dan hujan sudah beranjak pergi
lalu sepi

kesedihan adalah jendela yang ingin terbuka
meskipun malam dingin
dan tiada pelukan
karena telah ditinggalkan

kesedihan adalah mata hati yang menuju
tanpa mendengar riuh
tanpa berotak iri
hanya mendengar sunyi

kesedihan adalah mata yang memahami
rasa yang ingin terpenuhi,
mencintai tanpa tanya lagi
kesedihan adalah nyala api yang menari
berbahagia

karena berhasil mencintai lalu bisa pergi

Wednesday, October 21, 2015

Kepada Tuhan

Tuhan belum mengijinkan aku mencintaimu
karena jika iya, aku akan lupa rasanya fana

Tuhan belum mengijinkan aku mencintaimu
karena nanti aku akan lupa bagaimana caranya meminta

Tuhan belum mengijinkan aku mencintaimu
karena dibisikku yang kuminta hanya ia saja

Tuhan belum mengijinkan aku mencintaimu
karena setiap detik bersamamu, adalah dosa

Tuhan belum mengijinkan aku mencintaimu
karena cinta, yang membara

datang dalam rahasia.

october, 2015

Sunday, June 14, 2015

Selamat Tiada

tanpamu, nyala hanyalah beku yang jadi dingin
detik hanya satuan yang hilang dan kosong
maka jalanan hanya tapak demi tapak
yang mencoba ditinggalkan
untuk menunjukkan arah

namun tiada

kepadamu
kupersembahkan sepi dan kekosongan
yang tidak akan pernah sama lagi

maka pikiran adalah hati yang mencari
sebuah alasan
untuk bertahan, dengan tiada
lebih lama lagi

dan menikmatinya
hanya sendiri.

seorang diri

14/6/2015

Monday, April 27, 2015

Sunday Love

I will love you like a sunday
Like it was serious matter
but i insist to cause some pain just to think about it

I will love you like a sunday
very casual, relaxing and the most important thing: makes you happy and smile
cause what makes you smile, always succees make me fall in love.

I will love you like a sunday
It maybe short, but its the end of the week

I will love you like a sunday
Be very patient, waiting to be the one
to be the last on a busy week

I will love you like a sunday
Like it was very beautiful
Once i realized it will end at 00.00 am
Cause nothing last forever
So do you.

I will love you like a sunday
Its okay to waiting each day just to meet you
and be very blessed
even just for one day

I will love you like a sunday
so deeply, so frustrating to have you just for a one day
but its okay

because once you left.
you left me with a smile, a kiss, and a beautiful memory.

Sunday, April 26th 2015

Tuesday, July 22, 2014

Someday I'll Meet You

Someday i'll meet you
at my favorite cafe
thats a beautiful song

someday i'll meet you
at a friend's birthday
we just, stare

someday i'll meet you
at kfc, when i sitting there
waiting my cappucino float

someday i'll meet you
at the office, its a rush day
and you just come there

someday i'll meet you
when i sit in my car, and you just there
staring a little bit longer than it should

we'll meet again, then.
and i hope if we meet again,
the fate will make a perfect time
then time will make a lover
a lover that could be forever


someday, there would be enough love
for both of us

to spend it forever and ever.

Still Dark Thursday, 22 July 2014

Tuesday, April 15, 2014

Mendua

Mungkin dia yang mendua

adalah dia yang paling setia.
Yang hatinya telah mati rasa karena yang diinginkannya dari seluruh dunia,

adalah dia yang tidak mencintainya. -

Sunday, April 6, 2014

maukah k(a)u menunggu?

Seorang perempuan yang menunggu, menanti benang takdir, menitinya satu demi satu. Suatu ketika ditanyakanlah kepadanya seberapa lama ia menunggu, seberapa jauh ia mampu berjalan. Tetapi jalan itu bukanlah jalan yang sama, seperti dahulu, bukan pula jalanan yang telah lama ia kenal.  Jalanan itu telah berubah, mengganti waktu, menggerus keyakinan untuk berganti.  Kemudian bertemulah ia di persimpangan jalan, bertemu kembali untuk ragu dan mencoba percaya. Tapi di suatu tempat, sedekat hatinya untuk meragukan jalan yang sedemikian jauh ia lalui, serentang jauhnya untuk meyakinkan.  Ia pernah bertanya kepada harapan,  untuk menunjukkan perjalanan yang tiada simpang.  Dimanakah letak wajahnya yang dahulu, yang dikenalnya seperti takdir pertama mempertemukan, seperti kenangan dan ingatannya yang masih mengingat semua.  Jalanan itu masih sama, seperti dahulu, dengan cemara dan kursi melingkar, tapi tiada lagi dia.  Keyakinan itu hanya setipis benang, merentang dari jauh tetapi rapuh oleh waktu.  Tapi perempuan itu sudah terlalu habis dalam pilihan.  Terlalu teguh dalam pendirian untuk terus menuju, waktu demi waktu.  Angin menanyakan kepadanya, akankah ia kalah oleh waktu, akankah ia kekal dalam ilusi, pantaskah ia mati demi tak berganti?
Lalu kembali kutanyakan padanya, maukah kau menunggu keyakinanku? yakinkah kau akan kemauanku?
"entahlah," ucapmu berbisik pada hati yang enggan berjanji.

Monday, October 14, 2013

Puisi


Ke-duapuluhdua

Pada api, kukatakan dalam rintik yang bagaimanapun juga memadamkan
Dalam air mata yang mengalir ini kupanjatkan doa doa yang lama belum kau kabulkan
Sembah sujud yang tidak pernah menyempurnakan segala
Hanya sesal tiada melakukan segala rupa
Maaf saja tidak pernah terkira akan terpanjat
Kepada ayah yang di tangannya mengalir dosaku tiada rupa
Kepada ibu yang di jarinya meneteskan dosaku sesamudera
Hanya doa dan sujud, kubisikkan diam diam
Dalam malam ketika bumi telah sunyi senyap
Dan cemas merembes ke sela sela hati
Tidak akan pernah cukup, tidak akan pernah sempurna
Beribu untaian maaf, dari hati
Semoga kebaikan tidak akan pernah berhenti mengaliri




Di Rumah itu

Dalam dinding batu kosong itu
Kutuliskan doa dengan air mata mengalir di atasnya
Kertas yang kosong dan layar segi empat dengan huruf angka
Kupanjatkan kesah dan keluh yang tiada henti
Jangankan mulut yang mampu berteriak tanpa arti
Katapun mampu mengalir tiada makna
Kuuraikan sebagai penghias dan pengisi kekosongan
Dalam rumah yang kosong itu
Kualiri dosa dosa, kupanjatkan doa doa
Semoga semua penghuni di dalamnya
Terbebas dari tempat yang tidak pernah kau tahu
Di rumah itu, hidup harus tetap melaju
Meski karam, dan tiada datang keselamatan



Pontianak, Senin 14 Oktober 2013

Friday, October 11, 2013

Someone I Choose

For every smells of tobacco i able to sense, i choose the smells from your clothes.
For every book i read, i choose a book that reminds me of you.
For every wake up i imagined i would be happy, i choose wake up beside of you.

For every reason that would be made to loving someone, i choose because of you.
For every persistence, patient that able to waiting me even at my worst part, i choose you.
For every tears that able to run down my face, i choose yours.

For every hug that able to reduce my pain, i choose you.
For every kiss that able to kiss my lips, i choose yours.
For every action that able to calm my anger, i choose you.

For every heart that able to love me, i choose you.

For everything, it will be you.
It may you.

Friday, October 4, 2013

cinta yang seperti itu

akan datang ketika pagi akan cerah
dan mendung hanya kiasan yang belum datang
gelap hanya sesuatu yang tidak dikenal
kalanya matahari begitu cerah
udara begitu lembut mengalunkan nada indah

sebelum mendung datang
dan badai menghapuskan kenangan
cinta yang sesederhana itu.
cinta yang sesulit itu.

akan datang ketika hadirmu adalah berkah
dan hilangmu hanya kiasan yang belum datang
pergi hanya sesuatu yang tidak dikenal
kalanya senyum kita begitu merekah
pertemuan pertemuan mengalunkan nada indah

sebelum perpisahan datang
dan tangis menghapuskan kenangan
cinta yang sesederhana itu
cinta yang sesulit itu

cinta yang seindah itu.
cinta yang sekejap itu.
cinta yang sekedar itu.

Pontianak, 4 Oktober 2013

Monday, September 30, 2013

Rumah

Kupanggil ia rumah.
Karena di hatinya hatiku bernaung, tak mau pergi

kupanggil ia rumah.
karena setiap kali langkah kakiku melangkah pergi
selalu menyeret setiap ingin untuk kembali

kupanggil ia rumah.
karena meski telah seribu caci maki
selalu ada seribu satu maaf seketika dari hati

kupanggil ia rumah.
karena meski pintu pagar telah tertutup
dan pintu depan telah terkunci
selalu ada cemas dan harap untuk diterima kembali

kupanggil ia rumah
karena mudah saja, untuk selalu mencintai kembali.
berulang ulang kali.
berulang ulang kali.
berulang ulang kali.

Pontianak, 30 September 2013