Showing posts with label loveletter. Show all posts
Showing posts with label loveletter. Show all posts

Wednesday, January 28, 2015

Please call it magic.

I know that people live in their boring life, waiting for some magic about to happen.  Sadly, there is no magic.  Life is not a fairytale.  And magic is just about the wrong things that people want with wrong way.  Even its also not flat, excited, makes yourself burn.  It makes yourself taste a different kind of things. Something new always excite you, makes yourself free to do things differently, but what else?

People always love a challenge.  Only when they think they have a same opportunity to win it.  Life is a long long competition.  You can choose your battle.  But sometimes you just dont.

You start realize that its not your battle but things just happened.  Accidentally, with a will from both of people.  And then its just, happened.  For no reason, for no purpose.  A cycle that i know someday it will ended.  

What is more exciting than own something that you know its not your own?  And then you realize that all of things in life its not your own.  You just borrowed from someone else.  You cant really choose what life gives to you.  But you can choose to do your best from whatever life gives to you.

Who will understand what happened tomorrow?  Is magic about to happen? For real? How long i will believe it?

Monday, June 30, 2014

For you, for today.

I want to collect some memories
that makes me remember your beautiful smile
i want to write some poems about you
and read it out loud in the crowd
i want to hold your hand
and take you on the top of the world
i want to sit at the park with you
and tell so much stories until i cant find another story to tell
 i want to lay down at night
and count the star so i can say how much i love you

i want to spend every second with you, now

so someday, if we can't meet again.

there is nothing left.

6.48 am
Monday, 30th June 2014

Sunday, June 29, 2014

hari ini, lima tahun yang lalu.

hari ini, lima tahun yang lalu.
kita bertemu di suatu waktu
waktu yang terhenti begitu saja
kemudian berlalu

hari ini, kuingat lagi sebuah cerita apik
tentang hari pertama kita bertemu

hari itu adalah hari ini, lima tahun yang lalu.

di sebuah masjid.
selepas isya.

hari itu aku lelah sekali
tapi lenyap seketika

hari ini, lima tahun yang lalu
jika saja bisa kuputar sekali lagi waktu
untuk mengenangmu

untuk sebuah kelegaan dalam hati
menjumpaimu sekali lagi

hari itu, lima tahun kemudian
aku bersujud selepas isya
berterimakasih

karena hari itu pernah ada.
tidak akan pernah jadi sia-sia.

Pontianak,29 Juni 2014

Monday, April 7, 2014

Sepucuk Surat Yang Salah Alamat, Tapi Benar Untukmu.

Sepucuk surat yang kutulis itu salah alamat.  Sepucuk surat yang telah tergeletak di depan pintu resahmu itu, berisikan kata kata yang berbisik, merayu.  Aturan mainnya mudah saja, siapa yang lebih dulu buru buru, akan mati terbakar sepi dan cemburu.  Tahukah kau apa yang begitu kita inginkan sesungguhnya adalah hal yang tidak pernah bisa kita miliki? Tiada yang kekal abadi, apalagi sebuah kata dan janji yang terucap sedemikian getirnya dari hati yang telah tersakiti berkali kali.

Sepucuk surat yang kutulis itu salah alamat.  Tapi kemudian kubaca kembali berulang kali, mungkin saja hanya belum menjadi benar.  Tahukah kau apa yang membuat kedamaian dalam bumi berubah menjadi benci? Ketika manusia mulai memaksakan kehendaknya.  Ia kadang lupa, bahwa mungkin saja dirinya keliru meyakini dirinya sendiri.  Ia kadang lupa pula, mungkin orang lain akan jauh lebih salah, tapi ia tidak mungkin jauh lebih benar.

Sepucuk surat yang kutulis itu salah alamat.  Tapi kemudian kau menikmati salahnya, menghayati kekeliruannya.  Mungkin kau hanya mengabaikan kesalahannya, dan membenarkan kekeliruannya.  Mungkin kau menikmati rasanya, mungkin kau menghidupkan bara nya, tapi ragu untuk membakarnya, keingintahuanmu masih menunggu, karena bukan kau yang tersebut tersirat pada kata kata itu.

Sepucuk surat yang kutulis itu salah alamat.  Mungkin akan menjadi benar, tak sampai waktunya.  Karena masa lalu dan masa depan tak pernah menang pada masa ini, yang kau lakukan saat ini, detik ini, momen ini.  Karena mungkin waktu adalah tipuan yang akan membuatmu ragu dengan apa yang kau miliki, dan apa yang tidak akan pernah kau miliki.

Sepucuk surat yang kutulis itu salah alamat.  Namun jikapun aku salah, maka jadikanlah aku pembenaran.  Pembenaranmu untuk bangun dari mimpimu dan mengantarkannya ke alamat yang tepat, yang kutulis di muka depan surat itu. 

Sepucuk surat yang kutulis itu salah alamat.  Mungkin saja sengaja kukirimkan, karena aku belum mau jadi benar.  Karena dalam surat itu, tiada yang salah, tiada pula yang benar.  Hanya ada kata, yang kekal membeku. 

Sepucuk surat yang kutulis itu salah alamat, tapi benar untukmu.  

Karena aku tau surat itu tidak akan pernah bisa kuberikan, sampai kepada pemiliknya.

Saturday, December 14, 2013

Time Travel

*taken with my blackberry camera, kapuas 1 bridge @kamboja cafe*

Selalu ada kenangan disana, entah kenangan ditinggalkan atau meninggalkan, kemudian hanya duduk berjam-jam dengan segelas mochacinofrange, menikmati angin malam sambil menerawang, berusaha mengingat ingat semua hal yang telah terlalu lama lewat.  Kemudian mencoba mengingatnya dengan seorang teman yang sama, yang telah bersama melewati hari hari bertahun tahun sebelumnya ketika semua masa lalu itu adalah hal yang nyata.  Membicarakan hal yang sama, kegilaan dan kesalahan yang terus berulang, tempat itu telah berubah seiring waktu, cerita yang berubah, dengan pola pola yang sama, perasaan yang janggal, kekosongan yang aneh dan kelegaan yang tumpah ruah karena telah memuntahkannya begitu saja.  Tidak pernah ada solusi yang muncul, tidak pula closure, atau kesimpulan, atau penutup.  Hanya kelegaan.  Dan itu selalu lebih dari cukup.

Kadang ku tergoda untuk membuatmu berjanji, untuk selalu ada teman, tidak menghilang suatu saat tanpa kabar berita karena telah terlalu banyak hal dan mimpi yang dikejar maupun mengejar.  Berjanji untuk tidak bertemu kembali di suatu tempat dan berjarak seolah kita telah lupa akan semua yang pernah kita lewati bersama.  Berjanji untuk tidak ingkar, pula menampar dan mengingatkanku ketika aku yang berubah ingkar.

Berjanji untuk selalu ada, satu sama lain.  Tidak mengurang maupun menambah, tapi membagi habis.  Berjanji untuk masa depan, melegakan hari ini dengan pertemuan yang akan dirindukan, kemudian perpisahan yang akan selalu menjadi sementara.

Tapi janji hanyalah janji, dan yang abadi hanyalah tiada yang abadi. Maka cukuplah hari ini dengan segala.  Cukup dan terimakasih untuk ada, beserta harap yang tidak terlalu perlu, agar kita dapat bertemu di kesempatan selanjutnya.  



Wednesday, November 20, 2013

Sebuah tanda titik

denganmu, aku pernah belajar jatuh cinta, berulang ulang kali
begitu pula dengan patah hati dalam tangisan yang lerai berhari
mencintaimu, pernah menjadi beban bagi diriku sendiri
sedang merelakanmu, kini adalah kelegaan bagi hatiku sendiri
dan sebuah bahagia untuk awal yang baru, bagimu.

Maka masa lalu adalah tempat dimana kita tiada berpijak
waktu bukan menjadikannya tiada
hanya terlampau buru buru meninggalkan kita
yang suatu hari nanti akan melabuh jangkar
tak terjangkau di tempat yang terlampau jauh untuk aku gapai

saat ini, telah lain dalam hati hingga percuma memaksa
karena momen yang terperangkap dalam lalu
tak akan kembali

hati ini telah jauh, jatuh
pergi dan tumbuh
airmata pun telah mengering
berganti tawa dari yang lain

kita, jauh suatu hari nanti
memang tiada akan ada lagi

pontianak, 20 november 2013

Friday, October 11, 2013

Someone I Choose

For every smells of tobacco i able to sense, i choose the smells from your clothes.
For every book i read, i choose a book that reminds me of you.
For every wake up i imagined i would be happy, i choose wake up beside of you.

For every reason that would be made to loving someone, i choose because of you.
For every persistence, patient that able to waiting me even at my worst part, i choose you.
For every tears that able to run down my face, i choose yours.

For every hug that able to reduce my pain, i choose you.
For every kiss that able to kiss my lips, i choose yours.
For every action that able to calm my anger, i choose you.

For every heart that able to love me, i choose you.

For everything, it will be you.
It may you.

Saturday, October 5, 2013

Jika

Jika saja aku tahu, malam itu adalah malam terakhirku melihatmu, maka tidak akan ada lagi cerita yang keluar dari mulutku tentang hari yang berat, cuaca yang buruk dan keluh tentang ketidakberadaanmu.  Jika saja aku tahu lebih cepat, semua ini akan berakhir, secepat aku memejamkan mata dan terbangun dengan cintamu yang telah hilang. Mungkin aku akan belajar memahamimu lebih lama lagi, lebih tabah lagi.  Jika saja aku tahu dari awal, cintamu yang akan hilang begitu saja, maka mungkin aku tidak akan belajar mencintaimu sama sekali.  Aku akan lebih menikmati waktu bersamamu, setiap menit, setiap detik.

Jika saja aku punya kesempatan kedua, untuk mengenalmu lagi.  Memutar waktu untuk kembali saat pertama kita berjumpa, memutar langkah untuk menjaga agar mungkin kau akan bertahan lebih lama.  Mungkin hal yang aku lakukan akan berbeda, dan kau tidak akan pergi begitu saja.

Tapi mungkin jika ada jika, hidup tidak akan pernah beranjak maju,

dan aku tidak akan pernah bertemu denganmu.

Thursday, October 3, 2013

Fiksi : Mencari Firman

Katakan aku mengada-ada karena apa yang kucari hampir tak kasat mata, tapi bukankah jika kau harus bisa melihat dan membuktikan semua hal secara nyata itu ada maka sama saja membantah bahwa Tuhan itu ada?

Maka akan kujelaskan sedikit: tentang Firman.

Suatu pagi yang tidak jelas, karena hidup tidak pula membutuhkan kejelasan.
Ia datang begitu saja.  Tanpa perkenalan, tanpa bicara.  Hanya tatap mata dariku sendiri saja.  Dan semua yang aku rasakan cukup membayarkan bertahun tahun penantian ketika aku sendiri tidak tahu menanti apa dan siapa. 

Semuanya begitu tidak nyata hingga aku membuat sebuah resolusi mutakhir tapi tak mustahil: mengenalnya. 

Yang ingin ku percayai, tidak ada yang terjadi secara kebetulan karena kebetulan saja Tuhan punya rencana yang lebih besar.  Tapi satu hal yang menjadi 'nasihat' sakti bapakku suatu hari tentang cinta, bahwa rumus cinta itu 99% usaha dan 1% takdir.  Maka aku tidak mau menyerah begitu saja pada 1%.  Aku tidak pernah percaya bahwa kita kehilangan kesempatan untuk berusaha.  Aku percaya usaha, walaupun tidak dapat kita selesaikan di garis finish, setidaknya membawa kita ke suatu tempat yang bukan dari kita bermula.  

Mencari Firman mewakili tanyaku tentang pencarian seseorang yang sudah lama hilang.  Sosok yang bisa aku jadikan sesuatu yang bisa mengisi kepala tidak hanya dengan strategi dan cara cara tapi juga dengan hati yang sudah kehabisan kata-kata.  Karena pertemuan yang sekali saja.  Cukup untukku mengenal, kemudian mencarinya hingga ujung dunia. 

Katakanlah ini akan sia-sia jika suatu hari nanti aku akan menemukan dia ternyata sudah memiliki kekasih, atau bahkan istri.  Tapi tidak semua perjuangan diukur dari hasilnya bukan? bukankah jika semua hal berorientasi dan hanya fokus pada hasil maka hasil dari perjalanan hidup kita ini sesungguhnya adalah mati-dan selesailah semua.  Yang bermakna adalah perjalanannya, ketika kita tidak menemukan yang kita inginkan dalam perjalanan itu, tapi mungkin kita akan menemukan apa yang kita butuhkan.

Maka kujelajahi seluruh dunia maya dan seluruh kemungkinan yang ada.  Hanya untuk mencari Firman.  Mencari Firman merefleksikan sesuatu dalam hidupku: sebuah pencarian yang ngotot dan tak kunjung lelah.  Meskipun yang kucari itu belum tentu menginginkan aku, tidak perduli dan bahkan bukan pula menjadi tujuan akhirku.  Tapi mencari Firman adalah salah satu bentuk komitmenku akan sesuatu.  Jika aku berhenti pada hal ini, maka aku akan berhenti pula pada hal hal lain.  Karena jika pada hal yang mampu membuat aku merasakan sesuatu saja aku bisa berhenti, bagaimana aku akan melanjutkan perjalanan pada hal hal yang tidak begitu aku sukai? Maka keputusanku sudah bulat, menemukan dia. 
Tapi, hidup bukanlah tentang keputusanmu sendiri, inginmu sendiri saja.  Tentu saja. Katakan semesta belum menjawab, atau yang punya kuasa menegur untuk terus mencari, dan menjawab :belum.  Ah, yang terjadi aku yakin semua bukan karena tidak terjadi, hanya perkara keinginan kita yang berbeda dari kehendakNya.
Ini bukan akhir cerita, karena hidup baru saja bermula ketika kau tahu apa yang ingin kau cari, 


hidup baru saja dimulai ketika kau tahu kau kehilangan apa untuk menemukan kembali.

hidup baru saja akan dimulai seiring kau mencari.
Kemudian, mungkin setelah pencarian panjang kau akan menemukan kembali suatu pencarian yang diresahkan sebuah pertanyaan:
"Sudahkah penemuanmu membuatmu ingin menemukan yang lebih jauh lagi?
but a lyrics on a song tells me: if you cant get what you want, you may get what you need.

Exactly. 

Monday, September 30, 2013

Rumah

Kupanggil ia rumah.
Karena di hatinya hatiku bernaung, tak mau pergi

kupanggil ia rumah.
karena setiap kali langkah kakiku melangkah pergi
selalu menyeret setiap ingin untuk kembali

kupanggil ia rumah.
karena meski telah seribu caci maki
selalu ada seribu satu maaf seketika dari hati

kupanggil ia rumah.
karena meski pintu pagar telah tertutup
dan pintu depan telah terkunci
selalu ada cemas dan harap untuk diterima kembali

kupanggil ia rumah
karena mudah saja, untuk selalu mencintai kembali.
berulang ulang kali.
berulang ulang kali.
berulang ulang kali.

Pontianak, 30 September 2013

Saturday, September 28, 2013

Episode Singkat

Kuceritakan padamu sebuah cerita tentang kehilangan, katamu sambil memperlihatkan hati dalam genggaman tangan yang asing yang tak mau kau sebut panggilannya.  Seorang anak kecil yang lugu dan polos dalam matamu menari dalam taman kanak kanak imajiner.  Kemudian luruh dan runtuh langit yang tiada itu menjadi deru air mata yang mengalir dari sungai yang tak pernah kau ketahui muaranya.  Atap atap tembikar menyeruak menelusupkan rintik dari celah-celah rajutan ke dalam matanya kemudian ia berlari, mencari keteduhan dari pohon yang begitu rimbun namun rintik masih menitik dalam helai helai dedaunan yang jatuh menua, berjalan pula ia terlalu jauh dan orang yang begitu asing memberikan benda ajaib yang cembung dan menjatuhkan bulir rintik dari terpanya. Tapi anak kecil itu melihat awan yang muram, tidak tega membiarkannya tak berkawan karena alasan.  Jemari yang menapak kemudian terlalu melebur dalam lunak hingga kau tak bisa berpijak. Tiada yang mampu menahan bulir yang menyerahkan dirinya untuk lebur dan hancur. 

Sehingga tinggal genggamanmu dalam hati yang melingkupi resah yang melumat gundah, kuserahkan nadi untuk menjalar ke seluruh semesta. 

Maka kau kecup keningku dan kau bilang itu cinta.

Saturday, September 7, 2013

di celah pikiranmu+

Adakahku berada di celah pikiranmu
permisi masuk menjelajahi pikiran liarmu+
tersisakah sejengkal ruang untukku

tak ada kata tersisa
sudah remuk habis
pergi tersesat,
terhambur memuai udara
puluhan purnama tlah engkau denganku
adakah kusesali waktu
jika ku tamak
ingin memilikimu
mencintaimu lebih lama lagi

sat, sept 7 2013

Saturday, August 24, 2013

yang tidak tak terbatas

elang terbang terlalu jauh malam ini tak kembali pulang
menembus pelangi memecah cakrawala
ada kepak sayap yang lelah telah terlalu jauh melangkah
menembus ruang waktu
kemudian menghilang

ada puing yang tersisakan dari percikan abu
di tengah pusaran nisanmu
aku bersimpuh

kau lebih buruk dari pagi yang terlalu dingin
dan siang yang terlalu panas
tidak hilang tapi tak juga pergi
tidak pergi tidak pula kembali
tidak ada tapi tak pula tiada

kau satu diantara berjuta
gelap diantara cahaya

kita tiada merasa
tiada mencinta
tersesat dalam pusara tanpa muara
kekal dalam waktu, kekal dalam biru

pontianak, 24 agustus 2013

Tuesday, July 23, 2013

Cinta dan Hal Hal Yang Tidak Akan Terucap

Ada yang tidak terucap dalam kata di jarak hati yang keruh dan berduka. Ada yang kehilangan dalam baris kata kata yang menghambur namun tanpa makna. Ada yang bisu bukan karena tak mampu berkata kata tapi telah lama kehilangan seseorang untuknya berbicara.

Ada cinta, namun ada pula hal hal yang tidak akan pernah diucapkan. Bukan, bukan karena kau tidak bisa mengucapkannya kepada orang yang tepat, hanya saja kepada orang yang ucapkan, ia sudah tidak mau lagi mendengar. Karena waktumu sudah habis.

Ada yang telah kau ucapkan berulang-ulang namun sudah tak bisa lagi didengar. Dan ia sengaja pergi. Ia sudah tidak mau lagi mendengar. Ketika hal itu terjadi, maka hanya ada cinta, dan hal hal yang tidak akan terucapkan lagi selain sebuah kesempatan.

Sebuah kesempatan yang tidak akan datang lagi. Karena dari sepersejuta kemungkinan tidak ada tali tali yang mampu mengikat lagi. Kesempatan itu telah habis. Peluang itu telah selesai.

Cinta itu? Hanya meninggalkan dirinya sendiri dan hal hal yang tetap tidak akan terucap.

Simpan rapat di hatimu saja.

Tuesday, May 21, 2013

Peacefulness

The Rage of Achilles by Giovanni Battista Tiepolo


I can't say i'm a very patient woman, i'm not think i'm that evil but i'm not a saint, either. Sometimes, or often i just lose my temper. I easily getting distracted if people, especially my friend if they just cross my line. The definition of 'my line' is very absurd with my mood for that day. Sometimes i think that i'm too individual, or i don't know, have a different view and perception of mostly people at my circle. I have a big ego to feed, and i will never harm other if they are not disrupt me first.  I'm vicious, egoist, have a bad temper, individualist sometimes, i think i have all the bad character but sometimes its just not stay long of course. I'm human.  I made a mistake and will always do something that i may regret.  But i'm realize that all of that okay, if i can make it as a lesson to make my self better.  Of course for someone who do bad things to me i will not just be patient and defencelessness, i will make them pay. But i still have heart and my head could think to whats the best for me, for that time, whats the consequences, whats the impact from what i do.  Sometimes i will count all, sometimes i just lost that and decide to follow my heart.  For future we can't predict, for mysterious fate, i hope all of that can make me a better person.
So, based on wikipedia.com (I try to be a little bit scientific) there are two simple dichotomy from anger, passive anger and aggresive anger, passive anger expressed in dispassion, evasiveness, defeatism, obsessive behaviour, physchological manipulation, secretive behaviour, self blame and self-sacrifice and aggresive anger expressed in bullying, destructiveness, grandiosity, hurtfulness, manic behavious, selfishness, threats, unjust blaming, unpredictability and vengeance. Hmm I dont even really understand a few definition of them.  But we are getting upset sometimes, have a 'fire' in our heart, sometimes makes us release it to someone, or something.  Sometimes the anger is the stack of sadness that haunt for a long time.  Sometimes the anger is just another excuse for a dream that can't be achieved, a failed target, or a pressure from people so we make people suffer like we all do. Never can despite the fact that all of us is suffering.  We suffer from this life, even for the lowest level or life, we are suffer to live life.  Even just to keep alive day by day, we attack by this sense of boredom, and so many things that sometimes we just cant find the solution.  We can't have all the solution in life. We can't win all. We can't take everything.  We can't be okay everyday. That's the fact. That's natural and that is life.  Keep open your mind and try more to understand, even with people who have different idea, different perspective, fanatic person. Try more, try again.  Can't we just life in a peace?

Tuesday, April 30, 2013

Fate or random circumstance ?

picture here

At first i would so hesitant.  Can i feel something to someone again? Dont really think my past is traumatic but almost succeed make me pull my self out from a kind of feeling from before.  I try to accept some people but it just dont work.  Then i become so pessimist.  Until i meet someone i already know, then for the first time he just call me from 1am until +-4am.  We talk a lot about absurd things, but its just the feeling i can't forget.  I never talk so much to someone after about one year i break up with my ex.  With him i just talk shit and not important things.  Then next day i just can't stop smiling.  We practically ever meet about 4 years ago, but i never really know him. Then after a few conversation, voila. Don't understand the thought that hit me. To be with someone that so far away. And face the fact that we can't meet until next three months. Really don't know what i'm doing, practically not logic but can we go back to the fact that we just human?  *excusesss... Just have a rare feeling. But i think it is worth to try. I will try my best.  Hope he would do the same. 

Dear fate or random circumstance, thankyou very much.

Monday, April 15, 2013

Rivermaya

picture from here

Its amaze  how a song could be a time machine.  To bring my memories back to the past. When you and i still together.  I remember every detail when you are drive in my car, going home.  I turn this song, rivermaya- you'll be safe here.  You may not know what it means.  But i know, and i feel safe with you, i feel the time run slowly, just peace and comfortable to be around you. Your atmosphere.  

After decade, i still turn on this music in my car, wondering, are in the parallel universe we can still be together...

You are different person now, like i am.  And i can't go back to the past, because now i have my own future.  But the song that i turn everytime i getting lonely, makes me feel closer to you.  Like the moment we shared just happen yesterday.  Like you are still mine.   Freeze the time.  
I remember our first met, at the mosque we are literally speaks, our first date at cafe near my campus, my first kiss that seems to be the last.  I remember every detail like your fragrance, your smells, your skin, your coarse hair. I remember everything.  And this song just make it perfect.  This song can makes me feel you, like, i close my eyes, and sense your existence, my feeling when you around.

I dont care maybe its sounds silly.But I can accept my fate. Then i must face one important thing, all of that is just my memory, not yours.  But sometimes i just want something to remember, something that makes me escape from present and go back a little to amazing time i had in my past.  After that, i can be more appreciate for all the things i have now.  And remember the beautiful things, believe somewhere i would have chance to get this feeling again. I believe, don't you? :)

Nobody knowsJust why we're hereCould it be fateOr random circumstanceAt the right placeAt the right timeTwo roads intertwine
And if the universe conspiredTo meld our livesTo make usFuel and fireThen knowWhere ever you will beSo too shall I be
Close your eyesDry your tears'Coz when nothing seems clearYou'll be safe here
From the sheer weightOf your doubts and fearsWeary heartYou'll be safe here
Remember how we laughedUntil we criedAt the most stupid thingsLike we were so highBut love was all that we were onWe belong
And though the world wouldNever understandThis unlikely unionAnd why it still standsSomeday we will be set free.Pray and believe
When the light disappearsAnd when this world's insincereYou'll be safe hereWhen nobody hears you screamI'll scream with youYou'll be safe here
Save your eyesFrom your tearsWhen everything's unclearYou'll be safe here
From the sheer weightOf your doubts and fearsWounded heart
When the light disappearsAnd when this world's insincereYou'll be safe here
When nobody hears you screamI'll scream with youYou'll be safe here
In my armsThrough the long cold nightSleep tightYou'll be safe here
When no one understandsi'll believeyou'll be safe,you'll be safeyou'll be safe herePut your heart in my handsYou'll be safe here
Rivermaya

Sunday, April 14, 2013

Entah

Sebuah memori yang alpa kulupa. Enggan kuingat.  Semua tempat, momen dan cerita yang pernah terlalui bagaikan sebuah gelombang magnetik yang memantul dan menggedor alam bawah sadar untuk kembali tenggelam.  Setiap luka tidak pernah hinggap, karena hati pun enggan dan tidak siap.  Karena telah ada separuh dari sesuatu yang telah jauh hilang dan tak akan mungkin dilukai lagi.
Waktu bersamamu adalah cukup.  Segalanya. Dan sudah lebih dari cukup.
Aku tidak pernah meminta kembali, tidak pula memohon untuk mengulang kembali.  Setiap lembar lembar baru yang kumula hanya awal baru, petualangan baru dan cerita baru.  Masih belum cukup, dan tidak akan pernah cukup untukku. 
Aku memang terlalu ambisius untuk lupa, kemudian lelah mengingat, kemudian membiarkannya tenggelam kala ku lebih jauh berjalan ke tempat yang tidak pernah kuduga.  Hidup dalam sebenar-benarnya hidup.  Tanpa takut kehilangan sesuatu karena hal itu telah hilang, jauh sebelum aku menemukan.
Hidup adalah rimba yang tidak mampu kau tebak apa yang akan datang selanjutnya.  Tapi pula bukan tanpa hukum dan pola pola berulang untuk diprediksi.  Ketika yang bisa kujawab hanya entah, untuk memuaskan batin dan raga mengarungi semuanya, mempelajari semuanya.  Untuk membunuh waktu, mencari arti yang bahkan aku belum tau benar apa yang kucari.
Tidak akan pernah kehilangan makna ketika segala yang ditawarkan adalah loncatan demi loncatan untuk menguatkan masa lalu.  Memaafkan kealpaan yang kubuat sendiri untuk menenangkan diri.  Memberi alasan hati untuk berpijak kemudian melesat pergi.  Aku meminta maaf dalam ketidaktahuan.  Aku meminta maaf karena lupa mengingatkan, bahwa aku akan pergi dan meninggalkanmu. Segera setelah waktunya cukup.
Aku tidak mudah melupakan, juga bukan orang yang mudah menerima.  Tapi aku selalu membuka kesempataan kedua, namun pula tak ragu menutupnya.  Berjalan dalam roda roda yang ku tak tahu kemana, seorang pengamat, seorang penonton. 
Entah apa yang merasuki pikiranku ketika beberapa memori tentangmu masih saja kusimpan di recycle bin.  Tidak akan pernah ku-recycle lagi.  Tidak pula kuhapus utuh.  Kau cukup.  Tidak lebih dan tidak kurang.
Kau masih belum bisa kulupakan, hanya tempat ku berlari ketika aku dalam kejenuhan, untuk kemudian mengingat ingat masa yang telah lewat, kemudian lari dari tempatku sekarang. Semuanya lebih dari cukup.
Saat ini cukup.

Friday, March 29, 2013

At Your Hometown

At your hometown.  I sit around, wondering how is your life here, how you grow up, with who you spend your afternoon time, wondering what are you thinking when you look at this street.  
I still remember how you smile, how awkward your act when you stand beside me.  How you dizzy and look so anxious when you tell me your feeling. I still remember.
The first time we met at the mosque. Our silly chat and our boring talk, even our silly and rough debate.  The memory cant leave me alone even i try to escape.
So, here i am.  At your hometown, i try to face the truth, face to face.  To gather my fear facing your memory and the thought about you.  
The awkward moment when i smell your perfume, cheap perfume but cling to my nose, even my feeling to getting closer to you.  I judge you as a fool, silly and shallow.  But i respect you as an individual.  I respect your heart to each other, i respect your  anger, i respect the world behind your eyes.  Even for now, i'm not the part of it. It is relief to be detached from you. Your silly rules, silly perspective and silly protectiveness.  But i miss you too. 

For now, i will live my life as i know it.  Like a free bird, have a choice to descend upon any branch.  To be free to choose.  Free from other, even free from my self.  Through all the feeling i will feel.  Through all the up and down.  Without expect too much, but do what i can do.  Do what i love to do.  Without any regret, with my mind open to filter and collect the great things world offer me.  

picture from tumblr.com

Saturday, February 9, 2013

kepada yang kukecup keningnya

Wahai bintang yang terang
Cahaya yang hangat
Padang yang dingin dan tenang
Pagi berembun dalam nyanyian
Kepada yang kukecup keningnya
Tidak lagi mampu kulihat kesedihan di matamu yang indah
Cukupkan duka, sudahkan lara
Kuhapus matamu agar tak keluar lagi sendu
Kutiupkan mimpi di telingamu
Agar kau besok terbangun dan menjalani hidup lagi
Kau oase yang melesat di gurun gersang
Kau nyala api dalam malam
Yang tak pernah padam
Ceritamu tak pantas mati
Pasangmu tak perlu surut
Melesatlah,
Terbanglah tinggi setinggi tingginya
Jangan lagi menoleh ke belakang
Kepada yang kukecup keningnya
Selamat tinggal
Biarlah aku hancur berkeping
Asal cahaya di matamu yang gelap itu
Tidak mati, tidak pula meredup

Pontianak, 14 September 2012

you can listen i read it here : https://soundcloud.com/karinaoktriastra/kepada-yang-kukecup-keningnya :)