Showing posts with label ir. Show all posts
Showing posts with label ir. Show all posts

Monday, September 15, 2014

My Midnight Coffee

Some people dont understand why i need a coffee in the middle of the night.  Dont you want to go to sleep, he said.  No, i reject politely.  You cant questioned about what i want, you cant tell me what to do, you dont ask me what i dont want to do.

My midnight coffee is my ritual.  To call your presence, to remind me about the good things.  One last shot, i said.  There always be my one last shot.  To calling you back.  When i'm lonely or clueless about this life, when i need somewhere to escape.  A chance to keep close with your memories.  An opportunity to embrace all i have with you, all the thought, all the vision.

They tell me i can't move on with my life and stop looking for someone else.  They are wrong, i just feeding your soul in my memories so you wont fade away, i am move on with my life, but i carry you inside of me.  Cause we are temporary, but that love you bring to my life is permanent and forever. Time never beat ours.  I promise you.

Tuesday, May 20, 2014

Haunted

I hear your presence calling.
The memories that linger in the shadow after midnight.
Its empty, and full at the same time.
You comes, completed the loneliness.
Accompany on sadness.
Haunted the reverberate of silence
Absence on a marathon dream that never ended.

I hear you calling.
To be present.  To be bold.  To be exist.
In the deepest dark side of me.
You are in every inch of me.

I will never get rid of you.

In my head,
in my heart,
in my mind.

you'r made to be eternal.
to be forever.

Saturday, April 12, 2014

Rumah

Sejauh apapun kamu berjalan, mengingkari takdir.
Menjauhi perasaan yang telah bertahun tahun pergi.
pada hatimulah, 

rasaku kembali.

Sunday, April 6, 2014

maukah k(a)u menunggu?

Seorang perempuan yang menunggu, menanti benang takdir, menitinya satu demi satu. Suatu ketika ditanyakanlah kepadanya seberapa lama ia menunggu, seberapa jauh ia mampu berjalan. Tetapi jalan itu bukanlah jalan yang sama, seperti dahulu, bukan pula jalanan yang telah lama ia kenal.  Jalanan itu telah berubah, mengganti waktu, menggerus keyakinan untuk berganti.  Kemudian bertemulah ia di persimpangan jalan, bertemu kembali untuk ragu dan mencoba percaya. Tapi di suatu tempat, sedekat hatinya untuk meragukan jalan yang sedemikian jauh ia lalui, serentang jauhnya untuk meyakinkan.  Ia pernah bertanya kepada harapan,  untuk menunjukkan perjalanan yang tiada simpang.  Dimanakah letak wajahnya yang dahulu, yang dikenalnya seperti takdir pertama mempertemukan, seperti kenangan dan ingatannya yang masih mengingat semua.  Jalanan itu masih sama, seperti dahulu, dengan cemara dan kursi melingkar, tapi tiada lagi dia.  Keyakinan itu hanya setipis benang, merentang dari jauh tetapi rapuh oleh waktu.  Tapi perempuan itu sudah terlalu habis dalam pilihan.  Terlalu teguh dalam pendirian untuk terus menuju, waktu demi waktu.  Angin menanyakan kepadanya, akankah ia kalah oleh waktu, akankah ia kekal dalam ilusi, pantaskah ia mati demi tak berganti?
Lalu kembali kutanyakan padanya, maukah kau menunggu keyakinanku? yakinkah kau akan kemauanku?
"entahlah," ucapmu berbisik pada hati yang enggan berjanji.

Wednesday, November 20, 2013

Sebuah tanda titik

denganmu, aku pernah belajar jatuh cinta, berulang ulang kali
begitu pula dengan patah hati dalam tangisan yang lerai berhari
mencintaimu, pernah menjadi beban bagi diriku sendiri
sedang merelakanmu, kini adalah kelegaan bagi hatiku sendiri
dan sebuah bahagia untuk awal yang baru, bagimu.

Maka masa lalu adalah tempat dimana kita tiada berpijak
waktu bukan menjadikannya tiada
hanya terlampau buru buru meninggalkan kita
yang suatu hari nanti akan melabuh jangkar
tak terjangkau di tempat yang terlampau jauh untuk aku gapai

saat ini, telah lain dalam hati hingga percuma memaksa
karena momen yang terperangkap dalam lalu
tak akan kembali

hati ini telah jauh, jatuh
pergi dan tumbuh
airmata pun telah mengering
berganti tawa dari yang lain

kita, jauh suatu hari nanti
memang tiada akan ada lagi

pontianak, 20 november 2013

Saturday, October 5, 2013

Jika

Jika saja aku tahu, malam itu adalah malam terakhirku melihatmu, maka tidak akan ada lagi cerita yang keluar dari mulutku tentang hari yang berat, cuaca yang buruk dan keluh tentang ketidakberadaanmu.  Jika saja aku tahu lebih cepat, semua ini akan berakhir, secepat aku memejamkan mata dan terbangun dengan cintamu yang telah hilang. Mungkin aku akan belajar memahamimu lebih lama lagi, lebih tabah lagi.  Jika saja aku tahu dari awal, cintamu yang akan hilang begitu saja, maka mungkin aku tidak akan belajar mencintaimu sama sekali.  Aku akan lebih menikmati waktu bersamamu, setiap menit, setiap detik.

Jika saja aku punya kesempatan kedua, untuk mengenalmu lagi.  Memutar waktu untuk kembali saat pertama kita berjumpa, memutar langkah untuk menjaga agar mungkin kau akan bertahan lebih lama.  Mungkin hal yang aku lakukan akan berbeda, dan kau tidak akan pergi begitu saja.

Tapi mungkin jika ada jika, hidup tidak akan pernah beranjak maju,

dan aku tidak akan pernah bertemu denganmu.

Monday, September 30, 2013

Rumah

Kupanggil ia rumah.
Karena di hatinya hatiku bernaung, tak mau pergi

kupanggil ia rumah.
karena setiap kali langkah kakiku melangkah pergi
selalu menyeret setiap ingin untuk kembali

kupanggil ia rumah.
karena meski telah seribu caci maki
selalu ada seribu satu maaf seketika dari hati

kupanggil ia rumah.
karena meski pintu pagar telah tertutup
dan pintu depan telah terkunci
selalu ada cemas dan harap untuk diterima kembali

kupanggil ia rumah
karena mudah saja, untuk selalu mencintai kembali.
berulang ulang kali.
berulang ulang kali.
berulang ulang kali.

Pontianak, 30 September 2013

Saturday, June 8, 2013

dini hari itu

ada yang kurang dini hari itu
sejanggal secangkir kopi yang kubuat susah payah
lalu tak kau minum seperti biasanya

ada yang hilang dini hari itu
setaknyaman matamu yang tak lagi menatap mataku
meninggalkan bisu

ada yang mengganjal dini hari itu
serunyam hatiku di kala kau datang senja itu
tapi tak lagi ada rasa

ada yang tak beres dini hari itu
ketika kudekap dan kau meminta maaf
untuk dosa yang tak pernah kau perbuat

ada yang kuketahui sejak lama di dini hari itu
yang kusadari sejak lama
namun tak mampu terkata

ada yang kupahami sejak lama di dini hari itu
cinta itu buta
dan maaf kan datang begitu saja

begitu saja
seperti pagi ini
...

Monday, April 15, 2013

Rivermaya

picture from here

Its amaze  how a song could be a time machine.  To bring my memories back to the past. When you and i still together.  I remember every detail when you are drive in my car, going home.  I turn this song, rivermaya- you'll be safe here.  You may not know what it means.  But i know, and i feel safe with you, i feel the time run slowly, just peace and comfortable to be around you. Your atmosphere.  

After decade, i still turn on this music in my car, wondering, are in the parallel universe we can still be together...

You are different person now, like i am.  And i can't go back to the past, because now i have my own future.  But the song that i turn everytime i getting lonely, makes me feel closer to you.  Like the moment we shared just happen yesterday.  Like you are still mine.   Freeze the time.  
I remember our first met, at the mosque we are literally speaks, our first date at cafe near my campus, my first kiss that seems to be the last.  I remember every detail like your fragrance, your smells, your skin, your coarse hair. I remember everything.  And this song just make it perfect.  This song can makes me feel you, like, i close my eyes, and sense your existence, my feeling when you around.

I dont care maybe its sounds silly.But I can accept my fate. Then i must face one important thing, all of that is just my memory, not yours.  But sometimes i just want something to remember, something that makes me escape from present and go back a little to amazing time i had in my past.  After that, i can be more appreciate for all the things i have now.  And remember the beautiful things, believe somewhere i would have chance to get this feeling again. I believe, don't you? :)

Nobody knowsJust why we're hereCould it be fateOr random circumstanceAt the right placeAt the right timeTwo roads intertwine
And if the universe conspiredTo meld our livesTo make usFuel and fireThen knowWhere ever you will beSo too shall I be
Close your eyesDry your tears'Coz when nothing seems clearYou'll be safe here
From the sheer weightOf your doubts and fearsWeary heartYou'll be safe here
Remember how we laughedUntil we criedAt the most stupid thingsLike we were so highBut love was all that we were onWe belong
And though the world wouldNever understandThis unlikely unionAnd why it still standsSomeday we will be set free.Pray and believe
When the light disappearsAnd when this world's insincereYou'll be safe hereWhen nobody hears you screamI'll scream with youYou'll be safe here
Save your eyesFrom your tearsWhen everything's unclearYou'll be safe here
From the sheer weightOf your doubts and fearsWounded heart
When the light disappearsAnd when this world's insincereYou'll be safe here
When nobody hears you screamI'll scream with youYou'll be safe here
In my armsThrough the long cold nightSleep tightYou'll be safe here
When no one understandsi'll believeyou'll be safe,you'll be safeyou'll be safe herePut your heart in my handsYou'll be safe here
Rivermaya

Sunday, April 14, 2013

Entah

Sebuah memori yang alpa kulupa. Enggan kuingat.  Semua tempat, momen dan cerita yang pernah terlalui bagaikan sebuah gelombang magnetik yang memantul dan menggedor alam bawah sadar untuk kembali tenggelam.  Setiap luka tidak pernah hinggap, karena hati pun enggan dan tidak siap.  Karena telah ada separuh dari sesuatu yang telah jauh hilang dan tak akan mungkin dilukai lagi.
Waktu bersamamu adalah cukup.  Segalanya. Dan sudah lebih dari cukup.
Aku tidak pernah meminta kembali, tidak pula memohon untuk mengulang kembali.  Setiap lembar lembar baru yang kumula hanya awal baru, petualangan baru dan cerita baru.  Masih belum cukup, dan tidak akan pernah cukup untukku. 
Aku memang terlalu ambisius untuk lupa, kemudian lelah mengingat, kemudian membiarkannya tenggelam kala ku lebih jauh berjalan ke tempat yang tidak pernah kuduga.  Hidup dalam sebenar-benarnya hidup.  Tanpa takut kehilangan sesuatu karena hal itu telah hilang, jauh sebelum aku menemukan.
Hidup adalah rimba yang tidak mampu kau tebak apa yang akan datang selanjutnya.  Tapi pula bukan tanpa hukum dan pola pola berulang untuk diprediksi.  Ketika yang bisa kujawab hanya entah, untuk memuaskan batin dan raga mengarungi semuanya, mempelajari semuanya.  Untuk membunuh waktu, mencari arti yang bahkan aku belum tau benar apa yang kucari.
Tidak akan pernah kehilangan makna ketika segala yang ditawarkan adalah loncatan demi loncatan untuk menguatkan masa lalu.  Memaafkan kealpaan yang kubuat sendiri untuk menenangkan diri.  Memberi alasan hati untuk berpijak kemudian melesat pergi.  Aku meminta maaf dalam ketidaktahuan.  Aku meminta maaf karena lupa mengingatkan, bahwa aku akan pergi dan meninggalkanmu. Segera setelah waktunya cukup.
Aku tidak mudah melupakan, juga bukan orang yang mudah menerima.  Tapi aku selalu membuka kesempataan kedua, namun pula tak ragu menutupnya.  Berjalan dalam roda roda yang ku tak tahu kemana, seorang pengamat, seorang penonton. 
Entah apa yang merasuki pikiranku ketika beberapa memori tentangmu masih saja kusimpan di recycle bin.  Tidak akan pernah ku-recycle lagi.  Tidak pula kuhapus utuh.  Kau cukup.  Tidak lebih dan tidak kurang.
Kau masih belum bisa kulupakan, hanya tempat ku berlari ketika aku dalam kejenuhan, untuk kemudian mengingat ingat masa yang telah lewat, kemudian lari dari tempatku sekarang. Semuanya lebih dari cukup.
Saat ini cukup.

Friday, March 29, 2013

At Your Hometown

At your hometown.  I sit around, wondering how is your life here, how you grow up, with who you spend your afternoon time, wondering what are you thinking when you look at this street.  
I still remember how you smile, how awkward your act when you stand beside me.  How you dizzy and look so anxious when you tell me your feeling. I still remember.
The first time we met at the mosque. Our silly chat and our boring talk, even our silly and rough debate.  The memory cant leave me alone even i try to escape.
So, here i am.  At your hometown, i try to face the truth, face to face.  To gather my fear facing your memory and the thought about you.  
The awkward moment when i smell your perfume, cheap perfume but cling to my nose, even my feeling to getting closer to you.  I judge you as a fool, silly and shallow.  But i respect you as an individual.  I respect your heart to each other, i respect your  anger, i respect the world behind your eyes.  Even for now, i'm not the part of it. It is relief to be detached from you. Your silly rules, silly perspective and silly protectiveness.  But i miss you too. 

For now, i will live my life as i know it.  Like a free bird, have a choice to descend upon any branch.  To be free to choose.  Free from other, even free from my self.  Through all the feeling i will feel.  Through all the up and down.  Without expect too much, but do what i can do.  Do what i love to do.  Without any regret, with my mind open to filter and collect the great things world offer me.  

picture from tumblr.com

Monday, January 14, 2013

Deepest Regret

Sometimes in the middle of the night, or when i'm alone, sitting and wondering.  There is something that comes to my mind and haunt me, annoy and distract my feeling.  Its full me up then i feel sad about it.  Regret.

Regret is a negative conscious and emotional reaction to personal past acts and behaviours.  Regret is often expressed by the term 'sorry'.  Often feeling of sadness, shame, embarrassment, depressiom, annoyance or guilt, after one acts in a manner an later wishes not to have done so (said wiki).

Maybe wiki could choose words to decribe about what i feel even i can't decribe a right words to express it enough.  That something in your past haunt you, left a big hole in your heart that you know no one can fill it again, even you try over and over again.  That no one can replace and erase your memory about the beautiful things, at once the regretful things that even it just comes to you as a flash you will feel a pain, dissapoint, angry, etc that makes your feeling is not good.  Something that unfinished yet but you can't make an action to finish it, something that you can't handle then over and over again humming in your hearts, ears then your eyes. Something that comes to you asking for something you can't aswer.  Something haunt you but you can do anything to fix because its already over.  Something that you must let go but it'll come back again, then you realize you can't.  Or you won't let it go.

Something that you want forget, you want to let go but you end up missing it again and again because you know it is the last thing left that you can stay with.  Something that makes you feel best but also hurt you with the biggest pain, something that you never feel before.  Something that makes you change and be better better person and learn from what ever happened.  Something, that used to be someone.  Who fill you.  Someone that you regret to know, but also thankful to know.  Someone that you want to forget but you can't.  Someone who give you biggest lesson that hardly to get over it.  Someone who is stranger to you now.  Can I?



Thursday, September 6, 2012

Sedikit Lagi

masih ada sesak yang tersisa
ketika tangis yang keluar
menunggu

ketika kerlingan yang aneh dari sudut matamu
menghancurkanku

masih ada hari hari yang tersisa
sebelum kita saling meninggalkan satu sama lain
dan takkan bertemu sama lagi

masih ada sedikit lagi waktu menyisakan
hari hari terakhir
aku menemukanmu di tempat ini
di tempat semuanya berawal

berakhir tidak akan lama lagi
ketika kita kembali
ke jalan kita masing masing
dan tidak akan pernah
saling menemukan lagi

aku tidak ingin mengucapkan selamat tinggal
aku tidak pernah mau kehilangan kepastian menemukanmu di sudut itu
meskipun semuanya sudah tidak akan pernah sama lagi
meskipun semuanya akan saling meninggalkan, tidak dalam keabadian

selamat tinggal sebentar lagi
kita akan menemukan jalan
untuk tidak pernah saling menemukan

dan untuk hari itu
kusiapkan hati
agar tidak tumpah
dan mengemis
sisa sisa kenangan
yang manis namun menjadi pahit

*ir