Showing posts with label #pensieve #memories. Show all posts
Showing posts with label #pensieve #memories. Show all posts

Sunday, May 26, 2019

Lightening Struck


Pikiran adalah sesuatu yang selalu memunculkan hal hal yang menakjubkan.  Sekalipun diam dan tak beranjak di tempat, kadang pikiran adalah salah satu hal yang bisa membuat kita mengembara tanpa perlu pergi kemana-mana.

Di masa-masa yang berat dalam hidup, kadang saya suka memejamkan mata, kemudian berimajinasi.  Sebuah tempat yang tenang, damai, rumput yang hijau dimana saya berbaring, menengadah ke langit, melupakan duka dan khawatir khawatir yang tidak perlu.  Tidak ada siapa-siapa, hanya saya sendiri.  Jauh dari bising dan hiruk pikuk kesibukan serta keinginan keinginan semu.  Hanya hal hal yang sederhana.  

Kemudian selintas saya mengingatnya, orang-orang yang membuat saya tersenyum, yang telah melakukan hal hal yang luar biasa, orang-orang yang ada untuk hanya sekedar 'ada', orang-orang yang hadir sebagai penyembuh 'luka' dengan suara tawanya, orang-orang yang berusaha lebih, memperhatikan saya lebih, dan menjaga saya dalam hidup.  Untuk ada sebagai yang hanya lalu lalang, menemani kala senggang, atau memang sengaja datang untuk mengobrak-abrik perasaan dan menyakiti, sekalipun mungkin tidak bermaksud.  

Mungkin, kita memang tidak pernah benar-benar ditinggal sendirian.

Thursday, April 4, 2019

LAST MIDTERM OF THE YEAR

Bandung, 4 April 2019
03.16 pm

Menuju semester terakhir.  Ah, aku akan tidak merindukan-sekaligus merindukan ini, belajar, membaca, bertemu orang-orang dengan tujuan yang sama, berdiskusi, menyimak pemikiran-pemikiran, bertanya, berdebat.  Aku kira hal-hal itulah yang mahal dari sebuah perkuliahan, memaksa dan mendorong diri untuk belajar, mengerjakan tugas-tugas.  Kalau kata papaku dulu ketika memasukkan ke klub bulutangkis, kita membayar mahal-mahal seorang pelatih karena sebenarnya tidak mampu mengerjakan dan menyuruh diri kita sendiri untuk latihan, meskipun rutinitas latihan yang dilakukan sudah dihapal luar kepala, tetapi latihan perlu untuk memaksa orang memaksa diri kita untuk terus melakukannya.  Ironi tapi ya, begitulah manusia (aku juga) dan kemalasan-kemalasannya. haha.

Meskipun menyukai pengetahuan, tetapi mengerjakan tugas tugas dan (terpaksa) menulis topik topik yang secara pribadi tidak membuat kita tertarik adalah hal yang cukup berat, terlebih perasaan tidak puas terhadap tugas-tugas yang dikerjakan, kemandekan pikiran, semangat ingin membuat sesuatu yang spektakuler, imajinatif dan terobosan tentu akan selalu terbentur akan realitas, daya dukung, pengetahuan empiris dan riset-riset ilmiah dengan segala keterbatasannya.  Tentu kita juga tidak mau membuat sesuatu yang sangat judgemental dan penuh asumsi-asumsi kosong tak berlandas.

Hal lain yang menarik adalah tentu, bertemu orang-orang, subjek penelitian, mempelajari bagaimana perilaku mereka, cara berpikir, dan tentu garis besarnya: masalah yang mereka hadapi di kehidupan mereka serta dengan analitik (sok tahu) mencoba memberikan solusi, rekomendasi, alternatif skenario yang idealnya, bisa membuka mata dan dilakukan oleh subjek demi kepentingannya sendiri. Mencoba berempati dan memposisikan diri menjadi (orang) yang diteliti.  Meskipun kadang muara akhir dari penelitian penelitian adalah : sosialisasi, edukasi dan hal hal semacam itu.  Kurasa manusia sebagai garis besar penelitian sosial akan terus berkutat pada kompleksitas manusia dengan macam macam kepentingan dan latar belakangnya, karena itulah sumber pengetahuan mengenai manusia tidak akan ada habisnya.  Dinamis, multidisplin, kompleks namun juga saling mempengaruhi satu sama lain.

Hingga pada akhirnya, pada minggu UTS ini, yang berarti sisa kuliah tinggal 9 minggu lagi sebelum UAS dan menyusun tesis. Hatiku hanya harap harap cemas semoga tambah rajin dan beruntung (?) melalui semuanya dengan lancar dan bisa menikmatinya pelan-pelan sebelum kembali rutinitas kantor.  Yeay.

Saturday, November 10, 2018

Mungkin Saja

“Sebentar lagi” katanya
hujan masih rintik rintik di luar
udara mulai dingin menusuk
menunggu tidak pernah asik
terutama, menunggu yang tidak kau tunggu

ia seperti obat
pahit, dan tidak kuinginkan
tapi setidaknya, memulihkan

di hadapnya, aku adalah matahari
yang dari jauh ia puja

karena aku tidak seperti yang biasa
karena rasa itu tidak pernah ada

mungkin aku tidak ingin sendirian
tidak sekarang 

kemudian dengan berbinar ia datang
membawa sebuket bunga
aku tersenyum
andai saja,
andai saja

kau adalah dia

mungkin aku akan baik baik saja
mungkin

10/11/18

Thursday, November 8, 2018

Untuk Cinta Yang Paling Pertama


Jika bisa kulukiskan
Cinta pertama
Adalah pagi yang merekah
Dan hati yang hangat
Perasaan yang masih tak karuan
Senja masih belum terbayang

Yang aku pikirkan kala itu
Hanya debar debar
Aku masih mengingatnya
Lagu ‘sempurna’ – andra
Kau nyanyikan di dekatku pada istirahat kelas
Diantara gitar dan suaramu yang malu malu

Sebagai orang yang tak pernah banyak bicara
Kau membuat temanku jatuh cinta
Setiap hari ia bercerita kepadaku
Bagaimana ia jatuh kepadamu
Aku tak pernah melihatmu
Di pojok belakang, tak pernah kelihatan

Celaka, diam diam mataku kini melihatmu
Jatuh pada setiap kata yang tidak kau ucap
Cerita ceritamu pada kala istirahat

Aku, yang kala itu hanya ingin mengenalmu
Karena telah terlalu banyak mendengar cerita
Jatuh hati diam diam

Dan apa yang bisa aku lakukan,
Ketika kau menyatakan
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku, akan selalu memujamu

Seperti lagu itu.
Aku tau
Kau begitu sempurna
Untuk cinta yang pertama

Yang masih suka aku ingat

*Kala itu Pontianak, 2009

Friday, October 5, 2018

When a love dies, the flower bloom #dailyjournal


Its so romantic, for waking up in the morning, feel the fresh air, cold weather, and then just run while playing my favorite song.  I just waking up at 1 am, working for my assignments and next exam.  Feeling motivated.  At the other day, i may end up trying to sleep so hard or push my self.

The 'Gary-Effect' still have me on, some valuable shit that runs in my head is, dont try to be anybody else.  For him, his process is waking up at 4.30, work for 15 hours at the liquor store and just watching movies at December, once or twice in a year, but its okay he said, its his process.  Find yourself so you know whats makes you happy, whats the process that compatible for you.  Its kinda life-changing daily routine for me.  That sometimes feeling so guilty about not waking up in the morning, feel really sleepy around 8-10 a.m because i cant be productive and cant done anything.  Than i realize that maybe working early is just not my thing, i feel so productive and can have things done around night, for now, its sleeping so early, around 7 pm and then wake up at 11 pm, studying until 6 am, have a jogging while enjoy the weather and music, and have a fresh bath, then sleeping.  For now, its my best system. lol.  Even i think its the weird system, but i can accomplish most of my job without being so guilty about not waking up at people's time.  Maybe next time around i will have a problem if  i have a daily-day 7 am to 3 pm job if im going back to the hometown.  But i still have almost a year to find my system and make the best of what im gonna do with my time.  

Its weird that the time is so elastic, to people who enjoy it, or want to end it.  Before, i feel that i really want to be busy like my old habbit, cause i do the 7 am-3 pm job, but for now, i should adapting to my new-different-kind of bussiness, about what i have now, about what kind of hustle i can do for now, being busy in front of the computer, writing, reading books about my topics.  Its different kind of business cause i must deal with my self, my laziness, i must know my self enough so i can have a strategy to deal with my problem and weakness.  I am getting old already, at least i want to enjoy my time with something that makes me happy but also makes me optimalize and leash my best performance.   Cause now, i have many goals to keep me busy in daily basis.  The different think about being busy and lazy, is just a leverage.  I hope i will keeping the perspective in mind to keep me motivated and gonna be the reason for me to happily wake up in the morning.

Bandung, 5 October 2018

Wednesday, October 3, 2018

Early Morning In The City #journal


Bandung, 3 Oktober 2018

There's an emptiness, that hollow in the city full of things.  So many dreams, hope, books, passion, movies.  I can be anything.  Its like a pressure that keep me wonder in the middle of the road when most of people want something else, different people gonna be want different things, but its okay, because, i'm not that person, i have my own thing, my own way.  

Its a different path, its a different road we take.  We never know, where the road take us.  But we try and learn to enjoy the proccess, the beautiful thing in between.  In the middle of hustling and dreaming.  This city makes me dream, so long.  To be longing.  To be with somebody else to enjoy all the piece of the town.  I love the big city things, but something in the small town i miss, something that turns to someone, like you.  But even when i came back, you are not there anymore.  Its feel like i'm in a loop, i am confused, dizzy, and cold.  Nothing left for me.  The feeling of falling.  I dont have anyone else like you, again. Of course.

I love all the piece of you, all the wrong things and the broken hearted.  I like all of it.  I want all of it.
But its always a time for me, to continue the journey, without knowing whats in the end of the road.  Maybe its something, maybe its nothing.  But, i'm already falling in love with the beautiful trips.  Thankyou for be there. Just something in the imagination.

Monday, September 10, 2018

Malang, Jawa Timur #myshortvacation

Mt. Bromo

Pantai Bale Kambang

Sunrise Point Bromo

Pantai Teluk Asmoro

Coban Pelangi

Rasanya, sudah lama tidak melakukan perjalanan yang panjang.  Sudah kehilangan beberapa teman dekat untuk trip, yang kini sudah sibuk dengan kehidupan barunya masing-masing.  Rasanya akhir akhir ini ada perasaan janggal yang menyelinap, damai, tenang, sekaligus excited.  

Entahlah.  Beberapa hal baru dalam hidup kadang mengantarkanku mengingingkan hal-hal yang lain, atau bahkan sanggup untuk melepaskan keterikatan tentang beberapa hal di dunia.  Rasanya, kita datang dengan tidak membawa apa-apa, dan tak harusnya menuntut apa-apa. Menjalani hidup, dengan tidak terlalu banyak harap yang membuat cemas, tidak takut akan ada yang terlewat, hanya berjalan, seperti, yang ditakdirkan akan menemukan jalannya sendiri.

Seperti itulah pengalaman yang aku rasakan pada saat trip kali ini, kadang ada hal hal dimana kita sudah berusaha, tetapi masih gagal, justru membuat kita terdampar pada hal-hal yang lebih baik.  Melewatkan kesempatan-kesempatan yang kita usahakan, rupanya mengantarkan kita pada hal-hal yang baru, jalan yang lebih baik.  

Jadi, untuk apa kita takut pada kegagalan dan ketidakberuntungan?

Semuanya hanyalah bola yang bergulir, kita tidak bisa menghentikannya menggelinding, kita harus merasakan semua untuk jadi utuh. Genap. Dan sedikit memaksa diri untuk menikmati, setiap sisinya. Jika tidak, hanya diri kita sendirilah yang akan merugi dan sulit berbahagia. 

Bandung, September 2018

Thursday, August 9, 2018

Aku Ingin #journalofthoughts


Aku ingin
menggenggam angin
terbang bebas di udara
terjun dalam telaga

berlarian bebas
tanpa prahara

aku ingin
hidup sebebasnya
terluka sepuasnya
kemudian pulih
dan berani mencinta

aku ingin
berdua dengan diriku sendiri saja
bercerita dan menumpahkan semua cerita

aku ingin
pergi dan berlari
sendiri saja

aku ingin
mengobati hati yang luka
membahagiakan diri yang satu satunya

aku ingin
hidup dan mengejar
tantangan dunia
sibuk hingga petang
lelah hingga gelap
memenuhkan pikiran dengan
semua hal

hingga akhirnya
beristirahat
dengan lelap

mungkin pada akhirnya
hati sudah kehilangan hasrat

ia berkata padaku,
aku tidak lagi ingin menunggumu

bdg, 9/8/18

Saturday, July 7, 2018

When Its Getting Cold #FanFiction

2.47 a.m

Udara di Bandung kali ini mencapai suhu terendah, 16 derajat, lowest point. Yeah, right, like what i feel right now. I can say and tell you all, this is the lowest point of my life too. Lowest or the most confuse? I cant tell.
  
Bagi beberapa orang, titik terendah mungkin ketika mereka mendapatkan masalah yang besar atau apa aku tidak tahu.  Tapi bagiku, titik terendahku adalah, momen ini, momen sekarang.
Aku harap aku bisa jelaskan, bagaimana rasanya? Bingung?

Tapi aku bahkan tidak sanggup mengutarakan perasaan apa itu, kehilangan? rindu? masih bisa berbicara dan bertemu seseorang tetapi orang itu telah benar benar berbeda? seperti kau ingin mengucapkan perpisahan dan melupakan, tapi kau masih tidak bisa.

Karena orang itu masih ada di hidupmu, kau masih bertemu dengannya, tapi dia sudah benar benar berubah.  Dia masih membuatmu tertarik, tapi dengan cara yang benar benar berbeda, mata yang sudah tidak seperti dulu melihatmu.
Bagiku, itu lebih buruk dari kehilangan.  Itu seperti... terlupakan, terpinggirkan pelan pelan hingga akhirnya semuanya akan menghilang.

Mungkin semuanya adalah salahku yang dari awal terlalu banyak berharap dan menanamkan keinginan keinginan, untuk terus berada lama, menarik narik memori, tapi tentang hal yang aku pelajari, momen terbaik tidak akan pernah datang lagi.

But he said, everything gonna be okay.
I just need to hold on.
So I will stay here, 
waiting for miracle that i know never gonna happen to my ordinary life.
I dont know.

Bdg, 7/7/2018

Friday, June 15, 2018

Reverie- Review TV Serial dan Hal Hal Tentang Mimpi

Entah mengapa, aku selalu menemukan diriku tertarik kepada hal-hal yang berhubungan dengan mimpi.  Terutama, aku sering sekali bermimpi, pernah ada masa-masa dimana sekitar delapan bulan, aku bermimpi setiap hari dengan berbagai macam bentuk.  Kadang, mimpi itu memberikan aku perasaan yang aneh, perasaan yang ganjil ketika bangun. Aku tidak tahu apakah hal itu berhubungan dengan situasi baru saja putus cinta atau apa, meskipun kadang aku tidak hanya bermimpi tentang pacar yang dulu.  Tapi juga ada satu-dua mimpi yang ganjil tentang dia, seperti duduk di sebuah padang rumput hijau sambil berpegangan tangan dan berbicara tentang hari hari, terasa nyaman. Hal itu kadang membuatku terbangun di pagi harinya dan merasa sedih untuk tidak akan lagi menemukan orang yang seperti dia.

Mimpi, dari beberapa tulisan yang aku baca adalah simbol, hal hal yang lalu lalang di alam bawah sadar yang kadang muncul saat kita tertidur dan memberikan sinyal-sinyal akan realitas.  Terkadang alam bawah sadar juga menunjukkan bagaimana kita sedang membutuhkan sesuatu, menginginkan sesuatu yang bahkan mungkin kita belum sadar apa yang kita mau.

Kemudian beberapa waktu yang lalu saya menonton tv serial baru, yaitu Reverie, yang merupakan sebuah cerita dimana ada perusahaan swasta yang mengembangkan realitas di dalam mimpi, dengan cara memasukkan ingatan-ingatan dan memori sehingga kejadian-kejadian itu akan benar-benar kita rasakan pada saat kita tertidur, yang kemudian akan dipasang sebuah program untuk membentuk mimpi yang ideal itu.  

Hal tersebut jadi kacau ketika beberapa orang, menjadi terlalu nyaman di alam mimpi, dan kemudian tidak mau bangun lagi, terlalu menikmati rekayasa kejadian-kejadian yang ingin mereka ulang.  Dalam hal ini, memori memori indah tentang seseorang, yang sudah tidak lagi ada.

Menjadi hal yang ajaib memang, sebuah mimpi akhirnya menjadi sebuah semesta alternatif, yang bisa memenuhi hasrat dan kebutuhan, diantara kegagalan dan ketidakpuasan kita terhadap dunia.

Beberapa momen langka dalam hidup, seperti jatuh cinta, bertemu seseorang yang benar-benar kau sukai, terkadang sulit untuk kau temui, sulit untuk didapatkan kembali.  Untuk kemudian kita akan menyadari, betapa sesungguhnya kehidupan itu sangat rawan, kita tidak bisa benar-benar memastikan kita akan bahagia, atau menemukan momen yang benar-benar membuat kita bahagia.  Kita juga bisa mengalami sebuah momen yang tidak terlupakan, kemudian kita kehilangan, lantas hidup-hidup kita selanjutnya bisa saja menjadi sangat membosankan dan hal yang membahagiakan itu menjadi hal yang terakhir yang kita alami.

Lantas, kemudian kita terjebak pada mimpi-mimpi, kenangan yang indah, memori-memori yang baik, yang membuat kita ingin mengkristalkannya, mencoba merekayasa momen hingga kita bisa merasakan hal hal yang membahagiakan yang pernah kita rasakan.  Dan kemudian melupakan hal hal yang membosankan dan mengecewakan.  Tapi kita tidak bisa.

Momen hanya untuk tercipta pada saat momen itu ada.  Masa kini hanya bisa jadi masa kini.  Dan sejauh-jauhnya jarak adalah masa lalu, karena dia tidak akan pernah terulang sama persis dan kembali.  Tidak ada yang bisa diharapkan pula dalam masa lalu yang kembali di masa kini karena semua hal berubah, tidak ada yang pernah benar-benar sama lagi.

Betapa waktu menjadi berkah sekaligus kutukan.  Mengajarkan manusia berkali kali untuk ikhlas, memberikan maaf, dan merahasiakan masa depan agar tidak berputus asa.  Dan tentu, mencoba sungguh-sungguh untuk menghargai mahalnya hari dan momen saat ini yang tidak akan terulang lagi tepat sama.

Selamat menjalani kehidupan dan mimpi-mimpi.

Tuesday, June 12, 2018

sepertinya aku sedang bermimpi

7.54 pagi, 11 Juni 2018

Sebuah notifikasi membangunkan tidurku, pesan darimu.
"apakah aku bermimpi?"

Sebuah pesan yang aku kirimkan dua hari lalu, akhirnya kau balas.  Dan berlanjut, hingga 11.58.

Apakah aneh rasanya kalau aku akan melakukan apa saja, hanya untukmu? hanya untuk menunggu hal hal kecil.  Hanya untuk merasakan hal hal kecil dan sederhana seperti sapa dan mendengar bagaimana kau berbicara.

Aku menyukaimu, sekecil kesempatan itu dan sebesar rasa acuhmu, entah bagaimana kau mampu menghidupkan hari hariku, menjadi tak mati dan menjemukan.  Salahkahku memintamu menyelamatkanku dari kehidupan?

aku senang bermimpi sendiri, membayangkan hal hal yang akan terjadi.  Hingga mati di pelukmu.  Tidak perlu lagi menunggu, tidak perlu lagi ragu ragu dan melangkah dengan hati hati pada setiap langkah kaki.  Karna aku ingin selamanya di dekatmu saja.  Berkeliling dunia untuk kemudian menghabiskan penghujung hari bersama genggam tanganmu.

Hidup bukan lagi mengejar hal hal yang orang lain inginkan.  Aku telah sampai pada masa ini, dimana aku hanya ingin merasakan keajaiban-keajaiban.  Tentang bagaimana aku bisa mencintai seseorang dengan begitu menyenangkan.

Aku tidak lagi perduli akan hal hal lain. Terkadang dunia menahan langkah dan menjegal mimpi mimpi, tapi mereka tidak tahu, apa rasanya bersamamu, semuanya terasa begitu layak.  Perasaan yang jarang aku rasakan.

Kau membuatku yang telah mati berulang ulang kali, akhirnya hidup kembali. 

dan mimpi itu cukup.  dan semuanya tiba tiba saja cukup.  aku tidak perlu yang lain lagi.


Senin, 12 Juni 2018

Monday, November 20, 2017

Biar

Minggu, 19 November 2017 

Biarkan kata kata bisu, menjadi saksi bahwa tidak ada yang mampu mengalahkan hati yang menahan utaran debar dan ribuan hal hal yang tidak jelas.  Biar hanya bisu, menjadi tanda bahwa kata sudah tidak mampu lagi, meracik huruf demi huruf atas rasa yang telah sakral dan sampai di penghujungnya. 

Biar air mata tumpah tanpa kata lagi untuk melegakan sesak pada hati yang sudah berat menampung perasaan perasaan yang begitu meluap, membajiri semesta. 

Biar kemudian hening jadi suasana paling tenang, sunyi yang mencekam, karena bahkan waktu tidak lagi diperbolehkan mengganggu apa yang tersembunyi di dalam relung yang paling dalam.  Biar mentari berhenti sebentar, bahwa tiada lagi yang penting, selain engkau.  Biar jarum jam berdetik pada detiknya yang paling rahasia, beku dalam keabadian.

Kemudian biarkan malam mengkristalkan memori, dan mengunduhnya dalam kepingan kepingan, yang akan dikirimkan pada masa depan, yang tidak akan pernah lagi diketahui. 

Biarkan bisu, biarkan sunyi, biarkan hati memberikan jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang sudah tidak lagi ditanyakan bukan karena tidak ingin, tapi karena telah sampai puncaknya untuk melewati pertanyaan pertanyaan, dan menawarkan jawaban yang tidak lagi memerlukan pertanyaan.  Hanya ada.  Mengada.  Berada.  Fana dan sementara.

Semuanya telah cukup.

01.28