Showing posts with label thoughts. Show all posts
Showing posts with label thoughts. Show all posts

Wednesday, November 13, 2024

episode

kalau aku bisa mengingat ingat hal hal yang telah lewat. beberapa hal berjalan dan terjadi tanpa aku sadari dan beri perhatian penuh. masih kuingat debar di perjumpaan pertama, hatiku telah tahu jauh sebelum semua hal terjadi. dan hari hari biasa setelahnya.

kau akan selalu berada di ujung pesan-pesan yang kukirimkan. tak pernah alpa. pula tak akan pernah ada satu waktu pun, aku merasa kau abaikan dan jadi tak menarik di matamu. padahal waktu telah berlalu sedikit lebih lama dari yang aku perkirakan. 

aku selalu merasa asing denganmu, meskipun waktu telah membuat kita jadi terlalu familiar dan nyaman. bahkan dalam hening dan diamku yang tak pernah kau cari cari tahu. kau hanya disitu, menungguku dengan sabar menumpahkan semuanya. 

aku pernah terserang rasa begitu menyukaimu hingga menginginkan banyak hal. tapi bahkan hari itu ternyata telah lewat, dan perasaannya pergi begitu saja. tak ada lagi yang bisa aku lakukan.

kau juga tak pernah membuatku kebingungan. untuk semua hal hal kecil remeh temeh yang dengan senang hati kau jelaskan. semua duka dan gangguan yang seringnya aku abaikan, kau perhatikan dan melihatku dengan penuh pengertian.

aku pernah mengingat perasaan begitu menyukai orang lain kala itu, kemudian wajahmu pada sepersekian detik terlintas di kepalaku. kemudian aku mengingat ingat perasaan yang lewat di hatiku itu. bagaimana ia bisa punya rupa yang sama di perasaan perasaan. bagaimana pula hal itu mungkin dan terjadi. 

aku selalu membenci punya harapan dan berandai andai pada hitungan yang tak masuk akal dan keajaiban. keajaiban yang aku harapkan terjadi pada kemungkinan yang mustahil. oleh karena api selalu aku padamkan sebelum kesadaranku pulih dan tanganku menjentikkan api kecil yang mampu kunyalakan di tanganku sendiri.

aku sering menebak nebak apa yang ingin kau lakukan pada saat tak ada satupun yang melihat, apa argumen yang akan kau pakai dan pembenaran apa yang akan kau tawarkan. seringnya aku hanya gagal dan kau memperbolehkanku melihat begitu konyol dan tak masuk akalnya semua ucapan yang keluar dari mulutmu. tapi aku tau, kau lah yang memperbolehkan aku melihat hal hal yang tak keren untukmu itu.

mungkin aku terlalu terbuai pula pada hal hal yang aku tinggikan dan aku anggap begitu sempurna sampai aku lupa, tak ada kehangatan dan cinta yang tulus untukku disana. hanya tuntutan dan kesempurnaan yang tak akan pernah aku capai. denganmu, semua kebodohan hanyalah perasaan yang tulus tak pernah meminta hal hal yang tak sanggup aku lakukan.

kau selalu datang dengan solusi yang sederhana, bodoh dan menyebalkan. tapi aku tau kau akan datang setiap malam dengan upaya dan tak pernah menyerah, melihat jalan keluar untuk semua hal yang mengganggu perasaanku. padahal kukira hal hal yang menggangguku tak pernah jadi masalah karena aku telah bertahan dengan mengabaikan semuanya. tapi kau bahkan melakukan semua hal, dan hal hal kecil itu untukku.

aku masih mengingat tanganku yang kau tahan untuk pergi hanya demi melihatku sedikit lagi. hal hal yang telah ada di kepalamu namun kau menunggu di saat saat terakhir, hampir dengan kesadaran untuk tidak kau lakukan lalu kau kubur, di akhirnya. melakukan apa yang kau inginkan dan bersabar pada hal hal yang tak pernah akan kau lakukan demi aku.

pada episode episode yang kukatakan padamu untuk bersabar untukmu karena akan ada hari hari esok dimana aku untukmu dengan penuh. sedang kau ingin sekarang dan mungkin tak ada lagi esok.

aku tak tahu, kau pun tak akan tau. tapi kalau ada yang pernah kupelajari dan kuingat dari hal hal yang telah lewat, memang aku- tak akan pernah benar benar tahu.

11/12 

Monday, July 1, 2024

jalan jalan dan pertemanan #thoughts

senin, 1 juli 2024

juni terasa terlalu cepat berakhir, sebelum mei yang rasanya berjalan begitu lambat dan pelan. hidup rasanya memang seperti roller coaster, kadang pelan di tempat datar dan begitu cepat menghujam ke bawah, ke atas. tidak ada yang pernah benar benar sadar kapan kita akan dijungkir balikkan. tau-tau sudah lewat saja, hingga perasaan perasaan yang tersisa begitu membekas dan meninggalkan jejak jejak pada hal hal yang tinggal dan kita ingat. 

baru saja pulang dari perjalanan seminggu bersama teman-temanku. teman-teman yang sudah cukup baik kukenal selama lima belas tahun, di perkuliahan. dua orang lainnya malah kenal sejak SMA. sebagai yang selalu merasa orang yang introvert, pertemanan punya arti yang serius buatku. sejak smp, rasanya aku selalu ingin berada dan punya teman- karena aku selalu merasa aku tidak memilikinya. 

ingin diakui, ingin dicari, dianggap, atau minimal diajak ngobrol. padahal, secara umum aku adalah orang yang senang sendiri, dan gampang terganggu dengan kehadiran orang lain. tapi aku juga punya kecemasan, untuk tidak diterima, untuk tidak memiliki teman dan mati begitu saja tanpa ada yang mengunjungi makamku atau kehilangan atas aku. mungkin keinginan yang tumbuh sejak kecil itu membuatku berpikir, aku jadi menyesuaikan karakterku dan apa yang aku bicarakan di tengah perkumpulan dimana aku ingin diterima. 

tapi itu, tentu saja. hanya bertahan beberapa kali saja. pada akhirnya, yang bertahan adalah genuine intention, hal hal yang organik. aku percaya upaya upaya manipulatif hanya mampu tampil sebentar, sebagai basa basi dan permukaan, pada akhirnya kita akan menunjukkan siapa diri kita, dan orang lain pun akan merasakannya. setelah beranjak dewasa-dan tua, tentu pada akhirnya kita menginginkan perkumpulan pertemanan yang benar benar tau siapa diri kita, dan memilih tinggal. tak perlu capek capek jadi orang lain, waktu juga sudah membuktikan dan menunjukkan siapa diri kita di depan teman-teman kita, dan- secara natural kita pun saling mengerti, dan memperhatikan.

sesederhana udah paham kalau mood temen kita udah mulai bete, dan mencari tempat istirahat, sesederhana mengalah perkara urutan kamar buat teman yang introvert dan suka sendiri. sesederhana memberikan waktu untuk cabut me time sendiri. atau sesederhana menemani kesukaan teman kita yang bukan kesukaan diri sendiri, karena nanti bakal dibalas gantian. saling berbalas dan saling memberikan bantuan, memberikan perhatian dengan gampang, karena semuanya jadi terasa mudah. 

pemahaman dan -perasaan timbal balik yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk disesuaikan. untuk setara- pula, dengan nilai nilai yang dianut, dengan prinsip kesukaan dan ketidaksukaan yang mirip-mirip. atau gaya hidup yang kurang-lebih hingga saling menyesuaikan. tetapi tentu, tidak semuanya juga sempurna, karena kalau kita mencari kesempurnaan- kita akan kehilangan semua teman kita. koneksi-koneksi yang dibangun juga barangkali akan runtuh jika kita terus menggoyang dan menguji kekuatannya. semuanya berperan cukup, dengan porsi yang pas dan balance. barangkali kita bisa terus menyebrang jembatan dengan nyaman dan selamat sampai ke tujuan.

117/366

Saturday, December 16, 2023

hari untukku



badai pernah lewat sekali dahulu
dan akhirnya lewat dengan melegakan
membawaku pada hari yang cerah
kemudian mendung dan terlupakan

hari yang aku tunggu
tapi juga aku takutkan
aku telah bersiap lama
tapi hari ini aku sedang tak ingin apa apa
perasaan itu akan aku biarkan terasa
kemudian mempersilakannya lewat
melaluiku

hari demi hari dalam tahun tahun 
dengan senang dan takut
dengan bahagia dan was was
mungkin hidup akhirnya adalah
garis garis lurus panjang 
yang hening dan damai

apa lagi yang harus aku lakukan
setelah hari ini
kebebasan yang panjang
ketakutan yang baru lagi

mungkin mencari kehidupan 
satu kali lagi.
semoga nanti
hari yang datang
akan lebih tidak menakutkan

16.12.2023

Friday, December 1, 2023

catatan november

terimakasih untuk november yang datang memberikan lika liku, memori memori yang punya arti. alasan alasan kecil, manis dan sederhana untuk menikmati hidup sedikit lebih lama lagi. untuk sepi yang kala itu terasa begitu panjang, mencekam dan menakutkan. untuk pilu yang rasanya tak kunjung selesai, begitu pula kesibukan yang dicari mati matian. entah ingin mengisi yang begitu kosong, atau mematikan rasa pahit yang telah terkecap. untuk semua bohong yang ditelan mentah mentah, atau amarah yang begitu membuncah memenuhi dada. harapan telah timbul dan tenggelam. tetapi semua hal selalu membisikkan pelajaran, entah manis pada akhirnya, entah kuat pada tabah yang dipaksakan, pada akhirnya semua akan berlalu. dan kita akan terus, melanjutkan hidup. menggantungkan harap pada besok yang akan memberikan sedikit pencerahan, pada lorong lorong panjang yang terkadang begitu muram. kadang pula ia begitu nyaman berada di dalam persembunyian. mungkin suatu hari di ujung lorong itu, pada pelangi yang datang singgah setelah hujan, kita, pada akhirnya menemukan sesuatu yang menarik. sesuatu yang membuat penantian panjang itu, sepadan dengan apa yang akan datang. selamat datang, desember. aku siap. 


01.12.2023

Tuesday, November 21, 2023

tentang november


sebulan lagi, mengakhiri tahun 2023. tahun yang penuh drama, dari yang dibuat sendiri sampai dibuat orang lain. mungkin bisa dibilang ini adalah tahun yang lumayan berat untukku. dari pindah kantor, pernikahan, perpisahan, tapi juga ada beberapa yang menyenangkan, menjadi single lagi, mencari cari kesibukan dan sedikit lebih fokus mencoba memahami diri sendiri lagi, mempunyai opini sendiri, dan teguh dengan itu. mulai berhenti mendengarkan orang lain dan omongan orang, belajar berjalan di kaki sendiri dengan bantuan-bantuan. kupikir, bulan depan juga akan jadi bulan yang sedikit berat, untuk orang yang sudah tiga-empat tahun ini mengisi alam pikiran. akhirnya aku akan menyelesaikan semuanya. mungkin lebih mudah, mungkin pula lebih sulit dari sebelumnya. seperti mengantar yang pergi, kita akan selalu menyambut yang hadir. keyakinan yang masih ada, meskipun tinggal sedikit. tapi juga sudah tak  mau memaksakan apa-apa. karena yang dipaksakan, tentu tak akan nyaman. kewajiban sebagai manusia hanya berusaha sebaik-baiknya, sebagaimana menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri, bukan orang lain.

buku buku yang dibaca juga menjadi narrator hidup, memberikan sedikit narasi, gambaran. begitu pula film-film yang menarik, menjadi inspirasi fiksi mengenai bagaimanakah alternatif menjalani kehidupan ini. menambahkan ornamen dan variasi, upgrade sedikit sedikit sebagai cara untuk bisa pindah ke fase fase yang belum pernah terjamah sebelumnya, menggedor pintu pintu yang asing dan tak pernah terbuka sebelumnya. terpapar dengan harapan yang semakin sejengkal lebih dekat dari sebelumnya. mencoba dan terus mencoba. mungkin suatu hari sebuah jalan akan terbuka, dan sebuah pintu akan mengundangku masuk, pada akhirnya. semua fase itu akan silih berganti, menempa diriku, dan semoga, menjadikanku orang yang sedikit lebih baik, dari sebelumnya.

21.11.23

Friday, January 28, 2022

tempat kerja yang ideal.

mungkin, tempat kerja yang benar-benar ideal itu tidak pernah ada. di pekerjaanku, sangatlah besar kemungkinan untuk terus menerus pindah dari satu tupoksi ke tupoksi lainnya entah itu mutasi, promosi atau rotasi.  beberapa posisi strategis membutuhkan kemampuan negosiasi, maupun politik yang mumpuni.  tentu bukan politik praktis- tapi sebenarnya politik- seni untuk mencapai apa yang menjadi tujuan kita/organisasi.

skill harus terus diupgrade untuk dapat menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan pekerjaan, sambil mencari cari dimana hal yang bisa dilakukan dengan menyenangkan. terkadang, lingkungan kerja juga sangat mempengaruhi mood untuk menikmati pekerjaan yang dilakukan.  beberapa juga butuh usaha lebih untuk mampu membuat diri sendiri nyaman di tengah lingkungan yang mungkin membuat tidak nyaman. tapi seorang senior pernah bilang 'nanti juga ketemu celahnya'. manusia memang makhluk pandai yang mampu beradaptasi-kalau mampu dan mau.

kadang pula aku merasa tidak mau mendeklarasikan tempat kerja yang ideal yang aku inginkan. karena begitu banyak variabel yang mempengaruhinya- lengkap dengan kekurangan, terselit juga kadang kelebihan yang membuat bersyukur.  mungkin memang harus lebih jago mencari celah celah syukur di tengah kemalangan sekalipun. 

sekaligus ingin memiliki moodbooster yang stabil dan mumpuni, support system yang semoga bisa always available buat safety net kalau kalau the world fall to pieces.  dinamika akan selalu ada, masalah.  kenyamanan, yang kadang juga jadi hambatan untuk kita bergerak, dan jadi panas dingin sampai sampai keluarlah kemampuan- versi kepepet, yang ternyata, setelah badai yang kita lalui setengah mati, ada harta karun yang berharga untuk menambah value kita sendiri.

pada akhirnya, tidak ada tempat yang benar-benar sempurna, rekan kerja yang sempurna, teman yang sempurna.  tapi di tengah tengah kefanaan, dan rutinitas yang semoga jadi tidak membosankan. semoga kita selalu belajar- dan menjadi lebih baik dari sebelumnya- dengan value diri yang terus bertambah, serta cita rasa seni-untuk mampu menikmati segala naik turunnya.

amin.

pic from here

Tuesday, October 5, 2021

satu : liang jawaban

akhir-akhir ini, rasanya begitu banyak yang terjadi. mimpi mimpi yang kecil, ketakutan-ketakutan, perasaan yang sudah lama tidak dirasakan. semuanya terjadi begitu saja.  membuatku serasa lupa bernapas.

air mata jatuh lagi dengan keras. mengingatkanku untuk punya jeda. menarik napas, menghelanya dalam dan kembali berkontemplasi. ngomong sama diri sendiri tentang yang mana yang salah, atau, tepatnya, yang mana lagi yang bisa aku lakukan di antara hal hal yang terjadi yang sudah tak bisa lagi aku kendalikan

terbentur keras sekali lagi. biar kepala bisa lancar mengingat, tidak lagi jadi bodoh. terus belajar lagi. melakukan lebih banyak.

tapi kadang juga rasanya capek banget, jenis capek yang gak bisa hilang hanya dengan tertidur. sepi yang gak bisa hilang juga dengan bersama orang lain. kekosongan yang hanya bisa diisi diri sendiri.

adakah waktu yang tepat untuk memulai? semakin dewasa, semua pilihan ada di depan mata, tak ada tekanan untuk melakukan apa-apa, sekaligus rasa bersalah harus mulai melakukan sesuatu untuk menjalani hidup. di batas mana semuanya cukup dilakukan.

menyerah juga percuma karena penonton hanya diri sendiri. semua juga hanya di angan-angan, mengambang bebas, bertanya tanya.

adakah jawaban yang akan benar benar ditemukan pada apa apa yang ingin dimulai. 

mampukah semua mengisi kekosongan dan lubang yang memanggil di tepi jurang?


#31catatanoktober 

Friday, September 20, 2019

yang terkenang dan yang akan dilewatkan


Sungguh aneh bagaimana caraku mengingatmu, contohnya pagi ini, ketika aku mendengar sebuah lagu, yang membuatku mengingatmu seperti memandang layar proyektor yang menayangkan potongan-potongan kenangan, yang tiba tiba hidup dan menggoda pada saat saat yang berbahagia, lagu Bahasa Kalbu- Titi DJ. 

Percayalah,
hanya diriku paling mengerti
Kegelisahan jiwamu kasih
Dan arti kata kecewamu

Kasih yakinlah,
hanya aku yang paling memahami
Besar arti kejujuran diri, indah sanubarimu kasih,
Percayalah…

Aku pikir hal itu bermula ketika aku masih merasa menjadi yang paling berbahagia di dalam hubungan kita, kemudian tiba tiba, entah darimana kau meminta,

“tolong puterin lagu Titi Dj yang Bahasa Kalbu dong” di mobilmu. 

Kemudian kau bercerita tentang bagaimana kau menyukai lagunya,

“aku suka lagunya” katamu dengan mata yang berbinar,

kemudian sambil menatap jalan, kau menggenggam tanganku. Hangat.  Dan aku ingat, sepanjang perjalanan yang cukup singkat itu aku banyak tersenyum dan tertawa dengan tingkahmu maupun usahamu menyanyikan lagu itu dengan suaramu yang sumbang.  Perasaan aneh, bahagia yang asing sekaligus familiar.

Sekarang jika aku mengingatnya lagi, sebenarnya hal itu adalah hal yang aneh, seperti, Bahasa Kalbu adalah lagu yang sudah cukup lama. Haha. Dan tiba tiba aku mulai menyukai lagunya juga.  Atau mungkin yang aku sukai adalah kenangan kenangan kala itu.  Entahlah. 

Kenangan-kenangan tentangmu seperti tayangan-tayangan yang hidup di kepalaku, kadang tiba tiba terputar dalam masa-masa sulit dalam hidup, untuk sekedar membuatku tersenyum, mengenang yang manis-manis dan kembali bersemangat menghadapi hal hal yang berat.

Terkadang aku pikir, kau adalah orang yang cukup aneh… atau tidak terlupakan.  Entahlah, atau mungkin gara-gara aku hanya belum menemukan lagi seseorang yang lebih baik dan mengganti memori memori yang sudah usang itu dengan yang baru. Belum ada pula yang cukup membuatku terkesan. Hehe.

...
Di dalam senyummu
Kudengar bahasa kalbumu
Mengalun bening menggetarkan

Kini dirimu yang selalu bertahta di benakku
Dan aku kan mengiringi
Bersama
Di setiap langkahmu
...

Beberapa kenangan akan tersimpan, tetap hidup, menunggu proyektor menampilkan lagi masa-masa berbahagia, kadang pula aku heran, mengapa di file yang tersimpan di proyektor itu, hanya senang menayangkan masa-masa bahagia, bukan masa-masa ketika yang ada hanya amarah, kecewa, dan hubungan yang sudah tidak lagi menyenangkan.  

Lebih sulit untuk mengingatnya, untungnya, kadang aku akan memaksanya pula untuk ingat, sehingga akan lebih mudah, untuk tidak berlama-lama larut dan lupa waktu memandangi proyektor itu.  Semudah menekan ‘next’ pada playlist kali ini.  

karena setelah aku tersenyum 
mengingat kenangan-kenangan manis
di masa yang telah lewat 

aku akan ingat pula, 
hanya diriku sendirilah saat ini
yang bisa membahagiakan diriku sendiri

setidaknya dari lagu yang kuputar,
ataupun lagu yang akan aku lewatkan kali ini.

5.55 am
CK, 20 September 2019

Wednesday, October 3, 2018

Early Morning In The City #journal


Bandung, 3 Oktober 2018

There's an emptiness, that hollow in the city full of things.  So many dreams, hope, books, passion, movies.  I can be anything.  Its like a pressure that keep me wonder in the middle of the road when most of people want something else, different people gonna be want different things, but its okay, because, i'm not that person, i have my own thing, my own way.  

Its a different path, its a different road we take.  We never know, where the road take us.  But we try and learn to enjoy the proccess, the beautiful thing in between.  In the middle of hustling and dreaming.  This city makes me dream, so long.  To be longing.  To be with somebody else to enjoy all the piece of the town.  I love the big city things, but something in the small town i miss, something that turns to someone, like you.  But even when i came back, you are not there anymore.  Its feel like i'm in a loop, i am confused, dizzy, and cold.  Nothing left for me.  The feeling of falling.  I dont have anyone else like you, again. Of course.

I love all the piece of you, all the wrong things and the broken hearted.  I like all of it.  I want all of it.
But its always a time for me, to continue the journey, without knowing whats in the end of the road.  Maybe its something, maybe its nothing.  But, i'm already falling in love with the beautiful trips.  Thankyou for be there. Just something in the imagination.

Monday, July 30, 2018

Bagaimana Cara Melukis Perasaan? #journalofthoughts

Akhir-akhir ini, rasanya aku sudah tidak lagi menjadi diriku sendiri. Setidaknya, diriku yang aku kenal. Entah kenapa, rasanya terlalu banyak yang berubah.  Ternyata, memiliki waktu yang banyak dengan diri sendiri membuat kita lebih mengenal diri kita sendiri.  Sebelumnya, mungkin aku terlalu terjebak dengan waktu waktu yang panjang dan kesibukan serta kesenangan mencari kesibukan itu sendiri sehingga akhirnya aku tidak benar-benar mendengarkan diriku sendiri.

Masih ada beberapa hal yang dipikirkan ketika malam sudah larut dan mata masih belum bisa terpejam.  Perasaan takut, menghadapi masa depan, perasaan tertinggal langkah dengan orang lain.  Ketakutan akan bagaimana orang lain akan salah memahami kita.  Dunia tiba tiba menjadi begitu menakutkan dan membuat resah.

Kemudian malam berganti dan pagi datang.  Dengan pikiran yang segar dan baru, yang sekiranya mampu menghadapi apapun yang hari tawarkan.

Terkadang perasaan hanya apa apa yang kita tangkap dari ruang kosong.  Perasaan yang datang, yang berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, tekadang terlalu hebat menghantam hingga terasa seperti gelombang-gelombang kesedihan.  Satu kebaikan yang kita rasakan, yang membuat kita bangun di pagi hari dan tersenyum, bahwa rupanya setelah kesedihan-kesedihan, hidup juga menawarkan kebahagiaan kebahagiaan kecil yang bisa kita tertawakan.

Hidup masih misteri dan tanda tanya besar yang belum bisa aku pecahkan, tapi karena satu dan lain hal, ia mengajarkanku untuk terus bangun, menghirup nafas, merapikan tempat tidur, dan berdiri, mempersiapkan diri untuk terpaan badai badai yang akan datang.

Mungkin kau akan jatuh dan terhantam hingga malam, namun kau esok pagi, kau tidak akan punya pilihan lain selain bangun, dan kembali menghadapi kenyataan-kenyataan.

Bandung, 30 Juli 2018

Thursday, April 5, 2018

what i talk about when i talk about april

*pardon my confidence to show my rough sketch 😂

#1

aku suka heran dengan orang orang yang suka bertanya dan menepikan orang yang sendiri, sebagai mana aku, sebagai introvert yang senang berpura pura menjadi ekstrovert, aku senang sendirian, ke tempat menonton film, biar aku bebas sesukaku menonton semua film, ke toko buku, biar aku betah berjam jam, atau ketika ingin, menghabiskan 5 menit melihat display kemudian pulang.  bertahan dengan orang lain mungkin akan membuatku menghabiskan beberapa jam saja, terutama karena aku adalah orang yang 'segan' dan 'mengerti' kalau orang lain juga butuh waktu untuk hal hal lain dan aku tidak mau mengganggu, seperti aku tidak mau orang lain mengganggu waktu waktu ketika aku ingin sendirian dengan pikiranku.

berada di kota asing, dan benar benar sendiri, tanpa ada teman adalah kenikmatan sendiri untuk orang sepertiku, aku bebas, kemana saja dan tersesat, pake google maps, tersesat yang bukan saja sekali tapi berkali kali.  Anehnya, aku bahkan tidak terlalu tertarik untuk keluar kos setiap hari, seperti pikiranku sebelum berada disini, kadang aku hanya menikmati waktu di depan layar komputer, membaca, tidur, makan, sepertinya benar-benar berada dalam cangkangku sendiri.  Kembali ke kampung halaman, rasanya aku selalu sibuk, beberapa jam saja sendiri di kamar atau di rumah, aku akan gelisah, ingin pergi kemana-mana, ingin keluar, ngopi, ketemu teman, merencanakan perjalanan, akan tetapi disini, di tempat yang bisa dikatakan pelarian ini, aku malah senang bersantai-santai, dan selalu betah berjam jam tanpa melakukan apa apa yang berarti.  senang rasanya hidupku akhirnya merasakan juga fase yang seperti ini, fase yang aku idamkan selama ini. selepas sma, aku langsung masuk ke asrama yang ramai, tanpa privasi dan waktu untuk diri sendiri.  selanjutnya langsung bekerja pagi-sore dan nongkrong di malam hari, rasanya begitu padat, bukannya aku tidak senang, aku senang sekali dengan kesibukan, huru hara kesana kemari mencari sesuatu hal yang menarik untuk dilakukan.  Tapi kali ini berbeda, aku bisa menikmati kehidupan perkuliahan di kali kedua dengan lebih pelan-pelan, tidak terikat waktu kuliah di hari kerja maupun jam jam panjang, berganti jam jam singkat, dosen-dosen yang lebih mengarahkan dan memacu untuk mencari pengetahuan yang lebih luas bukan hanya belajar pada materi teks kelas.  

Aku jadi berandai, jika saja dulu salah satu hubunganku berhasil, dimana aku dari dulu entah kenapa selalu bercita cita untuk bisa belajar dan kuliah di kota lain, partnerku justru melarangnya karena ingin perempuan yang 'di rumah', fokus mengurus anak, dan 'gak bisa ditinggal'.  Ucapan yang sempat membuatku mengernyit dan meragukan semua hubungan itu dulu.  Betapa lucunya kehidupan, bertahun tahun kemudian, dia akhirnya menikah dengan orang yang berbeda kota dan hanya mengunjungi pasangannya di waktu weekend, jadi pengen becandain 'makanyaaa' tapi enggak, aku gak sepicik itu kok.  Aku tau orang bisa berubah, dan tidak semua dari kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, kan?  Aku oke oke saja. 

hal lain kadang juga membuatku mengenal ulang diriku sendiri, seperti didekati seseorang, padahal aku lagi sendiri, malah membuatku semakin berhati hati, bukannya takut gagal, kadang aku hanya ingin membiarkan waktu memproses dan menguji perasaan itu sendiri.  Aku tidak akan kemana-mana jika memang belum waktunya. padahal dulu mungkin aku akan oke oke saja memberikan kesempatan dan menghabiskan waktu dengan orang yang tidak benar benar aku inginkan, tapi sekarang rasanya kesepian dan waktu sendiri tidak semenyeramkan itu untuk aku korbankan hanya karena 'harus' terlihat tidak sendiri dan menjawab orang-orang yang bertanya tanya mengapa aku masih sendiri, yang lebih ekstrim malah yang menodong untuk segera menikah.  hal itu masih membuat kesal sih sampai sekarang, tapi ya sudah, kadang-kadang aku paksa saja pintu maaf itu terbuka untuk orang-orang yang akal pikir dan hidupnya sempit itu, dan sebisa mungkin menghindar, like, go away, find someone else to spill your tiny thoughts with.

Beberapa hal juga kadang begitu menguji kesabaran, seperti untuk memaki orang yang seenaknya menuduh dan berbicara macam-macam.  aku akui, salah satu kelemahanku adalah kesabaran kalau sudah dikonfrontasi secara langsung, orang bisa saja melakukan hal buruk kepadaku tapi akan aku diamkan dan biarkan, tapi jika dikonfrontasi secara langsung, aku begitu cepat kehilangan kesabaran, apalagi mengatakan hal hal dimana otakku bilang adalah hal-hal yang menghinakannya, tentu sebelumnya juga akan berpikir keras memikirkan kata kata yang akan membuatnya paling merasakan sakit, seperti yang ia lakukan kepadaku.  Karena kau bisa saja mengatakan A dan orang tidak akan bereaksi apa-apa, tapi kau bisa mengatakan B dan membuat orang lain kehilangan kesabaran.  Terkadang, aku tahu dan merasa kalau aku sudah akan kehilangan kesabaran, malah aku membiarkannya lepas, dan sama sekali tidak malu akan itu.  Aku akan paling lantang bersuara apabila telah diganggu, karena aku tidak mau hal itu terjadi kembali, terutama apabila orang itu masih mencariku dan memang mencari gara-gara.  

Aku pikir, kelemahan ini juga terbawa ketika dulu aku pernah sparing. Pelatihku bahkan melihat gelagat itu dan menyuruhku mengontrol emosi, meskipun hal itu memang sangat bagus untuk pertandingan, tapi kadang-kadang, aku hanya tidak sungkan mengorbankan hal hal lain untuk hal hal yang memuaskan hati itu.

Yah, aku memang harus banyak belajar untuk berlatih kesabaran, dan menyeleksi hal hal apa yang pantas untukku respon dengan keras.  Tapi untuk beberapa hal dan situasi tertentu, rasa rasanya jadi rendah dan sedikit licik dan picik itu juga baik.  So maybe i can make my own peace and deal with it.

voila.
10.28
5/4/18

Saturday, March 17, 2018

Konstruksi Gender dan Peran Perempuan


Beberapa isu mulai menarik perhatian, terutama mengenai keadilan gender; yaitu mengenai perlakuan adil bagaimana perempuan dan laki laki mendapatkan akses dan manfaat dari usaha pembangunan dengan mempertimbangkan pengalaman, kebutuhan, kesulitan dan hambatan masing-masing kelompok sosial ini.

Adapun gender, adalah konstruksi sosial budaya yang berdasarkan perbedaan biologis, yang dipengaruhi oleh struktur masyarakat.  Dimana melekat pula stereotip-stereotip bahwa perempuan harus di rumah, mengurus anak, sedangkan lelaki harusnya menjadi kepala rumah tangga dan mencari nafkah. Seiring perkembangan zaman, stereotip ini dapat berubah dengan alih-fungsi peran.

Sebagai bagian dari isu gender, salah satu yang paling bermasalah adalah malnutrisi dan stunting.  Dimana kasus terakhir yang heboh adalah di Asmat Papua, lebih mengejutkan lagi, ternyata di jantung ibukota, Jakarta juga dilaporkan mengalami 293 kasus malnutrisi ini. 

Menurut riset dari Indraswari, (dalam The Jakarta Post, Selasa 13 Maret 2018 dalam artikel Malnutrition, Stunting and Woman's Labor Of Love) bahwa perempuan miskin bekerja sekitar 16-18 jam sehari, baik dibayar maupun tidak dibayar (pekerjaan rumah tangga) sedangkan lelaki menghabiskan waktu untuk bekerja sebanyak 10-12 jam.  

Kesimpulan dari riset tersebut, terdapat dua penyebab terjadinya kasus malnutrisi dan stunting ini, yang pertama adalah kurangnya support/bantuan dari pasangan, dapat terjadi karena budaya patriarki dan stigma yang melekat bahwa perempuan lah yang harusnya melakukan seluruh pekerjaan rumah tangga, dan yang kedua, adalah kelelahan dan kehabisan tenaga akibat jam kerja yang terlalu banyak sehingga mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap asupan makanan anak.  Kekurang perhatian  dan kelelahan ini juga mengakibatkan perempuan yang mengambil peran sebagai penyiap masakan di rumah memberikan makanan yang cepat saji, dimana sebagian besar mengandung karbohidrat yang tinggi dan kekurangan sayuran, buah, protein, mineral dan vitamin.

Para perempuan ini tentu tidak dapat sepenuhnya disalahkan, dimana hal yang sepertinya dianggap remeh, yaitu menyiapkan makanan ini juga sebenarnya menghabiskan waktu dan tenaga.  Seperti pemilihan kualitas bahan makanan yang tidak hanya memperhatikan harga tetapi juga variasi dan nutrisi.  Kurangnya sosialisasi mengenai pentingnya asupan makanan untuk anak juga harusnya mulai digencarkan untuk mengedukasi ibu tentang betapa pentingnya hal ini untuk diperhatikan sebelum muncul permasalahan yang lebih kompleks di masa depan anak.

Sedangkan di dalam lingkungan kerja, pemerintah/perusahaan juga harusnya mendukung penuh peran perempuan sebagai ibu yang memilik anak dan menyediakan sarana untuk terlaksananya kegiatan ibu dan anak seperti tempat menyusui dan tempat penitipan anak.   Yang tentu saja, di Indonesia, hal tersebut masih belum menjadi prioritas dan belum dianggap penting dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi, bahkan di jantung ibukota.

Disinilah keresahan saya sebagai seorang perempuan muncul, terhadap diri saya dan perempuan lain yang tidak seberuntung saya. Bagaimana jika nanti perempuan yang berada di bawah garis kemiskinan menemukan pasangan yang tidak mampu memberikan bantuan emosional, finansial ataupun pemahaman kalau kehidupan rumah tangga itu harus saling melengkapi serta bisa bertukar peran.  Bagaimana jika nanti mendapatkan pasangan yang malas, tidak mau terlibat dalam urusan rumah tangga, tidak perduli dengan uang yang cukup buat hidup dia saja.  Terlebih sebagai warga bottom class yang hidup dengan upah harian yang pas-pasan, yang tentu saja sangat kecil kemungkinan untuk mendapatkan pasangan dari kelas konglomerat untuk mampu melepaskan perempuan dari peran sosial tersebut. Apakah pemerintah mampu memfasilitasi, memberikan sumber daya yang dapat dikelola (dengan penghasilan minimum tersebut) untuk membuat perempuan mampu mengakses kebutuhan yang tepat untuk calon anak nanti? Kemudian, apakah diantara peran sebagai perempuan yang bekerja dan memiliki anak, masih mempunyai tenaga untuk mengakses pelatihan-pelatihan mengenai asupan makanan anak dan bagaimana jika ribuan perempuan yang tidak memiliki kesempatan yang baik tersebut akhirnya tidak mampu mengerjakan peran ganda tersebut? adakah jaminan untuk anak nanti selain asuransi sakitnya tapi juga pencegahan tentang kemampuannya bersaing di masa depan untuk memperbaiki kehidupannya dan keluarganya agar dapat lepas dari lingkaran setan kemiskinan?

Sumber Tulisan :

The Jakarta Post, Indraswari, Lecture at Parahyangan Catholic University's School of Social and Political Sciences in Bandung. Article: Malnutrition, Stunting and Woman's Labor of Love. Tuesday March 13, 2018

Surat edaran no: 270/M.PPN/11/2012 NOMOR : SE-33/MK.02/2012 NOMOR : 050/4379A/SJ NOMOR : SE 46/MPP-PA/11/2012 TENTANG Strategi Nasional Percepatan Pengarusutamaan Gender (PUG) 

Wednesday, February 21, 2018

Tentang Kepemimpinan dan Pilkada 2018...

Di tengah maraknya kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi, seperti yang disampaikan oleh Mendagri, Tjahjo dalam acara konferensi pemberantasan korupsi di hotel bidakara, Jakarta, senin (11/12) yang dimuat di jawa pos Senin, 12 Desember 2017. Dalam rentang 2014-2017 sudah terdapat 392 kepala daerah yang tersangkut hukum, dengan kasus korupsi sebesar sebanyak 313 kasus. Dengan sektor rawan korupsi antara lain penyusunan anggaran, pajak dan retribusi daerah, pengadaan barang dan jasa, hibah dan bansos, perjalanan dinas, serta sektor perizinan, dimana dampak dari korupsi tersebut adalah melambatnya pembangunan daerah. Sedangkan sepanjang 2018 ini saja, januari hingga pertengahan februari, menurut Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah (14/2) yang dimuat di koran republika, 14 Februari 2018 sudah ada enam orang kepala daerah yang menjadi tersangka kasus korupsi. Tercermin dari kasus di atas, tentu kita sebagai warga masyarakat kini menyadari betapa pentingnya hak pilih yang kita miliki dalam menentukan nasib kota ini ke depan, karena sekali salah pilih, konsekuensi yang dirasakan akan berdampak pada berbagai aktivitas ekonomi, sosial, kesejahteraan dan seluruh aspek dimana roda pemerintahan tidak lepas dari kehidupan sehari-hari.

Sebagai masyarakat yang kian kritis seiring dengan akses informasi yang dewasa ini semakin mudah, kita perlu lebih cermat lagi dalam menggunakan hak pilih pada bulan Juli nanti agar tidak terjebak dalam pembangunan yang mandek karena kepala daerah yang kurang kompeten. Rekam jejak dan yang tidak kalah penting, pandangan calon kepala daerah terhadap isu isu tertentu, harus kita cermati sebagai arah dari analisis dan kemampuan memetakan permasalahan dari calon kepala daerah tersebut. Selain mampu memaparkan alternatif solusi yang menunjukkan nilai nilai yang dianut, dan bagaimana calon kepala daerah tersebut harus mampu membuat proyeksi mau dibawa kemana kota ini selama lima tahun ke depan yang tercermin dalam visi dan misi yang diusungnya.

Memilih pemimpin yang tepat, akan mampu membawa kota ini menghasilkan kebijakan publik yang tepat, efektif, juga diharapkan mampu menghadirkan solusi-solusi dari permasalahan sosial yang timbul di masyarakat, bukan malah menimbulkan masalah-masalah baru, mampu merumuskan indikator-indikator yang ingin dicapai, terlebih mampu membangun dukungan dan legitimasi publik yaitu mampu melibatkan berbagai pihak dan mewakili kepentingan dari tiap elemen masyakarat, mampu melakukan lobi, negosiasi, dan koalisi dengan berbagai kelompok-kelompok masyarakat agar tercapai konsensus.

Pada dasarnya, terdapat lima karakter kepemimpinan yang unggul (Riant Nurgoho, 2017: 292,293). Karakter ini dapat kita cermati dari tindak tanduk dan aktivitas yang dilakukan oleh calon kepala daerah selama masa kampanye. Yang pertama adalah karakter, yaitu pemimpin merupakan produk terunggul di lingkungannya, yang menurut Rosabeth Moss-Kanter memiliki Triple C- atau concept, yaitu kemampuan membuat konsep akan masa depan, competence atau kompetensi, dan connectedness, yaitu kekuatan jaringan yang dimiliki. Dimana gagasan ini juga dikemukakan oleh Profesor Gunawan Sumodiningrat (2001) sebagai KKN, atau konsep, kompetensi dan networking, bukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Kedua adalah kredibilitas, dimana Steven M. Bornstein dan Anthony F. Sands (1995) menyebutkan 5 inti Kredibilitas (5C) yaitu conviction, character,courage, composure, competence. Conviction adalah keyakinan dan komitmen. Character adalah integritas, kejujuran, respek, dan kepercayaan yang konsisten. Courage adalah keberanian, kemauan untuk bertanggung jawab atas keyakinannya. Bahkan mengubah diri jika perlu. Composure adalah ketenangan batin, suatu kemampuan untuk memberikan reaksi dan emosi yang tepat dan konsisten, khususnya dalam menghadapi masalah kritis. Competence adalah keahlian, keterampilan, dan profesionalitas. Ketiga, nilai. Tugas kepemimpinannya adalah memberikan nilai bagi organisasi yang dipimpinnya, yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat. Dimana kepala daerah harus mampu memetakan visi nya ke depan, dan menjabarkan misi misi yang mampu dikerjakan secara operasional oleh pemerintah bersama private sector/swasta dan masyarakat, serta tidak bertentangan dengan nilai nilai yang dianut sehingga mampu melibatkan partisipasi seluruh elemen untuk dapat mencapai tujuan demi kepentingan bersama. Keempat, keteladanan. Yaitu seorang pemimpin, seperti ungkapan Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, dan tut wuri handayani. Di depan memberi contoh, di tengah memberi inspirasi, dan di belakang mendorong. Dimana muaranya adalah keteladanan, yang merupakan simbol kedewasaan, karena memerlukan toleransi, kerendahan hati dan kesabaran. Kelima, harapan. Pemimpin harus mampu memantik harapan dan semangat masyarakat, untuk menjawab tantangan tantangan berat yang akan dihadapi di depan, sehingga tidak berputus asa, alih alih mampu terus kreatif dan berinovasi untuk mengubah tantangan menjadi kesempatan serta berani menjawab perubahan perubahan yang akan dihadapi di depan.

Karena, sejauh mana suatu kota dapat berkembang, sangatlah tergantung pada kepemimpinan dan kualitas kebijakan publik yang dihasilkannya melalui kerjasama yang baik antara pemimpin, pemerintah, private sector/swasta dan masyarakat. Dan kualitas kepemimpinan dan kebijakan publik yang dihasilkan itu, adalah cerminan dari masyarakat kota itu sendiri. Selamat mengumpulkan informasi, menganalisis, menentukan pilihan dan merayakan demokrasi, warga kota!

Thursday, February 15, 2018

tentang kebijakan publik, dan hal hal lainnya

Sebelum beranjak pada pemikiran pemikiran tentang kebijakan publik, tentulah kita harus mendengar terlebih dahulu, kira kira bagaimana pendapat para ahli, tentang makna kebijakan publik itu sendiri.

Harold Laswell dan Abraham Kaplan (1970,71) mendefinisikannya sebagai suatu program yang diproyeksikan dengan tujuan-tujuan tertentu, nilai-nilai tertentu dan praktek-praktek tertentu.

David Easton (1965,212) : akibat dari aktivitas pemerintah.
Kebijakan publik adalah pengalokasian nilai-nilai secara sah.paksa kepada seluruh masyarakat.  Adapun kebijakan sebagaimana yang dirumuskan Easton (dalam Thoha 2002: 62-62) merupakan alokasi nilai yang otoritatif oleh seluruh masyarakat.  Akan tetapi, hanya pemerintah saja yang berbuat secara otoritatif untuk seluruh masyarakat, dan semuanya yang dipilih oleh pemerintah untuk dikerjakan atau tidak dikerjakan adalah hasil-hasil dari nilai-nilai tersebut.

James Anderson (2011,6) : a relative stable, purposive course of action followed by an actor or set of actors in dealing with a problem or matter of concern.

Kraft and Furlong (2004:4) : a course of government action (or in action) taken in response to social problems.  Social problems are contidions the public widely perceives to be unacceptable and therefore requiring intervention.

James Lester dan Robert Steward (2000,18) mendefinisikannya sebagai a proccess or a series or pattern of governmental activities or decisions that are design to remedy some public problem, either real or imagined.

Steven A. Petterson (2003,103)  Government action to address some problem.

B.G. Peters (1993, 4) the sum of government activities, whether acting directly or through agents, as it has an influence on the lives of citizens.

Carl L. Friedrick (1963,79), serangkaian tindakan yang diusulkan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu, dengan ancaman dan peluang yang ada, di mana kebijakan yang diusulkan tersebut ditujukan untuk memanfaatkan potensi sekaligus mengatasi hambatan yang ada dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

William Jenkins (Jenkins, 1978)  a set of interrelated decisions taken by a political actor or group of actors concerning the selection of goals and the means of achieving them within a specified situations where those decisions should, in principle, be within the power of those actors to achieve.  public policy is a goal oriented behaviour on the part of government. Public policies are decissions taken by government which difine a goal and set out means to achieve it.
"adalah serangkaian keputusan yang saling terkait yang diambil oleh aktor politik atau kelompok aktor yang memperhatikan beberapa tujuan dan bermaksud untuk mencapainya dengan beberapa situasi tertentu dimana keputusan tersebut seharusnya, secara prinsip, sesuai dengan kekuatan dari para aktor yang ingin mencapainya.  Kebijakan publik adalah perilaku yang berorientasi kepada tujuan sebagai bagian dari pemerintah.  Kebijakan publik adalah keputusan yang diambil oleh pemerintah yang menentukan tujuan dan menetapkan cara untuk mencapainya"

Michael Howlett dan M. Ramesh (1995,7) : a complex phenomenon consisting of numerous decisions made by numerous individual and organizations.  It is often shaped by earlier policies and is frequently linked closely with other seemingly unrelated decisions. 
Fenomena yang kompleks yang terdiri dari beberapa keputusan yang dibuat dari beberapa invidu dan organisasi.  Keputusan tersebut juga dipertajam dengan kebijakan terdahulu dan sering berhubungan erat dengan hal hal yang lain yang terkait dengan kebijakan yang tidak terkait.

Thomas R. Dye (2011,1) mendefinisikannya sebagai segala sesuatu yang dikerjakan pemerintah, mengapa mereka melakukan, dan hasil yang membuat sebuah kehidupan bersama tampil berbeda.

www.cdc.gov Public policy is a set of action guidelines or rules that results from the actions or lack of actions of governmental entities.

lib.ucr.edu Public policy related to the social or legislative ramifications of government policies.  The corollary glossary term, 'political aspecs' is customarily applied to the process of arriving at those policies.

Clarke E. Cochran, et al the term of public policy always refers to the actions of government and the intentions that determine those actions.  Public policy is the outcome of the struggle in government over who gets what.  pada karya yang lain juga menyebutkan,  public policy consist of political decisions for implementing programs to achieve societal goals.

Birkland ... The elements common to all definitions of public policy are as follows: 1. The policy made is made in the name of public, 2. Policy is generally made or initiated by government, 3.  Policy is interpreted and implemented by public and private actors, 4.  Policy is what the governments intend to do, 5.  Policy is what the government chooses not to do.

Stella Theodoulou, The Essential Readings (2005) the public policy process is esentially the movement from the emergence of a problem, to it being placed on to the policy agenda, and finally, to its enactment and reflection on its effectiveness.

Riant Nugroho, Public Policy, hal 206, 207: 2017. Public policy adalah 'any of state or government (as the holder of authority) decision to manage public life (as the sphere) in order to reach the mission of the nation (remember, the nation is consist of two institutions: state and society).

atau juga, setiap keputusan yang dibuat oleh negara, sebagai strategi untuk merealisasikan tujuan dari negara.  Strategi untuk mengantar masyarakat pada masa awal, memasuki pada masa transisi, untuk menuju kepada masyarakat yang dicita-citakan. 

Jadi, apa sih kebijakan publik itu? 
kalau boleh mengambil pemahaman dari definisi para ahli di atas, menurut saya, kebijakan publik adalah sebuah strategi, sebuah alat, yang digunakan oleh pemerintah, yang idealnya memecahkan masalah masalah yang muncul di masyarakat, untuk memberikan sebuah solusi yang dapat mencapai tujuan negara, yaitu kesejahteraan. 

Adapun dalam proses pengambilan kebijakan publik tersebut, tidak dapat terlepas dari elemen elemen penentu, seperti pengambil keputusan, yang umumnya merupakan kepala daerah, maupun DPRD, sehingga tidak bisa lepas dari motivasi-motivasi pengambil keputusan tersebut, yang idealnya berpihak pada kepentingan masyarakat banyak dan mampu mengakomodir tujuan bersama yang lebih luas. 

Kebijakan publik ini juga merupakan sebuah proses, atau siklus, yang terus berubah seiring dengan fenomena fenomena sosial yang muncul di masyarakat, sehingga sungguh penting pula memperhatikan siklusnya (Suaib, 2016. Hal. xx, xxi) yaitu identifikasi masalah dan kebutuhan, analisis masalah dan kebutuhan, penginformasian rencana kebijakan, perumusan tujuan kebijakan, pemilihan model kebijakan, penentuan indikator sosial, dan membangun dukungan dan legitimasi publik.  Untuk melihat kebijakan publik ini berhasil, maka di dalam tiap langkah-langkah di atas harusnya dapat berjalan dengan benar dan berhasil agar mendapatkan hasil yang dicita-citakan.

Sebagai sesuatu yang lebih besar...

Kebijakan publik, merupakan refleksi dari masalah yang muncul di masyarakat sebagai gambaran yang lebih besar dari gambaran kondisi masyarakat itu sendiri.  Pemecahan masalah, yang tertuang dalam kebijakan publik itu sendiri adalah merupakan gambaran, mau dibawa kemana negeri ini.

Kebijakan yang muncul dari nilai nilai dan hal hal yang dirasa perlu diatur, akan merefleksikan bagaimanakah cara bangsa ini menghadapi potensi masalah ke depan.  Apakah kebijakan publik tersebut sudah mampu melenyapkan masalah dengan tuntas, mengendapkan dan menguraikannya, atau bahkan memicu masalah masalah yang lebih kompleks, hingga jalan menuju tujuan negara, dan masyarakat yang sejahtera itu cukup menjadi angan angan yang semakin jauh.  Atau malah membuat bangsa ini berjalan mundur dari kemajuan kemajuan yang telah dilakukannya selama ini karena kebijakan publik yang diformulasikan malah menyerang balik kemajuan kemajuan itu sendiri. 

Maka terkadang, kebijakan publik bagi saya adalah sesuatu yang lebih personal (pada masing masing  pemimpin, atau pengambil keputusan), more government's oriented, lebih subjektif, tentang siapa yang akan merasakan dampaknya? siapa yang akan diuntungkan? atau siapa yang akan terkekang aturan atau malah terjebloskan ke penjara? tujuan elemen mana yang akan lebih bersinggungan? pihak mana yang akan merasakan perubahannya?

Bandung, 15 Februari 2018

Friday, September 16, 2016

Traveling and Teaching






-------------------------------------------------------------------------------
1000 Guru Kalbar
Traveling and Teaching 5
Location : SDN. 13 Teluk Pakedai, Desa Sungai Nibung, 
Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya
--------------------------------------------------------------------------------------------


“I woke up as the sun was reddening; and that was the one distinct time in my life, the strangest moment of all, when I didn't know who I was - I was far away from home, haunted and tired with travel, in a cheap hotel room I'd never seen, hearing the hiss of steam outside, and the creak of the old wood of the hotel, and footsteps upstairs, and all the sad sounds, and I looked at the cracked high ceiling and really didn't know who I was for about fifteen strange seconds. I wasn't scared; I was just somebody else, some stranger, and my whole life was a haunted life, the life of a ghost.” 
― Jack KerouacOn the Road


For me, traveling is something personal, something i will do with my trusted friend, with someone i know.  Why? Because i love the strange feelings i had when i'm on travel.  When i saw strange person in the eye and found some little piece of myself in their eyes.  Like somehow i know in a distance, far far away i know i will keep finding something familiar in the most strange things. 

At that moment i love how people have something in common : sharing.  To share love, to someone that we think have less than us, to share happines with things, to someone that we think dont have things like us, or life like us.  But going in this journey makes me realize something, its not me that giving something, its them.  Its them that keep living, not giving up in the darkness of the light, to keep having hope, keep going out even at the situation that we cant possibly think we can make it through. 

Its us, having a lesson.  To feeling gratitude and be the best version of ourself, to keep on trying even the hard path are laughing off our face, to keep praying and trusting God about the way we will live on.  To keep going.  So, thank you.

#TNT5 #1000gurukalbar

16/09/2016

Friday, November 13, 2015

Tentang Cinta, Absurditas dan Kefanaan

Cinta

Apa itu cinta? Salah satu pertanyaan yang mungkin dipertanyakan seluruh manusia di muka bumi hingga dijadikan sebuah film yang bahkan lazimnya merupakan judul yang berupa kata/statement digagas menjadi sebuah tanda tanya, ada apa dengan cinta (?).

Sebuah/seseorang/sesuatu hal yang dicari-cari, diinginkan, didambakan, atau bahkan direalisasikan sebanyak-banyaknya dalam bentuk film, novel, ftv, sinetron hingga musik.  Hal yang menjadi perkara yang remeh temeh, sekaligus sangat penting hingga tanpanya, barang kali dunia ini hanya tempat singgah yang fana dan kering kerontang.

Sesuatu yang diharapkan itu terkadang kemudian, dengan beberapa keajaiban dapat kita rasakan.  Kemudian kita menjadi begitu terpukau sehingga begitu berkeinginan untuk segera menangkapnya, mengurungnya dan memilikinya.  Kita menjadi merasa begitu terburu buru seperti tidak cukup waktu.  Merasa akan kehilangan kesempatan.  Karena perasaan yang dirasakan adalah sesuatu yang baru, tidak biasa, aneh dan menimbulkan perbedaan yang begitu signifikannya dalam kehidupan kita yang dulunya (mungkin) begitu membosankan dan menyedihkan.  Kemudian tiba-tiba cinta dianggap menjadi jalan keluar, jawaban akan sepi nya hari-hari monoton yang dilalui.  Tapi, seperti itukah maknanya? Itukah tujuannya cinta datang dan mengobrak-abrik hati dan rasa hingga menimbulkan pengalaman menikmati hidup yang jauh berbeda dari sebelumnya?

Cinta itu jika ditilik lagi, hanyalah sesuatu yang tampaknya remeh temeh, dangkal, coba saja anda bayangkan menonton film yang berbicara tentang cinta, sejauh apakah hal yang bisa digali dari cinta? jangan-jangan hanya kekosongan dengan inti yang tidak ada.  Karena ranah-nya begitu personal maka masing-masing orang memiliki pengalaman-pengalaman yang bisa sangat berbeda.  Cara pemahaman seseorang mengenainya pun, terbentuk dengan tidak sengaja dari lingkungan tempat ia dibesarkan, orang-orang yang pernah ditemuinya, dan pengalaman seumur hidup. Kadang yang membuatnya indah adalah aksesori, hal hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, hingga pada akhirnya, kenyamanan dan kegembiraan dalam hal-hal kecil itulah yang membuat kita menjadi melupakan beberapa hal.  Membuat manusia menjadi nyaman, merubah manusia yang tadinya hanya berorientasi kepada dirinya sendiri mulai mengakui bahwa ada hal hal di luar dirinya yang mampu ia cintai melebihi dirinya sendiri, membukakan mata manusia bahwa rupanya ada kebahagiaan dalam koneksi-nya mencapai manusia-manusia lain.

Absurditas.

Menurut Paul Jean Sartre, absurditas adalah ketiadaan tujuan, yang hanya sekedar ada.  Sehingga manusia sejati adalah mereka yang dapat menentukan diri, memilih moralitas, membentuk dirinya sendiri, atau dengan kata lain menciptakan dirinya sendiri.  Lain dikata Albert Camus, yang menganggap absurditas kehidupan hadir karena rutinitas yang dilakoni manusia, yang awalnya dianggap manusia melakukan sesuatu yang penting dan berharga, namun ketika dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan titik jenuh yang akhirnya akan menimbulkan absurditas.  Dimana setiap fase dalam hidup manusia akan selalu terbentur dengan dinding-dinding absurditas, yaitu kematian manusia itu sendiri.  Sehingga satu-satunya cara untuk mengatasi kematian itu sendiri adalah melakukan penciptaan secara terus-menerus, penciptaan kembali.  Ataupun secara praktis, dapat dikatakan melakukan pemaknaan dari setiap situasi dan kondisi yang muncul dengan berbagai macam persepsi dalam jalan memecahkan permasalahan-permasalahan yang timbul.

Kefanaan.

Adapun fana, menurut KBBI adalah dapat rusak (hilang, mati); tidak kekal: segala yang ada di dunia -- belaka; sedangkan kefanaan/ke·fa·na·an/ n perihal fana; ketidakkekalan.  Merangkum seluruh hal di dunia ini yang bisa mati, lenyap, hilang atau apapun itu.  Maka sangat rentan lah akhirnya jika kita menggantungkan kehidupan (yang tadinya setengah mati diperjuangkan agar tidak mengalami absurditas itu) kepada dunia karena sifatnya yang fana.  Namun karena term ini juga lah kita tidak dapat dengan begitu saja menganggap semuanya begitu cepat hilang, ada hal-hal yang akan bersama dengan kita dengan waktu yang cukup lama, contohnya adalah diri kita sendiri.  Kita akan bersamanya sehingga dianggap diperlukan juga lah rencana-rencana masa depan selain aktivitas tidak menggantungkan diri kepada kefanaan dan menggantungkannya kepada kepercayaan/agama/maupun bentuk spiritual lainnya yang dianggap abadi dan tidak akan goyah hanya karena hal-hal remeh temeh sehari-hari. 

Tiga hal ini memilik benang merah, yaitu kita bebas menentukan darimana kita hendak melihat, kacamata persepsi mana yang akan kita gunakan.  Melihat cinta, absurditas dan kefanaan, yaitu dengan menjalaninya satu per-satu, hari demi hari-nya meskipun kadang kita ketinggalan jejak dan mulai mempertanyakan diri sendiri dengan jawaban yang dapat dikatakan tidak dapat selalu ditemukan dalam bentuk yang sama.  Maka, jalanilah satu per satu, dengan sabar, dengan tanda tanya, dengan bahagia, kesedihan, amarah hingga pada akhirnya ditemukan jawaban yang akan berujung pada sebuah pertanyaan yang tidak akan ada akhirnya.  

Karena itulah tandanya kita belum mati, kita akan terus menerus diciptakan kembali...



The Sigit - Nowhere End

hope we could be all right again

Smoke and laugh at my cigarette brand
I hope we could drive nowhere end
Listen to yours and my favorite band

I don't have to tell you what I'm feeling
Don't need to know
For whom your feeling is
I just really want to see your face again 
And those smile
I've seen when your crying

And when we drink together
I will hold my thirst
I will hold my last to get higher
And when we drink together
We will hold my lust
So I could drive you to home first


Friday, October 9, 2015

Sebuah Pertanyaan

Terkadang, saat-saat seperti mengemudi di malam hari di jalanan yang gelap dengan background musik mellow membangkitkan pertanyaan-pertanyaan.  Momen-momen 'tercenung', 'menatap-kosong' adalah saat saat dimana tiba-tiba saja kita terusik.  Benarkah keputusan-keputusan yang kita ambil pada saat ini? Sampai kapan? Sampai dimana? Mau kemana?

Pertanyaan-pertanyaan yang pada saat itu terasa sangat krusial sehingga kadang membuat saya terus lurus mengambil jalan jauh menuju rumah di perjalanan pulang.

Hidup seperti itu, tiba-tiba saja ada pemikiran yang masuk, 'membuat sadar' atau entahlah, mengganggu realitas yang tengah dijalani dan tiba-tiba saja pikiran-pikiran bergulir dengan:

'bagaimana jika ia tidak ada?'
'bagaimana jika kehilangan semuanya?'
'bagaimana jika aku tidak ada?'

atau yang lebih miris;

'aku ini hanya siapa?'
'tidak ada manfaatnya'
'semua yang saya lakukan sepertinya sia-sia'
'kenapa hidup ini terasa begitu tidak beruntung'

Sayangnya beberapa mode 'tercenung' seringkali menyeret pikiran negatif bukan positif yang membuat pikiran semakin tenggelam dalam kesedihan yang tidak memiliki manfaat selain kesadaran kalau kita hanya debu kecil dalam semesta.

Kadang saya suka membiarkan pikiran negatif ini berkecamuk dan berseliweran, dengan penuh kesadaran kadang dengan sengaja melarutkan pikiran yang tadinya kosong dalam pikiran negatif ini.

Mengapa?

Karena saya tau, pikiran negatif itu pasti ada, hilang semangat dan jenuh itu pasti ada.

Terus?

Karena itu saya ingin mencoba menerimanya, menikmati ketika datang momen-momen seperti itu, momen yang melarutkan sisi-sisi sensitif (selama tidak berlebihan tentunya).  Membiarkan mood menjadi mellow dengan sengaja.

Sampai puas, sampai lega.

Hingga nanti sampai pada suatu titik.  Dan muncul pemikiran lain.

'ngapain?'

'kenapa terus-terusan?'

'tidak ada manfaatnya?'

Kemudian saya biarkan pikiran-pikiran itu jenuh sendiri.  Pemikiran untuk merasa bosan dan jenuh akan bosan dan jenuh pada akhirnya.  Hingga akan mencari jalan sendiri, pemikiran sendiri untuk keluar dari pemikiran itu.  Karena pikiran yang datang tidak tau darimana itu akan keluar tidak tau darimana.  Biarkan pertanyaan itu mempertanyakan dirinya sendiri.  Kemudia sadar, kalau jawaban itu tidak bisa dituntut, apalagi dipaksakan.  Tapi kadang hanya perlu dibiarkan untuk berproses, mengikuti struktur, kemauannya, setelah dia memahami apa yang dimaunya.

Dan saya, merasa tidak punya hak untuk membuat penjara.
Apalagi dalam dunia yang begitu membingungkannya.

Adapun apa yang saya rasakan menurut Jean Paul Sartre, adalah sesuatu yang bersifat intensional dan tidak dapat dipisahkan di dunia dimana kesadaran terarah begitu saja tanpa dikehendaki.

Kesadaran itu sendiri, adalah kekosongan.

Alasan Sartre sendiri adalah karena kesadaran adalah kesadaran diri.  Kesadaran bisa melepaskan dirinya dari objek-objek sehingga menyadari bahwa dirinya bukan objek-objek tersebut.  Kedua adalah kekosongan, karena dunia seluruhnya berada di luar dirinya.

Meskipun teori nya masih panjang. Dari sepenggal teori Sartre tersebut dapat di-iya-kan dengan momen-momen yang tiba-tiba muncul, terjadi begitu saja hingga pada sebuah kesimpulan yang mentok, kosong.

Kosong.

Tambah bingung?
Pasti.  Seperti dalam menjalani hidup, banyak hal yang membuat bingung, di luar nalar, di luar kehendak bahkan di luar kesadaran?

Tapi kadang-kadang saking bingungnya hanya bisa pasrah.

Lantas terlintas, jikalau intinya adalah bukan kosong, ataupun kosong.
Mengapa harus memilih sedih, daripada tidak sedih.

Toh intinya sama, sama-sama bingung.  Mungkin lebih baik bingung yang dinikmati, daripada bingung yang disesali.

Selamat hidup! Dan jangan lupa menikmatinya.

Saturday, April 25, 2015

There's A Light Thats Never Goes Out

In some morning i wake up and just feel a hunger or need to love you.  For a cheap talks, stolen time to be with you just in one blink eyes.  And its going everyday.  

Some quotes said Relationship ended in breakup or marriage, i dont know which one scares me more.  At my 24th, all thing look like a mess beside a job. Maybe i can tell what i do now its what saves me from falling down from all the problems that hit me.  its better to being like this, than being like that.

But sometimes i wake up in the morning and feel like everything is okay. Its all the process, its all the road that i must've taken, even the hardest way.  Because if its easy, everyone will take it.

A few of my friend that said i just like to feel adventureous in some aspect on my life even its put me on danger but its just like another challenge for me.  In my life, sometimes boredom kills some logics and daily routine kills some sanity.

I always hunger from something amazing, exciting, beautiful, lovable, dont we need it all? Even we must look it from an unique perspective that not so many people would understand, but because its my journey, not them, isnt it?

A story about Vincent Van Gogh that i got on instagram then hist me, He was told that he eat a yellow paint to feel happiness and he just like paintings that much, but what hits me is the explanation, that said sometimes, when problem hit us that our life seems really miserable, doing the crazy things out of logic sometimes is the logic things to do, its okay to do that when your head feels like cant handle anything that the most unlogic things you do is being the right thing to do.  I just need to being told that its okay.  Even in some place at my heart i know its okay.

For now i just enjoy the ride, enjoy what life give me today.  To be fully understand about things i can't control, about things that happen in my life.  To be the best at the circumstances, to be the best of what my mind and my heart can do, stop listening to the noise.  And just, live.

Its like doing the best at the situations, even the situation is not the best situation.  I try to accept this imperfect life and whatever happens, its my story to going through, not other, so its okay for them to not understand.

You are, what your mind tell you who you are.  So i stop listening to the outside and try to hear a voice from inside, to look from my self about what happen, so maybe at the end, i will solve what i must deal with my self, and sometimes when its dont have any possible solution, its okay to live with the problem and just go with it.  

p.s
Reality, is merely an illusion, albeit a very persistent one. - Albert Einsten.