Friday, August 16, 2019

Keresahan Keresahan Kota #fromcampus

Senin nanti saya akan mempresentasikan seminar rancangan penelitian Strategi Pengembangan dan Implementasi Smart City Pemerintah Kota Pontianak.  Setelah menyiapkan bahan presentasi dan mencoba mengingat-ingat beberapa hal rasanya ingin menyegarkan pikiran dengan menulis sesuatu. 

Tentang bagaimana menariknya sebuah kota, berjuang untuk menjadi relevan dan bersaing secara global (?) dengan beberapa indikator yang ditetapkan dari mana saja.  Tidak ada yang salah dengan standar-standar yang dengan brilian ditetapkan secara internasional maupun nasional. Tetapi tentu, akar-akar sosial budaya begitu hidup dan bergerak dinamis diantara rimba aturan-aturan serta teori teori yang dicoba.  Semuanya tentu punya tujuan yang lebih besar: meningkatkan kualitas kehidupan.  

Karena, siapa lagi yang akan mencintai kotanya selain warganya sendiri? meskipun tentu, akan ada dualitas dan keresahan, masalah-masalah yang akan selalu muncul silih berganti.  Karena yang paling mencintai, pastinya akan lebih rentan dan mudah terlukai.  Begitu pula warga yang hidup di kota ini.  

Di kota itu, aku lahir dan menikmati masa-masa penuh kenangan, karena apalagi yang bisa menyatukan selain 'sejarah' dan 'akar'.  Selalu merasa seperti 'rumah', yang selalu membuat ingin pulang ketika lelah berkelana.  Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada kembali ke akar, ke tempat semuanya bermula, di tempat dimana jalan jalan yang dilalui memiliki kenangan lebih banyak daripada yang bisa kita ingat.

Dalam salah satu teori smart city, adalah penting untuk menciptakan visi, dengan keterlibatan publik.  Kolaborasi, dimana semua aspek, semua elemen harus hadir, dan merasa penting, merasa perduli dan dapat berpartisipasi aktif untuk membangun kota.  Tentu jauh dari kata mudah, menyatukan beragam kepentingan, beragam loophole maupun bias.  Tapi setidaknya dalam visi, kita bisa meraba kemana arah pembangunan suatu kota, yang berjuang di tengah gempuran informasi arus digital, persaingan global dan kompetisi-kompetisi yang mematikan.

Tapi selalu ada yang tumbuh, mulai berjuang di antara bayangan yang gelap, yang dilanda badai hebat akan mampu keluar pula sebagai nelayan yang mampu bertahan di arus yang hebat pula.

Jangankan demi kota yang dipenuhi beragam tujuan dan orang-orang yang memiliki banyak background dan kepentingan-kepentingan.  Bahkan di suatu komunitas pun, yang tidak mengutamakan profit, hanya niat baik untuk membantu saja kadang masih ada perpecahan tentang ideologi maupun keinginan keinginan banyak kepala.  Padahal semua kadang memiliki tujuan yang mulia, yang baik-baik. 

Tentu bukan pekerjaan mudah untuk dapat melakukan kolaborasi lintas generasi, lintas bidang bahkan lintas kepentingan, tetapi tentu, untuk semua niat baik, membangun kota, ada harga yang harus 'dibayar' untuk duduk bersama, meredam ego, dan melihat jauh ke depan.  Apa lagi yang bisa kita lakukan untuk kota kelahiran, kota tempat tinggal, atau kota yang sedang menjadi 'rumah' kita saat ini.  Karena, siapa lagi yang akan lebih peduli?

Saturday, August 10, 2019

dijual: -

apa lagi kata kata
yang mampu melukiskan badai
terjangan yang menggerus semua yang ada di depan,
tanpa ampun, tanpa pertimbangan.

bagaimana pula cara
menggambarkan gelombang
menderu, menggelisahkan, terus datang.
hingga akhirnya ia tenang.

berdamai pada laut
lari berlabuh di dermaga

tenang, tanpa riak dan gejolak
pula mati rasa

sudah saatnya bersiasat
mengobrolkan kata sepakat
bagaimana cara menjual jiwa
yang resah dan gelisah

katanya nyalinya tak pernah ciut
pantang menyerah kalah
pada luka, pada keadaan

kita semua menjaja
katanya

kadang demi cinta
kadang demi fana

Bandung, 10 Agustus 2019

Thursday, August 8, 2019

waktu untuk bersedih

kesedihan seperti tamu
yang mengetuk pintu pintu
untuk hati yang selalu tahu

hari ini
saatnya bersedih
duka dan berkabung

dalam gelombang gelombang
kesedihan yang sedang menghantam

aku ingin berbahagia
bisik anak kecil
yang lama
tak dikunjunginya

hari ini masih waktunya berduka
suatu saat nanti

mungkin kan berganti bahagia.

Tuesday, August 6, 2019

bertahan sebentar, sedikit lagi

malam yang hening
dan pagi yang sepi
mencari cari arti
dari yang sia sia

bertahan sebentar
sedikit lagi

makna datang
jadi pelajaran
mendewasakan
hati yang tabah

hidup yang panjang
keluh berkesudahan

semuanya akan berlalu
tangis demi tangis
bahagia demi bahagia

badai akan menghantam
ombak akhirnya pecah
terhantam karang
hingga air tenang

keluh kesah tumpah
akhirnya kan damai
dalam pelukmu yang tenang

tapi jika tidak,
bertahanlah sebentar
sedikit lagi

aku akan datang
pada malam
yang tidak pernah kau harapkan

bandung, agustus 2019

Monday, August 5, 2019

Membaca Agustus


Non-Fiction
1. Everybody Lies : Big Data dan Apa yang Diungkapkan Internet tentang Siapa Kita Sesungguhnya - Seth Stephens-Davidowitz
2. The Guide Book of SWOT : Mengelola dan Memanfaatkan Kekuatan, Kesempatan, Ancaman dan Kelemahan secara Efektif dan Efisien- Fajar Nur'aini DF
3. Balanced Scorecars : Model Pengukuran Kinerja Organisasi dengan Empat Perspektif - Suci R.M Koesomowidjojo
4. Personal SWOT Analysis : Peluang di Balik Setiap Kesulitan - Freddy Rangkuti

Fiction
5. Cantik Itu Luka - Eka Kurniawan
6. Pablo Neruda - 100 Soneta Cinta
7. Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai - Theoresia Rumthe & Wesley Johannes

Yang Ada, Di Depan Mata

Kembalilah ketika kau butuh rumah singgah, kata kata yang lembut dan indah, atau sekedar jokes tidak lucu.  Tapi aku tau kau ada disitu, memberikan usaha yang bisa menenangkan yang sedang tidak tenang, memadamkan yang sedang bergejolak.  Tidak jarang kau gagal, memberikan semangat, tapi setidaknya, kau selalu mampu membuatku tersenyum.  Melupakan hal hal yang membuatku lupa untuk menikmati kehidupan, bertahan sebentar, aku ada untukmu, kau ada untukku.

Teringat petuah yang diberikan dalam masa sulit, kata kata ajaib orang tua pada diriku yang masih kecil yang menggema di kepala, ayat ayat yang diucap berkali kali, tiap hela nafas hanyalah meminta keajaiban, untuk hidup dan menikmatinya sedikit lebih lama lagi, sedikit bertahan lebih kuat lagi.  

Apa yang membuatmu bahagia, apa yang membuatku bahagia, apa lagi yang lebih penting? Pertama tama, selamatkanlah dirimu sendiri dari dirimu sendiri.  

"tenang, semuanya akan lewat, jalani pelan pelan, sedikit demi sedikit untuk hari ini.
sekencangnya badai pasti akan berlalu, atau kau akan hilang untuk tidak merasakan badainya lagi"
katanya tertawa. 

aku tertawa.

denganmu, tenang.  hanya tenang.

Bandung, 5 Agustus 2019

Friday, August 2, 2019

August's Woman Sketch #procreate





Just learn to using procreate and draw some woman i see at pinterest, i think drawing woman is one of my fav things, cause woman can make themselves more attractive and appealing with their accessories, make-up, fashion, that they can learn and make some effort to upgrade themselves.  Make some inspiration for me too.