Thursday, February 27, 2020

tertidur lelap

hari yang lelah dan gelap
hujan datang sesekali
kemudian terbawa 
dan terlelap

apa yang terjadi hari ini
apakah kulewatkan lagi
sebuah kesempatan
untuk pergi dan tenggelam

waktu telah berjalan
dengan panjang dan melelahkan
ingin beristirahat
memejamkan mata

tertidur lelap
semoga besok pagi
datang lagi.

27/02/20

Tuesday, February 25, 2020

di angan angan

segelas kopi susu dingin
tidak ada nikmat dari yang pahit, katamu
percakapan percakapan kecil
tidak ada maknanya

terimakasih sudah mewarnai hari
virtual dengan tanda di layar telpon genggam
di dunia yang ideal dan utopis
mungkin kita telah menikah dan beranak pinak

kemudian aku akan kerepotan
mengurus anak kita yang sedang menangis
sedang kau belum pulang lembur dari kantormu

kemudian aku mengkhayal sedikit
bagaimana jika kita tidak pernah terjadi,
dan aku masih sendiri

sendiri menikmati segelas kopi susu dingin
menikmati waktu untuk diriku sendiri

berapa kemungkinan kita akan bersama
kuharap ada satu lubang plot yang kecil
menyingkirkan semua ketidakmungkinan

keajaiban itu mungkin saja, katamu suatu waktu
kita punya cara berbahagia masing-masing
di masing masing cerita, di masing masing waktu

saat ini, untukku kamu
tidak lain dan tidak bukan

pvj, 25/02/20

Saturday, February 22, 2020

teruntuk

yang pernah datang
tapi tak pernah selesai

yang pernah mengisi
tapi hanya sesekali

yang pernah menguatkan
tapi malah jadi kelemahan

yang pernah abadi
tapi kemudian mati

kuletakkan cinta pada apa apa yang tak selesai
agar masih bisa kunyalakan harapan
pada apa apa yang tak sampai

kusimpan lembar lembar kenangan yang tak bisa diulang
agar masih bisa kutonton setiap hidup berubah jadi membosankan
pada apa apa yang tak bisa kusampaikan

kukatakan pada bait bait kata
biar hilang makna
biar hilang rasa

22/2/2020

kabar hari ini

apa kabar hari ini
masihkah berselimut sepi
menonton pertunjukan memori
tertawa, berbahagia

apa kabar hari ini
masihkah ingin mendekap
mengingat ingat
merayakan yang hilang

manusia senang
dengan apa apa yang tak bisa
didapatkan

apakah waktu bisa mengubah kehilangan
padahal akhirnya hanya mendamba kekosongan

kau masih hidup dalam kenangan
dalam tiap mimpi buruk

tiap ku bangun dan mencuci muka
menjalani hari seperti biasa saja

masihkah kau ingatku sesekali
seperti apakah ku di mimpimu

apakah rasa jatuh cinta yang menyenangkan
atau rasa kehilangan yang panjang
pada tiap lagu temaram yang kuputarkan

Bandung, 22 Februari 2020

Tuesday, February 11, 2020

amarah dan hati yang patah

seperti lautan yang tiba tiba bergejolak
maafkanku tak sempat mengelak
datang menderu deru

maafkan marah yang entah kenapa datang awal
menggulung semua yang mungkin tak salah sekarang

pucuk penghujung datang dari tempat yang jauh
terpatri trauma pada hal yang sudah sudah
hati patah mendalu berulang ulang

maaf untuk amarah dari palung hitam dalam
tak sempat mengelak, tak sempat berkabar

nanti kan kuceritakan tentang hati yang telah patah
sulit berubah, tak ingin lagi mengalah

maaf untuk hati yang patah
tak semuanya salahmu, tak semuanya salahmu
cuma aku

yang datang dari hari yang jauh
yang sudah tak lagi diketahui

maaf untuk hari yang marah
maaf untuk hati yang patah
untuk hari yang lalu,
untuk hari yang akan berlalu

entah akan pulih nanti,
entah akan datang kembali

ku takkan tau
kau takkan tau

11022020