Monday, December 28, 2015

Perjumpaan adalah Perpisahan yang Menghitung Mundur



Sesederhana rembulan yang setiap hari datang, tapi tidak juga berhenti membuatku takjub,Ksatria. Serapuh pertanyaan pertanyaan dan masa depan yang berhenti pada tanya. Bersabarlah untuk ini, kepada nanti yang mungkin tidak akan datang lagi.

Terimakasih untuk ada, karena tanpamu,kutau rasanya tak akan pernah sama. Terimakasih untuk kesalahan, karena aku tak tahu apa lagi rasanya benar jika ini adalah kesalahan.

Terimakasih untuk ada dan mendengar,untuk bercerita dan menjadi manusia yang tidak sempurna. Untuk malam malam panjang, waktu yang rasanya masih terlalu singkat, terlalu cepat saat berdua denganmu.

Terimakasih untuk bahagia dan nyaman yang terlalu, sungguh. Terimakasih untuk kekhawatiran akan berpisah denganmu, karena artinya aku takut untuk berpisah denganmu, yang artinya setiap perjumpaan denganmu adalah hal yang membuatku berbahagia.

Terimakasih untuk kemungkinan yang menunggu, masa depan yang tidak diketahui, dan perjalanan yang menanti, entah bersama atau tiada dirimu.

Perjumpaan adalah perpisahan yang menghitung mundur. Tetapi bersamamu, perpisahan hanyalah perhitungan yang tidak lagi mampu memberi makna.  Karena saat bersama denganmu, aku telah genap untuk hidup.

Diara, Desember 2015.

Monday, December 14, 2015

12 Desember 2015

Diara.

Kuceritakan padamu, Satria, lelaki pertama yang membuatku jatuh cinta, kemudian patah hati menikah hari ini.  Rasanya, segalanya, semuanya.  Seperti ingin mengingat-ingat lagi, apa saja yang sudah dilalui bersamanya.  Bagaimana rasanya jatuh cinta dan menginginkan seseorang begitu lama, mencintai begitu banyak dan tamak.  Rasanya seperti ingin duduk sendirian, menyeruput segelas cokelat hangat pada malam yang turun hujan dan mengenang.  Mengenang hal-hal indah yang pernah dilalui bersama.

Seperti membuka sebuah kotak pandora, Satria.  Sebuah kotak yang setengah mati sudah kujaga, sebuah kotak yang berharga, namun aku menyerah untuk membukanya pada hari ini.

Sebuah kotak yang membuat hatiku tersenyum mengingatnya, sekaligus ngilu.  Tinggal tambahkan sebuah- bagaimana jika, bagaimana jika hubungan itu bertahan sampai sekarang.

Tentu aku yang akan disana, berdiri disana dan mengucapkan ya, aku menerimanya untuk mendampingiku seumur hidupku.  Berdiri seharian disana menunggu untuk memilikinya selamanya.  Tentu aku akan bahagia, bersama orang yang kucintai.  Dan pencarianku pun selesai sudah.  Kami akan bahagia selamanya, berjuang bersama dalam kebosanan hidup dan menghabiskan sisa hidup dengan saling mencintai dan memiliki anak-anak kecil yang akan diurus sepanjang hidup kami.  Mungkin saja aku akan bahagia bersamanya, mungkin saja bukan, Satria?

Tapi aku malah gagal mempertahankannya, gagal membuatnya tinggal dan sukses membuatnya pergi.  Aku malah disini, bersamamu menikmati malam yang tidak kita ketahui akan sampai dan berujung dimana.  Menikmati waktu-waktu yang singkat, mencuri dekap-dekap yang hangat dalam malam yang begitu membekukan.

Menyesal? Di dalam imajinasi dimana semua hal berjalan semaunya saja dimana sudah sepatutnya kita menyesali hal-hal yang tidak kita punyai mungkin iya? Tapi jauh di dalam hati, aku tidak pernah menyesal Satria, untuk menemukanmu, untuk mencintaimu, untuk menempuh kesulitan dan memulai semuanya dari awal lagi.  Untuk menikmati malam-malam hening dimana cinta pertamaku menikah dan berbahagia dengan kekasih pilihannya.  Dia lelaki yang baik dan setia, aku tahu dia akan bahagia dan mampu membahagiakan siapapun yang menjadi wanitanya.

Tapi aku tidak pula menyesal menemukanmu, untuk masih berjalan ketika semua orang tampaknya sudah berlari menghampiri kekasih terakhir mereka, untuk menikah, untuk memulai sebuah kehidupan kecil bersama.  Untuk mencinta dan beranak pinak.

Sedangkan aku masih berjalan perlahan, belum menemukan jalan keluar.  Tapi bukan berarti jalan mereka lebih baik, jalan ku apalagi.  Kita menikmati kehidupan dengan jalan dan cara kita masing-masing.  Jalan yang saling bersinggungan, dengan pemandangan yang tidak akan pernah sama.

Jalanku, sedang bergulir maju perlahan, menempuh penemuan-penemuan dan kehilangan-kehilangan. 

Jatuh, bangkit dan mencoba sekali lagi.  Belum lagi menyerah.

Menemukan bahagia di sela-sela takdir tidak diketahui yang menuntun kemana saja langkah mungkin akan menuju.  Mungkin saja berakhir bersamamu, Satria.  Mungkin saja tidak.

Satria.

Diara mungkin kehilangan cinta pertamanya, aku merasa sedikit kasihan.  Harusnya dia menemukan seseorang yang lebih baik dari aku.  Kalau saja dia tahu, aku telah kehilangan cinta pertama, kedua dan ketiga.  Mereka telah lama meninggalkanku.  Aku datang di hari pernikahan mereka, memberikan selamat.  Diara mengomeliku habis-habisan waktu aku menceritakannya dan mengatakan, wajar saja karena aku tidak memang tidak punya perasaan.

Dia tidak tahu, aku selalu memakai topeng terbaikku.  Aku adalah lelaki, Diara.  Lelaki tidak menikmati sakit hatinya kemudian berkeluh kesah tentang hatinya yang patah.  Sebagai lelaki aku hanya bisa diam, menyimpan semuanya pada senyum dan wajahku yang beku.  Kemudian menjalani kehidupan dan tanggung jawab seperti biasanya.  Hatiku mungkin lemah, Diara.  Tapi topengku tidak.

Dan dari sekian banyak hal yang tidak kau tahu, Diara.  Semuanya akan kusimpan sendiri.  Hidupku mungkin tidak sempurna, tapi bersamamu, malam ini.  Aku tahu semuanya akan baik-baik saja.  Meskipun aku tidak pernah tahu tentang nanti.  Tentang esok yang tidak pernah bisa kujanjikan padamu.



Denting piano kala jemari menari
Nada merambat pelan dikesunyian malam
Saat datang rintik hujan bersama sebuah bayang


Yang pernah terlupakan...

Hati kecil berbisik untuk kembali padanya
Seribu kata menggoda seribu sesal didepan mata


Seperti menjelma waktu aku tertawa
Kala memberimu dosa

Oh maafkanlah
Oh maafkanlah

Rasa sesal didasar hati diam tak mau pergi


Haruskah aku lari dari kenyataan ini
Pernah ku mencoba tuk sembunyi


Namun senyummu tetap mengikuti...

----------------------------------------------------------------------------------------------------------


TIMECAPSULE.04.xtml
name : diara,satria
time travel: Saturday, 12 December 2015

/enter

--------------------------------------------------------------------------------

Saturday, December 5, 2015

Kepada Desember

Pada malam itu pada hujan jatuh rintik-rintik di perjumpaan pertama, pada kemeja kotak kotak mu yang agak gelap karna basah dan kacamata yang sedikit kebesaran pada wajah mungilmu.  Aku sudah duduk di situ, menyeruput gelas coklat dingin dan menerawang melihat kota yang tiba-tiba begitu indah karena hujan kali ini jatuh dengan perlahan. Menyapu segala resah, saat itu, aku baru saja mengalami sebuah kehilangan yang begitu besar.  Patah hati pertamaku.

Kita baru saja mengenal.  Dua orang asing yang patah hati.  Karena apa yang paling diinginkan, tidak pernah tercukupi.  Cinta yang mengecewakan, luka yang tidak kunjung kering.  Waktu yang sudah terlalu lama berlalu tapi pahit itu masih saja terasa.

Tunjukkan arah langkah pada hati yang patah, kuatkan jiwa yang sudah sangat ingin menyerah.

Pertemuan adalah kenangan-kenangan yang manis, peluk yang menenangkan, cinta yang terucap dalam kata yang paling amat rahasia.

Kepada ingatan, yang merekam jelas hal-hal kecil yang membuat pikiran tidak berdaya.  Bahkan ketika waktu sudah berlalu.  Setahun yang lalu, aku masih ingat jelas setahun yang lalu.

Jika desember lalu adalah anak panah yang kita tarik dan melesat.  Maka ijinkanlah aku untuk merenung dan menghitung jarak.  Karena sejak anak panah itu melesat, ia belum juga berhenti, sudah setahun jaraknya.

Sampai kapan? anak panah itu laju melesat, tak menghiraukan turbulensi yang sudah begitu kuatnya, menahan tanpa memahami sekuat apa momentum itu meledak dan menciptakan frekuensi baru, sebuah dunia baru.  Dunia yang hanya ada kita berdua, tiada siapa-siapa.  Kau mengajarkan aku untuk tuli, padahal aku sudah mendengar, untuk buta, padahal aku sudah melihat, untuk tuna merasa, padahal aku sudah hancur dalam rasa.  

Pada sebuah cerita, selalu dibutuhkan sebuah tempat awal, dimana semua cerita bermula.  Dan pada jalan yang berliku panjang dan melelahkan, dibutuhkan tempat untuk menghela nafas sejenak, melihat sudah sejauh mana kita bergerak pada awal tempat kita bermula, untuk mengukur, sejauh mana kita masih mampu bertahan.  Bisa saja kita tahu, tapi tidak perduli, atau malah kita terlalu perduli, untuk acuh pada apa yang kita ketahui. 

Sudah setahun berlalu.  Masih akan adakah aku, hanya di mimpimu?


5/12/2015

Desember

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi
Dibalik awan hitamSmoga ada yang menerangi sisi gelap ini,Menanti..Seperti pelangi setia menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan dibulan desember,Di bulan desember

Sampai nanti ketika hujan tak lagiMeneteskan duka meretas lukasampai hujan memulihkan luka
efek rumah kaca 


TIMECAPSULE.03.xtml
name:diara
time travel; December 2014

Friday, November 13, 2015

Tentang Cinta, Absurditas dan Kefanaan

Cinta

Apa itu cinta? Salah satu pertanyaan yang mungkin dipertanyakan seluruh manusia di muka bumi hingga dijadikan sebuah film yang bahkan lazimnya merupakan judul yang berupa kata/statement digagas menjadi sebuah tanda tanya, ada apa dengan cinta (?).

Sebuah/seseorang/sesuatu hal yang dicari-cari, diinginkan, didambakan, atau bahkan direalisasikan sebanyak-banyaknya dalam bentuk film, novel, ftv, sinetron hingga musik.  Hal yang menjadi perkara yang remeh temeh, sekaligus sangat penting hingga tanpanya, barang kali dunia ini hanya tempat singgah yang fana dan kering kerontang.

Sesuatu yang diharapkan itu terkadang kemudian, dengan beberapa keajaiban dapat kita rasakan.  Kemudian kita menjadi begitu terpukau sehingga begitu berkeinginan untuk segera menangkapnya, mengurungnya dan memilikinya.  Kita menjadi merasa begitu terburu buru seperti tidak cukup waktu.  Merasa akan kehilangan kesempatan.  Karena perasaan yang dirasakan adalah sesuatu yang baru, tidak biasa, aneh dan menimbulkan perbedaan yang begitu signifikannya dalam kehidupan kita yang dulunya (mungkin) begitu membosankan dan menyedihkan.  Kemudian tiba-tiba cinta dianggap menjadi jalan keluar, jawaban akan sepi nya hari-hari monoton yang dilalui.  Tapi, seperti itukah maknanya? Itukah tujuannya cinta datang dan mengobrak-abrik hati dan rasa hingga menimbulkan pengalaman menikmati hidup yang jauh berbeda dari sebelumnya?

Cinta itu jika ditilik lagi, hanyalah sesuatu yang tampaknya remeh temeh, dangkal, coba saja anda bayangkan menonton film yang berbicara tentang cinta, sejauh apakah hal yang bisa digali dari cinta? jangan-jangan hanya kekosongan dengan inti yang tidak ada.  Karena ranah-nya begitu personal maka masing-masing orang memiliki pengalaman-pengalaman yang bisa sangat berbeda.  Cara pemahaman seseorang mengenainya pun, terbentuk dengan tidak sengaja dari lingkungan tempat ia dibesarkan, orang-orang yang pernah ditemuinya, dan pengalaman seumur hidup. Kadang yang membuatnya indah adalah aksesori, hal hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, hingga pada akhirnya, kenyamanan dan kegembiraan dalam hal-hal kecil itulah yang membuat kita menjadi melupakan beberapa hal.  Membuat manusia menjadi nyaman, merubah manusia yang tadinya hanya berorientasi kepada dirinya sendiri mulai mengakui bahwa ada hal hal di luar dirinya yang mampu ia cintai melebihi dirinya sendiri, membukakan mata manusia bahwa rupanya ada kebahagiaan dalam koneksi-nya mencapai manusia-manusia lain.

Absurditas.

Menurut Paul Jean Sartre, absurditas adalah ketiadaan tujuan, yang hanya sekedar ada.  Sehingga manusia sejati adalah mereka yang dapat menentukan diri, memilih moralitas, membentuk dirinya sendiri, atau dengan kata lain menciptakan dirinya sendiri.  Lain dikata Albert Camus, yang menganggap absurditas kehidupan hadir karena rutinitas yang dilakoni manusia, yang awalnya dianggap manusia melakukan sesuatu yang penting dan berharga, namun ketika dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan titik jenuh yang akhirnya akan menimbulkan absurditas.  Dimana setiap fase dalam hidup manusia akan selalu terbentur dengan dinding-dinding absurditas, yaitu kematian manusia itu sendiri.  Sehingga satu-satunya cara untuk mengatasi kematian itu sendiri adalah melakukan penciptaan secara terus-menerus, penciptaan kembali.  Ataupun secara praktis, dapat dikatakan melakukan pemaknaan dari setiap situasi dan kondisi yang muncul dengan berbagai macam persepsi dalam jalan memecahkan permasalahan-permasalahan yang timbul.

Kefanaan.

Adapun fana, menurut KBBI adalah dapat rusak (hilang, mati); tidak kekal: segala yang ada di dunia -- belaka; sedangkan kefanaan/ke·fa·na·an/ n perihal fana; ketidakkekalan.  Merangkum seluruh hal di dunia ini yang bisa mati, lenyap, hilang atau apapun itu.  Maka sangat rentan lah akhirnya jika kita menggantungkan kehidupan (yang tadinya setengah mati diperjuangkan agar tidak mengalami absurditas itu) kepada dunia karena sifatnya yang fana.  Namun karena term ini juga lah kita tidak dapat dengan begitu saja menganggap semuanya begitu cepat hilang, ada hal-hal yang akan bersama dengan kita dengan waktu yang cukup lama, contohnya adalah diri kita sendiri.  Kita akan bersamanya sehingga dianggap diperlukan juga lah rencana-rencana masa depan selain aktivitas tidak menggantungkan diri kepada kefanaan dan menggantungkannya kepada kepercayaan/agama/maupun bentuk spiritual lainnya yang dianggap abadi dan tidak akan goyah hanya karena hal-hal remeh temeh sehari-hari. 

Tiga hal ini memilik benang merah, yaitu kita bebas menentukan darimana kita hendak melihat, kacamata persepsi mana yang akan kita gunakan.  Melihat cinta, absurditas dan kefanaan, yaitu dengan menjalaninya satu per-satu, hari demi hari-nya meskipun kadang kita ketinggalan jejak dan mulai mempertanyakan diri sendiri dengan jawaban yang dapat dikatakan tidak dapat selalu ditemukan dalam bentuk yang sama.  Maka, jalanilah satu per satu, dengan sabar, dengan tanda tanya, dengan bahagia, kesedihan, amarah hingga pada akhirnya ditemukan jawaban yang akan berujung pada sebuah pertanyaan yang tidak akan ada akhirnya.  

Karena itulah tandanya kita belum mati, kita akan terus menerus diciptakan kembali...



The Sigit - Nowhere End

hope we could be all right again

Smoke and laugh at my cigarette brand
I hope we could drive nowhere end
Listen to yours and my favorite band

I don't have to tell you what I'm feeling
Don't need to know
For whom your feeling is
I just really want to see your face again 
And those smile
I've seen when your crying

And when we drink together
I will hold my thirst
I will hold my last to get higher
And when we drink together
We will hold my lust
So I could drive you to home first


Monday, November 9, 2015

Time Capsule #2

Diara


Kenangan yang paling aku sukai saat bersamanya adalah kenangan-kenangan yang terjadi hampir setiap hari.  Keberadaannya dalam hari-hari yang biasa dan membosankan adalah sesuatu yang kala itu bukanlah tampak sebagai sesuatu yang hebat, hanya sesuatu yang tampak berjalan sebagaimana mestinya.


Sesuatu yang tiba-tiba menjadi hal yang sangat berharga ketika ia sudah tidak ada lagi.  Bangku yang kosong, tawa yang lenyap, perbincangan-perbincangan yang sudah mati rasa.

Kadang saat aku bersamanya, aku merasa ngeri.  Tentang bagaimana aku larut dan terlalu berbahagia bersamanya.  Suatu tanda bahwa tidak ada bahagia yang selalu bertahan lama.  

Makan malam kali ini adalah di restoran favoritnya, aku senang menuruti keinginannya tentang hal-hal remeh, memilih tempat makan, misalnya.  Ia selalu berbahagia pada hal-hal kecil, hal-hal yang kadang aku lupa.  Ia gampang untuk dibuat bahagia, pada hal-hal yang kadang aku tidak perduli. Simpulnya sederhana, jika ia bahagia, aku akan lebih berbahagia.

Pernahkah kau mendengar, bahwa kenangan yang paling buruk adalah kenangan yang paling bahagia.  The best memory is the worst memory.  Karena, apalagi yang kita punya tentang seseorang selain kenangannya? apalagi yang tertinggal selain ingatan tentang harum dan keberadaannya

...


Makan malam hari ini, aku bersama orang lain, Satria.  Di tempat favoritmu.  Mungkin kau sudah lupa bahwa ini adalah tempat favoritku untuk melihatmu makan yang lahap dengan komentarmu pada setiap wanita yang melewati meja makan kita.  Aku masih melihatmu di bangku itu, aku ingat kaos yang kau kenakan, aku ingat extra cheese dan mocha float kesukaanmu, aku ingat percakapan percakapan yang tidak sabar saat kau menunggu pesanan kita yang lama datang.  Masihkah kau ingat padaku, tentang masa-masa itu, Satria?

Aku lelah berlari, tidak kukira suatu saat aku akan berhenti melawan ingatan-ingatan itu dan membiarkannya.  Ya, kini aku hanya membiarkannya hidup, pada tempat-tempat yang pernah kita singgahi, pada lagu-lagu yang pernah kita dengarkan, pada cerita masa depan yang pernah kita perdebatkan.  

Aku biarkan ia hidup, 
karena untuk membunuhnya, 
aku tidak pernah punya cukup kerelaan dan ketegaan.  

Maka, ijinkan aku mencintaimu dengan ingatan-ingatan, 

tentang duduk berbincang dan makan bersama, misalnya. 

karena nanti, akan kutanggung sampai aku lupa. 


Bisa saja sampai esok lusa, bisa saja selamanya.


.
.
.

TIMECAPSULE.02.xtml
name:diara
time travel; Unknown Future, November 2015

Friday, November 6, 2015

Dua Orang Asing

Dua orang asing,
tak sengaja dalam temu

diam dalam tatap
berbisik lambat lambat

katakan dalam hatimu,
sudah berapa lama kau tunggu sendiri dan sepi
hingga menemui aku

dua orang asing
berjarak namun merasa dekat
seperti genggaman yang sudah lama lekat

seperti pernah pergi
kemudian bertemu sekali lagi

seperti menunggu
namun kesempatan tidak beranjak sekali lagi

dua orang asing
saling mengenali
telah lama mengetahui

cinta lama mereka
yang telah lama mati
tidak bisa hidup kembali...

dua orang asing
tercekat dalam jantung yang berhenti berdetak

harum yang kukenal benar wanginya
wajah yang kuingat benar lekuknya
pelukan yang kutahu benar hangatnya
suara yang dulu benar menenangkan gulana

ia menatapku, kemudian tersenyum pahit.

ia masih sama, seperti dahulu
seperti tahun tahun lalu.

hanya saja,
kini kami hanyalah dua orang asing.

6-11

Monday, November 2, 2015

Time Capsule

Diara.

Sebuah pesan singkat masuk.
Dia mengatakan untuk menemuinya, menikmati senja.
"Senja itu indah", katanya suatu waktu.  "Saat yang tepat, untuk menikmati perginya matahari, dan menyambut datangnya malam" sambil bersandar di pundakku.  Memejamkan mata.

Tapi ia tidak pernah tahu.

Aku benci senja.  Ia tidak pernah bertahan lama, Satria.

Satria

Entah rasa kehilangan, atau sebuah kesempatan kedua yang aku butuhkan.
Aku juga tidak tahu.
Yang jelas, aku hanya senang.  Menghabiskan waktu bersamanya.  Sebuah jalan keluar dari kehidupan yang belum kutemukan ujung simpulnya.  Mungkin, hidup hanyalah teka-teki yang belum mampu kupecahkan.  Bersama Diara, kukira semuanya akan baik-baik saja.  Aku menyayanginya, dan dia menyayangiku.  Kami menikmati waktu bersama.  Aku tidak pernah meminta lebih, dan aku merasa lebih dari cukup.

Diara

Satria tidak pernah mengerti, bagiku senja tidak pernah cukup.  Bagiku senja terlalu singkat, sedangkan aku.

Aku adalah matahari.
Dan matahari tidak butuh senja.

Satria

Bagiku, cinta hampir sepenuhnya omong kosong, hanya tanggung jawab.  Aku bisa memecahkan semuanya.  Aku hanya ingin tenang, menikmati senja.  

Diam dan tenggelam.

Hidup bagiku sederhana saja.

Diara

Bagiku, Satria adalah bom waktu.  Berisikan semua hal yang aku butuhkan, berisikan semua hal yang ingin aku hancurkan.  Melengkapi semua hal yang belum pernah aku bayangkan.  Satria adalah sebuah garis penyambung hampa dan kekosongan-kekosongan yang pernah hilang.  Garis petunjuk dari kehilangan-kehilangan.

Tapi aku salah akan satu hal,

Dia bukan garis, dia adalah titik.
Sebuah penentu dimana semua ini akan berakhir.
Tapi dia, dia bahkan tidak mengerti apa-apa.

Satria

Jika ini bukan cinta, jawabku kepada Diara suatu waktu, lantas apa?
Mengapa aku mau menghabiskan sekian waktu, sekian banyak waktu, hanya untuk bersamamu?
Tidakkan waktu yang kuberikan sudah cukup?
Tidakkah bahagia yang aku berikan sudah cukup sebagai jawaban atas segala resahmu.
Kamu tahu aku bukanlah pemimpi.
Aku tidak memimpikan apa-apa Diara, mimpiku sudah mati, meskipun mimpimu belum.
Belum, tapi suatu saat kau akan sadar, Diara.
Mimpi itu akan mati suatu waktu, bergantikan dengan realita.

Bangun, Diara.

Diara

Aku hanya letih, Satria.
Letih bermimpi karena aku adalah orang yang keras kepala dan tidak ingin menyerah.

Dan hanya untuk kau tahu, aku bukan tidak bisa berhenti bermimpi. 
Aku hanya tidak mau.

Satria

Berhenti membaca buku-buku yang berakhir bahagia, Diara.
Hidupku sudah cukup lama untuk memiliki mimpi yang terlalu tinggi.
Mimpi itu akan mati.  Dan akhirnya kau akan mengerti.
Bahwa rasa sakit hanyalah rasa yang paling setia.
Dia tidak akan meninggalkanmu...

...


Waktu adalah roket yang melaju tanpa tahu.  Melesat melewati semua hal yang kita kira bisa menahannya lebih lama.  Tapi tanpa kuasa ia bergerak maju, melesat pergi.  

Dan seiring ia berlalu.  Kau tahu, ia tidak meninggalkan apa-apa untukmu.

Diara

Aku masih pemimpi yang sama, Satria.  
Pemimpi yang berani walau yang diimpikannya telah mati.

Entah aku pantang menyerah atau kehabisan pilihan.

Dan aku masih disini, menunggu setiap senja.  Menantikanmu.  
Walau aku tahu senja itu masih ada, namun tidak ada kau lagi.

Tapi kau tahu Satria, waktu tidak bisa mengalahkan kenangan.

Karena apa yang dimatikan oleh waktu, akan dihidupkan kembali oleh ingatan
Dan ingatan itu abadi.  Tidak akan pernah mati.
Ia tidak akan mengalahkan aku.


TIMECAPSULE.01.xtml
name:diara,satria
time travel; December 2014

Saturday, October 31, 2015

#Weekend Playlist

Juara Kedua 

Berapa banyak lagi cemburu
berapa banyak bual 
Terhanyut menepis realita 
kau bukanlah milikku 

Aku pilihan kaulah jawaban
jelaskan arti adil 
Tolong menetap utuh karena 
aku letih berbagi 

Mampukah kekasih mu setangguh aku 
Menunggu tapi tak ditunggu 
bertahan tapi tak ditahan 

Sampai kapan kau mau begini
Menjalani kisah rahasia 
Tak sadarkah di balik senyuman 
sungguh aku terluka
Jika kau tidak bisa pastikan 
sudahlah aku mengalah saja 
Kau adalah pemenang walaupun 
aku juara kedua 

Pada sebuah titik bifurkasi 

sudikah kau mengerti
Aku ingin cuma ada kita 
tanpa dustai dia 

Aku memberimu yang terbaik 
mengapa dia mendapatkan 
apa yang terbaik darimu
Fiersa Besari


https://soundcloud.com/fiersa/juarakedua

Wednesday, October 21, 2015

Kepada Tuhan

Tuhan belum mengijinkan aku mencintaimu
karena jika iya, aku akan lupa rasanya fana

Tuhan belum mengijinkan aku mencintaimu
karena nanti aku akan lupa bagaimana caranya meminta

Tuhan belum mengijinkan aku mencintaimu
karena dibisikku yang kuminta hanya ia saja

Tuhan belum mengijinkan aku mencintaimu
karena setiap detik bersamamu, adalah dosa

Tuhan belum mengijinkan aku mencintaimu
karena cinta, yang membara

datang dalam rahasia.

october, 2015

Sunday, October 18, 2015

Weekend List

When its Monday-Friday, easy to find something to do.  There is a 7-3 job i need to do, a course and a class.  But when its comes to weekend, mostly i just sleeping or watching tv.  Feeling lazy but always want to do something.
But recently the internet connection is good and i started download Tv Series that inspire me.  I always like american series movie that i can keep up long, especially when it background is work that related to what i do.  Its kinda inspirate me to do more in what i do.  Here's some suggestion:

1. Limitless.

If you are a fan of NZT - 48. Then this is the series of Limitless movie that act by Bradley Cooper, when in this series he comes as a mysterious man who looks like helping (or maybe setting up) the main character, Jake McDorman (as Brian Finch) who used to be the ordinary man who follow his dream, to be a musician but still not get any bright future and last as a singer at a cafe, then his friend from the band who became a succesfull agent FBI.  Then the trigger comes from his dad that almost passed away because of an ill that doctor cant diagnose, so his friend help him and offering him NZT.
This is an american crime drama that trigger an imagination of the full possibility to access the brain and can make a perfect recall that ever they read, heard or seen. This series is from CBS and cant wait for the next episode.

*4 of 5star for 3 episodes on 1st Season




2. Quantico.

Quantico comes as an American Television thriller created by Joshua Safran from ABC that makes me really excited because its comes up a good vision that please my eyes to see how FBI Agents got in an academy.  Starring an india actress who also a miss world on 2000, Priyanka Chopra that looks good and hot beside her good personality and became almost top of the class.  I just really like when a tv series makes a woman as its main character and can make the main character as inspired as Alex Parrish, an independent ambitious woman whose her life in an edge that she must fight and set for it when all the FBI in town look after her as a terrorist's primary suspect.  Its very exciting and amusing.  And cant wait for the next episode!

*4,5 of 5 star for 3 episodes on 1st season




Friday, October 9, 2015

Sebuah Pertanyaan

Terkadang, saat-saat seperti mengemudi di malam hari di jalanan yang gelap dengan background musik mellow membangkitkan pertanyaan-pertanyaan.  Momen-momen 'tercenung', 'menatap-kosong' adalah saat saat dimana tiba-tiba saja kita terusik.  Benarkah keputusan-keputusan yang kita ambil pada saat ini? Sampai kapan? Sampai dimana? Mau kemana?

Pertanyaan-pertanyaan yang pada saat itu terasa sangat krusial sehingga kadang membuat saya terus lurus mengambil jalan jauh menuju rumah di perjalanan pulang.

Hidup seperti itu, tiba-tiba saja ada pemikiran yang masuk, 'membuat sadar' atau entahlah, mengganggu realitas yang tengah dijalani dan tiba-tiba saja pikiran-pikiran bergulir dengan:

'bagaimana jika ia tidak ada?'
'bagaimana jika kehilangan semuanya?'
'bagaimana jika aku tidak ada?'

atau yang lebih miris;

'aku ini hanya siapa?'
'tidak ada manfaatnya'
'semua yang saya lakukan sepertinya sia-sia'
'kenapa hidup ini terasa begitu tidak beruntung'

Sayangnya beberapa mode 'tercenung' seringkali menyeret pikiran negatif bukan positif yang membuat pikiran semakin tenggelam dalam kesedihan yang tidak memiliki manfaat selain kesadaran kalau kita hanya debu kecil dalam semesta.

Kadang saya suka membiarkan pikiran negatif ini berkecamuk dan berseliweran, dengan penuh kesadaran kadang dengan sengaja melarutkan pikiran yang tadinya kosong dalam pikiran negatif ini.

Mengapa?

Karena saya tau, pikiran negatif itu pasti ada, hilang semangat dan jenuh itu pasti ada.

Terus?

Karena itu saya ingin mencoba menerimanya, menikmati ketika datang momen-momen seperti itu, momen yang melarutkan sisi-sisi sensitif (selama tidak berlebihan tentunya).  Membiarkan mood menjadi mellow dengan sengaja.

Sampai puas, sampai lega.

Hingga nanti sampai pada suatu titik.  Dan muncul pemikiran lain.

'ngapain?'

'kenapa terus-terusan?'

'tidak ada manfaatnya?'

Kemudian saya biarkan pikiran-pikiran itu jenuh sendiri.  Pemikiran untuk merasa bosan dan jenuh akan bosan dan jenuh pada akhirnya.  Hingga akan mencari jalan sendiri, pemikiran sendiri untuk keluar dari pemikiran itu.  Karena pikiran yang datang tidak tau darimana itu akan keluar tidak tau darimana.  Biarkan pertanyaan itu mempertanyakan dirinya sendiri.  Kemudia sadar, kalau jawaban itu tidak bisa dituntut, apalagi dipaksakan.  Tapi kadang hanya perlu dibiarkan untuk berproses, mengikuti struktur, kemauannya, setelah dia memahami apa yang dimaunya.

Dan saya, merasa tidak punya hak untuk membuat penjara.
Apalagi dalam dunia yang begitu membingungkannya.

Adapun apa yang saya rasakan menurut Jean Paul Sartre, adalah sesuatu yang bersifat intensional dan tidak dapat dipisahkan di dunia dimana kesadaran terarah begitu saja tanpa dikehendaki.

Kesadaran itu sendiri, adalah kekosongan.

Alasan Sartre sendiri adalah karena kesadaran adalah kesadaran diri.  Kesadaran bisa melepaskan dirinya dari objek-objek sehingga menyadari bahwa dirinya bukan objek-objek tersebut.  Kedua adalah kekosongan, karena dunia seluruhnya berada di luar dirinya.

Meskipun teori nya masih panjang. Dari sepenggal teori Sartre tersebut dapat di-iya-kan dengan momen-momen yang tiba-tiba muncul, terjadi begitu saja hingga pada sebuah kesimpulan yang mentok, kosong.

Kosong.

Tambah bingung?
Pasti.  Seperti dalam menjalani hidup, banyak hal yang membuat bingung, di luar nalar, di luar kehendak bahkan di luar kesadaran?

Tapi kadang-kadang saking bingungnya hanya bisa pasrah.

Lantas terlintas, jikalau intinya adalah bukan kosong, ataupun kosong.
Mengapa harus memilih sedih, daripada tidak sedih.

Toh intinya sama, sama-sama bingung.  Mungkin lebih baik bingung yang dinikmati, daripada bingung yang disesali.

Selamat hidup! Dan jangan lupa menikmatinya.

Tuesday, July 21, 2015

Currently Reading




This book is about some tips to mastering your mind *like the title said based by Neuro-Linguistic Programming that applied at the life of Adam Khoo and Stuart Tan to reach succeess at the time.  Which both of them is succeed to be speaker and entrepreneur at Singapore.


*I want to read some more, so i can motivate my self, ad get out of this 'not-know-what-to-do' in my life's phase.

Sunday, June 14, 2015

Selamat Tiada

tanpamu, nyala hanyalah beku yang jadi dingin
detik hanya satuan yang hilang dan kosong
maka jalanan hanya tapak demi tapak
yang mencoba ditinggalkan
untuk menunjukkan arah

namun tiada

kepadamu
kupersembahkan sepi dan kekosongan
yang tidak akan pernah sama lagi

maka pikiran adalah hati yang mencari
sebuah alasan
untuk bertahan, dengan tiada
lebih lama lagi

dan menikmatinya
hanya sendiri.

seorang diri

14/6/2015

Monday, May 25, 2015

Kepala yang kubaca.

Kepalamu adalah ruang yang asing
Sebuah tempat gelap
Dimana aku nyaman dan betah berlama lama
Sekaligus ketakutan tidak menemukan jalan keluar.

Kepalamu kadang hanya gaung dan bila aku mencari, tidak ada yang kutemukan selain jalan yang terlalu gampang dan petunjuk yang mudah.

Hatimu lebih lagi.

Hanya berjalan satu arah.

Tapi kemudahan kadang membuat lupa,
Kenyamanan membuat alpa.
Biasa membuat lengah

Kutemukan diriku lebur
Bahkan hilang.

*) Foto: buku 'Melihat Api Bekerja' - Aan Mansyur.

Thursday, May 21, 2015

Daftar Bacaan Mei


Daftar bacaan untuk bulan Mei ini:

1.  Cinta Selamanya - Fira Basuki
2.  Sedang Tuhan Pun Cemburu - Emha Ainun Najib
3.  Melihat Api Bekerja - Aan Mansyur
4.  Everyone Worth Knowing - Lauren Wesberger
5.  A Painted House - John Grisham

Awalnya tertarik membeli buku Aan Mansyur, penulis yang awalnya dikenal melalui akun twitternya @hurufkecil yang sepertinya kata-katanya mampu mengutarakan apa yang sepertinya ada, tapi tidak terkatakan.  Kemudian berakhir dengan membeli buku lainnya.  Kupikir mungkin untuk budget bulan depan aku harus menyisihkan untuk buku dengan tema tema lain.  No 4 dan 5 secara impulsif dibeli karena tergiur diskon, no 1 karena melihat trailer filmnya yang sepertinya menarik namun tidak akan kutonton di bioskop, mungkin akan kucari dvdnya. No 2 karena novel tentang Tuhan selalu menarik, terlebih nama pengarangnya familiar.

Aku ingin banyak membeli buku, meskipun kadang beberapa belum sempat kubaca, malas kubaca, bosan sebelum selesai kubaca ataupun terlalu tidak cocok selera.  Aku juga jadi merindukan jaman-jaman smp-sma ketika aku membaca buku-buku novel remaja dan cukup puas, setelah tamat kuliah, mungkin membaca memberiku pula banyak ekspektasi ketika membaca buku dan mulai pilih-pilih, pula menjadi malu apabila judul maupun cover yang dibeli sedikit norak dan shallow, inginnya buku yang keren, berat dan memiliki makna, padahal terkadang, aku hanya membaca buku karena ingin dihibur oleh kata-kata shallow, mudah dicerna dan simple. Entahlah, katanya membaca buku itu dinikmati saja, untuk membunuh waktu senggang, alih-alih terinspirasi untuk membuat maupun melakukan sesuatu yang lebih baik dari konten buku tersebut. *)

*) sedikit terinspirasi dari postingan Aan Mansyur : https://medium.com/@hurufkecil/eka-kurniawan-aku-lebih-ingin-membesarkan-diriku-sebagai-pembaca-daripada-penulis-94904e2b7213

Sunday, May 17, 2015

Something in my head

Sometimes i find my self afraid of doing something, then spend most of my time just laying, being so lazy, close my eyes and find my self comfortable.  I'm so afraid to get out and getting exhausted (beside my job) maybe one to another it is about now we find something that we like to do: a job, and i find it amuse to do it and getting paid.  So after that, its started to feel like a waste of time to do another thing, that not make some impact for our bank account. lol, Thats when i lose it, a hobby, a things to do, my mind and body just look for another easy things to do.  Not challenged anymore. And all of the exciting things gonna wild in my head only. Maybe.  I think i need a new passion.

Tuesday, May 12, 2015

The Essentials


Sometimes we need a friend to make us feel less lonely,
sometimes we are with someone and still feel lonely.

Thats why i love my self,
me never leave me alone.

Thursday, May 7, 2015

Goodbye, Lovers.

taken at crystal jade my bread pontianak

I'm failed, from the start.  I already fail to understand.  Then to convince my self that i can do this.  I lied.  The truth is just like a shadow that will always haunt my run, and i cant run anymore.  People says time is everything, but i know i can decide my time, my deadline to end this hollow circle.  I'm done.  Even now i really doubt my self being strong enough to walk away.  To be someone who leaving not left.  Because my whole life i always feel like being left by someone i loved.  And thats me, the weaker one.

But i'm so tired, even the happy things have a limit.  I hope, this is my limit.  I already try my best but this is what i got.  Then i know its enough and i should move on.  I still love you like the first time we met, for sure.  But everything just not as easy as falling in love.  Especially when i'm the one who carry it by my self.  Everything will be okay? will it be dear?

Saturday, May 2, 2015

For A Future We Will Never Know

*taken at oz cafe and eatery.

For a future we will never know. If i can ask you a question right now for a question i would like you to answer, it will be nice.  To see what is the best for me.  To surround my self that will good.  But a right or wrong answer i cant see it now, i cant see it through.

Am i happy? Yes. But that kind of happy that wont last forever.  Nothing last forever, so why bother?
But in this life, there is some attachment that just never let yourself free.  A shadow that will haunt you everywhere you go.

Dear future, i'm tired of trying and making question, you will never know, you will never answer.  So why i even write this.  To realize that i must solve this to making peace with my self, to tell my self that is okay to not have all the answer.  To tell my self that, there is a future there, will be a bright side, or a dark side thats only future.  Whats matter now is what matters now.  Relax, and enjoy it.  Fill it with so much things that finally you can be so tired and forget to think, forget to feel, and just sleep, to see whats happen next. I dare you to come, future, for make war, but i really hope you come and make a peace.  At least a peace with myself.

Monday, April 27, 2015

Sunday Love

I will love you like a sunday
Like it was serious matter
but i insist to cause some pain just to think about it

I will love you like a sunday
very casual, relaxing and the most important thing: makes you happy and smile
cause what makes you smile, always succees make me fall in love.

I will love you like a sunday
It maybe short, but its the end of the week

I will love you like a sunday
Be very patient, waiting to be the one
to be the last on a busy week

I will love you like a sunday
Like it was very beautiful
Once i realized it will end at 00.00 am
Cause nothing last forever
So do you.

I will love you like a sunday
Its okay to waiting each day just to meet you
and be very blessed
even just for one day

I will love you like a sunday
so deeply, so frustrating to have you just for a one day
but its okay

because once you left.
you left me with a smile, a kiss, and a beautiful memory.

Sunday, April 26th 2015

Saturday, April 25, 2015

There's A Light Thats Never Goes Out

In some morning i wake up and just feel a hunger or need to love you.  For a cheap talks, stolen time to be with you just in one blink eyes.  And its going everyday.  

Some quotes said Relationship ended in breakup or marriage, i dont know which one scares me more.  At my 24th, all thing look like a mess beside a job. Maybe i can tell what i do now its what saves me from falling down from all the problems that hit me.  its better to being like this, than being like that.

But sometimes i wake up in the morning and feel like everything is okay. Its all the process, its all the road that i must've taken, even the hardest way.  Because if its easy, everyone will take it.

A few of my friend that said i just like to feel adventureous in some aspect on my life even its put me on danger but its just like another challenge for me.  In my life, sometimes boredom kills some logics and daily routine kills some sanity.

I always hunger from something amazing, exciting, beautiful, lovable, dont we need it all? Even we must look it from an unique perspective that not so many people would understand, but because its my journey, not them, isnt it?

A story about Vincent Van Gogh that i got on instagram then hist me, He was told that he eat a yellow paint to feel happiness and he just like paintings that much, but what hits me is the explanation, that said sometimes, when problem hit us that our life seems really miserable, doing the crazy things out of logic sometimes is the logic things to do, its okay to do that when your head feels like cant handle anything that the most unlogic things you do is being the right thing to do.  I just need to being told that its okay.  Even in some place at my heart i know its okay.

For now i just enjoy the ride, enjoy what life give me today.  To be fully understand about things i can't control, about things that happen in my life.  To be the best at the circumstances, to be the best of what my mind and my heart can do, stop listening to the noise.  And just, live.

Its like doing the best at the situations, even the situation is not the best situation.  I try to accept this imperfect life and whatever happens, its my story to going through, not other, so its okay for them to not understand.

You are, what your mind tell you who you are.  So i stop listening to the outside and try to hear a voice from inside, to look from my self about what happen, so maybe at the end, i will solve what i must deal with my self, and sometimes when its dont have any possible solution, its okay to live with the problem and just go with it.  

p.s
Reality, is merely an illusion, albeit a very persistent one. - Albert Einsten.

Tuesday, April 7, 2015

Let The Rain


I dont know when it start to dissapear, is it when you start to walk away, or when you are still there.  But i lost you when i look into your eyes? Loving you is like a sunshine in summer, its just so bright until your eyes cant handle it. And when its go dark, all left is just the memory and happiness.  Even its not there anymore.

And now i walk to our path, wonder am i cross your memory.  Or there is nothing left.

Someone said you just need to walk and never looked back, but what would i do if when i walk all i see is you? And all the different places, different people i met, just make me miss you more?

...
7/4/2015

April Book List


Haruki Murakami : After The Quake 
Haruki Murakammi : Birthday Stories 
Haruki Murakami : The Complete Trilogy
Desi Anwar : A Simple Life
Jane Hawking : Travelling To Infinity 
Charles Duhigg : The Power Of Habit

Recently get some money to buy some books, mostly i feel kinda flat and confused with my space time.  And somehow, i buy 4 english book, from Haruki Murakami and Desi Anwar, i still strugling to read it, but i dont know why i like it.  I just prefer a word in english if it turns to fiction.  I like how it feels to read something and feel strange of it.  (Second, i think i'm quite ambitious to make my self read it and really get what inside the book, lol). I hope i finish all of this! (this what ambitions sounds like!) :)

Tuesday, March 17, 2015

Midnight Blues

I love you, no matter how the logic says, or analysist conclude. I love you, no matter there is no chance to us to be together, i love you, even we cant reach our possibilty to be together forever.  I love you, to the moon and back.  And i still cant find out why.  And still cant stop.

Saturday, March 14, 2015

Tentang

Kukatakan padamu ini tidak akan berjalan mudah, seiring berjalannya waktu, tidak akan juga jadi lebih mudah.  Kau kira rentang yang berjarak menjadikanmu terbiasa dan terlatih? ternyata tidak.  Karena ia adalah sesuatu yang baru, karena ia adalah sesuatu yang luar biasa, menakjubkan.  Tidak banyak orang biasa yang mengalaminya, dan orang dengan kehidupan yang biasa, monoton dan menjemukan tidak akan pernah mengecupnya.  Kau tau kau terlahir menjadi luar biasa, menjadi di atas rata rata, menjadi seseorang yang, tidak normal.  Hidupmu tidak akan mudah, tapi akan jadi luar biasa.  Tidak akan banyak yang mengerti, mereka tidak perlu.  Cukup kamu.  Cukup.

Aku hanya berpesan padamu untuk jadi lebih kuat, bertahan satu kali lagi, dan satu kali lagi.  Kemudian bahagia.  Bahagia dengan apa yang kau punya, bahagia dengan apa yang kau dapat.  Karena suatu saat, akan ada keajaiban, entah itu di ujung jalan atau sebuah hari-hari monoton biasa.  Kau akan merasakannya ketika kau merasakannya.  Jangan pernah berhenti berjalan, karena dalam jalan ini kau yang berlari, kau yang menapak satu demi satu.  Karena di perjalanan nanti, ku tahu kau akan menemukan sesuatu.  Dan semuanya akan kembali seperti pertama kali.

Sunday, March 1, 2015

The art of heartbreak.

Talking about a heartbreak maybe i can't write this if i still working on it.  But now, i just crawl from the shelter and keep searching and finding another happiness.  I know soon i will suffer from another heartbreak because now i'm on an impossible kind of relationship. (cant i a little bit more dramatic?)
But my new relationship is kinda loose my nerve about my hard-to-forget past.  He makes me forget quickly, and settle down with this earth again.  He taught me to be more of my self, to be more sincere to let all things go, because all of them will going somewhere.  I'm cursed, and blessed at the same time.  Maybe its all in my mind, maybe its the way it is.  Maybe i just want to be happy and forget about everything and have more courage to living this life.  And somehow, i know i will figure something out, and everything will be okay. It will be. :)

Tuesday, February 24, 2015

Re-Programming

*my first handmade bouquet

I know there is something rare in me, something that i cant deal with my self.  Something i dont understand yet.  But i think all of us struggling the same thing.  About what you really want to do for the rest of your life, about what you want to fight for your life.  I dont know, life seems not give me so much easy option.  I think i will go with what makes my self happy, even for now its hard to look forward and i really worried about the future.  But i think, there is a reason why God put me in this situation, He know i can handle this, either catch me in the edge or will let me fly.  As long as i do my best at my circumstances.

Have a happy monday! wish you have a job you great at, a lover who can love you back and a kindness that can light up your life.

Saturday, February 21, 2015

Seteguk kehilangan dan secangkir kenangan

Tidak pernah ada yang benar benar siap untuk kehilangan, bahkan sesuatu yang jauh jauh hari kita tahu tidak akan ada lagi pun.  Pada masanya, akan membuat kita kehilangan.  Tidak pernah ada yang mampu mengecilkan arti waktu, kebersamaan.  Yang mungkin hanya terukur dalam hitungan detik, menit, jam, hari, bulan, bahkan tahun.  Tapi tahukah kamu, aku menghitung waktu pada kenangan.  Sebuah kenangan dan memori memori kecil yang tidak akan bisa kita lupakan.  Kehilangan hanyalah kabut yang menggelap, sedang kenangan, adalah bayangan yang mengikuti meskipun hanya gelap. 

Kenangan itu sering mengikutimu di jalan jalan yang pernah kau lalui bersamanya, cafe kecil dimana kau sering menghabiskan waktu, bahkan pada jam jam dimana sms maupun telponnya sering masuk melalui telpon genggammu.  

Selalu ada mata yang tidak terbiasa melihat kursi di sebelahmu yang kini tiada lagi kau lihat sosoknya, tiada lagi mata yang bisa kau pandang berjam jam, marah maupun omelannya yang sering kau dengarkan dan kau bantah.  Tiada lagi hangat nafasnya, genggam tangannya atau matanya yang tertangkap menatap matamu.  

Tapi aku percaya cinta itu kekal, hidup, seperti energi yang hanya berpindah, ia hanya berubah wujud, berubah bentuk.  Tapi mampu aku rasakan kau yang nyata dan ada dalam hati. Hidup dalam rasa, mengisi dalam kekosongan yang tiada habisnya, meskipun terpisah dalam waktu, tak terjangkau pada nasib.

Kadang hidup hanyalah rentetan kehilangan demi kehilangan, yang tiada habisnya.  Belajarlah terbiasa, belajarlah untuk sadar. Sadar bahwa kita bisa kehilangan apapun, sadar bahwa kita akan kehilangan apapun.  Dan pahamlah untuk terus mencintai, dan merasa kehilangan, sampai kau tidak mampu, sampai kau lelah, sampai kau pada akhirnya bisa berbahagia,

Karena waktu adalah fana, dan kita, abadi.*

*kutipan puisi Sapardi