Thursday, December 31, 2020

Another Round (2020) #moviereview

picture here

Film ini dimulai dengan scene sekumpulan anak muda yang bersenang-senang, kemudian berpesta dengan meminum minuman keras hingga mabuk yang berakhir dengan diamankan polisi karena mereka mengikat petugas kereta dengan borgol kemudian berpesta di dalam kereta.  Dilanjutkan dengan rapat di suatu sekolah karena mereka adalah murid-murid di sekolah tersebut dan mempertimbangkan untuk kebijakan tidak ada alkohol di sekolah tersebut.

Adegan kemudian berlanjut dengan menggambarkan kehidupan empat pria paruh baya yang merupakan guru di sekolah tersebut, yaitu Martin (Mads Mikkelsen), Tommy, Peter dan Nikolaj.  Kehidupan mereka mengajar digambarkan dengan kurangnya motivasi, kepercayaan diri, yang menyebabkan murid murid yang saat itu diajar mereka pun tampak bosan dan tidak bersemangat. Hingga suatu saat mereka makan malam di hari ulang tahun Nikolaj yang ke-40, mereka berdiskusi tentang sebuah teori dan philosopher dan psikiatri Norwegia bahwa manusia pada dasarnya dilahirkan dengan kandungan alkohol yang kurang 0,05%, yaitu sekitar satu hingga dua gelas wine, dan kau harus mempertahankannya tetap di kadar tersebut, untuk membuatmu rileks, seimbang,  menikmati musik dan berpikiran terbuka. Kemudian mereka melanjutkan mengobrol, dan Martin tiba tiba menangis- bercerita kepada teman-temannya bahwa anak dan orang tua murid di kelasnya komplain kepadanya kalau pelajaran dan cara mengajarnya tidak cukup- untuk mempersiapkan anak mereka masuk ke universitas nantinya.  Temannya yang lain kemudian menghibur bahwa mungkin mereka anak kurang ajar, namun Nikolaj berkata, bahwa hal ini adalah hal yang besar, bahwa Martin kini kurang percaya diri, kurang menikmati dan bersenang-senang.  Makan malam pun dihidangkan dan kemudian dilanjutkan dengan mereka mabuk dan bergurau hingga pulang.

Keesokan paginya Martin kembali ke kelas, dan mencoba meminum segelas alkohol di pagi hari.  Kemudian ia berpapasan dengan Nikolaj, dan mengatakan ia tak bisa mengemudi karena mabuk. NIkolaj kemudian mengantarnya pulang, mereka berempat berkumpul, dan memutuskan untuk membuat sosial eksperimen tentang bagaimana sesungguhnya efek alkohol jika diminum di pagi hari- seperti para tokoh-tokoh besar jaman dulu yang mabuk mabukan tapi tetap mampu menghasilkan karya yang fenomenal.

Ternyata mereka berempat menemukan 'perubahan' dalam hidup mereka, terus meminum alkohol di pagi hari, dengan menghitung kadar 0,05%.  Martin tiba-tiba kembali menjadi guru- yang mampu menghidupkan suasana kelas, membuat murid-muridnya bersorak dan bersemangat untuk diajarkan sejarah.  Martin kembali memperoleh kepercayan diri.

Dari film ini dapat terlihat kerangka masalah yang membingkai masing-masing tokoh ditunjukkan di awal, Martin dengan kehidupannya yang menjadi membosankan mengajar sejarah, Tommy yang mengajar sepakbola, Peter yang mengajar musik, dan Nikolaj yang sepertinya merupakan staf sekolah dan susah tidur dengan tiga anak. 

Mereka merasa menemukan solusi dari masalah mereka dengan meminum alkohol secara konstan- yang membuat mereka lebih 'hidup', lebih bersenang-senang dan merasakan rileks dan terinspirasi- tanpa sadar mereka juga menambahkan masalah-masalah lain dalam hidupnya, seperti Martin dan Nikolaj yang akhirnya diusir dari rumah mereka karena terlalu mabuk- dan tidak lagi bisa mengontrol dirinya kemudian. Mereka pun mengakhiri eksperimen sosial mereka.

Tetapi ternyata Tommy masih tidak bisa melepaskan alkohol dan menjadi pemabuk, kemudian teman-teman mereka berusaha menolongnya- namun ia menolak.  Hingga akhirnya suatu sore ia pergi berlayar dengan anjingnya- dan sepertinya bunuh diri.

Hari kelulusan pun tiba, murid-murid Martin dan Peter tampak sangat mengapresiasi guru mereka yang mengajar dengan sangat menarik hingga membuat mereka lulus dengan nilai yang baik dan membuat mereka belajar dengan menyenangkan. Kemudian di tengah pengumuman kelulusan, mereka mendapat kabar bahwa Tommy telah meninggal dan akan dimakamkan.  

Mereka berduka dan mengenang Tommy yang telah menajdi teman yang supportif untuk Martin, selalu memandang Martin adalah orang yang hebat dan menyenangkan, selalu menyuruhnya untuk berdiri tegak di tengah masalahnya, hingga akhirnya pawai kelulusan melewati tempat minum mereka dan mereka bergabung, menemukan bahwa ternyata apa yang mereka lakukan selama ini tidaklah benar-benar sia-sia.  Bahwa ternyata mereka masih bisa menikmati hidup dengan penuh- meskipun tanpa alkohol dengan menjadi - 'man of charge'. Hingga akhirnya Martin, yang merupakan mantan pemain jazz balet, yang dulunya pada saat ulang tahun Nikolaj, yang disuruh oleh Tommy untuk berdansa namun menolak karena malu, namun kini saat Martin duduk dan mengenangnya, akhirnya ia ikut merayakan kelulusan muridnya dengan berdansa jazz balet dengan riang, bersama teman-temannya, bersenang-senang, hingga akhirnya- film ditutup dengan adegan ia menari hingga akhirnya terjun - ke laut.


Film Thomas Vinterberg - yang merupakan film Denmark dan memenangkan banyak penghargaan ini sungguh menyenangkan untuk ditonton, menguraikan masalah tokoh satu persatu dengan uraian masalah yang menarik dan karakter Martin yang ditonjolkan dan mengalami pergulatan emosi dari yang awalnya tidak percaya diri dan membosankan hingga akhirnya 'alive' dan mampu memperbaiki masalah-masalah hidupnya kembali.  Alasan para tokoh mengalami emosi juga diuraikan dengan runtut dan jelas.  Show dont tell, juga dilakukan dengan baik dengan akting yang sangat menyenangkan oleh Mads Mikkelsen, serta tentu, suguhan jazz balet dan pesta hingga melompat ke laut- adalah penutup film yang sangat menggugah, untuk film ini.


Another Round' Review: Mad Mikkelsen in a Drama of Drinking - Variety
picture here

4,5/5*****

Sunday, December 27, 2020

di hari minggu

pada mimpi usang
yang telah kukubur dalam dalam
liang datang menggali kuburnya sendiri
hari ini ia terbentur lagi

suaramu terdengar seperti sepanjang isi kehidupan
menggema hingga ambang batas sadar
aku tenggelam
dalam dan panjang

di hari minggu 
kulapangkan hatiku
melihat kau dari jendela
mengintip dan menduga duga

kau tinggalkan aku kala itu
meluruhkan habis semua kepercayaan
masih tiada yang indah, hari ini
yang kuingat sesekali

di hari minggu
bangun siang dan memutar 
lagu lagu yang tak berganti
sejak puluhan tahun yang lalu

wajahmu masih sama di penghujung mimpi
kudekap erat ia yang di sisi
bersyukur, terganti
tapi takkan pernah kulupakan wajahmu

27 Desember 2020

Wednesday, December 23, 2020

yang telah hati hati

pernah kucintai kau sebelumnya

dengan dalam, tanpa sengaja

tanpa diketahui. 

dalam waktu yang berlalu


kemudian kau pergi begitu saja

meninggalkanku berserakan

pada patah hatiku yang pertama


hari ini kau datang

dengan tawa seperti biasa

dengan kekonyolan yang biasa


masih sama saja

seperti bertahun tahun yang lalu


aku bukan lagi orang yang sama

seperti dahulu

tak tahu bagaimana caranya

jatuh bebas tanpa siaga


hari ini aku sudah tumbuh

jadi orang yang lebih kuat

yang lebih sadar

yang telah berkali kali patah hati


hadirmu mengingatkanku kembali

bagaimana rasanya jatuh cinta 

pada kali pertama

dengan pedih, dengan polosnya,

tanpa berpikir


kupikir aku sedikit rindu

dengan diriku yang dulu

lugu belum tau apa apa 

selain menjatuhkan diri


dirimu di hadapku,

melihatmu sama seperti dahulu

dengan hal hal yang selalu membuatku 

jatuh cinta tanpa hati hati


hari ini kutemui dirimu

kutunggu

tapi tak lagi

kuberikan diriku.


December 23th 2020

Monday, December 21, 2020

waktu yang tepat

dimanakah waktu yang tepat

terselit di antara rutin rutin

dan keinginan untuk berbaring

melupakan yang lain lain

sekedar menikmati hari


kapankah waktu yang tepat

di antara tanda tanya

dan kemungkinan kemungkinan

dalam hati yang tak terutarakan


kapankah waktu yang tepat

untuk tinggal sebentar

atau pergi dengan cepat


bagaimana menemukan waktu


di antara alasan alasan 

dan kenyamanan

untuk terus bertemu

satu kali lagi


sedikit lebih lama lagi


kemudian waktu terlalu lama berlalu

dan apa apa yang ingin ditinggalkan

sudah terlalu berat


benar benar adakah waktu yang tepat

waktu yang dicari cari 

dalam alasan yang telah lama menunggu


kapankah waktu yang tepat

aku kah yang menunggu

atau kah akan menemukan?


sebuah waktu yang sempurna

waktu yang tepat 

untuk pergi

untuk tinggal

untuk berpisah


sebuah waktu yang tepat

yang akan ditemukan,

atau takkan ditemukan

dalam alasan alasan 

yang tiap hari kita cari cari


untuk tinggal

sedikit lebih lama lagi

di waktu yang tepat


kita akan menemukan,

kita akan meninggalkan.


diantaranya,

kita tinggal berdoa dan berharap

untuk dapat terus cukup kuat

menjalani semuanya.


Minggu, 20 December 2020

Thursday, December 17, 2020

Cinta Sudah Tidak Ada Lagi Malam Ini

aku jatuh pada hal hal yang kecil

caramu menyayangiku

memperlakukanku seperti hal yang paling berharga di dunia

memikirkan tentang apa yang kusukai

menenangkan hatiku


tapi hari berlalu terlalu cepat

cinta begitu saja terlewat

kau tinggalkan aku dengan

hatimu yang tak lagi hangat


aku tak lagi jatuh

dan hal hal kecil jadi kerikil

membutakan mata

memadamkan semua rasa


di meja, kopi telah jadi dingin 

dan tak lagi enak

rumah tak lagi menenangkan

hanya kekhawatiran 

bisakah bertahan


teriakan demi teriakan

tak lagi bisa mendengarkan kata demi kata

nasi telah jadi basi

tidak ada lagi makan malam

di bawah bintang bintang


tempat kita bercerita

telah jadi tempat yang paling kosong

dan senyap di seluruh dunia


kemanakah perginya cinta

yang menghangatkan malam malam dingin

memuaikah ia di udara

atau mata jadi tiba tiba buta


pergilah saat makanan masih hangat

dan malam belum terlalu gelap

agar ada sisa sisa harap yang ditinggalkan

berharap cinta datang mengetuk pintu


sekali lagi.

aku harap ia akan datang sekali lagi.

sementara itu, 

tak ada lagi gunanya disini.


apa apa yang membebaskan

mungkin esok ia akan memenjarakan

tak kan betah lama tertawan

ketika tak ada lagi hal hal kecil

yang bisa dipertahankan


cinta sudah tidak ada lagi malam ini

tak tau lagi besok

mungkin ia akan datang lagi

mungin juga ia telah mati,

tak ingin lagi mengunjungi

atau telah terkubur sendiri


tapi besok pagi ketika fajar tinggi

dan bunga bunga mekar

akan kuusahakan sekali lagi

mencari yang mau menetap,

tinggal di hati di waktu yang lama sekali


Thu, 17 December 2020

Tuesday, November 24, 2020

di hari libur

aku mencintaimu di kala libur

kala ku bosan dan menganggur

bertanya tanya tentang artinya terhibur

tak ingin serius kemudian takabur


yang tak pernah kurasakan sebelum sebelumnya

aneh dan membuatku menduga duga

sekaligus terlalu ringan langkahku

menjalaninya


aku senang bertanya tanya

tapi kali ini, aku tak lagi berani bertanya

aku tidak berani lagi membayangkan

besok ketika kita berpisah


dan meredam redam sakit yang pilu

atau besok mungkin sudah hilang rasa

dan kita laju berlari di jalan yang berbeda


hari ini ingin kunikmati setiap pertengkaran

dan hal hal yang baik

yang datang darimu


di hari libur ketika ku tak lagi menganggur

akan kuingat terus mengunjungimu 

di ruang kepalaku

memberi cinta terus subur


entah sampai kapan

mungkin ketika tak ada lagi libur

dan yang tersisa hanya

hari hari yang panjang dan melelahkan


Pontianak, 24 November 2020.

Luxurious By Bio Beauty Lab #review


Semenjak pandemi jadi sibuk ulik-ulik skincare, kalo dulu padahal lebih ke make up ya.  Sekarang kayaknya industri skincare lagi booming banget, tapi iya sih, semenjak pakai serum scarlett berasa berubah gitu kulit mukanya jadi lebih bagusan. Jadi coba explore skincare lain, salah satunya luxurious facial oil serum yang direview sama @hennyharun yang bikin muka jadi oily gitu.  Dulu gak salah pernah beli oil muka tapi ga terlalu significant hasilnya malah cuma bikin terlalu berminyak.  Nyobain oil ini kesan pertama wanginya enak lah, lumayan daripada oil yang aku pake sebelumnya.  Rada-rada aromatherapy gitu, ditetesin ke tangan dulu, digosok baru di apply ke muka.  Hasilnya juga kayaknya belum terlalu keliatan, mungkin lebih incer biar keliatan glowy gitu setelah apply bedak kali ya.  Maybe this kinda work for me. Still try to use this and looking for the effect for my skin.

****

Tuesday, November 10, 2020

Scarlett Whitening Review


Products : 
Brightening Shower Gel Mango
Whitening Facial Wash
Brightly Ever After Serum
Fragrance Brightening Body Lotion Freshy

Karena kemaren pake brightening serum sama lotion terus cocok banget, jadi kepengen coba varian lain.  Nyobain yang freshly fragrace body lotion, suka banget sama wanginya.  Wangi yang beda dari Romansa yang sebelumnya jadi gak bosen.  Serumnya juga udah kebukti cocok dan bikin muka jadi lembab apalagi kalau dipake malam sebelum tidur.  Facial washnya belum begitu kerasa sih, tapi suka banget sama wanginya.  Shower gelnya juga enak. Visual dan packagingnya juga gemess.  Cocok deh buat moodbooster di kala mandi. Hihi.

Tuesday, October 27, 2020

Sabar Ini Ujian (2020) Movie Review


Iseng-iseng corat coret di good notes 5 abis nonton film di Disney+ Hotstar seru juga! Kadang abis nonton film kayak ada pemikiran yang nyisa, jadi ditulis tulisin aja. Disclaimer : pardon my handwriting, still working on it! hahaha.

Thursday, October 8, 2020

ThoughtCatalogs: Angry State #octoberjournal



Pernah nggak sih, kepikiran tentang kata kata orang lain yang ditujukan ke kita sampai akhirnya jadi ngerasa 'dhegg', emosi dan timbul keinginan untuk menyakiti orang yang ngomong, merendahkan atau bahkan ingin 'menyerang' balik dengan kata kata yang kita anggap 'sederajat' untuk melukai.

Ngobrolin ini dengan D,kemudian kita jadi berdiskusi,  dia lalu bercerita tentang bulllying dan hubungan toxicnya. Dia bilang kita punya kontrol apakah ngebolehin kata kata orang lain menyakiti hati kita. Karena kadang, dunia tuh simply gak adil aja. Orang lain punya kesempatan besar untuk menyakiti kita, dengan kata kata, dengan perbuatan. Sedangkan gak selamanya kita punya 'power' buat ngelawan balik. Dan 'tenaga' buat melawan habis habisan.

Dia bercerita tentang bullying yang dialami saat masih kecil, gimana dia melalui trauma dan pengalaman yang tidak menyenangkan, hingga kekerasan di sekolah. Aku bertanya padanya bagaimana caranya melalui itu semua, dia menjawab bahwa dengan insting survival aja. Karena either keganggu hingga sampe akhirnya ada yang bunuh diri gara-gara itu, atau bisa keluar ngelewatin itu semua dengan mental yang lebih kuat dan sebuah pelajaran, modal buat hadapi masalah di depan.

Dia kemudian bercerita panjang lebar kalau mostly orang emang ya, kayak itu aja. Gak berubah. Karena kadang orang punya perspektif, cara yang berbeda. Kita punya pilihan untuk tidak menggunakannya dan tidak terpengaruh. Tidak pula membiarkan orang yang menunjukkan 'dominance' dan seperti memiliki 'hak' untuk kita jadi merampas kemerdekaan kita buat berbahagia. Karena tentu kerugian ada di pihak kita jika memikirkan hal itu berlarut larut, mengganggu kenyamanan hidup kita yang, padahal tadinya seneng dan baik baik aja.

Kadang, di masa dewasa hidup sudah berjalan dengan nyaman dan menyenangkan, sudah punya kapasitas buat menyenangkan diri sendiri kemudian terbentur, lupa kalau sebenarnya mental kita sudah digodok dari jauh jauh hari buat sebenernya survive dengan itu. Tapi karna zona nyaman membuat kita tersentak dan lupa buat aware dan memperhatikan mode 'siaga' yang siap dengan apapun hal buruk yang terjadi ke depan.  Karena kita cenderung ingin 'nyaman santai damai' sedang untuk terus 'damai' kita bakal diuji terus untuk terasah menemukan damai kita sendiri apapun keadaan yang dihadapkan.

Karena sejatinya hidup pun penuh huru hara di luar diri yang akan datang satu per satu buat 'ngetes' sejauh apa kapasitas dan sebanyak apa pelajaran yang sudah kita ambil dari masalah sebelumnya, sudah lulus dan naik tingkat atau gagal stuck di tempat.

Kadang juga aku berpikir buat jalanin semuanya dengan biasa-biasa saja. Tenang. Tapi kalo kata Tsun Zu, tidak ada ketenangan yang diperoleh dari tidak berperang. We prepare for war to have some peace. Haha. Pada akhirnya, semua itu tidak bisa dielakkan.

Memang, berdialog dengan teman, dengan orang lain itu kadang sungguh mencerahkan, mengasah kemampuan untuk jadi lawan bicara yang siap segala medan memutar otak untuk mendapatkan hal baru atau perspektif yang menarik, yang pada akhirnya, akan menyenangkan jika sebuah pembicaraan dapat membuat kita bersemangat menjalani hari hari setelahnya. Atau jika percakapannya menjadi klise dan menjemukan, jadi sebuah tanda buat kita untuk mengetahui apa apa yang tak kita sukai dan lebih mengejar hal hal yang membuat kita lebih tertarik saja.

Idea, kadang memang hal yang sangat menarik. Bisa membuat kita mengatur perspektif kita dalam memandang suatu hal. Hal yang berbeda, variasi situasi yang memecut kita untuk mengeksplor hal hal baru. Stimulan dan efek kejut, yang membuat kesadaran kita yang tadinya 'tertidur' jadi bangun dan melakukan hal hal dengan 'tujuan' yang dikenali.

Kadang juga mesti pandai pandai menjaga 'mental state' alias kewarasan dengan cara mengambil jarak dengan masalah, tenang dan meminta proses, waktu untuk kembali berpikir rasional, lebih panjang, memikirkan konsekuensi dan skenario yang mungkin saja muncul. Kupikir emosi bisa jadi cepat terpantik karena kita terkejut dan kaget dengan situasi dan hanya butuh waktu beradaptasi. 

Sedang, akan muncul penyesalan jika emosi begitu saja terhambur keluar kalau tidak dikontrol, hanya kesenangan dan kepuasan sesaat. Kemudian kadang muncul pula justifikasi, untuk membuat orang lain jera. Tapi terlalu banyak energi yang dibuang dan dihabiskan. Jadi kadang mesti dihitung dan dikira2, sampai batas mana emosi mesti dikeluarkan, bukankah racun dalam tubuh juga mesti dikeluarkan biar tidak terlanjur menyakiti organ organ. Sekali sekali memang harus berak. Jangan tidak tapi juga jangan terlalu sering dengan memperhatikan apa apa saja yang kita telan. Beberapa hal memang tak dapat lagi dielakkan.

Tuesday, September 29, 2020

september yang ingin kukenang #tuesdaypoetry

Cikole, 27 September 2020

pernahkah kau mengingat ingat yang telah lalu
kemudian merasa kesulitan 
karena waktu telah lama berlalu 
dan memori yang tersisa hanya ingatan ingatan samar
di antara banyak hal yang ingin kukenang kenang
di antara banyak hal yang ingin kuingat indahnya saja
september ini datang dengan tenang
tanpa aba-aba, tanpa banyak perkara
datang diam diam
mengisi waktu, hari hari
peluk demi peluk
temu demi perpisahan
waktu yang dihabiskan sendirian
waktu yang dihabiskan dalam genggaman
akan kuingat gelap dan terang
berjalan sedikit jauh untuk pergi 
kemudian melupakan

*
aku pernah bertanya padamu
bagaimana caranya nanti aku melupakan
kau selalu menjawab, sama seperti pertama
waktu yang terlalu berarti untuk dinikmati saja
karna semua kan berpisah pada waktunya juga
biarkanlah aku menatapmu sejenak
karena kau tak pernah nyaman kutatap
akan kubangun ingatan kuat
biar nanti kukunjungi kau di kepala
jika kita tidak lagi bisa bersua
kurekatkan perekat dengan kuat
kutulis dan kuabadikan dalam tiap kata kata
kurekam dalam foto dan memori
kubangun bahagia yang kita saja yang tau
aku mengingatmu dengan penuh tawa
selalu membuatku bertingkah tak tentu rupa
caramu memandang dunia dengan hampa dan putus asa
tapi juga ingin bergerak, maju terus berusaha
kadang kurasa ingin kumarahi dunia 
ketika kudengar ia tak berlaku adil kepadamu
kuharap semua cukup membahagiakanmu
membuatmu mampu kembali
menikmati hidup
apa adanya, dengan berbahagia
hanya doa yang baik yang ingin kupanjatkan
niatan baik untuk selalu mendukung apa apa 
yang kita usahakan
berbeda dalam semua
tapi akan kita upayakan
selangkah demi selangkah
satu hari demi satu hari lagi.

*

Saturday, September 26, 2020

New Serum Scarlett Whitening #sarturdayreview

So lately I just focused on trying some skincare, because in this pandemic era, i just stay in my apartment without going out too much. When in apartment, its just so relax that I will like to apply some body care things, perfume, etc to enjoying my work from home things. My window from 31st floor is kinda big too so Im worry about the daylight effect on my skin plus the airconditioner.


Scarlett Whitening Serum

I used this serum is about two weeks already, cost 74.250 rupiah+ 11.500 for Jnt i search and bought it @scarlettofficialshop at shoppee . At first it smells not good so i search in the internet about the smells and they said its okay cause this product dont use fragrance. Lately I think inget used to the smells and just feels fine. This serum contains Pyhto Whitening, Niacinamide, Glutathione, Vitamin C and Lavender Water.  Phyto whitening, can whitening, and brightening the skin, niacinamide, for black spot and pimples, glutathione, is an antioxidant that can neutralizes free radicals, boosts the immune system and detoxifies the body.  So it can cause skin lightening.

After using the serum for almost two weeks i think my skin kinda lighter and good. It helps to hydrate my skin too. I think I will use this, and its kinda okay with an okay price to add to my skincare routine. I also love their body lotion too, smells good, think about repurchase (the bottle almost empty) or try the new variants.


Scarlett Whitening Body Lotion Romansa

Hope all this ‘stayathome’ things could lead us to something better, have a better quality time, spend most of our time with our beloved, stay productive, stay sane and take care of ourselves more! 
Much love 💕

Sunday, September 13, 2020

a life without wifi

So after i move, i get the place with a nice view without internet connection in it.  Before this I just live in a perfect wifi. lol. But now I try to reduce the internet connection and do something else.  After that I know where my internet quota was spent.  As a person who cant go out like before because of this pandemic, mostly I spent my time in the apartment, listening to downloaded song from spotify, watch local channel, or going online from my phone. 

I notice that my daily life just consuming internet, online contents. There was a time when I watch news all day and getting negative vibes and stressed because of the 'facts' or 'news'.  Before this I just getting online from my laptop and pick the sources, consume the content that I know inspire me or give me more motivation. 

Life is constantly changing. Sometimes I feel that I cant keep up.  Or in between.

Now Im living my dream, being here, with people i like, getting inspiration from the top of the building, to make more.  I think I already reach the limit of my top of basic needs and comfort.  I know it will not last long cause I have the next phase that I should move in to my parent's house again and start all over with my career.  

Still have no ide what the future brings, still have no idea about how my relationship gonna go to with our difference. But is it the point? to always be clueless and leave yourself wonder, what if tomorrow brings you more exciting day, what if tomorrow you still get the chance and finally we can made it. Who knows.

Writing this while sitting alone on beanbag at the balcony, viewing others people life from the upside. Life's good, i hope we can survive through it all.


Bandung, September 13th 2020

Saturday, September 5, 2020

Friday, September 4, 2020

Apartment Theraphy #photoblog



 

I really love the view, the vibes, watching people busy at dawn, daylight and night from my veranda. I love working and enjoying my desk view, even its kinda costly but it's really worth it for the ambience.  I cant traveling this year, so I decide to move and stay here to enjoy my moment in Bandung. So far so good, spending time with greatest company ever. Blessed. 

I wish staying here could boost my energy and inspire to do more, be more reflective too about my upcoming phase.


Ciumbuleuit, 3 September 2020

Tuesday, September 1, 2020

September dan matahari yang terbenam

Selasa, 1 September 2020

Kejutan datang bukanlah tanpa tanda-tanda.  Ia telah mengintai sejak lama, hanya kita yang tidak awas.  Pelan pelan dibisikkannya harapan kecil yang bahkan tak berani didengar orang lain.  Mimpi mimpi yang disimpan sendiri rapat-rapat.  Takut terdengar orang lain dan ditertawakan.  

Setiap orang memiliki jalan yang berbeda, tapi standar bawah, standar sosial, kadang jadi bahan gunjing dan gosip sana-sini.  Siapa yang tak ingin hidup tenang dan mengikuti arus? Tapi kemudian jalan lurus jadi membosankan, atau malah sudah ditutup, terlambat semua.  Siapa lagi yang ingin disalahkan selain diri sendiri.  Lantas, mengapa menjadi berbahagia kemudian dipertanyakan.  

Siapa yang mengetahui apa apa di dalam hati manusia. Dalam dan panjang.  Seperti lorong gelap yang jauh, panjang dan menggemakan apa apa yang datang dari masa lalu.  Hati yang lemah kadang mencoba gentar dan tetap melangkah bergegar.  Siapa lagi yang bisa meyakinkan diri sendiri kalau semuanya cuma gema?

Matahari hari ini terbenam lagi, ditunggu, untuk kemudian hilang.  

Siapa yang tahu ia takkan datang lagi besok pagi?

...
matahari pun terbenam, mengganti yang lain lain
semoga hilang duka, hilang pula khawatir
untuk hari esok dan cemas 
pada hal hal yang belum datang dan telah lalu
semoga ditenangkan hatimu
beristirahat sebentar
dukamu kan diganti, sepimu kan terisi
khawatir dan lukamu, akan diobati
tak ada yang abadi
tak ada pula yang benar-benar kau miliki
...
Bandung, GC2

Saturday, August 29, 2020

Malam di Agustus #morningpoetry

 

Malam di Agustus

Kuharap kita mampu berhenti sejenak

Memikirkan semuanya

Menyadarkan bahwa waktu melaju kencang

Dan kita selalu akan ketinggalan

 

Jeda jeda waktu yang dinikmati

Sebagai upah kesadaran yang menyelinap

Di malam malam gelap aku tersadar

Masih ada kau di sisiku

 

Akan menangiskah kita menerka gerimis

Padahal kita tau besok kita akan tiada

Ditelan jarak, ditelan waktu

Ditelan yang lain lain

 

Kuharap kita akan mengenang

Malam malam kita menghabiskan kesepian

Dan saling memberikan penghiburan

Direngkuh tangan, di hangat genggam

 

Entah sepuluh tahun, dua puluh tahun yang akan datang

Mengenang-ngenang, hal hal manis yang terlewat

Khawatir yang terlalu,

Ingatan yang memudar

 

Hiduplah, bergembiralah, bersedihlah

Seperti kita hanya punya hari ini

Seperti kita tak lagi punya waktu

Untuk jatuh cinta, untuk takut kehilangan, untuk bahagia


Pahlawan93, 29 Agustus 2020

Thursday, August 27, 2020

Money (2019) #WeekendMovie

 Money (2019) South Korean movie poster

Sebagai orang yang terkesan dengan perannya Ryu Jun Yeol di Reply 1988 dan kesel sama lampu merah- lol, film ini wajiblah ditonton.  Menceritakan tentang kehidupan pialang saham, anak petani blueberry di kampung yang merantau di ibukota, lulus rekrutan karena kemampuannya menghafal nomor dan nilai saham.  Kemudian harus menghadapi kenyataan ketika kerja, tenggelam dalam kegiatan harian sepele dan ternyata menyadari kalau dia jadi orang yang biasa-biasa saja dan tak begitu berprestasi.  Di tengah frustasinya tersebut, Jon Il Hyun dikasihani oleh rekan kerjanya yang mengenalkannya pada seseorang yang dijuluki "Tickets", yang adalah penipu dan pengatur saham misterius yang tujuannya menipu adalah untuk "bersenang-senang" dan tak mau berhenti meskipun telah mendapatkan profit yang tinggi.

Money (Korean Movie) - AsianWiki

Jon Il Hyun, yang menikmati komisi dan uang yang banyak setelah membantu Tickets, akhirnya bisa membeli barang-barang bagus dan membantu usaha orang tuanya di kampung, dan akhirnya dapat mendekati wanita yang ditaksirnya di kantor, kemudian semakin merasa dilematis ketika hal-hal settingan yang dilakukannya untuk mengatur pasar saham mulai memunculkan korban seperti teman kantornya yang dibocorkan foto-foto bersama selingkuhan serta kematian misterius temannya yang ingin mengadukannya ke pengawas keuangan. Pengawas keuangan tersebut yang sudah lama mengintai dirinya, juga sudah berusaha mendekatinya untuk menangkap Tickets tapi ia tidak bergeming.  Akhirnya setelah meyakini bahwa tickets hanya memanfaatkannya, perlahan Jon Il Hyun pun mulai sadar bahwa dirinya hanya pion yang dipermainkan dan akan dibuang jika tidak berguna.

Video] Character Trailer Added for the Upcoming Korean Movie "Money" @  HanCinema :: The Korean Movie and Drama Database

Rasanya plot twist kecil di penghujung film ini juga adalah plot biasa mengenai film serupa, mengingatkan pada film dimana pemeran utamanya adalah conningman. Menarik melihat akting Ryu Jun Yeol, merupakan tipe film yang gak perlu mikir-mikir banget, menyenangkan juga melihat penggambaran pekerjaan pialang saham, terutama karena aku juga baru mengikuti kasus Jouska- dan belajar belajar mengenai saham, menyenangkan menonton film yang mengcapture lifestyle dan lika liku dunia finance, serupa pula dengan kasus-kasus penipuan dan manipulasi market alias saham gorengan yang baru marak ini. 

****

Photos] New Character Posters and Stills Added for the Upcoming Korean Movie  "Money" @ HanCinema :: The Korean Movie and Drama Database


Monday, August 10, 2020

Feeling

how to freeze the moments
to embrace every little things we have
even there is no light in the tunnel
holding hands like there's no future

can we be really happy
when we only have the present
with the absence of forever?

can we love a little too much
can we risk a little more
to be alive
to be loved and fall

after the storm
after all the pain we feel 
and how can your touch
set me free and makes me forget
how world can be this miserable

August 2020

Saturday, July 25, 2020

hidup dan kata kata

“ The wound is the place where the Light enters you. ” ― Rumi

Rasanya, tiap hari kita akan selalu menemukan masalah, sandungan sandungan kecil dalam hidup, atau malah badai besar yang kita pikir akan meluluhlantakkan hidup, mengaburkan masa depan yang kita susun dan rencanakan dengan matang.

Kadang pula masalah datang seperti ombak yang menyapu pantai, pelan namun seiring waktu ia mengikis habis daratan yang tak punya persiapan.

Hidup adalah masalah demi masalah, cobaan demi cobaan, pengalaman demi pengalaman yang kita susun dan ingat satu per satu, demi menjawab masalah hidup berikutnya.  Seperti permainan yang akan kembali memberikan kita kesempatan untuk hidup dan mencoba lagi.  Kita gak akan bisa naik ke level selanjutnya jika kita tidak menyelesaikan quest yang diberikan, dan tidak ada cheat.

Masalah membentur pada kita, mengikis habis kepercayaan diri, ilmu, siasat yang selalu akan jadi kadaluwarsa, memutar otak mencoba mencari cari jalan keluar dan mencari cari damai, yang rupanya malah terbentang luas di diri sendiri.  Jalan yang jauh hanya pengingat untuk menegaskan apa apa yang sudah tersedia, apa yang tersisa, apa yang kita punya.

Kata kata bijak jadi mimpi dan puisi agar lebih tabah menghadapi hari hari. Mempercayakan diri sendiri kalau surga, bisa dimulai dengan penciptaan sendiri.  Orang lain kemudian menjadi cahaya, atau malah gelap membutakan, semua bisa dirancang, asal berjarak dengan diri sendiri.  Akhir dan masalah terbesar dalam hidup manusia adalah kematian.  Maka masalah-masalah menuju akhir perjalanan, kiranya jadi doa doa agar bisa mampu dinikmati, dikhidmati, dievaluasi biar lain kali bahagia datang lagi dan kita sudah mampu mengenalinya, memeliharanya hingga datang duka dan kita bisa duduk bersama, menikmati hari hari, menggali arti arti yang belum pernah kita temukan sebelumnya.  Bersiasat dan bersepakat tentang apa yang ingin kita cipta, karena katanya kita hanya akan menemukan apa apa yang kita cari. Memberanikan hidup dan mencoba menghadapi hari hari, sebagai seorang yang buta dan tak tahu, untuk terus mencari tahu, menemukan satu tingkat lebih jauh dari hari kemarin, satu fase lebih tinggi, satu langkah lebih jauh dari rumah, dari diri sendiri, kepada yang asing dan yang belum belum diketahui.

“Run from what’s comfortable. Forget safety. Live where you fear to live. Destroy your reputation. Be notorious. I have tried prudent planning long enough. From now on I’ll be mad.” – Rumi

Bandung, 25 Juli 2020

Tuesday, July 14, 2020

The Old Guard (2020) #weekendmovie

So i have some time after my trial to refresh and relaxing, watching a movie that also recommended by people on twitter. The main lead is Charlize Theron, that looks super cool with the outfit and old school hammer.  The movie was based from comic The Old Guard by Greg Ruca, then directed by Gina Prince-Bythewood on Netflix.

Charlize Theron act as Andromache "Andy", have a superpower that can heal after getting shot, maybe kinda like Wolverine things that can degenerate and healing wound. And then in this world, they can find the other people with their same ability by getting into the dream.  Andy find Booker, Joe and Nicky. Just 4 of them.  Then they have a mission from the former operative CIA, Copley that hire them to rescue kidnapped children but its only a trap to get them and make them as a sample to make some research about how to regenerate human cell and how to be immortal like them.

I kinda find the movie a lil bit boring in the middle but interesting at the idea of the main character, Andromache, have an old friend that drawned into the ocean then have a possibility to have a sequel or something like that. I think the most interesting part of the movie is Charlize Theron and the action sequences.

Another interesting part is the desperate and frustration that feels by the 'soldier' because they start to question their existence and why the power could just disappeared without they knowing, then they try to find their reason to be alive or burdened by the immortality, try to find some more meaning in their live, feel how it could be so hurt and endless pain they will feel in the future.  Cause time will heal every pain, and they fear cause they live long enough and then forget who they are cause they barely can forget.

This movie kinda amused me because I miss watching superheroes and action movie.  But still waiting for Second Season of The Boys, Fifth Season of Lucifer Fifth and Second Season of The Umbrella Academy.



Monday, June 15, 2020

the 1975

June, 6
The first time I met you after the world always feels like a heavy thing to go through.  You speak to me with your eyes, you make me forget about the world. and then suddenly we just here, drawn into each other.
Your words linger on my mind like a nebula that takes me deeper into your space.  Your warmth and your thoughts about me make me flattered and see my self as a new whole person.
We change our taste and opinion about each other, how we see the world, how we love pieces of music, how we adore each other.  You, with your psychological thriller’ genre.  We just can't run out of topics and you are so patient listening to my shit about the world.
You love me so hard, that start to makes me wonder, in this short amount of time, how we are able to feel something like this.  Your touch and your magnet and your silly smile.
I feel alive again.  You make me wanna do something better again. Who knows, I can feel this kind of feeling again, after all the hurricane and after all the numb.
Somehow I find it silly how people could really matter, and how the world change after one's simple arrival. Thanks for coming to my life, D! Really like a white light and enlightenment on my long dark tunnel. 
June, 15.

Wednesday, May 27, 2020

Satu Kali Lagi?

bagaimana bisa kutemukan tawa
dalam remeh temeh cerita konyol
sengaja sedikit menghibur luka di dadaku

bagaimana bisa aku membenci
jika bara api di hatiku tak pernah padam
ketika kau hadir di pelupuk mataku

untuk semua semua yang senang datang terlambat
kau datang terlalu cepat membakar bara
padahal belum dingin cuaca lara

aku ingin datang menghibur ketika kau tak lagi luka
ingin datang sekedar pembalasan untuk permainan yang akan datang
tau bahwa kau takkan pernah terkalahkan

aku selalu ingin jadi yang paling pemberani
berani mati mempertahankan luka-luka
tapi apa daya belum sempat kukatakan kata kata
genderang telah selesai dinyalakan
masing-masing pertikaian telah pulang

aku tak pernah ingin menyerah tapi telah kalah
aku tak pernah ingin benar benar menang
hanya ingin melihat api bahagia
menyala kembali di binar biru matamu

Bdg, 27 may 2020

Saturday, May 23, 2020

Tidak Ada Pontianak Hari Ini

Sudah seminggu terakhir ini, semenjak pandemi. Kayaknya udah ngerasa kebanyakan berpikir, kepala penuh, tapi kegiatan jarang, mungkin jadinya sesekali pusing (apa karna jadwal tidur yang memang tak pernah teratur).  Beberapa hari yang lalu kemudian berusaha membatasi waktu melihat layar, karena beberapa bulan ke belakang kayaknya nonstop mantengin apapun itu yang ada di layar, padahal, tidak terlalu mengerjakan sesuatu yang produktif juga. Huu~

Pandemi ini mengajarkan banyak hal, salah satunya tentang memaknai sesuatu, hubungan dengan orang, sentuhan, cara-cara mengatasi kesepian dan kesendirian. Plus, lebaran ini gak bisa pulang sama sekali karena penerbangan ditutup, tiba-tiba jadi akrab dengan teman-teman di kosan karena akhirnya punya waktu buat ngobrol banyak, sebelumnya cuma hai hai halo saja karena lumayan jarang ada di kos.  Teman-teman bertemu via chat, dm instagram sampai yang akhir-akhir ini kutemukan paling seru, ngobrol di voice chat game pubg mobile. haha.  

Esensi ngobrol ngalur ngidul sambil menghabiskan waktu, mungkin itu yang paling menarik.  Karena semenjak pandemi ini, hal itu sudah jarang lagi dilakukan. Kenapa ngobrol ngalur ngidul itu menarik ya, bagiku itu seperti terapi.  Kayaknya, awalnya kita tidak tahu ada apa aja sih yang mengganggu di kepala, kemudian waktu senggang, tektokan ngobrol, kita jadi muter otak mau ngomongin apa hingga keluar deh, apa apa yang mengganggu di kepala. Sebagai orang yang ngaku gak introvert tapi kupikir aku orang yang sedikit menutup diri, haha. Menemukan orang yang 'klik' itu untung-untungan, orang yang bisa buat tergantung dan bisa jadi 'safety net' kapanpun kita butuh untuk mengeluarkan uneg-uneg. Kadang juga mesti 'tau diri' dan paham bagaimana cara 'keeping the spark' atau bahkan hubungan yang sama sekali tak membuat berpikir.  Seperti hubunganku dengan blog ini, yang sudah ditulis bertahun-tahun, 'jaring pengaman' yang selalu ada, kapanpun aku ingin monolog, ngomong sendiri di kepala.  

Kadang ada harinya insecure parah sampai khawatir dibaca orang lain, karena pernah, dibaca orang lain, kemudian orang yang baca (yang gak terlalu kenal) lalu ngobrol seolah-olah udah mengenal betul. Padahal kan, apa yang ditulis bisa dibilang 'sisi alter ego' yang lain, bisa saja ketemu langsung dan sama sekali berbeda. Karena menurutku selalu ada separuh kebenaran yang terkandung dari segala sesuatu.

Pengalaman yang unik juga, kali ini bakal menghabiskan waktu di kos, ketika tahun lalu, dan tahun tahun sebelumnya, selalu dihabiskan bersama keluarga.  Ada seorang teman yang mengomentari pasti sedih, dan lain-lain.  Kukira, perasaanku (sampai saat ini) ya, biasa saja.  Karena tau tak lama lagi, setelah menyelesaikan pendidikan ini, aku akan pulang kembali ke Pontianak. 

Kupikir, aku memang tak pernah menganggap sesuatu yang seremonial itu sebagai 'esensi', cuma cangkang, bagiku yang terpenting adalah keluarga yang selalu ada dan menjaga, teman-teman yang bisa diandalkan saat dibutuhkan, hal hal kecil di kehidupan yang bisa menghibur dan pikiran sendiri yang bisa menjaga dirinya sendiri agar tetap 'waras' dan berpikir, kemudian menemukan hal-hal yang bisa disyukuri. Kehidupan memang fana, tiap hari hal hal berubah, waktu juga terlewat dan dilewatkan, kita memang harus siap dengan apa-apa yang berubah, walaupun memang sudah nalurinya untuk membandingkan, comparison is the thief of joy, they said. Semoga saja bisa tetap waras tergempur, bertahan dalam badai, dan selalu menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil, kemudian terus berjalan, melanjutkan hari-hari.

Bandung, 23 Mei 2020


kemudian-

'aku akan selalu ada' katanya.  Berapa kali sudah aku pernah diucapkan hal hal semacam itu, tapi tidak bisa juga.  Kita memang tidak dirancang untuk esok.  Cukup hari ini.  Hal hal kecil di hari ini yang akan diingat sesekali untuk masa depan, atau untuk kenangan.  Atau mungkin yang mudah dilupakan. Entahlah, ku tak pernah janjikan hari esok, apalagi tahun tahun nanti.  Kata-katamu untuk selalu lari menghampirimu tiap kali aku butuh adalah jaminan, yang cukup membuatku senang, untuk hari ini.  Aku ingin memilikimu hari ini saja.

Semakin dewasa, kita semakin sulit jatuh cinta. Memikirkan hal hal semacam agama, kota yang berbeda, pekerjaan, tingkah laku, kebiasaan, prinsip-prinsip.  Meski kadang, kupikir itu semua cuma alasan.  Alasan untuk berhenti, di atara alasan-alasan yang lain.  Seperti alasan bahwa kita akan sulit, untuk bertemu, untuk terus saling menemukan, untuk terus saling bertahan.

Apa alasanmu kali ini? untuk berhenti dan menyerah, atau berlanjut satu hari lagi. Membahagiakanmu satu hari lagi.  Sebelum menyudahinya, sebelum ada yang larut dan terluka.  Siapakah yang paling rugi dalam mencinta? -adalah yang berhitung, adalah yang takut kehilangan, adalah yang menyerah.

Apalagi yang dapat dikenang dalam cinta selain kata-kata, pertemuan, tindakan manis, dan hasil  hasil pemikiran, perdebatan. Janji janji masa depan, hal hal yang tak lagi dapat dipegang, hal hal kecil nan ajaib tak kasat mata yang menggerakkan keinginan, untuk maju lagi selangkah, untuk memberanikan diri selangkah demi selangkah.  

Apalah kita tanpa keyakinan, tanpa janji di hari esok, untuk kembali bertemu, untuk berjuang dan mempertahankan. Kepada yang manis yang telah terkecup, yang tertinggal tanpa pernah selesai, untuk sekejap hadir, memberikan keyakinan, keteguhan hati untuk terus maju, untuk merasa pernah- berharga dan dicintai.  

Untuk kemudian memberi arti bagi diri sendiri- bahwa pernah layak, bahwa pernah bisa dan kemungkinan-kemungkinan itu pernah ada. Untuk kemudian berani mengakhiri, menyelesaikan perkara dengan sebaik-baiknya, keinginan untuk menuntaskan keluh dan memperjuangkan bahagia- untuk masing-masing, untuk memberikan penutupan, memberikan salam perpisahan. Untuk yang sesaat yang pernah hadir, memberi arti, dan setidaknya telah memiliki keberanian untuk pernah memulai. Segelas air yang tak pernah kosong, tapi tak pernah pula kepenuhan. Terimakasih untuk jadi preferensi, dasar pemikiran dan bahan-bahan pembelajaran, mengisi kenangan-kenangan, tapi kita harus terus melanjutkan perjalanan. Sampai selesai.  

Sunday, May 17, 2020

Selamat Hari Buku Nasional! ~dari yang suka buku dengan tulus dan apa adanya

Seorang teman dekat pernah bercanda beberapa hari yang lalu, "jangan posting-posting stori tentang buku terus lah, nanti dapet cowoknya susah, gak usah keliatan terlalu pinter.  Lagian, orang pinter juga ga pernah pamer-pamer kan dia pinter haha".  Untung yang ngomong temen yang udah tau lah becandanya gimana, kalau orang yang gak dekat ngomong gini sudah pasti tak omelin atau langsung diblock karena aku adalah orang yang sebenarnya malas basa basi berdebat buat orang-orang yang enggak terlalu sefrekuensi. haha.  

Tapi celetukan doi jadi bikin mikir, apa iya image baca buku adalah yang pinter jadi bikin orang takut. Sungguhlah berlebihan. Padahal tidak semua buku juga menandakan orang yang berpikir (dengan benar sesuai dengan kaidah dan teori).  Buku cuma jembatan, cermin dan refleksi dari apa apa yang ingin kita ketahui.  Atau sekedar, bersenang-senang.

Dari dulu, buku selalu aku anggap sebagai teman.  Teman gabut, teman buat 'tenggelam' dalam 'dunia' yang lain, dunia yang berisi pemikiran-pemikiran orang lain, karya fiksi, maupun imajiner.  Sebagai makhluk sosial yang berkomunikasi dengan orang lain. Aku mungkin termasuk orang dengan suasana hati yang cepat berubah jika tidak bertemu dengan orang yang se'frekuensi', juga mungkin karena aku adalah orang yang suka damai dan cenderung menghindari 'konflik perdebatan langsung', kecuali dengan orang-orang dekat saja.  Aku merasa tidak semua orang benar-benar memahami kita, dan tidak seharusnya juga meletakkan seluruh suasana hati kepada respon orang lain. Karena itu, buku selalu menjadi teman yang bisa diandalkan, teman yang bisa mengajakku berpikir dan fokus satu per satu, teman yang tidak langsung 'nyamber' dan mungkin tiba-tiba hilang saat dibutuhkan. Buku menjadi tempatku memperbaiki suasana hati yang sering gak karuan.  Apalagi ketika pandemi seperti sekarang, buku dan film jadi tempat rekreasi buat rileks dan mengajak jalan-jalan pikiran.  Memberikan inspirasi baru, memberikan mimpi-mimpi baru.

Sayangnya, karena sudah mau pulang ke Pontianak, kita batasi dulu ya beli buku fisik- sekarang beralih ke ebook karena capek angkut-angkut barang sendiri ke cargo!! haha.

Selamat hari buku nasional! Terimakasih buat kehadiran buku-buku bagus yang selalu menginspirasi, dan buku buku yang selalu bisa menenangkan sekaligus menyibukkan ketika kepala lagi penuh dengan pikiran-pikiran yang tidak jelas.  Untuk selalu ada di saat sepi dan sulit, dan bingung, dan galau dan senggang.  Untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, yang kemudian selalu melahirkan pertanyaan-pertanyaan baru.

Pahlawan93, 17 Mei 2020.




Sunday, April 26, 2020

tenang

dalam dunia yang hiruk pikuk
kini sedang senyap
membaca berita 
tentang sini sana

kepala penuh
tapi tak bisa apa apa
kepalang tanggung pulang
bertahan walau mungkin sendirian

sepi terasa teman hari hari
mencari isi dari diri
kemudian menangkap
apa saja yang masih bisa terlakoni

hari hari rasa semua tanda tanya
tanpa tahu bagaimana menjawabnya

kadang tiba tiba gelombang kesedihan
datang menerjang tanpa permisi
menyisakan lagu lagu pilu
dan alasan alasan uraian air mata

mengingat ingat bagaimana cara menjawab kesedihan
menenangkan hati lewat ayat ayat
yang teguh menopang 
telah sejak dulu mendamaikan

mencari lagi hapalan bawah sadar yang lama terpatri
menggali gali lagi sisa jati diri
masa lampau yang tlah berubah jadi sejarah
menjadi acuan bagaimana bertahan selangkah selangkah

melahirkan lagi cara cara mendamaikan hati
mengulang dan menghapal lagi yang sudah sudah
mungkin kita telah lari telah jauh
pulang terlihat tenang

walau keadaan berubah
tertinggal sendiri
kita coba lagi cari
cara cara baru

menemukan kedamaian
meresapi ketenangan
melewati kegaduhan
melenyapkan kesunyian

Bandung, 26 April 2020

tunggu

waktu berjalan perlahan
kadang terlalu cepat
kadang terlalu lambat

meninggalkan yang lambat
tertinggalkan yang bergerak cepat

apa yang ditinggalkan lagi
selain kenangan
tentang hari hari yang berbahagia

rindu ingin mengecup
bahagia satu kali lagi

hari yang terbaik
akan jadi kenangan
yang akan menguraikan
lara dan air mata

tentang andai saja
dan kuharap akan kembali lagi
bahagia seperti ini

tidak akan pernah kau rasa lagi

waktu tak pernah berjalan mundur
apa lagi kembali sesuka hati

esok sebentar lagi hadir
meninggalkan kemarin

pada akhirnya
kita tak akan pernah
benar benar memiliki

bandung, 26 april 2020

Friday, April 24, 2020

Ramadhan

Masih kudengar sayup sayup suara jam empat pagi, menanggil dari masjid terdekat. Ingatan tentang masa kecil yang jelas sekaligus kabur dan buram.  Masih hangat kurasa di dada, kala orang tua  mengajarkan cara cara beriman dan sembahyang, memberikan ceramah selepas berjamaah bersama.  Mengingatkan tentang Tuhan, mengimplementasikan dalam tindakan-tindakan.  

Sudah berapa jauh waktu berlalu meninggalkan ramadhan.  Beranjak dewasa dan jauh pergi dari rumah, orang orang pun telah berubah.  Tiada yang pasti selain ketidakpastiaan, tak ada yang niscaya pula. 

Tapi tiap sayup-sayup suara dari masjid itu memanggil, begitu pula kuberanjak, mengingat-ingat masa yang telah lewat.  Nilai nilai yang ditanam kala kecil, haru kala sahur dan berbuka.  Makan bersama dan bercerita.  Apa yang telah diubah oleh waktu?  Atau jangan-jangan, sebenarnya kita memang tak pernah beranjak kemana-mana. 

Bandung, 24 April 2020.
Selamat berpuasa, semua.

Thursday, April 23, 2020

Layar

tempat berbincang hari hari
pada kata kata yang tak terkatakan
wajah yang tak lagi dapat tersentuh
kuutarakan yang ada di hati

kusimpan yang terkatakan
tulisan tulisan
kuharap singkat

tapi bisa sampai
menyentuh kerasnya hati

hari yang terlalu cepat berlalu
seperti mimpi
yang diingat ingat
ketika pagi datang

masa telah berlalu
sekejap menderu
menghabiskan deru
merangkak di sisa sisa

apa yang tersisa
dari kehidupan yang melaju
meninggalkan waktu
meninggalkan semua

apa lagi yang berarti
selain dekap hangat
dan kecup selamat tinggal
pada masa yang berlalu

hari ini kta beranjak
berharap terus menemukan
di tiap tiap kesepian

Bandung, 23 April 2020

Friday, April 17, 2020

nyala

api kecil yang kau nyalakan
setiap pagi ketika malam berganti
memberikan dekap hangat
menerangkan yang gelap

hal kecil pada hari hari biasa
yang membuat tersenyum
yang membuat tertawa
yang membuat terluka

hari terus berganti
tanpa kita tahu rahasia
kemana akhirnya
perjalanan

nyala sedikit
menerangi yang gelap

hari esok,
beri lagi aku kekuatan
menjalani hari hari


Bdg, 17 Apr 2020

kata kata

apa yang lebih dari makna
pada kata kata
yang hadir gencar
setiap hari

menemani hidup
berkata kata
berbagi rasa

mengungkapkan apa apa
yang ada di kepala

bangun dari tidur
menunggu pesan
yang akan dibaca
yang akan sampai

kata kata yang mengambang di udara
menunggu tertulis dari dalam kepala
menunggu sampai ke pemiliknya
tercabik cabik dalam dialektika

aku takkan akan pernah piawai menebak
kata kata apa yang akan termuntah keluar
dari mulutmu, jemarimu, pikiranmu hari ini

pesan akan masuk nanti pagi
dan aku akan menunggu
seperti hari hari lalu

mungkin suatu saat
kita akan menjadi abadi
pada kata kata

mungkin suatu saat
takdir akan berpihak
dan cinta akan menjadi
lebih dari kata
lebih dari nyata

17 April 2020