Saturday, June 16, 2018

Hidup dan Hal Hal Yang Ganjil

Betapa sebuah situasi, sebuah tempat, bisa membawa perasaan kita merasakan sesuatu, perasaan yang hangat, perasaan yang ganjil, perasaan yang senang, yang terkadang juga kita tidak terlalu bisa mengontrol apa yang bisa kita rasakan.  

Beberapa hal dan kenangan yang lewat, terkadang tiba tiba mengingatkan kita pada seseorang yang kita pikirkan.  Perasaan itu adalah hal yang ajaib, yang begitu misteri, yang tidak bisa dikontrol sesuai apa yang otak kita simpulkan.  Sebuah perasaan yang aneh.

Masa lalu terkadang begitu buram, terkadang juga begitu jelas.  Apakah masa lalu itu benar benar ada? Apakah ingatan yang tersimpan di otak kita adalah benar benar hal yang terjadi?  Apakah semua kenangan yang kita lalui itu benar seperti itu ataukah ada plot twist yang sebenarnya kita tidak tahu saja?
Entahlah.  Hanya kembali ke kota ini, perasaan ganjil itu timbul, tentang bagaimana seorang manusia bisa memiliki beribu ribu kemungkinan.  Bahwa satu sekrup kecil, pilihan pilihan kecil kita, bisa menuntun kita kepada nasib yang berbeda.  Tentang hal hal yang tidak kita sadari, bisa mempengaruhi hal hal besar.  Tentang bagaimana ketidaksengajaan, bisa menjungkirbalikkan nasib seseorang.

Masih tentang teori bagamana kepak sayap kupu kupu di hutan pedalaman yang mampu memicu badai di sudut dunia lainnya.  Satu kepak sayap kupu kupu yang memberi arti diantara ribuan kupu kupu di tempat tempat lain.  Bagaimana kita bisa menjadi satu diantara beribu pilihan dan kemungkinan.  Bagaimana jika seorang manusia sebenarnya tidak pernah mempunyai pilihan, dan kehendak kehendak bebas itu tidak pernah ada?

Bagaimana jika, dalam kehidupan aku telah menghabiskan semua kemungkinan kemungkinan yang tersisa?

Pontianak, 16 Juni 2018

Friday, June 15, 2018

Reverie- Review TV Serial dan Hal Hal Tentang Mimpi

Entah mengapa, aku selalu menemukan diriku tertarik kepada hal-hal yang berhubungan dengan mimpi.  Terutama, aku sering sekali bermimpi, pernah ada masa-masa dimana sekitar delapan bulan, aku bermimpi setiap hari dengan berbagai macam bentuk.  Kadang, mimpi itu memberikan aku perasaan yang aneh, perasaan yang ganjil ketika bangun. Aku tidak tahu apakah hal itu berhubungan dengan situasi baru saja putus cinta atau apa, meskipun kadang aku tidak hanya bermimpi tentang pacar yang dulu.  Tapi juga ada satu-dua mimpi yang ganjil tentang dia, seperti duduk di sebuah padang rumput hijau sambil berpegangan tangan dan berbicara tentang hari hari, terasa nyaman. Hal itu kadang membuatku terbangun di pagi harinya dan merasa sedih untuk tidak akan lagi menemukan orang yang seperti dia.

Mimpi, dari beberapa tulisan yang aku baca adalah simbol, hal hal yang lalu lalang di alam bawah sadar yang kadang muncul saat kita tertidur dan memberikan sinyal-sinyal akan realitas.  Terkadang alam bawah sadar juga menunjukkan bagaimana kita sedang membutuhkan sesuatu, menginginkan sesuatu yang bahkan mungkin kita belum sadar apa yang kita mau.

Kemudian beberapa waktu yang lalu saya menonton tv serial baru, yaitu Reverie, yang merupakan sebuah cerita dimana ada perusahaan swasta yang mengembangkan realitas di dalam mimpi, dengan cara memasukkan ingatan-ingatan dan memori sehingga kejadian-kejadian itu akan benar-benar kita rasakan pada saat kita tertidur, yang kemudian akan dipasang sebuah program untuk membentuk mimpi yang ideal itu.  

Hal tersebut jadi kacau ketika beberapa orang, menjadi terlalu nyaman di alam mimpi, dan kemudian tidak mau bangun lagi, terlalu menikmati rekayasa kejadian-kejadian yang ingin mereka ulang.  Dalam hal ini, memori memori indah tentang seseorang, yang sudah tidak lagi ada.

Menjadi hal yang ajaib memang, sebuah mimpi akhirnya menjadi sebuah semesta alternatif, yang bisa memenuhi hasrat dan kebutuhan, diantara kegagalan dan ketidakpuasan kita terhadap dunia.

Beberapa momen langka dalam hidup, seperti jatuh cinta, bertemu seseorang yang benar-benar kau sukai, terkadang sulit untuk kau temui, sulit untuk didapatkan kembali.  Untuk kemudian kita akan menyadari, betapa sesungguhnya kehidupan itu sangat rawan, kita tidak bisa benar-benar memastikan kita akan bahagia, atau menemukan momen yang benar-benar membuat kita bahagia.  Kita juga bisa mengalami sebuah momen yang tidak terlupakan, kemudian kita kehilangan, lantas hidup-hidup kita selanjutnya bisa saja menjadi sangat membosankan dan hal yang membahagiakan itu menjadi hal yang terakhir yang kita alami.

Lantas, kemudian kita terjebak pada mimpi-mimpi, kenangan yang indah, memori-memori yang baik, yang membuat kita ingin mengkristalkannya, mencoba merekayasa momen hingga kita bisa merasakan hal hal yang membahagiakan yang pernah kita rasakan.  Dan kemudian melupakan hal hal yang membosankan dan mengecewakan.  Tapi kita tidak bisa.

Momen hanya untuk tercipta pada saat momen itu ada.  Masa kini hanya bisa jadi masa kini.  Dan sejauh-jauhnya jarak adalah masa lalu, karena dia tidak akan pernah terulang sama persis dan kembali.  Tidak ada yang bisa diharapkan pula dalam masa lalu yang kembali di masa kini karena semua hal berubah, tidak ada yang pernah benar-benar sama lagi.

Betapa waktu menjadi berkah sekaligus kutukan.  Mengajarkan manusia berkali kali untuk ikhlas, memberikan maaf, dan merahasiakan masa depan agar tidak berputus asa.  Dan tentu, mencoba sungguh-sungguh untuk menghargai mahalnya hari dan momen saat ini yang tidak akan terulang lagi tepat sama.

Selamat menjalani kehidupan dan mimpi-mimpi.

dunia yang hilang

aku meraba raba
akan rasanya benar benar
kehilangan dirimu
dari kehidupanku
tidak melihatmu
berseliweran
dalam ruang kepalaku

aku memimpikan sebuah dunia
dimana cuman ada aku
dan kekosongan kekosongan
tiada lagi kau dan harapan harapan

aku terjebak dan menginginkan
hal hal yang akan hilang
hal yang tidak bisa aku hancurkan

aku membayangkan sebuah kehidupan
dimana tidak ada lagi
dekap hangat dan sambutan
bila nanti aku pulang

dan selamat datang
sebuah mimpi buruk
segeralah keluar
dari tempat khayalan
dalam pahit kenyataan

bangunlah mimpi,
sekali lagi...
tentang yang tidak pernah kau bayangkan


15 Juni 2018

Wednesday, June 13, 2018


Hingga Nanti


Hingga Nanti

semua perhitungan kenangan
menjadi buih, tergerus dalam lautan
sampai aku menua dan lupa

melupakan semuanya

maka sampai itu pula
aku akan berjalan kencang
menjahit satu demi satu ingatan

kepadamu yang selalu ingin 
aku kenang

nanti, rasanya tidak akan lagi sama
seperti kali pertama
yang selalu ingin aku ulang

kepadamu yang selalu ingin
aku kenang

nanti, rasanya tidak akan lagi sama
seperti kali pertama 
yang aku simpan di ingatan

kepadamu yang selalu ingin 
aku kenang

biarkanlah aku menari nari
berlari lari
menikmati hari hari

seperti yang pernah aku kenang
seperti yang pernah,

aku simpan dalam ingatan

pada senja ini, biarkanlah
ingatanku mengulang ulang

Selasa, 13 Juni 2018

Tuesday, June 12, 2018

sepertinya aku sedang bermimpi

7.54 pagi, 11 Juni 2018

Sebuah notifikasi membangunkan tidurku, pesan darimu.
"apakah aku bermimpi?"

Sebuah pesan yang aku kirimkan dua hari lalu, akhirnya kau balas.  Dan berlanjut, hingga 11.58.

Apakah aneh rasanya kalau aku akan melakukan apa saja, hanya untukmu? hanya untuk menunggu hal hal kecil.  Hanya untuk merasakan hal hal kecil dan sederhana seperti sapa dan mendengar bagaimana kau berbicara.

Aku menyukaimu, sekecil kesempatan itu dan sebesar rasa acuhmu, entah bagaimana kau mampu menghidupkan hari hariku, menjadi tak mati dan menjemukan.  Salahkahku memintamu menyelamatkanku dari kehidupan?

aku senang bermimpi sendiri, membayangkan hal hal yang akan terjadi.  Hingga mati di pelukmu.  Tidak perlu lagi menunggu, tidak perlu lagi ragu ragu dan melangkah dengan hati hati pada setiap langkah kaki.  Karna aku ingin selamanya di dekatmu saja.  Berkeliling dunia untuk kemudian menghabiskan penghujung hari bersama genggam tanganmu.

Hidup bukan lagi mengejar hal hal yang orang lain inginkan.  Aku telah sampai pada masa ini, dimana aku hanya ingin merasakan keajaiban-keajaiban.  Tentang bagaimana aku bisa mencintai seseorang dengan begitu menyenangkan.

Aku tidak lagi perduli akan hal hal lain. Terkadang dunia menahan langkah dan menjegal mimpi mimpi, tapi mereka tidak tahu, apa rasanya bersamamu, semuanya terasa begitu layak.  Perasaan yang jarang aku rasakan.

Kau membuatku yang telah mati berulang ulang kali, akhirnya hidup kembali. 

dan mimpi itu cukup.  dan semuanya tiba tiba saja cukup.  aku tidak perlu yang lain lagi.


Senin, 12 Juni 2018

Monday, June 11, 2018

pada suatu episode

Beberapa hal memang tidak seharusnya terjadi, beberapa berlangsung begitu kacau sehingga kala itu aku merasa seperti busur panah yang melesat dan membakar habis semua yang berada di hadapnya.  Tapi waktu ternyata sudah berlalu, api itu telah reda, tapi rasanya masih seperti kemarin.

Tidak akan ada penyesalan, seperti semua yang sudah Tuhan rancang, tidak ada yang meleset, bahkan patah hati-patah hati kecil itu.  Semuanya tidak luput dari takdir, tugas manusia, sudah sampai pada usaha dan doa-doa.

Entah mengapa, jauh di dalam hatiku yakin saja.  Apapun itu, adalah yang terbaik. Setidaknya, aku memberikan yang terbaik yang aku bisa.  Waktu berjalan, hari berganti, bahkan dalam titik terendah, aku masih menikmatinya, menuliskan setiap kata, setiap aku merasa ada resah dan sesak di dada, untuk sekedar mengembalikan memori, menerjemahkan pikiranku tentangmu dalam kata-kata.  

Di dalam tulisan-tulisan ini, kau telah abadi.  Selamanya di alam pikirku.  Menjelma menjadi titik balik yang akan menjadi awal mula perjalanan ini, kau berubah, menjadi alasan aku melakukan hal hal yang baik, mengupayakan yang terbaik, untuk belajar mencintai kembali, mencintai diriku sendiri.  Dingin yang kau ajarkan ternyata membuatku kebal dan tidak lagi menggigil, hangat yang pernah kau berikan ternyata membuatku mengingat rasanya di setiap aku kedinginan dan menyimpan nyala api di dalam hatiku.  Kau mengajarkanku banyak hal, kau mempersiapkanku untuk begitu banyak hal hal yang akan terjadi nanti.

Maka pada jam jam seisi kota tertidur dan lupa, aku duduk dan mengetikkan kata kata, untuk pamit sebelum lelapku, berterimakasih dan belajar lagi, mempelajari hal hal yang pernah terjadi. Setiap hal ternyata memiliki alasan, dan aku hanya harus berlapang dada menerima pahit dan manisnya.

Sudah dini hari dan sebentar lagi pagi menjelang, karenamu, aku tahu apa lagi yang harus aku lakukan, menyambut pagi dan kesempatan kesempatan.

11 Juni 2018

Sunday, June 10, 2018

mari berpura-pura

yang ingin aku katakan
sudah aku sampaikan

rasa yang aku pendam diam
kini sudah diungkapkan

tugas-tugas telah selesai

tidak ada lagi ragu dan sesal
cinta tinggal menghitung mundur
dan kembali ke asal
tidak akan lagi saling mengenal

tidak akan ada lagi
hati yang berharap
tiap kali kau lewat

tidak akan ada lagi
degup yang semakin cepat
tiap kali kau menatap

sudah saatnya tirai dibuka
dan melihat semua yang berpura-pura

bahwa semua yang pernah terjadi
hanyalah pura pura
cuman sandiwara

tidak akan ada lagi yang benar benar mencinta
penampilan yang paling terbaik,
kupersembahkan,
hanya untuk menemani resah dan sepimu saja

10 Juni 2018

akhirnya kau akan menang

mengecap pahit
menghembuskan bulir bulir
rasanya sudah lama
dan sepi seperti teman lama

hari hari adalah ujian
untuk tetap tabah dan menjalankan
segala liku tak terpikirkan
dunia sudah terlampau berubah
sejak terakhir kali aku bisa mengingat
sudah terlalu lama
kepalaku dihuni orang orang
sekarang rasanya kosong
dan kupikir mungkin
akhirnya aku bisa
diam diam menikmati kesunyian

katanya kau akan merindu
lebih lama daripada kau mencintai seseorang

sudah terlalu lama aku rindu
aku bahkan lupa apa yang aku rindukan
mungkin yang sudah tiada
hanya kuingat yang indah saja

bangun dan beranilah
berdiri sendirian
di tengah hiruk pikuk keramaian

dirimu sendiri,
meminta untuk ditemukan

sudah lantang kubilang
dan kuucapkan kata kata
kukerahkan segala upaya

maka jika suatu saat aku gagal
dan harus mundur jauh ke belakang
aku tau aku telah lama berjuang

hingga kini akan kunikmati jalan jalan sepi
sebagai seorang pemenang
yang telah memenangkan
pertempuran di hati dan ruang kepalaku

10 Juni 2018

Saturday, June 9, 2018

tidak ada

tidak ada yang harus ditunggu
dari yang tidak kembali

tidak ada lagi yang perlu dilihat
sejauh jarak dan sedingin dekat

sudah tidak seperti dulu
sudah bukan lagi ini

yang tersisa cuma luka
dan harga yang terlalu mahal

sudah pernah kita lalui
yang terbaik, yang terburuk

dan akan terlalu berharga
untuk tinggal dan menetap
pada rumah yang sudah tak layak

kata kata cuma pelipur lara
karna tidak akan lagi ada
hangat dan dekap

waktu yang berlalu
adalah kenangan yang tidak bisa
kumimpikan lagi untuk kembali

sudah waktunya pergi,
mungkin sudah waktunya pergi

9 Juni 2018

Friday, June 8, 2018

yang terberat

hari hari pertama adalah yang paling berat
menyimpan rindu dalam dalam

sedang melihatmu saja aku tidak berani
andai kau juga bisa merasakan

rasa yang menarikmu jauh tenggelam
dan aku memaksa hatiku untuk menutup rapat

hanya senyum dan tawa
mulutku sudah tidak lagi bisa berkata kata
karena sekali ia berucap
maka hanya air mata yang akan tumpah

kupegang genggamku erat,
cinta ini,
biar aku benamkan di hatiku saja.

karna hatiku, juga layak mendapatkan
hati yang mampu pula mencintainya kembali

8 Juni 2018

Thursday, June 7, 2018

mimpi

adalah bulir yang jatuh
rerumputan hijau

tangan yang berpegangan
hati yang tenang

carousel berputar
tanganku tak bisa lepas
dekapmu

tidak mau hilang

sudah berjuta purnama kutunggu
terlalu lama

dan akhirnya carousel berhenti
dan cahaya menggelap

dunia memanggil dan kau
akan melupakan hal hal pahit

7 Juni 2018

Wednesday, June 6, 2018

sedikit lagi

sedikit lagi
air mata pecah tertumpah

bersabarlah
menahan rindu
yang takkan sampai juga

kata kata yang beku
tidak akan lagi diucapkan

karena aku tahu
yang akan aku hadapi
hanya semu

sedikit lagi
luka akan kering
tanpa perlu kau korek lagi

bersabarlah sebentar
semua akan berlalu

hati yang pilu
lama lama akan tahu diri
mengundurkan berani

selamat mencari bahagia
atau belajarlah lagi berpura pura

6/6/18
Pontianak, di suatu senja yang masih indah
meski tanpa dirimu lagi

Nanti

aku menikmati setiap detik
waktu waktu kehilangan

sedang tidak ada inginku
jatuh dan tenggelam

melintasi sudut jalanan
masih saja mengingatkan kenangan

pengganti masih saja belum
melakukan tugasnya, memudarkan bayangan

maka kuambil jalan mundur
untuk mereka reka
kapan aku bisa mereda
sekali lagi, aku ingin tau rasanya lupa

6 Juni 2018

Tuesday, June 5, 2018

yang hilang dari pandanganku

ada yang menghilang di sudut kota
diam diam pergi dan kurindu

ada yang hilang kali ini
diantara deru keramaian
dan orang-orang yang aku kenal

pernah ada kenangan
tentang orang yang tepat
datang dan menjadikan waktu
bukan lagi fase kosong dan berulang

ingatan-ingatan yang muncul
tersembunyi di tiap ku lewat

ada kilas kenangan
meminta tuk diingat

ada luka yang terlupa
meminta tuk ku merasa

tidak mau aku nikmati lagi
pilu dan rindu yang pernah hadir dan membuat lara

maka kutunggu,
akan aku tunggu

sampai akhirnya akan ku jelajahi seisi kota
dan menemukan, yang lain lain lagi

hingga aku bisa tinggal dan menikmati hari hari
selain tunduk pada rindumu

hingga aku bisa tinggal dan menikmati hari
selain berkeliling tapiku terpenjara dalam sendumu

5 Juni 2018

Monday, June 4, 2018

di pontianak


yang mengalir di denyut nadi kota
adalah hati yang patah dan ingin kembali
mengulang ulang memori

sungai yang menampung kesedihan di pinggir kota
untuk larut dalam perayaan mencinta kembali
meledakkan kelu dalam meriam meriam hari baru

dalam terik cuaca pekat dan hati yang menghangat
secangkir kopi adalah teman, seperti penduduk sepenjuru kota
segala yang melintas dan singgah adalah kawan sepenanggungan derita

maukah kau kembali ke sini, ke kota pontianak?
tempat hatiku lahir, dan cinta mengalir?

maukah kau kembali ke sini, ke kota pontianak?
untuk meleburkan debu campur lumpur
dan menciptakan awal yang bermula lagi?

maukah kau kembali ke sini
tempatku jatuh cinta, terluka dan patah hati
tempatku meletakkan mimpi mimpi, pergi untuk lagi kembali

maukah kau kembali ke sini
sebagai teman, sebagai kawan
menikmati sendu dan sisa sisa hari?

taman kota, 4 Juni 2018

perjalanan di pulang

mimpi mimpi menghilang
laju tapi ku tenggelam
hanya hilang dan sepi
rayakanlah memori

andaikan esok ku ulang lagi
kuberikan semua yang aku bisa
tapi takkan engkau datang kembali

maafkanlah
semua yang tak mampu
kulakukan tuk bisa bersamamu

maafkanlah, hati ini untukmu.

jalan jalan tak bertepi
ku lari, tak ingin pergi

biarkanlah ku sendiri
menghabiskan waktu
memutar kaset memori sekali kali

biarkanlah waktu pergi
biarkan pergi

hingga pagi datang lagi
dan senja tak sendu lagi

suatu saat..
mungkin rasa kan hadir lagi.

Pontianak, 3 Juni 2018

Tuesday, May 29, 2018

Thankyou For Smoking

pict: /smoketown @pinterest

Kebijakan Tanpa Rokok: Observasi Regulasi Di Kota Bandung
Karina Oktriastra, 29 Mei 2018

Kewajiban untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok tercantum pada pasal 8 FCTC (Framework Convention for Tobacco Control) dari WHO didasarkan pada dua aspek, yaitu hak asasi yang fundamental dan hak kebebasan. Mengetahui bahaya mengisap asap rokok orang lain, maka kewajiban negara adalah melindungi hak untuk hidup dan hak untuk mencapai standar kesehatan tertinggi sebagaimana tercantum dalam berbagai produk hukum internasional tentang perlindungan hak asasi. Di Indonesia sendiri terdapat pasal dalam UUD 1945 tentang hak warga negara untuk hidup sehat dan mendapatkan lingkungan yang sehat. 

Kewajiban pemerintah adalah melindungi setiap warga negara apabila terdapat ancaman terhadap hak asasi yang fundamental melalui sebuah produk hukum. Badan otoritas ilmiah di dunia menyatakan bahwa asap tembakau orang lain menyebabkan kanker. Oleh karena itu, pemerintah bertanggung jawab untuk mengatasi bahaya akibat paparan asap tembakau dengan undang-undang atau produk hukum yang sesuai.

Diperkirakan lebih dari 40,3 juta anak tinggal bersama dengan perokok dan terpapar pada asap rokok di lingkungannya dan disebut sebagai perokok pasif. Sedangkan anak terpapar asap rokok dapat mengalami peningkatan risiko terkena Bronkitis, Pneumonia, infeksi telinga tengah, asma, serta kelambatan pertumbuhan paru-paru. Kerusakan kesehatan dini ini dapat menyebabkan kesehatan yang buruk pada masa dewasa. Orang dewasa bukan perokok pun yang terus menerus terpapar juga akan mengalami peningkatan risiko Kanker Paru dan jenis kanker lainnya.

Indonesia menempati urutan ke-7 terbesar dalam jumlah kematian yang disebabkan oleh kanker yakni sebanyak 188.100 orang. Kematian yang disebabkan oleh penyakit sistem pembuluh darah di Indonesia berjumlah 468.700 orang atau menempati urutan ke-6 terbesar dari seluruh negara-negara kelompok WHO. Kematian yang disebabkan oleh penyakit sistem pernafasan adalah penyakit Chronic Obstructive Pulmonary Diseases (COPD) yakni sebesar 73.100 orang (66,6%) sedangkan asma sebesar 13.690 orang (13,7%). Kematian akibat penyakit tuberculosis sebesar 127.000 orang yang merupakan negara terbesar ketiga setelah negara India dan China.


Suatu masalah, dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi atau situasi yang menimbulkan kebutuhan atau ketidakpuasan pada sebagian orang yang menginginkan pertolongan atau perbaikan. Pertolongan dalam hal ini mungkin dilakukan oleh mereka yang secara langsung mempunyai masalah atau dilakukan oleh pihak lain yang bertindak atas nama mereka yang mendapatkan masalah. Pada pengembangan kawasan tanpa rokok ini, yang membutuhkan perlindungan adalah orang yang tidak merokok, khususnya anak-anak, maupun perempuan, yang juga dapat meningkat probabilitas dalam mengalami kanker payudara apabila rutin terkena paparan asap rokok.

Adapun Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok, muncul sebagai salah satu solusi dari masalah publik, yaitu yang saling ketergantungan: dimana kebijakan ini muncul dari banyaknya kasus yang bersinggungan dengan bidang kesehatan, yang juga berpengaruh terhadap kasus-kasus kesehatan yang ditangani oleh BPJS, Subyektivitas: yaitu didefinisikan pula dalam konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau, serta organisasi internasional seperti WHO yang menganggap masalah ini juga dianggap sangat penting terutama Indonesia yang merupakan negara ketiga terbesar dalam jumlah perokok, Sifat buatan: yaitu keinginan pemerintah untuk mengubah dan melindungi masyarakat khususnya yang tidak merokok namun terkena paparan rokok, Dinamika Masalah Kebijakan: yaitu dari berbagai solusi untuk melakukan intervensi terhadap masalah ini, seperti dengan mengenakan tarif cukai rokok yang saat ini sebesar 12-22% (CNN Oktober, 2017), dimana rekomendasi WHO adalah sebesar 75%, Kawasan Tanpa Rokok merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan dan/atau angka kematian dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas kerja yang optimal, mewujudkan kualitas udara yang sehat, bersih dan bebas dari asap rokok, menurunkan angka perokok dan mencegah perokok pemula serta mewujudkan generasi muda yang sehat.

Dari masalah tersebut, dilakukanlah perumusan kebijakan yang dapat dibagi menjadi langkah-langkah sebagai berikut (Palumbo dalam Suaib, 2016): 

Penetapan Agenda Kebijakan (Agenda Setting) : Pada kegiatan ini perumus kebijakan perlu mengkaji dengan seksama sifat-sifat masalah yang hendak diangkat, besaran/volume masalahnya dan penyebaran/distribusi masalah. Setiap masalah mempunyai struktur dan karakteristiknya masing-masing. Seperti yang dikatakan oleh Dunn (1981) yaitu masalah tersebut dapat menjadi sangat terstruktur, agak terstruktur dan tidak terstruktur. Dan mempunyai karakteristik, yaitu interdepence, yaitu masalah yang satu terkait dengan masalah yang lain (saling mempengaruhi), subjektif, yaitu setiap masalah diberi persepsi dan diberi makna secara berbeda oleh setiap orang yang berbeda dan dalam waktu yang berbeda pula karena setiap masalah tergantung pada siapa yang melihatnya (bersifat subjektif) dan dinamis; yaitu masalah itu tidak tetap ia berubah sepanjang waktu, maka upaya mencari pemecahannya harus senantiasa disesuaikan dengan karakteristik masalahnya yang telah berubah tersebut. 


Merumuskan Masalah Kebijakan (Problem Definition) : Tingkat keberhasilan perumusan ini sangat tergantung dari kesuksesan keberhasilan tingkat sebelumnya, karena setiap upaya mencegah masalah dapat dimulai dengan mendefinisikan masalahnya dengan benar. Hal ini juga bisa mengantarkan perumusan ke alternatif pemecahan masalah. Setiap masalah sangat dekat atau menempel pada konteksnya masing-masing. Oleh karena itu, dalam perumusan harus memahami apa yang ada di sekitar masalah itu (lingkungan dalam dan luar), misalnya tentang kebutuhan, keinginan dan harapan masyarakat sebagai policy stakeholders. Dengan ini bisa ditetapkan tujuan kebijakan dan kelompok sasaran yang bakal memperoleh manfaat dari kebijakan tersebut. 

Mendesain alternatif kebijakan (Policy Design): Langkah dari kegiatan ini terdiri dari kegiatan-kegiatan yaitu mencari/ menemukan alternatif/ pemecahan masalah yang sebanyak mungkin/ mengidentifikasi alternatif yang paling relevan dan signifikan bagi pemecahan masalah/ membandingkan satu alternatif dengan alternatif lainnya/ memilih dan menetapkan alternatif pemecahan yang terbaik. 

Melegitimasikan kebijakan (Policy Legitimation) : Bahwa dalam pelaksanaan kebijakan sangat bergantung kepada ada atau tidaknya dukungan dan legitimasi politis dari semua stakeholder kebijakan dan masyarakat luas. Perlu pula ditumbuhkan adanya rasa memiliki (sense of belonging), semangat untuk berpartisipasi (sense of participation), dan semangat untuk ikut bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan (sense of accountability).

Dalam pengembangan kawasan tanpa rokok di Kota Bandung, perumusan kebijakan dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan leading sector dari Dinas Kesehatan yang kemudian membentuk satgas dari beberapa instansi yang berbeda yaitu Satpol PP, Puskesmas, Diskominfo, Bagian Pemerintahan, Bagian Hukum, Bagian Humas, Dinas Pendidikan, Dinash Perhubungan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga, Kementrian Agama, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan yang mengadopsi pengembangan kawasan tanpa rokok dari Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok yang dikeluarkan oleh Menteri Keseharan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2011. Sampai saat ini, yaitu dari Maret 2018 sampai Desember 2018, tugas yang dilakukan oleh satgas kawasan tanpa rokok ini masih sebatas menegur, mencatat dan melaporkan mengenai perkembangan kawasan tanpa rokok, dimana alternatif kebijakan selanjutnya adalah menguatkan dasar kebijakan melalui Peraturan Daerah yang akan disusun pada tahun 2019 untuk memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar aturan merokok di kawasan tanpa rokok tersebut.

Adapun Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok yang diterapkan di Kota Bandung melalui analisis SWOT adalah : Strength (Kekuatan): yang menjadi kekuatan adalah komitmen pimpinan, khususnya Kepala Dinas Kesehatan dalam merealisasikan kebijakan dalam bentuk pengalokasian anggaran, dimana bekerja sama dengan Bloomberg, persiapan sumber daya, yaitu staf lintas dinas yang diatur dalam surat keputusan satgas kawasan tanpa rokok sejumlah 34 orang yang merupakan tim gabungan dari aparatur sipil negara (ASN) dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Diskominfo, Bagian Pemerintahan, Bagian Hukum, Bagian Humas, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga, Kementrian Agama, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung yang ditugaskan sejak Hari Senin, 26 Maret 2018 untuk dalam satu tahun mengawasi 1.750 titik, dalam satu hari mengawasi enam sampai delapan titik, dengan setiap titik diawasi oleh 6 anggota Satgas. Hal ini juga didukung dengan program Mobil Kekasih Juara (konsultasi silih asih) untuk konsultasi berhenti merokok dan konseling yang dapat diakses di 8 puskesmas di Kota Bandung.

Weakness (Kelemahan): yang menjadi kelemahan dalam realisasi Kawasan Tanpa Rokok adalah sumber daya dalam mengawasi dan menerapkan aturan, alokasi anggaran, efektivitas pengawasan kawasan tanpa rokok, serta kesadaran perokok untuk dapat merokok di tempat yang telah ditentukan.

Opportunity (Peluang) yaitu apabila Kawasan Tanpa Rokok tersebut berhasil direalisasikan diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mengurangi penyakit yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok, menurunkan jumlah perokok terutama yang berusia muda serta meningkatkan kualitas udara khususnya di ruang-ruang tertutup.

Threat (Tantangan/Hambatan) yaitu tantangan dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok tersebut adalah konsistensi dalam melakukan sosialisasi dan pengawasan dalam merealisasikan Kawasan Tanpa Rokok, munculnya produk-produk rokok dengan iklan yang kreatif untuk menyasar anak muda dengan variasi dan pendekatan rokok sebagai gaya hidup, banyaknya event anak muda yang disponsori oleh rokok sehingga mempengaruhi peningkatan perokok baru.

Dalam kebijakan mengenai kawasan tanpa rokok, tujuan penetapan Kawasan Tanpa Rokok ini adalah menurunkan angka kesakitan dan/atau angka kematian dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas kerja yang optimal, mewujudkan kualitas udara yang sehat, bersih, bebas dari asap rokok, menurunkan angka perokok dan mencegah perokok pemula, mewujudkan generasi muda yang sehat.


Sasaran kawasan tanpa rokok adalah di tempat pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat yang lain (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan). Kemudian manfaat yang diharapkan dalam penetapan kawasan tanpa rokok merupakan upaya perlindungan untuk masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok. 

Untuk penetapan kawasan tanpa rokok di tempat kerja, sesuai dengan Pedoman Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok, dilaksanakan dalam tahap-tahap sebagai berikut; yaitu petugas kesehatan melaksanakan advokasi kepada pimpinan/manajer perusahaan/institusi swasta atau pemerintah dengan menjelaskan perlunya Kawasan Tanpa Rokok dan keuntungannya jika dikembangkan di area tersebut, dari advokasi tersebut, pimpinan setuju untuk mengembangkan Kawasan Tanpa Rokok. Contoh tempat kerja adalah kawasan pabrik, perkantoran, ruang rapat, ruang sidang/seminar, dimana yang perlu dilakukan oleh pimpinan/manajer untuk mengembangkan Kawasan Tanpa Rokok adalah sebagai berikut: 

Analisis Situasi : yaitu penentu kebijakan/pimpinan di tempat kerja melakukan pengkajian ulang tentang ada tidaknya kebijakan Kawasan Tanpa Rokok dan bagaimana sikap dan perilaku sasaran terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok. Kajian ini untuk memperoleh data sebagai dasar membuat kebijakan. 

Pembentukan komite atau kelompok kerja penyusunan kebijakan kawasan tanpa rokok : yaitu pihak pimpinan manajemen tempat kerja mengajak bicara serikat pekerja yang mewakili perokok dan bukan perokok untuk : menyampaikan maksud, tujuan dan manfaat kawasan tanpa rokok, membahas rencana kebijakan tentang pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok, meminta masukan tentang penerapan Kawasan Tanpa Rokok, antisipasi kendala dan sekaligus alternatif solusi, menetapkan penanggung jawab Kawasan Tanpa Rokok dan mekanisme pengawasannya, membahas cara sosialisasi efektif bagi karyawan. Kemudian pihak manajemen membentuk komite atau kelompok kerja penyusunan kebijakan kawasan tanpa rokok. Pembuat Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok : Komite atau kelompok kerja membuat kebijakan yang jelas tujuan dan cara melaksanakannya. 

Penyiapan Infrastruktur antara lain: Membuat surat keputusan dari pimpinan/manajer tentang penanggung jawab dan pengawas kawasan tanpa rokok di tempat kerja, instrument pengawasan, materi sosialisasi penerapan kawasan tanpa rokok, pembuatan dan penempatan tanda larangan merokok di tempat kerja, mekanisme dan saluran penyampaian pesan bagi pekerja, yaitu penyuluhan, penyebarluasan informasi melalui poster, pengeras suara dan sebagainya, pelatihan bagi pengawas kawasan tanpa rokok, pelatihan kelompok sebaya bagi pegawai/karyawan tentang cara berhenti merokok. 


Sosialisasi Penerapan Kawasan Tanpa Rokok antara lain : Sosialisasi penerapan kawasan tanpa rokok di lingkungan internal bagi manajer dan karyawan, sosialisasi tugas dan penanggung jawab dalam pelaksanaan kawasan tanpa rokok. 


Penerapan Kawasan Tanpa Rokok: Penyampaian pesan kawasan tanpa rokok kepada karyawan tanpa rokok kepada karyawan melalui poster, stiker, tanda larangan merokok, pengumuman, pengeras suara dan sebagainya, penyediaan tempat bertanya, pelaksanaan pengawasan kawasan tanpa rokok. 


Pengawasan dan Penegakan Hukum: Pengawas Kawasan Tanpa Rokok di tempat kerja setempat mencatat pelanggaran dan menerapkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku, melaporkan hasil pengawasan kepada otoritas pengawasan yang telah ditunjuk baik diminta atau tidak. 

Pemantauan dan Evaluasi: yaitu melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala tentang kebijakan yang telah dilaksanakan, meminta pendapat komite dan melakukan kajian terhadap masalah yang ditemukan, memutuskan apakah perlu penyesuaian terhadap kebijakan.


Setelah melaksanakan hal di atas, dapat dilihat juga melalui indikator kawasan tanpa rokok sesuai dengan Pedoman Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok khususnya di tempat kerja yaitu :
1. Indikator Input:
a. Adanya kebijakan tertulis tentang Kawasan Tanpa Rokok
b. Adanya tenaga yang ditugaskan untuk memantau Kawasan Tanpa Rokok
c. Adanya media promosi tentang larangan merokok/kawasan tanpa rokok
d. Ada area khusus untuk merokok
2. Indikator Proses:
a. Tersosialisasinya kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di tempat kerja baik secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung (melalui media cetak, elektronik)
b. Adanya tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok di tempat kerja.
c. Terpasangnya pengumuman kebijakan kawasan tanpa rokok melalui poster, newsletter, majalah dinding, surat edaran, pengeras suara.
d. Terpasangnya tanda kawasan tanpa rokok di sekitar lingkungan kerja.
e. Terselenggaranya penyuluhan kawasan tanpa rokok, bahaya merokok dan etika merokok.
3. Indikator Output:
a. Lingkungan tempat kerja tanpa asap rokok,
b. Perokok merokok di tempat yang telah disediakan.
c. Adanya sanksi bagi yang melanggar kawasan tanpa rokok.

Kemudian, dapat dilakukan pemantauan dan evaluasi yang merupakan upaya yang dilaksanakan secara terus menerus baik oleh petugas kesehatan maupun pengelola Kawasan Tanpa Rokok di tatanan untuk melihat apakah kawasan tanpa rokok telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan maupun permasalahan serta menemukan pemecahan dalam pengelolaan dan pelaksanaan pengembangan kawsan tanpa rokok yang dilaksanakan secara berkala setiap 6 bulan atau satu tahun yang memperhatikan hal hal sebagai berikut:

Apa yang perlu dipantau? Yaitu kebijakan yang dilaksanakan, kajian terhadap masalah yang ditemukan, penyesuaian terhadap kebijakan.

Bagaimana cara memantau? Yaitu menganalisis kajian kebijakan dan perilaku sasaran, melakukan supervisi atau kunjungan lapangan untuk mengetahui secara langsung perkembangan serta permasalahan-permasalahan yang dihadapi di lapangan dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan kawasan tanpa rokok, wawancara mendalam dengan penentu kebijakan, diskusi kelompok terarah dengan masyarakat khayalak sasaran,


Siapa yang memantau? Petugas kesehatan, pengelola program kawasan tanpa rokok.

Kapan mengadakan pertemuan? Selama pengembangan kawasan tanpa rokok berlangsung dan setiap saat diperlukan.

Di Kota Bandung, ketentuan mengenai larangan merokok di tempat tertentu, termuat dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraaan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan yang memuat aturan mengenai kawasan tanpa rokok yaitu ‘merokok di tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang spesifik sebagai proses tempat belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum dikenakan pembebanan biaya paksaan penegakan hukum sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) dan/atau sanksi administrasi berupa penahanan untuk sementara waktu Kartu Tanda Penduduk, atau Kartu Identitas Kependudukan dan/atau pengumuman di media massa. Dimana menurut Kepala Dinas Kesehatan, Ibu Rita Revita pada tim ini hari Kamis, 24 Mei 2018 sanksi ini sama sekali belum pernah diberikan secara langsung kepada perokok, sehingga dibutuhkan landasan hukum yang kuat untuk penanganan masalah perokok yang merokok di ruang publik ini.


Oleh karena itu, setelah melakukan kajian kajian dan disahkan di dewan, dibentuklah peraturan yang khusus tentang rokok, yaitu Peraturan Walikota Bandung Nomor 135 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Peraturan Walikota Bandung ini, menjelaskan lebih khusus tentang Kawasan Tanpa Rokok, yaitu ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau. Serta kawasan tanpa rokok yaitu fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, fasilitas olahraga, tempat kerja dan tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan. Adapun adalam perwal tersebut, tidak hanya melarang merokok di kawasan yang telah ditentukan, tetapi juga melarang menjual dan/atau membeli rokok, dan dikecualikan untuk tempat umum yang memiliki ijin untuk menjual rokok, selain itu setiap orang juga dilarang untuk mengiklankan, mempromosikan dan memberikan sponsor di seluruh kawasan tanpa rokok. 

Kebijakan ini juga didukung dengan adanya Mobil Kekasih Juara (Konsultasi Silih Asih) di Taman Cikapayang yang beroperasi dua minggu sekali yang juga dimanfaatkan untuk para perokok yang ingin berhenti merokok selain di 8 puskesmas yang menyediakan layanan pendampingan untuk program berhenti merokok. Adapun empat tahap awal yang dilakukan di tahun pertama kebijakan pengembangan ini mengawasi 1.750 titik untuk melakukan sosialisasi dengan prosedur petugas satgas menghampiri tempat-tempat yang telah ditentukan kemudian menunjukkan surat tugas selanjutnya melakukan dialog dengan pemilik tempat tersebut mengenai pentingnya pengembangan kawasan tanpa rokok, serta mendiskusikan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menerapkan pembentukan kawasan tersebut.

Upaya-upaya yang dilakukan ini, masih dalam proses yang berjalan sehingga masih belum dapat diambil kesimpulan bahwa kebijakan ini telah berhasil dilaksanakan atau tidak, fakta lain, bahwa penerapan aturan berjalan lambat, dengan proses-proses birokrasi yang rumit sehingga aturan yang seharusnya telah berjalan di tahun 2017, baru dibentuk satgas nya pada bulan maret, 2018. Terlebih lagi, justru percepatan pengawasan penerapan kawasan ini didanai sepenuhnya oleh Bloomberg. Sehingga mungkin dapat ditarik kesimpulan bahwa pemerintah belum menjadikan aturan ini prioritas alokasi anggaran maupun upaya-upaya penanganan strategis lainnya, terlebih karena Perda terdahulu yang dibuat pada tahun 2015 ini sendiri belum pernah sama sekali digunakan, padahal dalam pembentukan perda, tentu telah melakukan kajian-kajian dan alokasi sumber daya yang begitu banyak.


Lantas, jika tidak menjadi prioritas oleh pemerintah itu sendiri, apakah kebijakan ini cukup penting untuk dibuat, diterapkan maupun dikembangkan? Mengapa sampai saat ini hanya mengatur mengenai kawasan publik, seolah aturan yang dibuat, boleh saja dilanggar, karena tidak pernah diberikan sanksinya, atau mungkin, apakah pengembangan kawasan tanpa rokok ini mampu menjawab masalah sosial yang sesungguhnya, yaitu perlindungan bagi minoritas, yang dirugikan akibat terkena paparan asap rokok.  Karena, tentu saja, melarang perokok adalah pelanggaran bagi hak hak pilihan manusia, setidaknya karena belum ada aturan yang mentasbihkan bahwa rokok itu sendiri adalah hal yang terlarang, meskipun ada dasar hukum untuk pemberian sanksi apabila dilakukan di ruang-ruang yang telah diatur negara.

Apakah negara mampu hadir dalam menanggulangi konsekuensi-konsekuensi yang diterima masyarakat yang memilih untuk tidak merokok, tapi tetap terpapar di ruang publik, cukupkah pengaturan dibuat di ruang publik, ketika sebagian besar bahaya justru mengintai di ruang privat, khususnya di lingkungan keluarga, terlebih anak-anak dan wanita? Apakah pengembangan kawasan tanpa rokok ini satu-satunya strategi? atau hanya upaya sekedarnya untuk mencapai target legislasi dan sekedar 'formalitas' untuk menunjukkan pemerintah tahu, hanya masih membutuhkan sumber daya yang lebih banyak lagi dan masih membutuhkan alternatif lain yang efektif untuk dapat menjamin kepentingan masyarakatnya?

Friday, May 25, 2018

tentang hari hari yang baik dan pertemanan

Akhirnya aku sampai di jalan ini, dimana jalan kita akan berbeda arah, teman seperjalanan yang telah menemaniku, mendengarkan ceritaku selama hampir delapan tahun yang tidak terasa ini.  Saatnya aku kembali mengambil setir hidupku sendiri dan menempuh perjalanan perjalanan yang berbeda. Dan kau, akan tetap jadi orang yang aku kenal, dengan rekaman rekaman memori yang akan selalu membuatku tersenyum memutarnya apabila aku melalui jalan jalan yang pernah kita lewati dahulu.

Hey, tidak seharusnya lelaki dan perempuan memiliki apa yang aku pikir aku punya denganmu, tidak sedalam itu, tidak sejauh itu. Mereka bilang perempuan dan laki laki tidak akan hanya akan berteman, disatu sisi dan lainnya, mereka akan jatuh cinta, mungkin tidak sekarang, mungkin tidak selamanya, atau mungkin tidak tepat waktunya.  

Tapi, apalah artinya kata kata itu, bukankah inti dari jatuh cinta adalah saling membahagiakan, dan senang melihat orang lain yang berbahagia pula? kalau itu aku setuju, tapi tidak lebih dari itu, mungkin lebih tepatnya, merasa mengenalmu terlalu lama dan hubungan pertemanan ini berjalan dengan begitu saja, tidak pernah dipaksa hanya karena ingin punya teman, seperti hubungan pacar pacaran yang dilakukan hanya karena ingin punya pacar dan tak ingin sendirian. 

Segala hal yang aku bicarakan denganmu, kau selalu punya jawaban yang tidak aku duga, perspektif yang tidak aku prediksi. Hingga pacarku yang dulu pernah komplain kalau kau adalah pengaruh buruk, dan aku hanya mengikuti apa yang kau katakan.  Hahaha. Aku sama sekali tidak setuju, kadang, aku hanya ingin melakukan sesuatu, tidak tau caranya, dan kau datang memberiku ide! Bahkan aku merasa tidak pernah menuruti nasehatmu, aku tau di masa masa buruk, kau pernah menasehatiku untuk tidak begini, begitu, tapi tetap saja aku lakukan. Walaupun akhirnya aku mengambil pelajaran dan menyesal. Tapi aku tidak sungguh menyesalinya, karena apa yang aku lakukan, menurutku sepadan dengan apa yang aku dapatkan.  Aku senang membuat jera diri sendiri.  Dan kau masih disana, mendengarkan setiap patah janji yang aku ingkari kepada diriku sendiri.

Pertama kalinya aku mengenalmu aku masih ingat itu, saling mengirim pesan singkat dan kau yang selalu ingin melucu, walau ujung ujungnya kau bilang kau melakukannya karena disuruh mantanku yang lagi mau memutuskanku. Eww. hahaha. Tidak, tidak pernah ada perasaan macam macam sepanjang yang aku ingat. Hanya kenyamanan untuk bercerita dan bercanda menikmati masa masa kuliah itu. Hanya hidup terlalu bercanda tentang kisah kisah patah hati kita yang tragis yang membuatmu jadi orang yang paling lama mengenalku hingga sekarang. Orang yang selalu ada pada masa masa patah hati yang buruk. Kisah cintamu juga menyedihkan, pada derajat yang sama sehingga membuat aku merasa nyaman. Membagi seluruh kisahku padamu. Karena pada beberapa titik, aku merasa kau mampu mengerti keputusasaan yang aku rasakan. Dan usaha usaha kita yang tidak berhasil mendapatkan cinta yang kita pikir layak kita dapatkan dari orang yang kita inginkan.

Kau selalu melihatku sebagai orang yang baik, yang lebih, yang berharga.  Kau adalah orang yang membuatku mengingatkan diriku sendiri kalau aku masih punya nilai, walaupun orang lain tidak beranggapan begitu, tidak peduli.  Entah bagaimana, kau yang membuatku menemukan kembali diriku sendiri. Lewat kata-kata, ceritamu, pandanganmu tentang dunia dan hal hal yang mematahkan hati.

Kali ini, aku turut terharu akhirnya dia yang pernah mematahkan hatimu kembali lagi untuk memenangkan hatimu. Sungguh, aku sangat senang. Akhirnya setelah bertahun tahun cerita patah hatimu berulang-ulang oleh orang yang sama, pikiranmu yang tak pernah lepas. Kau tau apa yang kau mau, dan bernegosiasi tentang hal hal lain yang kau korbankan.  Itulah hidup, memang ada hal hal yang harus kita lepaskan untuk mendapatkan.  

Aku rasa, sudah seharusnya aku menepi dan memberikan jalan dan waktu untukmu berbahagia, untuk tidak menjadi orang yang dikhawatirkan dan membuat orang lain berpikir macam macam, karena aku pernah di posisi itu, tidak menjadi yang diprioritaskan, menjadi yang dikesampingkan, kau tidak boleh memperlakukan dia seperti itu, kau harus memperlakukannya dengan begitu spesial sehingga tidak boleh ada lagi celah untuk orang seperti aku.  Kau harus melakukan yang terbaik karena kau tidak akan pernah tahu kesempatan terakhirmu.  Dan kau tidak boleh kehilangan itu lagi.

Sampai sekarang, hidup telah mengajariku beberapa hal tentang kehilangan. Dan beberapa kesempatan, tidak akan datang lagi sama seperti sebelumnya.  Dapatkanlah sebelum semuanya hanya memori yang kau kenang dan kau sesalkan.  Kejarlah.  Perlakukan dengan sebaik yang kau bisa.

terimakasih untuk hari hari yang baik, pilu pilu yang kau sembuhkan, dan kata kata yang menenangkan dalam setiap patah hatiku.  aku tahu kau adalah obat patah hati dan alasan air mataku tidak terlalu banyak jatuh dalam patah hatiku delapan tahun terakhir ini. terimakasih untuk semua cerita, ide ide liar dan inspirasi.  semoga kau selalu berbahagia! karena aku akan juga! :) terimakasih...

#day9

Saturday, May 19, 2018

Untuk Ksatria

Hai, aku sudah lama tidak menggali gali memori tentangmu, membuka buka folder atau post yang pernah aku buat tentangmu. Sudah terlalu lama waktu berlalu. Rasanya masih sama saja seperti kemarin.

Katanya, jatuh cinta datang terlalu cepat dan patah hati akan tinggal terlalu lama.

Hai, apakah kau kini bergelut dengan hidup, sama saja sepertiku. Karena manusia pada akhirnya punya resah nya masing masing. Punya hal hal yang tidak ia ketahui, punya pemikiran pemikiran janggal ketika terbangun dan tidak bisa tidur. Apa yang membuatmu terjaga, Ksatria?

Masihkah kau seperti mantanku atau aku sendiri yang membuka instagram, dan melihat bagaimana kehidupan orang telah kita tinggalkan? Menatap layar itu lekat lekat seolah dengan begitu rindu akan tuntas? Melihat bagaimana cara kau tertawa di dalam foto itu dan tahu bahwa aku bukan lagi bagian dari hidupmu. Perasaan janggal bahwa di saat itu, beberapa waktu yang lalu kita adalah bagian yang penting dalam hari hari yang bahkan tidak bisa tenang apabila belum saling mengabari, atau hanya saling menangis karna kita sudah terlalu peduli dan saling mengharapkan yang terbaik dalam hidup kita? Kemana perginya masa masa itu, terlalu cepat berlalu bahkan aku belum bosan dan benci mengingatnya.

Engkau, masih jadi orang yang membuatku terjaga, sekali paruh waktu hidup bergulir begitu cepat dan waktu terasa berganti begitu saja. Kau masih jadi seseorang yang mempunyai tempat di kepalaku, seseorang yang jadi 'bagaimana jika' dalam kehidupan yang terus melaju ini.

Entahlah, aku tidak bisa berhenti, Ksatria. Belum. Aku juga tidak tahu.

Kadang kadang jika bertemu dan mengenal seseorang yang baru, aku selalu memikirkan, mungkin nanti akan ada saatnya aku akan benar benar mampu mengesampingkan bayangan bayangan tentangmu dan memikirkan orang lain lagi, hanya karena aku kesal tentang bagaimana kau terlalu lama bersemayam di kepala.

Sudah terlalu lama kau tinggal dan menjadi juara tanpa kompetisi.

Dan aku telah bertemu cukup banyak untuk tau, bahwa hingga kini kau masih juaranya.

Harusnya aku tidak menunggumu, atau kompetitor yang akan mengalahkanmu, karena siapa yang akan melawan memori yang telah mengkristal dan menjadi mitos ketika yang aku hanya ingat hanya perasaan jatuh, dan tenggelam dalam matamu itu? Bagaimana seseorang akan bisa hadir ketika ia memegang tanganku, yang kuingat hanya wangi tubuhmu?

3.29 a.m