Sunday, December 3, 2017

tenggelam

kau tenggelam
dalam senja
dalam kedua mataku

memudar perlahan
dan beranjak pergi

angan yang melesat
tidak tahu kapan ia akan turun
dan menjejakkan kaki dalam nyata
mungkin tidak akan

satu cemas tertingggal
dalam kebodohan yang terus saja dilakukan
di hadapmu

dan di kedua matamu yang aku kenal itu
aku tunduk
dan menikmati menjadi orang
yang tidak pernah berani bermimpi apa apa
tak pernah punya nyali

Saturday, December 2, 2017

Stuck - #coffeetalks

"kok bisa bisanya ya kita terjebak, atau berada dalam situasi kayak gini?"

pernah nyangka nggak, kita bakal alamin hal ini dari dulu? kayak, would you think that your 27 will stuck into one person and just cant get enough of them? dont you think your 27's will be fill with busy taking care of your baby and live boringly hapily ever after? not just being single but not that so available cause you just stuck to a person?

dia tertawa.

I know right, kita tuh kayak cerita lama yang berulang-ulang, udah tau bakal gagal, tapi masih aja terus terusan dicoba, udah tau sakit, masih aja terus-terusan dinikmatin.  But you know, when i see her, she is the one that i want in my entire life.

Aku juga, kayak, mungkin aku bisa nyaman dengan beberapa orang, tapi yang bener-bener buat aku kepikiran dan buat dunia aku kacau balau, ya cuman dia.  I know my world's gonna very messed up with him, kayak, mungkin aku akan lebih bahagia kalau aku cari yang biasa aja gitu, maksudnya yang gak terlalu aku cinta cinta banget, tapi mau aja gitu sama aku.  Hahaha.  Tapi kan... gak bisa.

Lalu kami berdua tertawa.

We life in such a messy love life, dont we? aku menuangkannya minuman segelas lagi.

I'm glad i know you and we'r here, to talk about this kind of thing.

Me too.  Its like, we are on the same page, similar problems, still cant get out.  You are like my conselour and support system, or just... someone i know that have some pathetic lovelife just like i do, make me feel less lonely.

And we just. laugh. :))

#timetravel #fictional #coffeetalks

Monday, November 20, 2017

Biar

Minggu, 19 November 2017 

Biarkan kata kata bisu, menjadi saksi bahwa tidak ada yang mampu mengalahkan hati yang menahan utaran debar dan ribuan hal hal yang tidak jelas.  Biar hanya bisu, menjadi tanda bahwa kata sudah tidak mampu lagi, meracik huruf demi huruf atas rasa yang telah sakral dan sampai di penghujungnya. 

Biar air mata tumpah tanpa kata lagi untuk melegakan sesak pada hati yang sudah berat menampung perasaan perasaan yang begitu meluap, membajiri semesta. 

Biar kemudian hening jadi suasana paling tenang, sunyi yang mencekam, karena bahkan waktu tidak lagi diperbolehkan mengganggu apa yang tersembunyi di dalam relung yang paling dalam.  Biar mentari berhenti sebentar, bahwa tiada lagi yang penting, selain engkau.  Biar jarum jam berdetik pada detiknya yang paling rahasia, beku dalam keabadian.

Kemudian biarkan malam mengkristalkan memori, dan mengunduhnya dalam kepingan kepingan, yang akan dikirimkan pada masa depan, yang tidak akan pernah lagi diketahui. 

Biarkan bisu, biarkan sunyi, biarkan hati memberikan jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang sudah tidak lagi ditanyakan bukan karena tidak ingin, tapi karena telah sampai puncaknya untuk melewati pertanyaan pertanyaan, dan menawarkan jawaban yang tidak lagi memerlukan pertanyaan.  Hanya ada.  Mengada.  Berada.  Fana dan sementara.

Semuanya telah cukup.

01.28

Monday, November 13, 2017

yang tidak aku ketahui

kita tidak tahu
tidak mengerti,
belum
atau tidak akan pernah
tahu

apa yang sesungguhnya
datang

dari hati yang merasakan
debar debar keinginan
yang tidak akan sampai

apa yang sesungguhnya
terasa

pada hati yang menghangat

dan jejak jejak rindu
yang tak kunjung padam dan selesai

padahal waktu telah usai
dan kenangan mulai beranjak pergi

rasa apa yang ada di hati
membuat resah dan bimbang ini

berartikan apa bila tiap mata yang terpejam
yang ada hanya 

rindu
dan kehilangan-kehilangan yang dalam.

22.19

Sunday, November 12, 2017

pada sebuah rahasia

degupmu adalah kali pertama
aku melihat dunia
yang membuat debaran rongga jiwa

hatimu adalah jiwa pertama
yang aku sentuh dengan hati hati

genggammu adalah penenang paling ampuh
meredamkan amarah dan benci yang paling juara

suaramu adalah melodi
yang meluruhkan emosi dan kesedihan yang panjang

hangat pelukmu adalah obat
untuk niat ingin mengakhiri yang tiada lagi membahagiakan

adamu adalah bahagia
yang paling rahasia

yang diam diam aku simpan
yang suatu saat
tidak akan pernah aku utarakan

02.28

Labirin dan akhir yang sunyi

seperti labirin yang tidak berujung
namun suatu saat ada akhirnya
bagaimana bila kau hanya berputar di tempat
hidup yang pulang pergi dan kembali
terlalu banyak misteri

di tengah jalan rasanya
ingin berhenti dan menyerah saja

rasanya sudah tidak sanggup lagi
membayangkan masa depan yang terbentang
nyali ciut dan harapan yang patah

rasanya ingin menyerah
bersandar dan menikmati sepoi angin
kemudian mengakhiri
dengan segelas kopi dan lagu yang indah

sampai dimana kau mampu bertahan?
sampai dimana kau sanggup mencari jalan?
dimanakah akhir kehidupan?

mengapa kita berlomba mencari jalan akhirnya
padahal yang akan ditemukan

hanyalah kesunyian kesunyian yang panjang.

02.00

Friday, November 10, 2017

Surat untuk hati yang kau patahkan

selesaikanlah menghitung
karena aku yakin tidak akan sanggup kau
menghitung bulir bulir air mata yang jatuh

hati yang beku dan yang kau patahkan
teruntuk hati hati yang sudah patah
dan sejengkal dari rasa menyerah

sakit adalah konsekuensi paling nyata
dari mencinta dan mendamba yang terlalu
juga harapan yang tinggi melesat
jatuh pun akan terasa sakit

pijakkan lah kakimu pelan pada bumi
bersabarlah satu per satu
menghapus bulir bulir duka

carilah obat untuk hatimu yang patah
bahkan ketika sudah tidak lagi sanggup kau hitung retaknya

carilah penghiburan penghiburan
bagi duka

berusahalah lagi berbahagia
pada hal hal yang kecil
sadarilah dan carilah hal hal yang membuatmu sibuk
akan dunia dan surga

dan, relakanlah
ikhlaskanlah hati yang sudah tidak mampu kau perbaiki
dengan memperbaiki hati hati yang lain

mungkin
pada saatnya kau akan tersenyum kala menengok
jauh ke belakang

20.13

Sejauh jarak yang dekat

nafasmu sedekat nadi
pada layar layar genggam
pada pikir dan kenangan kenangan

sejengkal pada mata
terlihat dalam jarak
terdengar pada diam

terlalu dekat
tapi tidak lagi terjangkau
tidak lagi bersinggungan

jarak yang temporal
garis garis yang linier
hati yang jauh tapi masih saja berjangkar,
ingin pulang kembali

mampukah kau,
kekal pada ingin dan mauku?
mampukah asa, menyatu pada harap yang paling rahasia
dan kata kata yang tidak akan pernah mendarat di pelukmu?

10.41

Wednesday, November 8, 2017

untuk dimaafkan

sebuah pesan yang tidak terjawab
hati yang sudah biru
dan tidak lagi bisa mencinta

maaf untuk hati yang beku
dan pikir yang telah mati rasa

yang sudah tidak bisa lagi
yang sudah tidak mau lagi

maafkan untuk hari hari yang
tidak bisa lagi

maafkan untuk semua luka
dan kekacauan yang aku akibatkan

maafkan untuk hari hari yang kuhabiskan denganmu
tapi rasaku bukan sudah untukmu

maaf untuk tidak bisa
maaf untuk tidak lagi punya rasa

maaf untuk kebaikan kebaikan
yang tidak lagi bisa berbalas

maaf untuk perhatian
yang tidak lagi bisa kuperhatikan

00.14

Sunday, November 5, 2017

Sebuah surat untuk ijinmu

Ijinkan aku berkubang dalam kenangan
satu malam ini lagi saja
untuk mengingat hal hal manis
saat masih bersamamu

ijinkan aku tertidur mengenang
hal hal yang selalu membuatku takjub
sempat dicintai oleh sosok hebatmu

ijinkan aku mengawang sebelum lelap
mengingat lagi wajah dan sedihmu
yang dulu pernah begitu kecewa olehku
kemudian menangis bersama di atas sajadah itu

ijinkan aku memejamkan mata
dan mengingat kecupanmu
atau usap tanganmu di kepalaku
dalam waktu waktu yang membuat hatiku habis luruh dan luluh

untuk kemudian,
ijinkanlah aku untuk terbangun esok pagi
dan menyadari hal hal seperti

kau sudah pergi lama sekali

dan rasaku, tiada akan sampai lagi ke pelukmu

22.57
Pangar Waterfall, 22 Oktober 2017

Saturday, November 4, 2017

Perhitungan Rindu

dadu yang terlempar
awal kemungkinan kemungkinan
boleh jadi nanti
tercipta dari keinginan keinginan
dan harapan yang sudah lama padam

perkara juara yang masih mondar mandir di hati
perkara sepasang mata yang tidak bisa kutemui lagi

wahai takdir yang terkocok dadu malam ini
berikanlah aku keberuntungan untuk mengadu rindu

barangkali masih ada sisa
digit digit skala berlogika

barangkali,
bandar alpa menghitung angka
dan masih bisa ia memikirkanku sedikit saja

18.51
Jendela, Sungai Ambawang

Friday, November 3, 2017

Sebuah Percakapan Pada Masa Yang Telah Berlalu

Pada satu kepak sayap kupu kupu
bumi yang paradoks
dan milyaran kemungkinan
aku hanya ingin memiliki sebuah kesempatan

percakapan

kepada hari hari yang berlalu
kepada hati hati yang luka
terluka dan dilukai

sudah seperti apa rasanya?

apa rasanya terbang
pada ingin dan harapan 
yang tidak akan pernah sampai

apa rasanya di awang 
sedang kau tidak akan tau 
rasanya sampai pada semesta?


Langit Pontianak, 3 November 2017

Wednesday, November 1, 2017

Hujan dan cinta yang bisu

maaf pada hujan yang menyelimuti dingin
pada kenangan yang sudah jadi abu
dan mulut yang membeku
untuk segala hal manis yang telah berlalu

cinta yang diam diam
tidak mengharapkan imbalan
fase yang pada akhirnya aku sampai
titik akhir ketika akhirnya aku mampu menahan hati

hanya memandang
sebatas punggungmu saja

aku sudah banyak melewati malam malam sepi
dan ramai yang tidak lagi aku kehendaki
untuk akhirnya memahami

mencintaimu dari jauh, dengan rahasia
yang kusimpan di hatiku saja
ternyata sudah lebih dari cukup

membuatku bahagia

dan aku menyadari sesuatu
ternyata mencintaimu
pada akhirnya akan jadi semudah itu.

Tuesday, October 31, 2017

Pada Hening Malam Setelah Senja Berlalu

Apa kabarmu, matahari?
Sepertikukah sudah pura baik saja
dan berkuat melupakan hal hal yang tidak ada jawabannya

Hening demi hening yang berlalu
bayangan bayangan hanya sekedar lalu

catatan perjalanan ini adalah tentang kehilangan
kemudian menemukan diri sendiri

di tengah keengganan memulai kembali
berkutat dengan diri sendiri

aku menyukai hari hari yang penuh dengan catatan kaki
agar cepat senja berlalu
dan akhirnya aku akan lupa
menatap kosong pada matahari

perlahan lahan, aku mulai menyukai
rona sepi dalam jingga matahari
dan gelap yang datang
sudah jadi teman
karena tidak akan ada lagi
takut yang asing dalam rongga rongga hati

Thursday, October 26, 2017

Hello, Fourtwnty

fourtwnty @whatsup_cafe
Thu, 17/10/2017

As an introvert person (my pers opinion) watching a concert never be a comfort zones for me.  To blended with too many people in a room, listening a music that i cant hear clearly cause the noise, or the band member i cant really see because i sit too far and never have a temptation to get in the crowd.  Then why, you watching it? lol.  

For me its about getting out of my comfort zones, listening a song that the one that make it tell to us, that may we can see the band member that is actually shy, or talkative, or maybe way not like the lyrics they made.  But going to concert, its not for them, its for me, to catching the spirit, to fun, to try to feel joy even its hot and crowded.  And after Afgan when highschool and barasuara, this is my third time and im going to do it more. <3

Sunday, October 15, 2017

Appreciation Post #2



thank you for cake and coffee

I think last time i had a cake was at the academy when i really have friends that i meet in daily basis.  Actually im not that kind of people who likes to meet people everyday, that i mostly prefer time alone with movies or books rather than go out and talk to lot of people. Sometimes i getting annoyed by people too.  Lol.  But now, i think i have some friends to talk to on daily basis at a line group, that i dont have to go out to meet people, just chat.  They are people i talk to almost everyday, even i think we dont really know each other that well.  But the atmosphere when we meet is just fun and laugh, or try to planning a trip (just success at one trip) but its okay.  We also have another friends and have our own bussiness but i think we just like to make friends.

Sometimes, i feel like i hate being too attached to some people and start to be demanding and needy.  So i love to have some friends that is close but not that close so i still have a space in my own. And i still have company if i need an actual human being besides me. lol. But somehow when im with them, they could makes me forget about the 'another' world, about the sadness.  Just adapting to life that was cheerful and fun.

And this is actually another appreciation post for people who still there even im not in my best human being form.  Thank you for staying longer to deal with my bad and my messy behaviour, and my inability to treating people right.  You deserve the world.  Thankyou very much, gaes. Luv ya <3

Saturday, October 14, 2017

Appreciation Post


Not so long ago i just feel lost, like its all f* up and i really feel unloved, unwanted.  Want to stay out of the world, tired of meeting people and dissapear from any human's relationship as possible. LOL.  Its because i feel broken and dissapointed from things that go out in the world. Just unhappy.

But then, some people amazed me by still hang there and be kind to me even when im not so kind and good.  Even im not really appreciated them, they are some of my friends. One and two things happen and then i just realized that you just can't stay out of the world you live in.  There is some kindness of your heart that you dont see it yet.  You just need some fresh perspective.  You can start to fall in love with your life again, even sometimes you need an effort to see it.

And thank you friends, for makes me seeing that.

Sometimes you just can find happiness in the most unhappy situation.  Its relieved now that i have some resources to make my self happy, doing things.  Read some book, watch some movie alone, going out alone, make peace with my self, and then i cut my hair short, just for the change feeling.  Now i feel more content than before, more energized, cause i promise my self to not dwelling in the past and do things that makes my self unhappy.

Some books are really helpful, recently i interested with sufism and the idea of being happiness in that perspective is really peaceful.  All the lesson of life, is about your wish and desire to be content, to be happy, to get out from your blues.  The main point from sufism from that book is about your better attitude to facing the world with a willing to being better.

*Hang out at a cafe and try to making a conversations.  
Go out, find inspiration, and do things that makes you happier, K!
#blessed

Friday, October 13, 2017

First Run in October


Wake up in the morning, feeling the smells of the morning, with little rain, making your (literally) heart tired and thirsty, until your feet feels something after all the rest day, busy with routines and laziness.  Even after that i feel dizzy (too long not having a run), its feel satisfied to check one of your list to run in the morning, even the result is not there yet.  

I ever heard about someone that is obsessed to feed their ego to checklist all their to do list. I think im in the middle, i feel satisfied when i checked too, but its not the point, i think the poin is to doing something, that is based by your thought.  To run, (hopefully) loss some weight, see the sun rise, take a picture of it while enjoying the music with headset.  Its a good way to start a morning... if you are not continuing this with sleeping... but wash and go to work with some high spirit, when before writing this post, because you want to post daily and making some kind of journal after your birthday.  Well... okay then...

Have a good day at the Friday, 13th october 2017 , everyone!

Who Are You, K?

So recently, i write at a whiteboard and upload it at instastory, then my friend, @v.indrawati asked me about, am i ENFP person.  I never take the test and try it.  And voila, the result i am is ENFP person.  Its interesting that she can guess my personality based by my writing thats similar to her friend.


So, i take the test and getting the ENFP results:

ENFP

So, the strength based by the web, www.16personalities.com is curious, observant, energetic and ethusiastic, excellent communicators, know how to relax, very popular and friendly and the weakness is poor practical skills, find it diificult to focus, overthink things, get stressed easily, highly emotional, independent to a fault,

Then, by the definition at wikipedia, ENFPs are an 'outgoing and creative with the key skill of perceiving complicated patterns and information and assimilating it quickly.  Driven by keen devotion to their ideals and a strong drive to help others.  Less developed are their patience for routine tasks, and projection of serious, committed image.  David Keirsey (one of MBTI assesment developer) referred to ENFPs as Champios, on of the four types belonging to the temperament he called the Idealist, account about 7% of the population. 

Out of curiousity, today i take the test again, by thinking some perspectives again and get a different results, ENTP.


Based by www.16personalities.com, "smart and curious thinkers who cannot resist an intellectual challenge" Strength is knowledgeable, quick thinkers, excellent brainstomers, charismatic, energetic, while the weakness is very argumentative, insensitive, intolerant, can find it difficult to focus, dislike practical matters.

Or based by wikipedia is, (myers-brigg description) clever, cerebrally and verbally quick, enthusiastic, outgoing, innovative, flexible, loyal, and resourceful.  Motivated by a desire to understand and improve the world they live in.  

I am so much more!

Taking the test makes me think that we are have so many things, defined by our every-day action.  My self now, the choice i make when i take the test, would be different if i take it 5 years ago, or 5 years later (i think) because our experience make us changed, the momentum, every situation we face, problem we solved, even the hardest thing now we still try to go through, are make us who we are.  

I hope at this age, i would like to try any option, keep the option open.  Be very thankful to life i live now.  Because like, the best gift at my 26 is... i still can breath and living my life.  With all of the pain or happiness, its the mix that makes my life more woth and have a value to my self.  For now, i think i can be more relax and happier to welcoming my ages, without any big expectation.  Just try all the work i know everyday, live it, and be more happy and thankful than before.  Alhamdulillah.

Wednesday, October 11, 2017

yang keduapuluhenam

untuk kehidupan yang telah diberikan
dua puluh enam tahun lamanya
kadang syukur kadang keluh
di tiap tarikan nafas
silih berganti

hari berganti hari
hati berganti isi
jiwa yang kadang ramai kadang sepi
diri sendiri yang kadang gundah, kadang mampu mengerti

hari ini bertambah satu
kesyukuran yang mampu dijalani

bahwa masih mampu bertahan
memberanikan diri untuk hidup

untuk tidak menyerah
untuk sekali lagi bangkit dan berjalan

hey, jangan dulu lelah
masih ada jalan ke depan

bangun dan sambut mentari pagi
seperti yang sudah sudah

dua puluh enam tahun lamanya
semoga menjadi makin bijak, dan makin bahagia
hingga nanti, selama lamanya.

:)

Sunday, October 8, 2017

hari ini dan terbangun pada mimpi

suatu hari .
kamu akan terbangun dari mimpi
kemudian tiba tiba saja sadar
kalau dia sudah pergi
lama sekali

dan kamu sudah sama sekali tidak memikirkannya lagi

mungkin saja nanti kamu akan sadar
juga mengerti

untuk bisa bersama

bukan hanya pada inginmu dan degupmu

tapi pada alasan klise
seperti, masih mampukah dia
membuatmu tidak menangis lagi

atau kamu hanya betah
pada kenangan yang berlalu
dan tidak sampai hati menguburnya

terlalu pengecut untuk melepaskan diri
dari resah yang sudah lama ingin pergi

terlalu pengecut untuk lari dan menjauh
dari ego ingin memiliki memori yang sudah sudah

mungkin suatu saat kamu akan sadar dan mengerti
mungkin bukan hari ini
mungkin, nanti.
tidak lama lagi

berjanjilah untuk terbangun dari mimpi ini
dan hidup

lebih layak,
dan lebih baik lagi.

janji?

:)

Friday, October 6, 2017

J e d a

Long Black @SosmedCafe 
6 Oktober 2017

Sebuah hadiah untuk diri sendiri.
Jeda. Mungkin yang dibutuhkan hanya jeda. Melihat dari perspektif yang jauh, menata dan mempertanyakan ulang apa yang kita inginkan. Jauh dan terasing dari wajah yang menghiasi hari hari. Mulai memecahkan masalah yang buntu itu lepas dari cangkang tempat ia bermula. Mulai bermetamorfosa dan mencari indukan baru, untuk mendapatkan pemahaman, untuk kemudian pulang dan memecahkan masalah yang berakar lama sehingga yang terlihat hanya kabur. Mungkin masalahnya bukan hanya waktu,bukan hanya jeda. Mungkin hanya akal sehat yang lupa bekerja karna mata telah terlalu buram oleh air mata.

Mungkin yang hati butuhkan hanya istirahat, bukan berhenti dan lari menjauh.  Mungkin hati butuh melihat lebih jelas, siapa yang telah lama membuat jatuh dan jadi ingin. 

Jangan-jangan, jawaban sudah ditemukan.  Jangan-jangan, jawaban sudah ada di depan mata.  Jangan-jangan, akhir itu sudah dekat.  Kau hanya tidak ingin melihat, kau hanya tidak ingin menjawab.  Jangan-jangan, kau adalah lebih dari yang kau perkirakan.  Jangan-jangan kamu telah sanggup dan mampu jauh melampaui kekerdilan ego dan mindermu. Jangan-jangan kamu telah diperdaya kata kata, tersandung pikiran pikiran negatif yang memburamkan matamu.  Jangan-jangan kamu sudah bisa, hanya terlalu lama, hanya sudah terlalu nyaman.

Jangan jangan kamu sudah terlalu jauh melangkah dan hanya melihat ke belakang.
Jangan jangan kamu telah sampai.  Hanya saja, kepalamu masih kau tolehkan ke belakang.
Terlalu senang mengenang.


Dasar.

Sunday, October 1, 2017

Cangkir Sepi


Dalam cangkir cangkir kopi
kau meninggalkan aku sendiri
sunyi
terpenjara sepi 
terlucuti pikiranku sendiri

Kau meninggalkan aku tergeletak mati dalam sepi
sendiri dalam cangkir cangkir yang sudah jadi dingin
tidak diinginkan lagi
tenggelam dalam rasa pahit
lumat melekat
tidak mau hilang

kau tinggalkan aku dalam sunyi
hening dan orang orang yang pergi

dalam kehidupan takdir kali ini
yang bisa kau tinggalkan hanya sunyi

dan tawa tawa pahit
yang harus aku nikmati sendiri

tidak ada yang akan menghiburmu
dan menemanimu mengatasi kepedihan, katanya

dan diantara cangkir cangkir kepahitan
aku memilih untuk bertahan

belajar menikmati sunyi
dan pahit pahit sepi.

01/10/17

Saturday, September 30, 2017

Be Obsessed - Grant Cardone #BookReview


Tittle : Be Obsessed or be average 
Author : Grant Cardone 
Pages : 252 
Publisher : PT Gramedia Pustaka Utama 
Language : Indonesia

This is one of my fav motivational book, to tell you about being obsessed with something is necessary, because somehow we are kinda addicted to something, being comfortable at routine things that give us impact.  How about change the addicting things to something positive and make yourself on fire to always catch on your target, about to evaluate and setting goals in daily basis.  Set a big dream, and small task to keep on going everyday. 

Cardone persuade us to keep on going on what we believe and do it more, do it better than anyone else in the room. 

Write your dream, your wishlist, do it everyday, so you can see it through, feed your monster so there will be no space for doubt.  Eliminate, ignore, and block people/anything that feed your doubt.  Keep on going, survive, hold on, things will going hard, but use it as a fuel to burn and motivate you to doing better than ever.  Fall hard so you can do it harder.  Always stay out from comfort zone and be outstanding, use all your resources and always expand and improve yourself.  Be dare enough to dream and reach the impossible things.  Be persistent in what you want and stick to it, because the one and only failure is to giving up. 

And the list keep on going for the daily basis :
1.  Finish all the task, finish all the things you started, and stop to leave the unfinished projects, in professional or personal life.  Finish it!
2.  When you are blocked by a wall, dont focus on that wall, find a creative way so you can find the twist to going through that wall.
3.  Expect people to giving up, and you will always be the persistent one.  Get ready to face the fact and dont listen to people that persuade you to giving up all your dreams.
4.  Stay busy to find your interest/income or learn something that can make you survive and improve yourself, because a rolling stone gathers no moss.

Next book : First, Break All The Rules - Marcus Buckingham & Curt Coffman.

Saturday Mood #13before26


Gonna be 26 in 13 days.  Excited.  Scary.  Maybe everything is not like i dream of when im 17 years old and think about how my 25 years old me. Still not in there.  The worlds are upside down and i still... float.  Trying to get away with pain, suffering, and enjoying happiness like before.  But it is what it is. Just remember this when life gets hard and you feel like you cant handle it anymore.  Happiness need an effort to.  So wake up and make it happen.  Now trying to accepting 26 and be like one.  
So this is a message from my 25 to my 26.  Be better, improved, wiser and enjoy your fucking miserable life while never give up to make it up.  Everything will go on.  Some people are already married and having a child, or going somewhere far, but its their journey, your journey, is the one you live right now, this moment.  Like Napoleon once said " courage isn't having the strength to go on, it is going on when you don't have strength ".  So go on, wake up and be something yourself need to.

Friday, September 22, 2017

Sebelum September Berakhir


Sebelum September ini berakhir, ijinkan aku mengingat hal hal yang akan aku ingat di tahun lalu, tahun ini, dan september di tahun tahun depan sampai aku sudah lupa untuk mengingat semua hal hal ini. Setidaknya bertahun tahun di depan, aku akan membuka kolom September dan bernostalgia tentang sebuah cerita yang benar-benar membuatku putus asa pada masanya. Walau mungkin bertahun tahun ke depan, hidup akan tetap dengan masalah-masalah peliknya hingga masalah ini akan terlupakan, dan yang akan teringat hanya manisnya saja.  Ijinkan aku menuliskan keping keping memori, agar kenangan itu terus hidup dan abadi.  Hidup dalam kata dan kenangan.  

Aku masih ingat dengan jelas, baju merah sabrina, ripped jeans biru, sepatu tinggi coklat.  Kala itu kita berjanji bertemu di bioskop. Tempat favoritku yang sebelumnya selalu kuhabiskan bersama mantan pacarku. Kau datang dengan tubuh jangkungmu dan tampak melewati pintu kaca depan.  Aku masih ingat dengan jelas semuanya.  Rasa senang yang tiba-tiba saat menemukanmu di tengah keramaian. Dan aku tersenyum, karena aku tahu, aku akan jatuh di pelukmu tidak lama lagi. 2016, september yang lalu.  Aku masih ingat filmnya, Mechanic : Ressurection, film sekuel Jason Statham yang kupikir film pertamanya bagus, tapi film kedua kunikmati dengan sedikit mengecewakan dan membosankan.  Setidaknya aku memiliki teman nonton yang membuatku senang.  Saat itu tanganmu kau sandarkan di tangan kursi, dengan sweater yang wangi nya masih kuingat sampai sekarang (padahal parfummu selalu ganti).  Saat itu percakapan kita terus mengalir dan rasanya aku tertawa terus.  (sedih rasanya jika melihat percakapan kita sekarang) Diakhiri saling bercanda, kemudian aku mengantarkanmu ke kosan.  Disitu lagi lagi bercanda dan aku lah yang bertanya, jadi kita ini apa.  Hahaha.  Dasar cewek agresif, mungkin itu yang kau pikir.  Karena kau lebih banyak diam dan tidak menjawab. Kupikir, aku tidak mengapa dibilang sedikit agresif *dalam bercanda.  Karena rasanya aku akan banyak melewatkan hal hal penting dalam hidupku apabila aku hanya memendam kata kata dalam pikiranku.  Aku lebih suka mengutarakan apa yang aku inginkan, dan berusaha sebijaksana mungkin untuk melihat hasilnya. Aku candu dengan hal hal yang instan dan cepat.  Karena aku terlalu lelah menunggu, tidak mau menghabiskan waktu. Lalu setelah hal hal yang aku utarakan rasanya kita butuh bicara lebih banyak dan kita kembali menyusuri jalan ayani untuk bercerita tentang rasa sakit dan masa lalu kita. 

Kau adalah orang pertama yang membuatku benar-benar berdoa (dan benar-benar melakukan sholat 5 waktu dengan rela secara harfiah, biasanya bolong-bolong.red), bahwa ini adalah yang terakhir. Bahwa semua ini, dan sakit yang kurasakan sebelumnya adalah yang terakhir. Kau lah yang membuatku percaya lagi setelah hubunganku sebelumnya yang betul betul kacau dan berantakan. Kau yang membuatku percaya aku akhirnya bisa tertawa, dan memiliki orang yang benar-benar menyukaiku, bukan karena satu dan hal hal lain. Orang yang mampu menjaga dan melindungiku, menginginkan yang terbaik untukku.  

Masihkah kau mau menungguku, di tempat pertama kali kita bertemu.  Di tempat semuanya bermula, di tempat kita masih baik-baik saja dan kamu masih menginginkan yang terbaik untukku dengan cara berdiri di sampingku dan duduk menghadapi hal hal sulit? Masihkah kau mau untuk tidak menyerah menghadapi hal hal yang memberatkan hatimu, menangisinya bersama setelah pertengkaran demi pertengkaran yang kita lalui hingga akhirnya kau turunkan ego mu dan membuatku tertawa lagi?

Sejak pertama kali, kau tau.  Aku tau kau adalah orang yang nantinya akan memporakporandakan hatiku, membuatku kacau dan menangisi hari hari yang telah dilewati dengan begitu bahagia.   Meskipun aku menyangkal dengan keras dalam pikiranku bahwa kau tidak akan menyakitiku nanti. Anehnya, hingga kini aku masih ingin, menjadi orang yang menangisi dan tertawa denganmu, semahal apapun harganya, seberat apapun jalannya, toh aku sudah tau, di hadapanmu, aku sudah kehilangan segala rasa yang aku punya.  Tunduk dan pasrah untuk pernah bahagia, kemudian kehilangan.  Kehilangan tawa-tawa itu, peluk itu, genggaman tangan itu, untuk pelan pelan melepaskan, September yang kala itu kulewati bahagia sekali.

Untukmu, september tahun ini.  Selamat merayakan kehilangan.
Nikmatilah setiap duka lara.  Apa adanya. :)

*inspired by the man who cant be moved- the script.

Second Chance - Robert Kiyosaki

After a long long hiatus i decide to write a book review again.  To keep track of what i'm reading, because recently i buy too many book and not really have big passion to finish it.  At this blog, i wish i could see how many progress i have by writing my personal opinion while i read that book, mostly i read book about self-development, motivation and fiction.  I never limit my self to read just one issue, but i buy book that i think i can finish it (or i wish).  For now on my target is a week/two week to finish a book (what an ambition! :p) at least it is somewhere to start, my booklist now is about 8 books (the newest) and 2 e-books.  A few of my books are very thick i think i will make more than a week.


Title : Second Chance, Untuk Uang, Hidup dan Dunia Kita
Author : Robert T. Kiyosaki
Pages : 375
Publisher : PT Gramedia Pustaka Utama 
Language : Indonesia

Mostly this book is about a financial education that Kiyosaki believe mostly people dont have and not be taught at school.  That people have a power to control their words, and not stuck into the 'demotivation' words or anything that similar to 'poor' and 'not-in-control' things.  Its mostly about how people manage their resources, make it as an asset, liability and cash flow.  Author belief there is no use to saving so much money because the value will decreased, start to invest in things that will make money.  Few examples are bussiness, gold, real estate, paper, comodity, etc.  You should choose what is your stronger point, stronger player at the field, learn all the things about that, have the best connection and committed to be the best at it.  Make your wishlist and stick to it everyday.  Instead of looking for project/bussiness, its better to looking for problem to solve that can make impact, and do it professionally not only for money that can make you have the best outcome, not output.  

Then the thing that interesting for me is how Kiyosaki describe how you should not see the problem as 'one side of coin'- one side of the problem you have.  You should not getting involved to the problem, you should see more.  See the other side of the problem.  Watch between them and make a profit.  Dont make yourself getting into unnecessary fight, learn to work together because there is no use of unfair competition, learn how to be a mutual partner and make each other grow and develop more.

And of course, the main title of this book. about Second Chance.  A question that keep haunting us.  Do we have a second chance? To fix our life, our financial life, our love life, to increase our income and to have a better life?  What we MUST sacrifice and what effort we need, to get better than where we was? Do we really want the hard- full of sacrifice day to keep our life in pain because of dicipline and can't enjoy time by relax and sleep because we need to grow and hustle? Do we? Do you? Do I? 

#weekendbookreview

Thursday, September 21, 2017

Pecandu

Semua rasanya tidak baik baik saja. Dunia yang berputar tidak lagi seperti biasanya. Ada sesuatu yang janggal. Yang ingin dilupakan tapi masih tidak bisa juga. Rasa yang ingin dimatikan tapi tidak bisa juga. Ada sesuatu yang ditunggu, sehingga jalan kali ini selalu menoleh ke belakang.  Menunggu.

Ada yang menghentikan langkah dan membuatnya selalu ingin berputar arah dan menyerah. Hari ini tidak baik-baik saja. Hari ini rasanya, entahlah. Banyak hal yang telah berubah dan masa lalu menjadi begitu jauh dan masa depan rasanya tidak terlihat lagi.  

Resah. Gundah. Biru. Dan ingin berkubang dan tenggelam dalam pusaran itu. Tidak ingin beranjak.  Ingin menikmati kepedihan yang tiba tiba saja jadi nyaman dan menjadi candu. Kita kecanduan banyak hal, gadget, kenyamanan, rutinitas, semua hal yang dilakukan berulang ulang dan membuat kita nyaman dan menginginkannya berulang-ulang. 

Dan tidak mampu berhenti meskipun kita sadar hal itu sudah tidak kita butuhkan lagi. Untukmu pecandu, sudahkah kau mampu dan sadar dengan penuh, melepaskan sesuatu yang tidak lagi untukmu?

*catatankopi #1
Iced Cappucino.  Ayani XXI. Kingsman : Golden Circle.
Rabu, 20 September 2017

Wednesday, September 20, 2017

Stars and rabbit di Pontianak

Rasa rasanya, sudah lama saya tidak menggemari suatu band dan pergi ke konser. Terakhir kali mungkin sewaku SMA dan itu sudah sekitar 5 tahun yang lalu. Sekarang, diracun teman saya @bargydelonge untuk menonton music video dan lagu-lagunya, ah saya kembali jatuh cinta.  Stars and rabbit adalah band indie yang beranggotakan Elda Suryani (vokal) dan Adi Widodo (Gitar) dengan genre pop indie/folk sedangkan mereka sendiri pernah menyebut genre mereka imaginary pop *sumber Album pertama mereka yang bertajuk 'Constellation' dengan lagu favorit saya, Man Upon The Hill adalah lagu yang membuat saya jatuh cinta pertama kalinya.  Dengan makna lirik yang dalam dan nuansa video klip yang magis, serta vocalizing yang unik. Surreal dan magis! adalah dua kata yang menurut saya melekat pada duo ini.  Sayangnya, acara di pontianak tidak berjalan lancar sehingga karena satu dan lain hal saya dan teman-teman tidak bisa menonton live perform mereka, khususnya, rasa penasaran saya melihat elda / @littlesuri menyanyi tanpa alas kaki.  Hehe.  Sangat disayangkan, untungnya (kalau orang melayu selalu ada untungnya) teman saya memiliki saudara yang berteman dengan bang Adi Wibowo dan kami pun menghampiri mereka di hotel kediaman mereka, @kapuaspalace.  Setelah membiarkan mereka bercakap-cakap dan mba Elda nya ngeh kalau kami mau samperin mereka ada tujuannya dan akhirnya diajak berfoto.  Well, agak malu sebenarnya ngerasa jadi anak muda yang minta foto bareng artis haha. Tapi karena @bargydelonge yang tidak tahu (punya) malu dan saya yang diam diam mau juga. Ah, tapi saya masih penasaran dengan live perform mereka, semoga suatu saat kesampaian deh liat aksi panggungnya Stars and Rabbit.

*PS : Man Upon The Hill- Stars and rabbit
Lagu dan MV yang buat saya jatuh cinta.



Hey man upon the hill, up here…
I used to write you 
You loved the way 
I watch the sun
Through my, finger 

We spent sometimes to the day we met. 
Can I fall into your constellation... ah... ah... ah... aa... eye 
We drove in the wind... 
Opened the window 
Waved to nothing... 
Just to keep us awake 
We drove under the heavy rain 
Soaking wet yes 
We laughed at it yet 
And tell me more of your constellation arm... 
And we danced in the room
 Grew our heart a bloom 
I stopped right there 
You've found a new home 
And I should be happy… 
I should be happy...

Sunday, September 10, 2017

Mari duduk dan membicarakan hal hal yang tidak kita ketahui

Time Capsule, 9 September 2017

Stuart bertanya padaku, dalam gelas kopi yang baru saja kita pesan.  Es kopi dingin.  Dia penasaran sekali, mengapa Bintang, mantannya dengan mudahnya berjalan melewatinya dan tidak berkata-kata apa. "Tidakkah dia lupa semua hal yang pernah aku dan dia lalui? Semua jalan yang pernah kami lewati, semua tempat yang menjadi saksi hal-hal liar yang pernah kami berdua lakukan?" sungutnya.  

Sebagai seorang teman yang baik, pertama kali tentunya aku harus menertawakan kegelisahannya.  Kemudian menyeruput kopi, dan kata-kata meluncur sebagai rentetan keluh dan kesah hal hal yang mengganggu benaknya.  

"Andai saja aku tahu, Stu. Aku juga terusik.  Beberapa orang mungkin memiliki kemampuan untuk tidak tenggelam dalam kenangan, dan menyukai kepedihan.  Tidak seperti kita, Stu. hahaha"

Es kopi dingin lagi.

Aku tercenung, hujan turun rintik rintik lagi.  Sudah hampir tujuh tahun.  Sudah lama sekali.  Tapi semuanya masih tergambar jelas di ingatanku.  Alis putusnya.  Harum tubuhnya.  Tawa garingnya, bahkan lelucon sulapnya yang sangat garing dan tidak pernah membuatku tertarik.  Aku pun masih heran, bisa bisa nya mengingat kenangan yang, tidak ada arti apa-apa.  Tentang hal lain, aku adalah orang yang mudah tersesat, seumur hidup aku tinggal di kota ini dan masih sering sekali salah jalan, kenapa aku tidak mengingat nama jalan atau hal-hal yang lebih penting?

Mengapa yang aku ingat justru tekstur kulit tangannya, perasaan ketika aku menggenggam tangannya, atau hatiku yang tidak karuan setiap kali ia mengacak-acak rambutku.  Sudah tujuh tahun, ia pun sudah menikah pula.  Pernah suatu waktu aku bertemu dengannya, tapi entah kenapa hatiku biasa saja.

Lantas, apa yang membuatku masih senang mengingat saat-saat bahagia saat bersamanya? 
Stu pernah bilang, mungkin karena aku tidak akan lagi menemukan sosok sepertinya.  Orang yang keras, sangat berlawanan denganku, tapi semua yang aku punya tidak ada denganku, dan dia memiliki semua hal yang tidak aku punya.  Karakter yang membuatku terkesima dan geleng-geleng kepala.  Namun, justru dalam paradox itulah aku menemukan hal yang baru, kegelisahan yang baru. Bahwa kenapa aku tidak pernah tahu ada hal hal yang seperti itu.  Karakter yang mampu menggoyahkan semua ego dan idealisme, bahwa kamu belum melihat semuanya, Diara.

Kamu tentu menyukai petualangan, dan ia, adalah petualangan terbaikmu.  Jauh dalam hati dan penyangkalanmu, kamu sudah tau itu.

Stu tertawa dan menghujat pembicaraan kami, 'dasar, hobi kok, gagal move on!'
...

#timecapsuleseries #satriadiara

Friday, September 8, 2017

Traveling and Teaching 8 1000 Guru Kalbar

https://www.instagram.com/karinaoktriastra/

1000 guru kalbar itu... pelarian.
dari kota, dari jalanan yang mulus, orang orang yang ramai berceloteh, tv yang selalu menyala, hp dengan baterai full, internet yang sibuk, jadwal jam demi jam, list demi list, ambisi demi ambisi, wajah sekolah yang cantik, guru yang datang setiap hari, murid dengan seragam yang bersih dan gak perlu mikir besok masih bisa sekolah atau gak, atau takut terkena wabah penyakit karna rumah sakit jauh.

1000 guru kalbar itu... jeda weekend. tempat istirahat. dari hal hal rutin, hal hal yang biasa, untuk mengingatkan diri sendiri. sekali2 tengoklah ke tempat yang lain, tempat yang jauh, yang sulit dijangkau. dengan teman teman baru, orang asing yang mungkin berbeda pemikiran, tapi memikul rasa kebaikan dan semangat ingin berbagi. menempuh perjalanan sulit bersama sama.

bahwa mungkin yang kau dapat begitu saja, dengan mudah, adalah berkah. dan kau baru akan sadar setelah melihatnya dari jarak yang sedikit lebih jauh dari rumah.



Lokasi : SDN 21 Merbau, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas
Tanggal Kegiatan : 25, 26 dan 27 Agustus 2017
Traveling : Ekowisata Mangrove dan Pantai Kampak (Camp WWF)
Volunteer : 20 Orang

Mengorganisir sebuah perjalanan adalah hal yang baru. Bagaimana kita berusaha, mengontrol situasi, merencanakan hal-hal, menduga masalah yang akan muncul dan bagaimana cara mempersiapkan hal-hal yang kiranya nanti akan diperlukan.  Selalu ada pengalaman dan pelajaran baru. Dari berbagai macam orang-orang yang kita temui, berbagai macam motivasi dari tindakan-tindakan yang kita lakukan. 

TNT 8 ini adalah kegiatan yang keempat, perjalanan keempat yang saya lakukan di komunitas ini.  Begitu banyak hal-hal yang sebelumnya tidak saya kira akan saya lakukan sejauh ini, terkadang ada pula hal-hal yang membuat saya merasa ingin menarik diri, dan berdiam diri saja di kamar, tidak menemui siapa-siapa dan tidak melakukan apa-apa.  Beberapa masalah membuat saya rasanya ingin mundur, merasakan hal-hal yang tidak mengenakkan ternyata juga adalah pengalaman berharga.  

Bahwa mungkin, beberapa hal harus ditempuh untuk melakukan hal-hal yang besar.  Tidak semuanya akan berjalan indah dan lancar tepat seperti yang kamu bayangkan, tidak pula seburuk hal-hal yang selalu muncul di dalam pikiranmu.  Ikhlas adalah hal yang berat dan masih bukan hal yang sanggup saya lakukan dengan mudah sampai sekarang.  

Tetapi terus berjalan, dan melihat hal-hal yang kita lakukan memberikan pengaruh, meskipun kecil, sesederhana tawa dan raut wajah bahagia murid-murid yang dikunjungi, ataupun antusias volunteer untuk bisa berbagi.  Semuanya adalah obat, suntikan energi untuk melakukan hal-hal yang bisa saja tidak dilakukan, tetapi kita semua lakukan.  

Berpikir terlalu banyak kadang juga adalah racun yang menjadikan kita takut untuk melakukan banyak hal, namun kadang juga diperlukan untuk melihat dan awas terhadap langkah-langkah yang akan kita lakukan.  

Terkadang, kita tidak membutuhkan alasan.  Hanya, melakukan apa yang kita kira suka kita lakukan, sekecil apapun itu. Dan, terus bergerak, berjalan maju, terus belajar.

Saturday, August 19, 2017

Menuju Terbenam



  
23.10

Karena jarak yang paling jauh.
adalah waktu.

yang tidak akan 
pernah kembali lagi

dan senja adalah
cara mengenang
semua yang telah tertinggal

serta cara baik baik
mengucapkan selamat tinggal,
pada yang sudah berlalu.

Selalu tentang matahari yang pergi

dan hal hal yang hilang, tidak lagi kembali.
Tidak sama lagi.


18 Agustus 2017

Sunday, August 6, 2017

Malam Untukmu


Malammu adalah
Seperti malam malam kemarin
Sudah lewat, tidak kembali

Malammu adalah
Gelap dan asing
Kucari dirimu sudah tiada lagi

Malammu adalah
Genggam tangan yang tak hangat lagi
Peluk yang tidak erat lagi

Malammu adalah
Pagi yang akan pergi dan tertunda
Sedikit lagi

Sebentar lagi
Malam akan pergi
Berganti pagi

Jauh,
karena jarak yang paling jauh
adalah waktu 
yang tidak akan
pernah lagi kembali



06/08/2017

Thursday, July 6, 2017

Blue



Terkadang, beberapa hal terjadi begitu saja.  Menyisakan kenangan-kenangan yang membuat kita sulit lupa.  Kejadian demi kejadian yang terlewatkan begitu saja. 
Banyak hal-hal yang baru.
Tapi terkadang dalam hujan, senja dan hal hal kecil yang tak sengaja kita perhatikan.
Kita menyadari hal-hal yang berbeda.

Bahwa hidup tidak selamanya tentang derita dan kesedihan.
Tidak selamanya pula tawa, bahagia.
Dan yang kau inginkan tentu tidak semuanya akan terkabulkan.
Ada hal-hal yang perlu dikorbankan.
Ada hal-hal yang akan kita tinggalkan,
untuk memulai sesuatu yang baru.

Hal-hal yang kita inginkan.
Hal-hal yang tidak menginginkan kita.

Titik balik.
Ketika sudah menyerah kalah.
Dan seluruh dunia berubah.
Menendang kita ke tempat kali pertama kita jatuh.
Mengatakan bahwa kita ternyata tidak pernah belajar apa-apa.
Dan masih tidak tahu apa-apa.

Tidak ada yang lebih yang bisa kita lakukan.
Selain melewatinya,
satu demi satu, sedikit demi sedikit.

Tidak akan ada pula yang akan keluar hidup-hidup dari kehidupan.
Jadi pada hidup yang hanya ini saja,
Berjalanlah,
dan bersenang-senanglah.
Dengan apapun yang ada.
Apapun yang tersisa.

Karena apa yang ada, apa yang tersisa.
Mungkin adalah satu-satunya hal yang akan kita punya.

Sunday, June 18, 2017

Seperti yang berlalu

Secangkir kopi yang sudah lama dingin,
Menunggu.
Diam dalam kepahitan

Aku ingin seperti kemarin, bisikku
Seperti pertama kali kita bertemu
Hari-hari yang masih aku ingat

Hal-hal pertama yang pertama kalinya
Mengenal hatimu dan terkesima

Aku ingin seperti kemarin
Bertengkar, tertawa, dalam marahmu, dalam pelukmu
sepanjang waktu

menangis dan menyesal
tidak ingin pergi

menjajaki satu demi satu tempat
menghabiskan waktu

aku masih ingin seperti kemarin
menggenggam tanganmu
dan tidak mau pergi

Tapi kemarin,
adalah bukan hari ini

Kamu sudah lama pergi,
sudah terlalu lama
sudah tidak ada lagi

Tapi secangkir kopi ini masih menunggumu
menjadi semakin dingin
menjadi semakin pahit

Kemarin.
Ternyata sudah begitu lama berlalu.


Monday, May 15, 2017

Tentang Jatuh Cinta

Sun and kinda missing you.


Harapan adalah benang tipis
Antara inginku dan hal-hal yang nyata

Janji adalah uang muka
Untuk darah dan air mata yang akan tumpah

Putusan hari ini adalah titah
Tentang bagimana caramu esok berbahagia

Waktu yang berdetak akan cepat mengutuk
Siapa saja yang terlambat untuk tinggal selamanya

Jodoh dan tenggat waktu mata tetangga
Adalah urai kesempatan yang tak kunjung tiba

Hei wanita.

Masih beranikah kau esok berbahagia tanpa cinta?


15/05/17 

Traveling and Teaching 7 #1000GuruKalbar

Traveling and Teaching 7 
Spesial Hardiknas 
1000 Guru Kalbar
Date : 5, 6, 7 May 2017
Location : SDN. 19 Rambai, Dusun Nibung, 
Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang

Video by @ayurmanda

"Rebahkanlah tubuh

Di tempat tinggi tak berpenghuni

Lupakan sejenak masalah duniamu
ADVERTISING
Lembut sang awan 'kan menyambutmu"


Bermimpi ku berada
Hanya ada aku dan teman-temanku
Di tempat indah yang tak terjamah
Bahagia, bahagiaku cukup sederhana

Mimpi-mimpi tak seperti mimpi
Tak sanggup membayarnya


Tak terhingga, sekalipun harta dan tahta
Bercanda dan tertawa
Tak peduli juga apa yang ada di bawah sana
Berbagi apa saja yang ada

Tak terfikir dunia
Bahagia, bahagiaku cukup sederhana
Tak terhingga sekalipun harta dan tahta
Tak terhingga sekalipun harta dan tahta



 Bahagia, bahagiaku cukup sederhana
Pejamkan mata jiwa
Tak sanggup membayarnya
Dengarkanlah puisi alamku
Alam indah penghantar tidurku
Memuji karyamu lewat kalimatku
Dengarkanlah puisi alamku


Puisi Alam - Fourtwnty
*
Good friend, best friend, have someone who taking care of me, traveling at the wild forest. My day is just perfect. I couldn't asking more.
There is so many things in life that i cant have. Maybe more love, more money, more existence in such a short life. People just cant stop. Rather than dwelling in what i cant do. Its time just to do all the things that i have opportunity to do. Sharing to heal some wounds, sharing to feel all the pain.
Its not the perfect world, but we should try all the best thing we can.