Monday, July 25, 2022

pada akhirnya

akhirnya semua selesai. tetap sakit bagaimanapun caranya. baik baik atau dengan kejam. tidak ada yang menyenangkan dalam berpisah. apalagi menghentikan perasaan yang begitu besar sejak pertama.

tapi takdir sudah berulang kali mencoba menjelaskan semua yang tak bisa. hati kecil juga sudah membocorkan rahasianya. hanya dada yang terlalu besar menampung tabah dan kepala yang sekeras batu.

akhirnya nasib harus ditanggung dan neraka tetap harus dijalani hari demi hari. 

pada akhirnya semuanya tiada, dan penyesalan hanya jadi tangis yang menanggung harapan besarnya sendiri. semua kesalahan yang pada akhirnya menemukan karmanya sendiri. semua sadar dan kembali seperti kali pertama, hanya lebih luka luka. 

selalu ada resiko untuk jatuh pada tiap lompatan iman dan harapan mencapai kebahagiaan yang sedetik saja itu. mampukah kau menanggungnya? dan mengulanginya lagi dari awal tiap kali ia jatuh. sebagai orang yang baru. tidak lebih kuat, hanya lebih tabah, hanya lebih pernah menanggung, semua tangis dan derita.

pada akhirnya, tidak ada yang pernah benar benar bisa dilakukan lagi.

hanya selamat tinggal, dan terima kasih untuk pernah ada. 

untuk pernah jadi nyala sebentar. dalam malam yang begitu gelap itu.

25/07/2022

Saturday, July 23, 2022

memulai kembali

permulaan selalu lebih sulit, apalagi mengganti rutinitas. hal yang kita lakukan setiap hari selama kurang lebih dari setahun, kadang terasa menjadi bagian dari jati diri kita. perasaan familiar, nyaman dan tenang jadi hilang, berganti kecemasan, apakah kebiasaan baru ini mampu membuat kita sama seperti dulu.

tapi ternyata jawabannya terletak pada ternyata apa yang terjadi (dahulu) bukanlah yang terbaik, jadi kita memang harus menggantinya dengan yang lebih baru: update, istilahnya. menyesuaikan kondisi, kebutuhan, kemauan dan dunia yang berubah. memang tak nyaman dan tak seperti dulu. tanpa perubahan dan keluar dari zona aman nyaman, kita tak akan pernah tau bahwa masih ada harapan untuk setiap kehilangan.

sebagai 'manusia' bohong kalau tak punya perasaan, keinginan yang menggebu gebu, hal hal yang ingin dimiliki. perasaan yang kadang membuat kita berjalan lebih jauh, tapi kadang juga menjadi sumber kesedihan, alasan kita menangis dan meratap. 

yang membedakannya pada akhirnya bagaimana cara kita merespons dan memperlakukan perasaan perasaan itu. bagaimana kita menghadapi yang harusnya dihadapi dengan tegar, dengan perhitungan dan logika, tentang pada akhirnya kita harus tetap berjalan ke depan, melewati hari dengan baik. dengan 'aturan, etika, common sense' dan kebiasaan kebiasaan normal lainnya. pada akhirnya agar kita tidak terganggu dengan anomali anomali yang buat cara kita menjalani hidup jadi terganggu.

pada akhirnya, kita ingin hidup yang tenang, nyaman, aman, tetap ada tantangan dan maju tahap demi tahap untuk membuatnya seru, tapi juga tak lantas mengganggu dan menghambat. pada akhirnya, keputusan keputusan kecil akan dibuat setiap hari dari pengalaman pengalaman yang sudah sudah, harus bisa terus mengambil pelajaran dari yang lalu agar tak lagi habis waktu mengulangi kesalahan yang sama.

terus memelihara pikiran yang baik, positif, manifestasi yang baik, berusaha mengucapkan yang baik, melakukan yang baik. kadang gagal dan salah, tapi setiap hari, berusaha sedikit menjadi manusia yang lebih baik.

23/07/2022

Wednesday, July 20, 2022

pada hari ini

pernah nggak sih, menyepelekan suatu masalah dengan alasan cuma hidup sekali dan merasakan semuanya tapi tanpa sadar itu udah berlarut larut dan jadi susah buat memperbaikinya lagi. karena dari awal kamu udah kasi celah buat toleransi hal hal yang seharusnya nggak ditoleransi. hidup sudah sulit, dan kadang tantangan menambahkan bumbu bumbu membuatnya jadi lebih menarik. padahal ternyata masalahnya tidak sesulit itu. perasaan seperti kapas yang mengambang di udara, akan jadi terlalu berat bila terus ditambahkan dan menampung air jika terus ditumpahkan, tapi akan jadi ringan kembali kalau udah berani melepas apa yang ditampung terus itu.

mungkin kita harus terus hidup dengan mengikhlaskan segala sesuatu, agar ia jadi lebih ringan.  perasaan seperti kapas yang tak tahu kapan akan tertumpah dan rela jika semuanya hilang karena memang bukan milik kita dari awal.

ikhlas adalah mata pelajaran yang tak habis habis. pada hari ini, kita mulai belajar lagi dari awal.

20/07/2022

Sunday, July 17, 2022

hari hari membingungkan

bagaimanakah caranya menemukan jalan keluar dari hari yang menjemukan. masa lampau penuh dengan hati yang berapi api dan berkobar. kemudian dalam satu hela nafas, semua itu hilang dan lenyap. menyisakan kehampaan. hari mulai bergulir dan mati rasa. bagaimana caranya hidup kembali? bagaimana caranya menemukan nyawa yang hilang dalam masa lalu, dalam hal hal yang tidak mampu kita miliki kembali. bagaimana kita mengembalikan api dalam kegelisahan kegelisahan tak tentu dan masa depan yang tak pasti namun hari ini jadi terasa jauh lebih membosankan?

kita terikat pada waktu, pada manusia, rutinitas, pada dopamin dopamin yang kita konsumsi setiap hari, tidak lagi bisa lepas. kehilangankah makna pada hidup jika semuanya tiada dan berganti. bagaimanakah caranya melepas adiksi sekaligus memberikan makna lagi pada hari hari yang biasa.

harapan terlalu digantungkan pada masa yang tidak ada, keyakinan setipis benang yang mudah putus dan terombang ambing tanpa tau direkatkan pada apa. setipis itu kah kepercayaan pada hidup dan takdir yang sungguh misteri. masih dianggap tak nyata kah tanda tanda merah darah yang bilang kalau pada akhirnya, kau sendirilah yang terkelabui, pada harapan, pada hidup.

suaramu terlalu lantang untuk akhirnya kau dengar sendiri bahwa kau sudah salah terlalu jauh. tapi pada akhirnya kau menikmati semua kesalahan dan tak mau pergi. sudah tuli dan batu kah hati yang patah berkali kali itu? apakah racun, yang ingin kau teguk lagi hari ini sebagai pemuas dahaga dan sepimu itu?

17/7/22

Sunday, July 10, 2022

hari hari minggu

 


hari ini kembali menulis jurnal lagi, setelah beberapa lama tidak karena kesibukan dan rutinitas baru, pulang-pulang udah capek, tapi mental rasanya acak-acakan. Kemudian pas masih punya sisa tenaga malam kemarin, duduk dan menulis lagi. rasanya sungguh melegakan. ternyata kalau lagi rasanya tenggelam itu, memang butuh pelampung penyelamat yang bisa bikin mengambang lagi, kita selalu butuh usaha ekstra, untuk keluar dari perasaan perasaan yang menenggelamkan itu. butuh usaha lebih mempertahankan kewarasan, ia tidak terjadi begitu saja. 

atau kalau tidak bisa dibilang kewarasan, adalah kebahagian kebahagiaan kecil yang menyelamatkan hari hari bermuram durja: fokus pada hal kecil yang bisa dikontrol dan dilakukan. menulis, membaca, minum kopi susu aren dan fudgy brownies favorit, nonton netflix, dan ternyata hari hari jadi baik baik saja.

beberapa hal bisa bikin trigger perasaan jadi kacau, mood jadi bete, butuh kesadaran buat sadar dan mendeteksi, sebelum semuanya kehilangan kendali dan jadi merusak hari. hal hal kecil yang menyenangkan, perasaan perasaan kecil yang kita pelihara.

selamat hari minggu, jangan lupa berbahagia.

Friday, July 8, 2022

oceans and engines

Saturday sunset, we’re lying on my bed with five hours to go
Fingers entwined and so were our minds crying, 
“I don’t want you to go”
You wiped away tears but not fears under the still and clear indigo
You said, “Baby don’t cry, we’ll be fine, 
you’re the one thing I swear I can’t outgrow”

-Niki Z


apa rasanya punya cinta yang tak pernah sampai, yang tak akan terjadi, yang telah hilang. padahal kenangan kenangan yang tertinggal begitu banyak di kepala, segala hal yang menakjubkan, segala hal yang menyenangkan, rasa aman, rasa nyaman.
kemudian setelahnya hidup harus terus berlanjut, hari hari biasa, yang seperti dulu. berasa kering kerontang dan terlalu hening setelah semua keributan itu.

perasaan kosong yang tertinggal, lagu lagu sendu yang terasa akrab di telinga, lagu lagu tentang kepedihan, seperti teman menyenandungkan isi hati yang sama sama pilu.

kita tau hidup akan terus berjalan dan suatu hari semua akan baik baik saja, kita akan lupa pernah ada, karena waktu menggulirkan memori memori baru sampai sesak dan kepenuhan. kemudian semuanya akan tumpah ruah, menggenangi sudut sudut kota.

apakah kita akan pernah benar benar bahagia lagi?

Thursday, July 7, 2022

yang kita tak pernah benar benar tau

/apa yang pasti dalam hidup? katanya tua, sakit dan kematian. diantaranya adalah kita, yang menerka nerka ingin apa dan mengisi apa. kadang udah berusaha jumpalitan, dengan doa yang tak henti dirapal tiap malam, tak juga kecapaian, padahal mungkin orang lain dengan hal hal yang mirip, mendapatkannya dengan begitu mudah. kita gagal. kemudian kita menerka-nerka, apa yang salah dengan diri kita. Berusaha mengevaluasi, memperbaiki agar nanti tak gagal lagi setelah usaha dan doa yang begitu rupa.  Tapi tidak juga.

sampai dimanakah batas kesabaran dan usaha manusia, untuk mencoba-coba dan tak jadi gila. atau harapan dan pikiran yang terlalu kemana-mana sampai lupa kalau hidup ini cuma lewat saja, dan tak ada yang pernah benar benar jadi punya kita.

berani melepas, setelah mengupayakan, berani mengikhlaskan, setelah mencoba dan memberi kesempatan. mungkin bukan jalannya, mungkin bukan saatnya, mungkin telah diberikan jalan untuk mencoba yang lain.

kita tak pernah benar benar tau, adalah celaka, atau malah beruntung. untuk terus menyalakan harapan-atau delusi kalau mungkin, bisa saja hidup ini indah lewat susunan perspektif yang kita tau-tau saja, disusun dengan kalimat kalimat positif penyemangat kegagalan. mungkin kita bisa coba, memilih-milih lagi, apa yang ingin kita tau, apa yang bisa membuat kita waras- dan tenang, dalam ketidaktauan itu. 

diantaranya, yang tersisa adalah menunggu. kadang terasa begitu lambat, kadang terasa begitu cepat. kadang menunggu membuat kita putus asa dan ingin menyerah saja. kadang rasanya penungguan itu tidak sepadan dengan apa yang akan didapatkan.  kadang rasanya lama menunggu sampai kita ternyata tidak benar benar menginginkan dan membutuhkannya lagi. 

tapi aku membaca sebuah medium hari ini, tulisan yang indah yang menguraikan dan menceritakan tentang, ternyata menunggu itu menyenangkan, tentang menahan keinginan, tentang bersabar- untuk hal hal yang bisa kita kendalikan dan lakukan, dan yang tidak. karena kita tak pernah benar benar tau, buah penantian itu. yang kita tau hanya upaya kita melakukan apa yang kita bisa. semampunya. 

07/07/2022