Friday, January 24, 2020

Masa Kecil, Membaca dan Daftar Daftar Awal Tahun

Awal tahun memang rasanya jadi waktu yang tampak tepat untuk memulai hal hal baru, well, ga baru-baru juga sih sebenarnya, kalau tidak salah mengingat, pertama kali aku 'terpaksa' asik baca adalah ketika SD, kala itu orang tuaku yang kerja pulang sore, menjemputku dari sekolah yang pulangnya siang- kemudian menitipkanku ke Perpustakaan Provinsi di kotaku, kemudian aku akan dijemput ketika mereka pulang kerja sorenya.  

Aku masih ingat dengan jelas memori masa kecil itu, aku dengan rambut sebahu- bosan setengah mati, karena dititipkan- sendirian pula. Mungkin orangtuaku mengenal pegawai disana dan menitipkan untuk melihatku agar tidak kemana-mana.  Sendirian, tidak ada teman sepermainan, cuman buku-buku yang membosankan.

Aku ingat memulainya jauh sebelum itu dari kebiasaan papaku yang membacakanku dongeng sebelum tidur dari kecil sebelum aku bisa membaca, aku sudah lupa ceritanya- tapi aku ingat rasanya seru dan menegangkan, karena ceritanya tentang hantu bersuara sengau yang bertamu di rumah terpencil, tau tau lantainya bolong dan kakinya masuk ke bawah kolong- kemudian aku akan tidur dan bergidik membayangkan adegan-adegan itu. Kemudian tidak sabar menunggu esok, menantikan kelanjutan ceritanya.

Kemudian pada saat dititipkan di perpustakaan itu- aku akan membaca buku-buku serial Lima Sekawan - Enid Blyton, serial Goosebumps - R.L Stine dan beberapa buku petualangan lainnya. Aku  juga masih ingat pesan papa kalau kami berjalan-jalan di toko buku, selalu memberikanku 'jatah anggaran' buat memilih buku yang akan dia belikan.

Sekarang, tidak kukira aku akan memiliki profesi yang sama dengan orang tuaku, bacaan-bacaan pun hampir sama.  Bahkan aku pernah membeli buku, yang kusimpan di kamar kemudian papaku ternyata membelinya juga.  Ada beberapa buku yang kukira selera kami sama. Kupikir beberapa juga karena aku dari kecil juga membaca buku-buku punya orangtua sebelum benar-benar mengerti dan di bawah sadar tertarik dengan topik-topik serupa. Sebagian besar tentang sosial-politik, filsafat-agama. 

Selama ini, minat bacaku masih biasa-biasa saja, membaca sesekali hingga kuliah kalau materi saja.  Kadang kupikir aku ini anak rumahan, tapi senang juga menghabiskan waktu di luar rumah entah kemana, sampai ke rumah, energi sudah habis dan ingin tidur saja, mana lagi sempat membaca macam-macam.

Tapi semenjak melanjutkan magister, yang kuliahnya Jumat-Sabtu.  Waktu luang jadi terasa banyak, terlebih aku juga tidak punya terlalu banyak teman yang bisa setiap hari hang-out disini, dan gaji pokok standar buat 'pinter-pinter nabung buat jalan-jalan' waktuku jadi banyak kuhabiskan dengan membaca macam-macam. Mengikuti keingintahuan saja. Kupikir dosen di kampusku juga memberikan andil yang sangat besar untuk membangkitkan minat baca, ditambah aku punya banyak waktu, jadi aku membaca buku-buku yang terkait dan teori-teori yang disampaikan sekilas di kelas.  Bagaimana cara dosen menyampaikan suatu topik, yang membangkitkan rasa ingin tahu dan seolah 'mengejek' kalau kita sebenarnya tidak tahu apa-apa itu hal yang memantik rasa-rasa ingin menemukan -apa lagi sih, sebenarnya yang kita belum tahu. Hehe. Kira-kira begitu.

Kayaknya sudah berjalan sekitar dua tahun ini, aku membaca lebih banyak dari tahun-tahunku sebelumnya.  Karena metode bacaku yang kadang kadang skimming alias baca cepat, dan kadang lompat-lompat dan bisa tau-tau skip di tengah jalan kalau bukunya jadi membosankan atau lame atau malah ketemu buku baru yang lebih menarik, tahun ini aku punya ide buat bikin listing, dan mungkin kalau rajin sepatah dua patah kata yang bisa diingat dari bukunya.  Sekenanya saja, senyamannya saja.  Toh baca buku ini buatku bukan buat apa-apa, kadang cuma sekedar membunuh waktu, bosan nonton serial, drama korea, maen game atau sedang tak ingin lanjut mengerjakan tesis saja, dan bosan sama topik penelitian yang itu mulu berbulan-bulan ini. Atau pas temen hangout kebetulan lagi sibuk semua terus hujan di luar, akhir bulan, combo. Haha.

Targetnya sih rada muluk, 50 buku, tapi yang bener, yang dibaca, walau banyak skip tapi kira-kira dapatlah idenya.  Haha.  Terlalu ambis tapi kalau 50 dibagi 12 sekitar 4 atau 5 bukulah sebulan lumayanlah.  So, here is the list!


1) The Management Myth - Matthew Stewart

Mostly ceritanya tentang ilmu-ilmu manajemen, gimana teori tuh kadang gak guna sama sekali ketemu situasi yang dinamis banget di lapangan.  Gak pernah ada 'ilmu yang pasti' buat manajemen dan organisasi.  Karena dasarnya emang menangani orang-orang dengan karakter dan pola yang beda-beda.  Baca ini jadi makin pengen belajar psikologi, tapi memang susah 'mengontrol' dan memang sebenarnya gak ada yang benar-benar bisa diprediksi dengan tepat di bidang ini. Pada akhirnya kita cuma bisa mengira-ngira alternatif cara cara apa sih yang bisa dipake dalam menangani masalah manajemen.  Begitulah kita-kira kesimpulannya, intinya, banyak teori-teori yang jadi 'mitos' lah kalau udah dipraktekin. Hehe. 


2) Brilliant Blunders - Mario Livio

Bukunya tentang kasus-kasus yang ditemukan blunder, dan penelitian yang beda dengan publikasinya.  Ya, memang dimana-mana gitu sih dari dulu.  Hasil risetnya apa, teorinya apa.  Beberapa jadi menarik karna personal dan plot twist.  Bukunya juga menjabarkan beberapa kasus dari nama-nama besar, cenderung pseudo-sains.  Aku juga rada ga nyambung karena terlalu spesifik dan banyak sejarah dan preferensi yang aku ga tau jadi skip. Tapi kayaknya intinya jangan cepat percaya deh sama apa-apa.  Tapi emang, kebenaran yang sejati gak ada sih *halah. Haha.
3) Money and Government - Robert Skidelsky

Buku ini lebih ke cerita dari awal mula sejarah perkembangan ekonomi Amerika, teori ekonomi Keynes, Adam Smith dan beberapa ekonom lainnya yang berpengaruh dengan ekonomi fiskal, perbankan dunia, distribusi, makro ekonomi, analisis kenapa bisa krisis, eksperimen yang dilakukan, hingga akhirnya tiba tiba kek baru sadar emang, yang bikin chaos emang politik- khususnya  dalam langkah langkah kebijakan kebijakan ekonomi.  Akhir-akhir ini tertarik dengan topik Ekonomi Politik karena ada mata kuliahnya di semester 3 kemaren dan rasanya baru 'kenal' juga dengan topik ini, diliatin kalau sebenarnya kondisi ekonomi ini dipengaruhi politik kepentingan banget- khususnya Indonesia.  Makanya jadi penasaran, baca beberapa preferensi idealnya harusnya gimana sih, teorinya gimana, prakteknya kacaunya dimana, masa kualitas SDM aja lagi yang bikin kebijakan asal jadi?

4) Muslimah Yang Diperdebatkan - Kalis Mardiasih

Udah lama penasaran sama buku ini, terutama dari twit-twitnya mbak Kalis yang selalu bikin mikir 'iya banget sih' wkwk.  Cuma males beli online dan nungguin bertengger manis di rak buku Toga Mas Supratman.  Dari dulu topik ini (agama) memang paling kontroversial, karena islam yang aku kenal dari kecil itu selalu menyejukkan, bikin tenang dan diasosiasikan dengan keadaan rumah, bapak yang kasi 'ceramah' tiap habis sholat magrib buat motivasi biar rajin belajar atau kaset Ustad KH Zainudin MZ yang lucu terus diputar berulang-ulang di tape tiap habis sholat subuh.  

Sekarang kok rasanya lain, jadi lebih nakutin, banyak politik aneh-anehnya, kubu kubuan dan trend trend-an, atau karena baru sadar dan lebih banyak baca berita gak kayak kecil dulu ya. Hehe.  Isu perempuan kadang emang bikin aku rada sentimentil sih, karena dulu masih kecil pernah liat korban 'kemesuman' guru SD ke temen cewek yang bikin dulu rada takut.  

Dan rasa-rasa budaya 'patriarki' yang makin kesini makin kerasa 'kok ada beberapa yang keterlaluan ya', meskipun bersyukur lelaki-lelaki yang aku kenal di lingkungan aku belum ada yang kayak gitu, cuma di berita berita emang parah sih.  Di buku ini juga diisi dengan pandangan-pandangan seorang perempuan yang 'resah' dengan statusnya, judgement masyarakat yang macam-macam dan dominansi laki-laki yang banyak ngatur dan selalu merasa punya kuasa. Kadang mikir gak lepas dari sejarah, kultur sosial, budaya, ekonomi juga hal ini bisa sampai terjadi, dan kualitas SDM tentunya, balik lagi. wkwk. Pokoknya abis baca ini jadi pengen banyak-banyak baca doa pokoknya semoga dipertemukan dengan laki-laki yang baik dan senantiasa memuliakan perempuan*eh. wkwk.

Thursday, January 23, 2020

percakapan-percakapan biasa saja

hai! lagi apa
gapapa sih lagi pengen chat aja
gak ada yang marah?

kamu lagi apa, dimana, sama siapa
sibuk gak?
kamu suka nonton?

hati hati pulangnya
terimakasih buat hari ini

aku deg degan deh tiap kamu mau ngomong sesuatu
takut tiba tiba ngomong apa gitu hehe

kamu udah makan
aku seneng deh kamu mau temenin aku hari ini

aku antar pulang aja ya udah malem
cuacanya lagi dingin pakai jaket aku ya

kamu lupa bawa pulpen?
ni pake punya aku aja
aku ngetik aja di hape, inget kok hehe

ih kamu pinter deh
ajarin aku dong, miss

kamu masuk rumah gih anginnya kencang
aku cariin obat batuk ya

kamu tadi pergi sendiri?
lain kali kasi tau aku ya kalau butuh temen pergi

kucing kamu mati?
aku ganti nama kucingnya jadi sedih
jadi kamu bisa bahagia
ga sedih lagi okee

udah jangan nangisin dia lagi
dia tuh gak pernah sayang lagi sama kamu

ya ampun kamu tuh oke lagi
jangan pernah takut deh gak nikah nikah hehe

kabarin aku kalau udah sampai rumah!
aku boleh telpon gak?

kamu lagi dimana

halooo
maafin aku ya
aku pergi dulu

semoga kamu bisa dapetin yang terbaik
yang bisa sayangg sama kamu
sering sering pake jaket badan kamutuh lemahh kena angin
semoga dia bisa bikin kamu bahagia

kalau nanti dia gagal
kamu bisa bilang sama aku
aku bakal pulang
hehe becanda

bye
semoga suatu saat
kita bisa ketemu lagi
di lain waktu
lain kesempatan

di kehidupan selanjutnya
semoga aku bisa jagain kamu terus
tapi juga bisa bikin kamu bahagia

.
B, 23 Jan 2020

Thursday, January 16, 2020

nyali

pintu belakang yang ganjil
menyelinap memotong takdir
masihkan sempat kumenyelinap
rute yang tertinggal

deret penuh asing
kata lelah terbaring
beranikah kau racun paragraf
agar janji berhenti punya makna

pagi ini kuhidupkan kata kata baru
yang sempat koma semalam
menyembunyikan denyut yg tak tentu rudu
merahasiakan pertempuran

bernyalikah kau mendeklarasikan perang
pada nyawa yang kan tumpah ruah

Bandung, 15 Januari 2020

Wednesday, January 15, 2020

pesan

hiruplah yang dalam
seperti besok tidak ada

hari ini kita mulai yang baru
tapi sebentar,
kenapa rasanya masih sama

oh
aku lupa

masih sama sama
tidak ada kau

kuhirup lagi
racun

biar mengalir
di denyut denyut nadi
bukan ingin mati,
bukan

hanya biar cari perkara saja
sudah penat
siapa tahu bisa lupa sebentar

eh.
paginya
masih saja kuteringat

besok kita main lagi
ku pikir ku tidak takut apa apa

karna beberapa
sudah lewat

tapi masih takut sih
mungkin

besok

lupa lagi.
tapi siapa
yang benar benar tahu?

mungkin besok
aku bernyali lagi

mengirimimu pesan
setelah hampir tak sadar
sebuah pesan

yang kuyakin
tak akan pernah lagi
kau baca

apa yang lebih menyedihkan
daripada kata kata
yang tak pernah dibaca

atau lebih buruk
takkan pernah
berdampak apa apa

tidak seincipun
mampu menggerakkan
perasaan yang sudah lama mati

bdg 15/01/2020

Friday, January 10, 2020

adiksi

apa yang harus dilakukan
tak boleh lewat barang sehari

tak tenang,
selalu mencari

apa yang tak nikmat dari
hal hal rutin
tak lagi memberi arti

yang tergantung,
yang tak lagi bisa sendiri

tenggelam dalam riuh tanpa arti
bergetar mencari, semua yang harus dipenuhi

apa lagi yang diingat dalam konsekuensi
dalam hal hal yang tak memberi percaya diri

kita ulang setiap hari
hingga otak meminta
semua kan dituruti

mungkin waktunya rehat sejenak
keluar dari yang selalu kita ulang
kejutan kejutan untuk lupa
kembali jadi diri sendiri

menyepi dan menghilangkan adiksi
kapan kapan, kita kembali lagi

10/01/2020

Wednesday, January 8, 2020

tentang kabarmu

kopi panas di gelas
jendela yang terbuka
mendengar suara suara

ingin kutanyakan kabarmu hari ini
sepanas cangkir kopi
atau sedingin cuaca tadi pagi

ada kata kata yang tak akan sampai
pada mulut yang jera bersuara
hati juga belajar dari yang lama

masa depan ku tak tau
di masa lalu ku belajar sesuatu

kadang kuharap aku jadi seperti dulu
menghampirimu tanpa ragu
yakin bahwa kau masih akan menungguku

tapi waktu telah terlalu lama berlalu
aku pulang dalam waktu yang jauh
entah menunggu entah selalu meragu

kutemukan kau dalam tiap perjalananku
suatu waktu, jika ku beruntung
mungkin kan kutemukan lagi dirimu yang baru

8 Jan 20

Tuesday, January 7, 2020

rumah

apalagi yang lebih hangat
selain kasih sayang tak terbatas
mengalir tanpa henti
berapapun salah

atap yang meneduhkan
memberi ruang untuk sendiri
mengalah demi tenang
memberi tanpa henti

kadang diri keras kepala
berusaha mandiri,
ingin pergi sendiri

tapi rumah selalu mencari
sekedar menanya kabar
diam diam bikin tenang hati

terimakasih
sudah menampung
menjaga dan melindungi
aku sampai hari ini.

7/1/20

Monday, January 6, 2020

tutorial

jam sembilan lalu tenaga telah habis
ingin apa apa tak ada tenaga
tapi tidur pun tak bisa

playlist sudah sampai titik jenuh
tak mau dengar apa apa

jam sebelas beranjak dan mengetik
mengutuk semua di depan mata

katakan ku kurang bersyukur
padahal baru tadi tertawa tawa

pekak lantak mati rasa
apa yang masih disisakan cinta dan cerita

amarah masih terasa
tapi sudah sedikit waras
kemudian membaca tutorial youtube
cara jadi waras dan tidak marah marah

oh begitu
tenang, kemudian hitung sampai sepuluh
jangan jangan sedang dibohongi otak
padahal ke depan kosong berbohong
tak ada apa apa

otak bagian emosi sedang senang bekerja, katanya
tenang, jangan reaktif, fokus berpikir yang logis
otak hanya sedang senang melepas adrenalin dan kortisol
senang main main dengan yang marah marah

belajar satu ilmu hari ini
nanti jangan tertipu lagi

dengarkan dengan seksama
pelan pelan dengan baik

tidak semua harus sempurna,
tidak semua harus pura pura

hari ini hariku kacau
sedang banyak pikiran dan sibuk ini itu
menghitung masa ke depan
ternyata bikin kepikiran macam macam

bagaimana kalau buat kopi,
menenangkan diri
kita belajar lagi
cara cara mengatasi hari hari.

Sunday, January 5, 2020

yang sekejap

5/20

kutemukan matamu
di antara riuh ramai
dan sesak orang orang
kukira tepat ku pergi

tinggal pada yang menawan hati
ucapmu semua sempurna
diammu menawarkan segala
ku buta, jadi tiba tiba ingin kau saja

jabat tangan yang pertama
masih kuingat warna menyala
temaram yang menenggelamkan
andai saja sedikit cepat kuucapkan

takkan terlambat kita menabur janji
sedikit menabung pada masa depan abadi
andai saja tak khilaf kulepaskan kesempatan
pada kata yang mengikat, pada abai yang mendekap

kuharap waktu memberikan kesempatan
bertemu lagi di suatu tempat
kau bersedia mendengar apa apa yang akan kuucap
hatiku telah lama tertawan,
tapi slalu kututupkan dengan tertawaan

ku harap kau peka
ku harap pula kau diam dan iya saja

pada akhirnya
ternyata cinta memang tak sebesar yang kukira.
karena jika iya, pasti kan kita temukan alasan-alasannya
.

Thursday, January 2, 2020

mengganti tahun

28/
berangkat

beres berkemas
insomnia sudah kepalang
bahkan sudah menyerah
memaksakan kepala yang tak mau lagi tidur lelap

teman seperjalan
mengajak berpetualang
tepat jam dua belas
pagi kita bertemu di muara estuaria

berbekal kopi racikan barista
tanpa baju yang selalu ramai dini hari

nalar tumpul ketika bertemu
yang teringat hanya percaya
pada apa apa yang dihadapkan
tak ada batas jika tak lagi nyaman

hari ini aku berangkat,
bukan karna penat
karena sedang jam menganggur
inspirasi ke depan sedang mengabur

29/
konsultasi

malam ini,
jangan jangan cinta
memang benar tidak ada

seperti roh, energi
yang bisa saja berganti
terpaksa atau sengaja

berganti tempat
berganti wajah
dengan isi yang itu itu saja

karna siapa yang benar benar
mengetahui sebuah rahasia?

beberapa terlalu takut mencoba
beberapa terpaksa berniaga
beberapa lagi telah lelah menebak
menikmati yang ada ada saja

30/
syarat syarat untuk jatuh cinta

bisa kau tebak dan bayangkan
bagaimana rasanya
menemukan sesorang,
membikin hati berdebar bukan kepalang

dunia yang jemu membosankan
jadi penuh gejolak berpetualang

berhasil membicarakan apa saja
mengeluarkan apa apa yang ada di kepala

kemudian nyaman lama bersarang
menguatkan dalam kesedihan kesedihan
memeluk kemudian memadamkan perasaan
memberi tenang dalam tiap kekalutan

apa lagi yang tak cukup
selain cinta dan kasih sayang
tapi segala yang tak punya persyaratan
tidak akan pernah mampu lama bertahan

kucing-kucingan pada perpisahan
sanggupkah kau mengulur waktu?
atau akhirnya akan mencurangi aturan

dan akhirnya tidak akan pernah sampai
pada kesimpulan kesimpulan.

1/
yang baru, yang tak berganti

masih ketemukan kesedihan
pada hal hal yang berakhir
tiap sore menjelang
atau hening yang mencekam

hari ini tahun berganti
yang lama tanggal dan berlalu
selalu sia sia memaksakan waktu
apalagi kembali pada yang telah lalu

tegarlah berpura pura
hingga akhirnya jadi benar, katanya

masih kusimpan segala ingatan
kan kudekap kala gemuruh menjelang

kali ini, tahun berganti lagi
tapi rasanya masih tak ingin pergi

hari berganti lagi
mengubah hari hari
beberapa ingin beranjak pergi
beberapa hanya ingin kembali

.