selamat pagi,
hal hal yang tidak mungkin,
tapi masih saja dilakukan
hal hal yang tidak mungkin
tapi masih saja dicoba
semoga tuhan bersama orang orang
yang masih saja percaya
setelah ratusan kali jatuh dan terluka
semoga tuhan bersama orang orang
yang hatinya patah dan ikhlas menerima derita
semoga tuhan melancarkan jalan hamba
yang sudah sekian lama mendamba
yang hanya ingin
sedikit sekali berbahagia
dengan hal hal yang sederhana
semoga tuhan tidak lupa
untuk meneruskan doa doa yang telah di udara
dalam jangka waktu yang sudah terlalu lama
semoga tuhan sedang tidak bercanda
dan pada akhirnya
semua doa doa putus asa itu menjadi nyata
Jumat, 29 Desember 2017
Friday, December 29, 2017
Thursday, December 28, 2017
Sebuah Ruang Di Kepalaku
Di kepala ku telah ada banyak hal
perhitungan, kalkulasi kalkulasi
analisa, logika logika
kasus, fakta fakta
tapi masih saja
hanya dirimu yang mondar mandir di kepala
suatu kesalahan yang masih saja aku suka
membiarkanmu mengaduk aduk
ruang di kepalaku
hilang sudah asa
ingin menyerah, dan mengenangmu saja rasanya
aku menyukai semua hal tentangmu
sakit dan kebohongan-kebohongan manis
yang sudah aku tahu sejak lama
aku menyukai semua hal tentangmu
tipu daya dan cinta yang tidak ada
tapi aku suka saja
kau sudah terlalu lama di kepala
aku terbiasa
membiarkanmu mengacak acaknya
kapanpun kau membutuhkannya.
Kamis, 28 Desember 2017
Wednesday, December 27, 2017
Seperti Yang Ingin Aku Lupakan
sudahlah, lupakan
masa lalu bukan lagi milikmu
dan dunia
bukan berputar tentangmu saja
engkau adalah matahari yang bersinar
cerah, tapi telah bisu dan berlalu
masa depan bukanlah milikku
dan tidak akan kembali ke pangkuanku
maka bulir bulir rindu
pada sajak sajak yang indah telah berlalu
habis tuntas resahku
kali ini,
harus kumulai lagi langkahku
yang telah terseok,
luka dan berdarah
tapi nyali tak pandai ciut untuk berhenti berlari
melewati kesakitan kesakitan lagi
untuk sebentar saja mengecap
bahagia-bahagia yang semu itu,
seperti melihatmu tersenyum
di ruang kepalaku
Rabu, 27 Desember 2017
Di antara hal hal yang ingin aku ingat
Selasa, 26 Desember 2017
di antara hal hal yang ingin aku ingat
ada hari ini yang muncul tiba tiba
entah
ingin aku ingat saja
mata yang berbinar
hangat
tidak dingin lagi seperti biasanya
mungkin hatimu tengah bersinar
dan aku, dalam gelapmu ini
hanya terkena cahayanya
aku tau yang aku punya hanya hari ini
besok pagi,
semua ini akan menjadi kenangan
yang akan membuatku terkenang kenang
ah, bagaimanakah caranya menyimpan hari ini?
agar nanti, ketika engkau berubah dingin dan kelam
aku masih bisa saja mengingat
alasanku jatuh berkali kali
semua hal tentang dirimu.
hari ini
:)
Monday, December 25, 2017
Rain, petrichor and Maldives
00.02
Its late, raining, and i am here. After wipe my tears and overthinking finally i can calm my self down and start writing.
Writing is always be the best medicine for me, to express my feelings, to identify it and understand, why im feeling this. Sometimes its just a quick-feelings that like a storm that hit me, makes me feel down and sad. Sometimes its just crying and overthinking. Sometimes its regret.
But one thing i know, we have a capability to feel sadness, we also have capability to forgive, ourself and others, have a chance to heal, and start something again.
I hope 2018 will be a better year.
Lets try and hope some more.
:)
Wednesday, December 20, 2017
Bandung and next study plan!
Hari Selasa, 5 Desember 2017 kemarin aku akhirnya pergi ke bandung, *setelah hampir satu tahun ini gak pernah liburan ke luar provinsi hha* datanglah kesempatan itu... untuk mengikuti tes magister di salah satu sekolah tinggi di bandung, yeay. Dan beruntung masih punya temen *padahal jarang jarang juga punya temen* dann beruntungnya lagi mau aja gitu direpotin kemana mana. Thanks to @temtem. :))
Jadi cuma bisa jalan jalan sekitar kota karena sambil dua hari tes, rabu dan kamis buat Tes Kemampuan Akademik, Tes Wawancara dan hari terakhir tes toefl. Untuk kemudian menunggu hasil tes di hari jumat. Untuk mengisi waktu menunggu, jadi jalan-jalan di daerah sekitar buat membunuh waktu dengan bermodalkan search tempat yang instagramable di instagram dan google maps!
Berikut list tempat tempat yang aku kunjungi
Day one - Tuesday, 5 December 2017
83 Bier Garten - Jl. Ciliwung No.20, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung
Sampai bandung sekitar 21.30. Langsung kesini, tempatnya cozy, nice live music, beer. Kesini sudah malem dan ga keliatan, cuman instastory gak difoto. :)) Kirain tempat ala ala underground rupanya lucu juga ada pohon-pohon bir meskipun cuman minum lemon tea, maklum besoknya mau tes :))
Day Two - Wednesday, 6 December 2017
The Parlor - Jalan Raya Ranca Kendal Luhur No.9, Dago, Coblong, Bandung, Ciburial, Cimenyan, Kota Bandung, Jawa Barat
This place is too cute, so many instagramable spot to taking photos!
This place is too cute, so many instagramable spot to taking photos!
Day Three - Thursday, 7 December 2017
Mimiti Cafe - Jalan Sumur Bandung No. 14, Simpang Dago, Lebak Siliwangi, Coblong
Minimalist, cute cafe.
Fourplay Beer Garden - Jl. Cilaki No.65, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung
Day Four - Friday, 8 December 2017
Paskal Food Market Bandung - Paskal Hyper Square, Jl. Pasirkaliki No.25-27, Kb. Jeruk, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat
I go here at friday and love the accoustic live music around the fountain and lights.
Day Five - Saturday, 9 December 2017
Coffee and John - Jl. Naripan No.97A, Kb. Pisang, Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat
after coffee, going to sunflower festival at paris van java.
so magical, with sunset :)
Kuku Mama Cafe, Jl. R.E. Martadinata No.221, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114
Cute place that designed by my friends, looks like food court with a greenfield and live music on sat night <3
Day Six - Sunday, 10 December 2017
Skyline cafe, Jl. Bukit Pakar Tim. No.108, Ciburial, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat
Armor Kopi, Jl. Legok Randu, Ciburial, Cimenyan, Bandung
Cute place that designed by my friends, looks like food court with a greenfield and live music on sat night <3
Day Six - Sunday, 10 December 2017
Skyline cafe, Jl. Bukit Pakar Tim. No.108, Ciburial, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat
Armor Kopi, Jl. Legok Randu, Ciburial, Cimenyan, Bandung
And the last but not at least,
Please, please, please cafe - Jalan Progo No.37, Citarum, Bandung Wetan, Citarum, Bandung Wetan
I think its quite enough for me. As a introvert (hmm i think) person, it is more enough for me. Its feel pleased when i have a friend to go to a cafe, explore some place and want to company me. Sometimes i like to being alone, like in my room, but to go out, it will be more enjoyed if i have a person that not really annoying. And i really thankful that my friend not be that person! :)
For the next adventure i think my magister's gonna be quite busy and interesting, starting with search a new room for me, aah i love how i can choose things and being independent but also have some big responsibility. I just really hope i will get some money to survive and having fun, and of course a lot of new things. Godspeed! <3
*just realized that at the introduction i use indonesian. because this is a continued draft now i have a mood to write it in english. pardon :)) :*
Sunday, December 3, 2017
tenggelam
kau tenggelam
dalam senja
dalam kedua mataku
memudar perlahan
dan beranjak pergi
angan yang melesat
tidak tahu kapan ia akan turun
dan menjejakkan kaki dalam nyata
mungkin tidak akan
satu cemas tertingggal
dalam kebodohan yang terus saja dilakukan
di hadapmu
dan di kedua matamu yang aku kenal itu
aku tunduk
dan menikmati menjadi orang
yang tidak pernah berani bermimpi apa apa
tak pernah punya nyali
dalam senja
dalam kedua mataku
memudar perlahan
dan beranjak pergi
angan yang melesat
tidak tahu kapan ia akan turun
dan menjejakkan kaki dalam nyata
mungkin tidak akan
satu cemas tertingggal
dalam kebodohan yang terus saja dilakukan
di hadapmu
dan di kedua matamu yang aku kenal itu
aku tunduk
dan menikmati menjadi orang
yang tidak pernah berani bermimpi apa apa
tak pernah punya nyali
Saturday, December 2, 2017
Stuck - #coffeetalks
"kok bisa bisanya ya kita terjebak, atau berada dalam situasi kayak gini?"
pernah nyangka nggak, kita bakal alamin hal ini dari dulu? kayak, would you think that your 27 will stuck into one person and just cant get enough of them? dont you think your 27's will be fill with busy taking care of your baby and live boringly hapily ever after? not just being single but not that so available cause you just stuck to a person?
dia tertawa.
I know right, kita tuh kayak cerita lama yang berulang-ulang, udah tau bakal gagal, tapi masih aja terus terusan dicoba, udah tau sakit, masih aja terus-terusan dinikmatin. But you know, when i see her, she is the one that i want in my entire life.
Aku juga, kayak, mungkin aku bisa nyaman dengan beberapa orang, tapi yang bener-bener buat aku kepikiran dan buat dunia aku kacau balau, ya cuman dia. I know my world's gonna very messed up with him, kayak, mungkin aku akan lebih bahagia kalau aku cari yang biasa aja gitu, maksudnya yang gak terlalu aku cinta cinta banget, tapi mau aja gitu sama aku. Hahaha. Tapi kan... gak bisa.
Lalu kami berdua tertawa.
We life in such a messy love life, dont we? aku menuangkannya minuman segelas lagi.
I'm glad i know you and we'r here, to talk about this kind of thing.
Me too. Its like, we are on the same page, similar problems, still cant get out. You are like my conselour and support system, or just... someone i know that have some pathetic lovelife just like i do, make me feel less lonely.
And we just. laugh. :))
And we just. laugh. :))
#timetravel #fictional #coffeetalks
Monday, November 20, 2017
Biar
Minggu, 19 November 2017
Biarkan kata kata bisu, menjadi saksi bahwa tidak ada yang mampu mengalahkan hati yang menahan utaran debar dan ribuan hal hal yang tidak jelas. Biar hanya bisu, menjadi tanda bahwa kata sudah tidak mampu lagi, meracik huruf demi huruf atas rasa yang telah sakral dan sampai di penghujungnya.
Biar air mata tumpah tanpa kata lagi untuk melegakan sesak pada hati yang sudah berat menampung perasaan perasaan yang begitu meluap, membajiri semesta.
Biar kemudian hening jadi suasana paling tenang, sunyi yang mencekam, karena bahkan waktu tidak lagi diperbolehkan mengganggu apa yang tersembunyi di dalam relung yang paling dalam. Biar mentari berhenti sebentar, bahwa tiada lagi yang penting, selain engkau. Biar jarum jam berdetik pada detiknya yang paling rahasia, beku dalam keabadian.
Kemudian biarkan malam mengkristalkan memori, dan mengunduhnya dalam kepingan kepingan, yang akan dikirimkan pada masa depan, yang tidak akan pernah lagi diketahui.
Biarkan bisu, biarkan sunyi, biarkan hati memberikan jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang sudah tidak lagi ditanyakan bukan karena tidak ingin, tapi karena telah sampai puncaknya untuk melewati pertanyaan pertanyaan, dan menawarkan jawaban yang tidak lagi memerlukan pertanyaan. Hanya ada. Mengada. Berada. Fana dan sementara.
Biar air mata tumpah tanpa kata lagi untuk melegakan sesak pada hati yang sudah berat menampung perasaan perasaan yang begitu meluap, membajiri semesta.
Biar kemudian hening jadi suasana paling tenang, sunyi yang mencekam, karena bahkan waktu tidak lagi diperbolehkan mengganggu apa yang tersembunyi di dalam relung yang paling dalam. Biar mentari berhenti sebentar, bahwa tiada lagi yang penting, selain engkau. Biar jarum jam berdetik pada detiknya yang paling rahasia, beku dalam keabadian.
Kemudian biarkan malam mengkristalkan memori, dan mengunduhnya dalam kepingan kepingan, yang akan dikirimkan pada masa depan, yang tidak akan pernah lagi diketahui.
Biarkan bisu, biarkan sunyi, biarkan hati memberikan jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang sudah tidak lagi ditanyakan bukan karena tidak ingin, tapi karena telah sampai puncaknya untuk melewati pertanyaan pertanyaan, dan menawarkan jawaban yang tidak lagi memerlukan pertanyaan. Hanya ada. Mengada. Berada. Fana dan sementara.
Semuanya telah cukup.
01.28
Monday, November 13, 2017
yang tidak aku ketahui
kita tidak tahu
tidak mengerti,
belum
atau tidak akan pernah
tahu
apa yang sesungguhnya
datang
dari hati yang merasakan
debar debar keinginan
yang tidak akan sampai
apa yang sesungguhnya
terasa
pada hati yang menghangat
dan jejak jejak rindu
yang tak kunjung padam dan selesai
padahal waktu telah usai
dan kenangan mulai beranjak pergi
rasa apa yang ada di hati
membuat resah dan bimbang ini
berartikan apa bila tiap mata yang terpejam
yang ada hanya
rindu
dan kehilangan-kehilangan yang dalam.
22.19
Sunday, November 12, 2017
pada sebuah rahasia
degupmu adalah kali pertama
aku melihat dunia
yang membuat debaran rongga jiwa
hatimu adalah jiwa pertama
yang aku sentuh dengan hati hati
genggammu adalah penenang paling ampuh
meredamkan amarah dan benci yang paling juara
suaramu adalah melodi
yang meluruhkan emosi dan kesedihan yang panjang
hangat pelukmu adalah obat
untuk niat ingin mengakhiri yang tiada lagi membahagiakan
adamu adalah bahagia
yang paling rahasia
yang diam diam aku simpan
yang suatu saat
tidak akan pernah aku utarakan
02.28
aku melihat dunia
yang membuat debaran rongga jiwa
hatimu adalah jiwa pertama
yang aku sentuh dengan hati hati
genggammu adalah penenang paling ampuh
meredamkan amarah dan benci yang paling juara
suaramu adalah melodi
yang meluruhkan emosi dan kesedihan yang panjang
hangat pelukmu adalah obat
untuk niat ingin mengakhiri yang tiada lagi membahagiakan
adamu adalah bahagia
yang paling rahasia
yang diam diam aku simpan
yang suatu saat
tidak akan pernah aku utarakan
02.28
Labirin dan akhir yang sunyi
seperti labirin yang tidak berujung
namun suatu saat ada akhirnya
bagaimana bila kau hanya berputar di tempat
hidup yang pulang pergi dan kembali
terlalu banyak misteri
di tengah jalan rasanya
ingin berhenti dan menyerah saja
rasanya sudah tidak sanggup lagi
membayangkan masa depan yang terbentang
nyali ciut dan harapan yang patah
rasanya ingin menyerah
bersandar dan menikmati sepoi angin
kemudian mengakhiri
dengan segelas kopi dan lagu yang indah
sampai dimana kau mampu bertahan?
sampai dimana kau sanggup mencari jalan?
dimanakah akhir kehidupan?
mengapa kita berlomba mencari jalan akhirnya
padahal yang akan ditemukan
hanyalah kesunyian kesunyian yang panjang.
02.00
namun suatu saat ada akhirnya
bagaimana bila kau hanya berputar di tempat
hidup yang pulang pergi dan kembali
terlalu banyak misteri
di tengah jalan rasanya
ingin berhenti dan menyerah saja
rasanya sudah tidak sanggup lagi
membayangkan masa depan yang terbentang
nyali ciut dan harapan yang patah
rasanya ingin menyerah
bersandar dan menikmati sepoi angin
kemudian mengakhiri
dengan segelas kopi dan lagu yang indah
sampai dimana kau mampu bertahan?
sampai dimana kau sanggup mencari jalan?
dimanakah akhir kehidupan?
mengapa kita berlomba mencari jalan akhirnya
padahal yang akan ditemukan
hanyalah kesunyian kesunyian yang panjang.
02.00
Friday, November 10, 2017
Surat untuk hati yang kau patahkan
selesaikanlah menghitung
karena aku yakin tidak akan sanggup kau
menghitung bulir bulir air mata yang jatuh
hati yang beku dan yang kau patahkan
teruntuk hati hati yang sudah patah
dan sejengkal dari rasa menyerah
sakit adalah konsekuensi paling nyata
dari mencinta dan mendamba yang terlalu
juga harapan yang tinggi melesat
jatuh pun akan terasa sakit
pijakkan lah kakimu pelan pada bumi
bersabarlah satu per satu
menghapus bulir bulir duka
carilah obat untuk hatimu yang patah
bahkan ketika sudah tidak lagi sanggup kau hitung retaknya
carilah penghiburan penghiburan
bagi duka
berusahalah lagi berbahagia
pada hal hal yang kecil
sadarilah dan carilah hal hal yang membuatmu sibuk
akan dunia dan surga
dan, relakanlah
ikhlaskanlah hati yang sudah tidak mampu kau perbaiki
dengan memperbaiki hati hati yang lain
mungkin
pada saatnya kau akan tersenyum kala menengok
jauh ke belakang
20.13
karena aku yakin tidak akan sanggup kau
menghitung bulir bulir air mata yang jatuh
hati yang beku dan yang kau patahkan
teruntuk hati hati yang sudah patah
dan sejengkal dari rasa menyerah
sakit adalah konsekuensi paling nyata
dari mencinta dan mendamba yang terlalu
juga harapan yang tinggi melesat
jatuh pun akan terasa sakit
pijakkan lah kakimu pelan pada bumi
bersabarlah satu per satu
menghapus bulir bulir duka
carilah obat untuk hatimu yang patah
bahkan ketika sudah tidak lagi sanggup kau hitung retaknya
carilah penghiburan penghiburan
bagi duka
berusahalah lagi berbahagia
pada hal hal yang kecil
sadarilah dan carilah hal hal yang membuatmu sibuk
akan dunia dan surga
dan, relakanlah
ikhlaskanlah hati yang sudah tidak mampu kau perbaiki
dengan memperbaiki hati hati yang lain
mungkin
pada saatnya kau akan tersenyum kala menengok
jauh ke belakang
20.13
Sejauh jarak yang dekat
nafasmu sedekat nadi
pada layar layar genggam
pada pikir dan kenangan kenangan
sejengkal pada mata
terlihat dalam jarak
terdengar pada diam
terlalu dekat
tapi tidak lagi terjangkau
tidak lagi bersinggungan
jarak yang temporal
garis garis yang linier
hati yang jauh tapi masih saja berjangkar,
ingin pulang kembali
mampukah kau,
kekal pada ingin dan mauku?
mampukah asa, menyatu pada harap yang paling rahasia
dan kata kata yang tidak akan pernah mendarat di pelukmu?
10.41
pada layar layar genggam
pada pikir dan kenangan kenangan
sejengkal pada mata
terlihat dalam jarak
terdengar pada diam
terlalu dekat
tapi tidak lagi terjangkau
tidak lagi bersinggungan
jarak yang temporal
garis garis yang linier
hati yang jauh tapi masih saja berjangkar,
ingin pulang kembali
mampukah kau,
kekal pada ingin dan mauku?
mampukah asa, menyatu pada harap yang paling rahasia
dan kata kata yang tidak akan pernah mendarat di pelukmu?
10.41
Wednesday, November 8, 2017
untuk dimaafkan
sebuah pesan yang tidak terjawab
hati yang sudah biru
dan tidak lagi bisa mencinta
maaf untuk hati yang beku
dan pikir yang telah mati rasa
yang sudah tidak bisa lagi
yang sudah tidak mau lagi
maafkan untuk hari hari yang
tidak bisa lagi
maafkan untuk semua luka
dan kekacauan yang aku akibatkan
maafkan untuk hari hari yang kuhabiskan denganmu
tapi rasaku bukan sudah untukmu
maaf untuk tidak bisa
maaf untuk tidak lagi punya rasa
maaf untuk kebaikan kebaikan
yang tidak lagi bisa berbalas
maaf untuk perhatian
yang tidak lagi bisa kuperhatikan
00.14
hati yang sudah biru
dan tidak lagi bisa mencinta
maaf untuk hati yang beku
dan pikir yang telah mati rasa
yang sudah tidak bisa lagi
yang sudah tidak mau lagi
maafkan untuk hari hari yang
tidak bisa lagi
maafkan untuk semua luka
dan kekacauan yang aku akibatkan
maafkan untuk hari hari yang kuhabiskan denganmu
tapi rasaku bukan sudah untukmu
maaf untuk tidak bisa
maaf untuk tidak lagi punya rasa
maaf untuk kebaikan kebaikan
yang tidak lagi bisa berbalas
maaf untuk perhatian
yang tidak lagi bisa kuperhatikan
00.14
Sunday, November 5, 2017
Sebuah surat untuk ijinmu
Ijinkan aku berkubang dalam kenangan
satu malam ini lagi saja
untuk mengingat hal hal manis
saat masih bersamamu
ijinkan aku tertidur mengenang
hal hal yang selalu membuatku takjub
sempat dicintai oleh sosok hebatmu
ijinkan aku mengawang sebelum lelap
mengingat lagi wajah dan sedihmu
yang dulu pernah begitu kecewa olehku
kemudian menangis bersama di atas sajadah itu
ijinkan aku memejamkan mata
dan mengingat kecupanmu
atau usap tanganmu di kepalaku
dalam waktu waktu yang membuat hatiku habis luruh dan luluh
untuk kemudian,
ijinkanlah aku untuk terbangun esok pagi
dan menyadari hal hal seperti
kau sudah pergi lama sekali
dan rasaku, tiada akan sampai lagi ke pelukmu
22.57
satu malam ini lagi saja
untuk mengingat hal hal manis
saat masih bersamamu
ijinkan aku tertidur mengenang
hal hal yang selalu membuatku takjub
sempat dicintai oleh sosok hebatmu
ijinkan aku mengawang sebelum lelap
mengingat lagi wajah dan sedihmu
yang dulu pernah begitu kecewa olehku
kemudian menangis bersama di atas sajadah itu
ijinkan aku memejamkan mata
dan mengingat kecupanmu
atau usap tanganmu di kepalaku
dalam waktu waktu yang membuat hatiku habis luruh dan luluh
untuk kemudian,
ijinkanlah aku untuk terbangun esok pagi
dan menyadari hal hal seperti
kau sudah pergi lama sekali
dan rasaku, tiada akan sampai lagi ke pelukmu
22.57
Pangar Waterfall, 22 Oktober 2017
Saturday, November 4, 2017
Perhitungan Rindu
dadu yang terlempar
awal kemungkinan kemungkinan
boleh jadi nanti
tercipta dari keinginan keinginan
dan harapan yang sudah lama padam
perkara juara yang masih mondar mandir di hati
perkara sepasang mata yang tidak bisa kutemui lagi
wahai takdir yang terkocok dadu malam ini
berikanlah aku keberuntungan untuk mengadu rindu
barangkali masih ada sisa
digit digit skala berlogika
barangkali,
bandar alpa menghitung angka
dan masih bisa ia memikirkanku sedikit saja
18.51
awal kemungkinan kemungkinan
boleh jadi nanti
tercipta dari keinginan keinginan
dan harapan yang sudah lama padam
perkara juara yang masih mondar mandir di hati
perkara sepasang mata yang tidak bisa kutemui lagi
wahai takdir yang terkocok dadu malam ini
berikanlah aku keberuntungan untuk mengadu rindu
barangkali masih ada sisa
digit digit skala berlogika
barangkali,
bandar alpa menghitung angka
dan masih bisa ia memikirkanku sedikit saja
18.51
Jendela, Sungai Ambawang
Friday, November 3, 2017
Sebuah Percakapan Pada Masa Yang Telah Berlalu
Pada satu kepak sayap kupu kupu
bumi yang paradoks
dan milyaran kemungkinan
aku hanya ingin memiliki sebuah kesempatan
percakapan
kepada hari hari yang berlalu
kepada hati hati yang luka
terluka dan dilukai
sudah seperti apa rasanya?
apa rasanya terbang
pada ingin dan harapan
yang tidak akan pernah sampai
apa rasanya di awang
sedang kau tidak akan tau
rasanya sampai pada semesta?
Langit Pontianak, 3 November 2017
Wednesday, November 1, 2017
Hujan dan cinta yang bisu
maaf pada hujan yang menyelimuti dingin
pada kenangan yang sudah jadi abu
dan mulut yang membeku
untuk segala hal manis yang telah berlalu
cinta yang diam diam
tidak mengharapkan imbalan
fase yang pada akhirnya aku sampai
titik akhir ketika akhirnya aku mampu menahan hati
hanya memandang
sebatas punggungmu saja
aku sudah banyak melewati malam malam sepi
dan ramai yang tidak lagi aku kehendaki
untuk akhirnya memahami
mencintaimu dari jauh, dengan rahasia
yang kusimpan di hatiku saja
ternyata sudah lebih dari cukup
membuatku bahagia
dan aku menyadari sesuatu
ternyata mencintaimu
pada akhirnya akan jadi semudah itu.
pada kenangan yang sudah jadi abu
dan mulut yang membeku
untuk segala hal manis yang telah berlalu
cinta yang diam diam
tidak mengharapkan imbalan
fase yang pada akhirnya aku sampai
titik akhir ketika akhirnya aku mampu menahan hati
hanya memandang
sebatas punggungmu saja
aku sudah banyak melewati malam malam sepi
dan ramai yang tidak lagi aku kehendaki
untuk akhirnya memahami
mencintaimu dari jauh, dengan rahasia
yang kusimpan di hatiku saja
ternyata sudah lebih dari cukup
membuatku bahagia
dan aku menyadari sesuatu
ternyata mencintaimu
pada akhirnya akan jadi semudah itu.
Tuesday, October 31, 2017
Pada Hening Malam Setelah Senja Berlalu
Apa kabarmu, matahari?
Sepertikukah sudah pura baik saja
dan berkuat melupakan hal hal yang tidak ada jawabannya
Hening demi hening yang berlalu
bayangan bayangan hanya sekedar lalu
catatan perjalanan ini adalah tentang kehilangan
kemudian menemukan diri sendiri
di tengah keengganan memulai kembali
berkutat dengan diri sendiri
aku menyukai hari hari yang penuh dengan catatan kaki
agar cepat senja berlalu
dan akhirnya aku akan lupa
menatap kosong pada matahari
perlahan lahan, aku mulai menyukai
rona sepi dalam jingga matahari
dan gelap yang datang
sudah jadi teman
karena tidak akan ada lagi
takut yang asing dalam rongga rongga hati
Sepertikukah sudah pura baik saja
dan berkuat melupakan hal hal yang tidak ada jawabannya
Hening demi hening yang berlalu
bayangan bayangan hanya sekedar lalu
catatan perjalanan ini adalah tentang kehilangan
kemudian menemukan diri sendiri
di tengah keengganan memulai kembali
berkutat dengan diri sendiri
aku menyukai hari hari yang penuh dengan catatan kaki
agar cepat senja berlalu
dan akhirnya aku akan lupa
menatap kosong pada matahari
perlahan lahan, aku mulai menyukai
rona sepi dalam jingga matahari
dan gelap yang datang
sudah jadi teman
karena tidak akan ada lagi
takut yang asing dalam rongga rongga hati
Subscribe to:
Posts (Atom)














