Thursday, March 14, 2019
Friday, March 8, 2019
Applied Research Method #bookreview
Buku
Bab I Applied Research Methods in Public and Nonprofit Organizations
Author
: Mitchell Brown and Kathleen Hale
Proses
Penelitian
Proses
Penelitian adalah hasil dari kombinasi ide yang baik dan pertanyaan mengenai teori
dan praktek, sistematis dan pengumpulan data yang layak dan analisa, serta
komunikasi mengenai hasil dengan langkah-langkah yang terdiri dari:
1. Membentuk
ide dan pertanyaan penelitian
2. Pengembangan
Teori dan Hipotesis
3. Melakukan
konstruksi desain penelitian sebagai perencanaan pengelolaan data dan analisis
4. Implementasi
desain penelitian melalui pengumpulan data
5. Menganalisis
data
6. Membentuk
kesimpulan dan memaparkan penelitian
Pada
akhirnya semuanya adalah tentang bagaimana mengoperasionalkan, mengukur dan
mengumpulkan data, terutama data yang relevan dimana dapat terbagi menjadi data
primer dan data sekunder, kemudian kita menganalisis dan memandingkan hasil
dari hipotesis yang telah kita ambil di awal. Dimana hasil yang diperoleh
antara lain mengenai teori yang kita uji coba atau sesuai dengan teori yang
kita bangun. Teknik yang dilakukan untuk
menganalisis data tergantung dari data yang dikumpulkan. Tahap akhir dari proses melibatkan hasil
interprestasi data lewat analisis dan bagaimana cara kita menyampaikan mengenai
hal tersebut agar dapat lebih memahami permasalahan tersebut, meningkatkan
kebijakan dan program yang akan dilakukan dan melengkapi teori.
Konteks
Penelitian Terapan
Adapun
terdapat perbedaan antara penelitian terapan dan penelitian dasar. Dalam
penelitian dasar memiliki tujuan untuk menyempurnakan pengetahuan dan melihat
hubungan antara konstruksi teori dan variabel yang terkait, sedangkan
penelitian terapan memiliki tujuan untuk memahami dan memecahkan masalah yang
nyata, seperti mengenai bagaimana merancang program baru atau memodifikasi
program yang sedang berjalan.
Terdapat
pula enam kerangka umum dalam proses penelitian, pertama, memperhatikan
analisis empiris, yaitu yang berbasis analisis dari bukti mengenai bagaimana
hal tersebut sebenarnya, atau bukti nyata, kedua, bahwa pengetahuan itu
falsifiabilitas, yaitu dapat dibuktikan salah atau tidaknya, ketiga, hipotesis
harus berdasarkan dari pengamatan sistematis dan pengumpulan data, keempat,
seluruh proses penelitian dan penemuan dapat dijelaskan/dikomunikasikan,
kelima, penelitian harus bersifat umum/generl dan keenam, penelitian dapat
dijelaskan secara sederhana dan terus terang atau ringkas.
Administrasi
Publik, Kajian Nonprofit dan Bidang Lainnya
Administrasi publik, lebih memperhatikan desain dan
penyampaian mengenai keputusan kebijakan publik dalam lingkup publik, dimana
mencakup pula administrasi dan kebijakan pada lokal, negara, nasional atau
level antar bangsa. Melalui buku ini
pula, didefinisikan pelayanan publik yang mencakup instansi publik, organisasi
nonprofit dan bidang lainnya, karena sebenarnya pemerintah dan organisasi
nonprofit tidak dapat dipisahkan dalam memenuhi kebutuhan publik.
Pertanyaan yang muncul adalah seputar desain kebijakan,
implementasi dan evaluasi yang juga terkait dengan subbidang kebijakan publik
dan analisis kebijakan. Kebijakan publik
fokus kepada faktor politik dan ekonomi yang membentuk formulasi kebijakan,
pembuatan keputusan publik dan analisis tahap pembentukan kebijakan
publik. Sehubungan dengan itu, subbidang
analisis kebijakan fokus terhadap analisis sistematis dari alokasi sumber daya
dan evaluasi output dan outcome.
Keduanya mempertimbangkan menekankan pada penerapan pemecahan masalah
dan analsisnya.
Literasi
Informasi
Literasi informasi
adalah memahami jenis informasi apa yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan
dan memecahkan masalah. Selain itu
termasuk pula bagaimana menemukan informasi, mengetahui kualitas informasi,
mampu membaca dan memahami informasi dan memahami konteks informasi. Hal tersebut merupakan aspek yang penting
dalam memahami dunia kontemporer pada saat ini, dimana perubahan teknologi
membuat informasi dapat dengan mudah diakses oleh hampir semua orang, tetapi
juga memiliki kelemahan yaitu tidak semua orang memiliki kemampuan dan
pengetahuan untuk membedakan kebenaran informasi yang tersedia sehingga
harusnya dapat dilihat dari otoritas pihak lain untuk menganalisis dan
menafsirkan informasi.
Dimana menurut
universitas dan perguruan tinggi, terdapat lima standar untuk menentukan
kemampuan literasi yaitu :
1. Memahami
sifat dan kuantitas informasi yang dibutuhkan untuk tugas yang berbeda;
2. Akses
yang efektif dan efisien;
3. Mampu
mengevaluasi informasi dan menggabungkannya untuk memperluas pengetahuan;
4. Mampu
menggunakan informasi untuk menyelesaikan tugas tertentu, dan;
5. Menggunakan
informasi secara etis dengan pemahaman yang menyeluruh mengenai implikasi dari
informasi tersebut.
Kualitas
Informasi dan Tipe-Tipe Sumber
Pada masa sekarang, hampir semua orang
memiliki akses terhadap sumber informasi, namun untuk mengembangkan literasi
informasi adalah memahami bagaimana mengidentifikasi informasi yang
berkualitas. Informasi yang berkualitas adalah
informasi yang akurat secara faktual, berasal dari sumber yang kredibel melalui
proses publik dan transparan, dan diproduksi menggunakan teknik yang ketat dan
standar yang mematuhi etika yang sesuai standar.
Menemukan Kualitas
Informasi Yang Tinggi
Hari ini, pencarian informasi berkualitas
tinggi kemungkinan besar akan dimulai dengan Internet dan daftar basis data
yang dikurasi yang mengandung artikel-artikel ilmiah. Seperti Google Scholar, JSTOR,
atau Penyimpanan Jurnal, yang menawarkan pencarian ribuan teks lengkap jurnal
edisi terbaru dan edisi terakhir. Indeks Sitasi Ilmu Sosial adalah tersedia
melalui layanan berlangganan ISI Web of Science. The Social Science Jaringan
Penelitian menyediakan akses ke artikel akademik dalam ilmu sosial dan
kemanusiaan; artikel diposting oleh penulis dan dapat diunduh dengan biaya
tambahan melalui pelanggan institusional. Pencarian untuk undang-undang dan
peraturan mungkin untuk fokus pada database hukum. LexisNexis dan Westlaw
adalah dua langganan semacam itu jasa. Layanan ini dan lainnya menyediakan
akses ke kasus federal dan negara bagian hukum, artikel tinjauan hukum,
risalah, dan beasiswa hukum lainnya, serta berita artikel. Ensiklopedi yang
diterbitkan oleh akademis atau penekanan serupa lainnya juga bisa memberikan
rangkuman yang bermanfaat tentang keadaan umum lapangan pada suatu topik
tertentu (untuk contoh, evaluasi program atau identifikasi pemilih).
Ensiklopedia Publik Administrasi dan Kebijakan Publik (Berman 2007) adalah
salah satu contoh tujuan umum, ensiklopedia peer-review yang menyediakan
perkenalan panjang artikel tentang a berbagai macam tema dan subbidang.
Penting untuk dicatat bahwa tidak ada satu
sumber informasi yang akan memenuhi semuanya penelitian kami perlu untuk pengembangan
teoritis, pendekatan metodologis, atau data. Kami harus mengumpulkan banyak
sumber informasi dan mensintesis teori, metode, sumber data, dan temuan. Yang
penting adalah yang kita kumpulkan dan gunakan informasi akurat yang secara
kolektif mencerminkan gambaran lengkap yang relevan masalah dan data, dan bahwa
kita mengakui berbagai bias dan perspektif terkandung di dalamnya.
Nilai,
Kepercayaan, dan Kepastian dalam Disiplin Terapan
Manusia, selalu menjadi dunia yang dipelajari
melalui riset terapan, nilai-nilai dan keyakinan selalu dimasukkan ke dalam
analisis dalam beberapa cara. Bidang administrasi publik, studi nonprofit,
kebijakan publik, dan kebijakan analisis khususnya berkaitan dengan nilai dan
keyakinan dari dua yang berbeda perspektif yang terkait dengan lembaga-lembaga
Amerika. Satu perspektif adalah tercermin dalam proses keputusan dan hasil
proses politik. Sebagai konsekuensinya, sebagian besar debat kebijakan
tercermin dari dua perangkat persaingan yang luas nilai-nilai; nilai-nilai ini
biasanya tercermin dalam posisi keduanya partai politik besar (meskipun itu
tidak selalu terjadi). Mayoritas politik secara terus-menerus dikonfigurasikan
melalui proses pemilihan yang konstan; hari ini pandangan mayoritas mungkin
pandangan minoritas politik di masa depan.
Beberapa saat ini terlibat dalam mencari
masalah dan masalah, dan beberapa akan terlibat di masa depan. Para juara,
penantang, penonton, dan pendukung ini mencerminkan nilai dan keyakinan yang
berbeda tentang bagaimana masalah publik didefinisikan dan tentang cara-cara
untuk mengatasi kondisi tertentu; interaksi ini nilai dan keyakinan adalah
aspek penting dari inovasi kebijakan publik (Hale 2011).
Teori Utama dan
Teori Sekunder
Dalam
politik Amerika umumnya, para sarjana cenderung bekerja di salah satu dari dua
"sekolah," tradisi, atau teori besar, yang disebut sebagai
behaviorisme dan institusionalisme. Behavioralists mengajukan pertanyaan
tentang politik perilaku dalam konteks Amerika — misalnya, "Apakah masalah
pemungutan suara?" sedangkan institusionalis mengajukan pertanyaan tentang
bagaimana institusi utama Amerika politik beroperasi dan mengajukan pertanyaan
seperti “Peran apa yang dimainkan komite pembuatan undang-undang kongres?.”
Studi tentang pelayanan publik melibatkan
kedua sekolah tersebut berpikir, dan penelitian terapan tentang pelayanan
publik melihat pada kedua perilaku dan pengaturan kelembagaan. Dalam pelayanan
publik, satu ketegangan sentral terletak di antaranya keinginan normatif untuk
memisahkan praktik administrasi publik dari nilai-nilai jenis apa pun, termasuk
pengaruh politik, dan keharusan konstitusional untuk rekonsiliasi kebijaksanaan
administratif (birokrasi) dengan nilai publik yang dapat diubah.
Terkait, ulama organisasi nirlaba prihatin
dengan teori amal, komunitas, dan ruang sipil. Tapi, sebagai ilmuwan sosial,
kita cenderung menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkembang teori
tingkat menengah yang menjelaskan fenomena tertentu. Di sisi lain, ruang publik
secara umum, sarjana dan praktisi prihatin dengan kerja sama, kolaborasi, dan hubungan
timbal balik serta kinerja dan akuntabilitas. Mengembangkan teori yang
menjelaskan konsep-konsep ini dan lainnya untuk menghasilkan yang bermanfaat,
dapat diuji hipotesa, atau tebakan terbaik kami tentang bagaimana dan mengapa
fenomena ysng diselidiki beroperasi. Hipotesis ini kemudian dikembangkan untuk
mendapatkan kemungkinan terbaik desain penelitian untuk mengumpulkan data untuk
menguji pertanyaan penelitian.
Perbandingan Kasus
Setiap kasus adalah contoh khas dari riset
terapan. Tiga dari studi itu diarahkan untuk menyelesaikan pertanyaan terapan
tertentu, dan dua studi itu dimulai sebagai studi penelitian dasar yang
menghasilkan temuan berguna untuk, dan digunakan oleh, praktisi. Meskipun
materi pelajaran sangat bervariasi di seluruh kasus, kasusnya bersandar kuat
pada metode campuran dan kombinasi induktif dan deduktif proses berpikir. Pendekatan
gabungan ini sangat cocok untuk pertanyaan penelitian terapan.
Etika dan
Pengkajian Kelembagaan
Seringkali ketika kita melakukan
penelitian, kita melibatkan subyek manusia dalam satu cara atau yang lain.
Ketika berhadapan dengan subyek manusia, ada dua kekhawatiran peneliti perlu
memikirkan secara bersamaan. Yang pertama adalah apakah yang kita rencanakan etis
pada tingkat dasar. Yang kedua melibatkan aturan-aturan institusional yang
diatur oleh Institutional Review Board (IRB) tentang apakah dan bagaimana
mendapatkan izin untuk melakukan penelitian kami.
Singkatnya, fokus pada etika dalam
penelitian adalah tanggapan terhadap riset yang mengerikan dilakukan oleh para
ilmuwan di berbagai titik dalam sejarah terakhir, terutama Nazi percobaan
selama Perang Dunia II dan proyek-proyek seperti sifilis Tuskegee bereksperimen
di Amerika. Kondisi tersebut akhirnya merefleksikan informed consent, yaitu pengetahuan
peserta tentang tujuan dan harapan proyek penelitian di mana mereka diminta
untuk berpartisipasi, dan partisipasi yang bebas dan bersedia dengan kesempatan
untuk berhenti berpartisipasi di setiap titik untuk alasan apa pun.
Pemerintah AS memiliki pedoman yang jelas
yang mengatur subjek manusia penelitian, berdasarkan tiga prinsip:Beneficence,
yaitu — memaksimalkan hasil positif untuk kemanusiaan sambil meminimalkan membahayakan,
menghormati subjek — termasuk perlindungan otonomi mereka dan, dalam beberapa
kasus, anonimitas dan keadilan — memastikan bahwa penelitian tidak
mengeksploitasi orang lain.
Perhatian Spesifik
Pada Administrasi Publik dan Kajian Nonprofit
Terdapat contoh kasus yang
mempresentasikan pertimbangan etis tertentu yang umum untuk riset terapan, yaitu
menilai kebutuhan di seluruh negara bagian dengan melakukan wawancara dengan
wanita usia enam puluh lima tahun dan lebih tua, dalam menjadwalkan wawancara,
terdapat pula kemungkinan kehadiran pewawancara akan mengganggu jadwal harian
mereka sehingga menjadi penting kepada wanita tersebut untuk membaca dan
mengisi formulir persetujuan untuk menjelaskan proyek dan haknya dalam
wawancara. Sehingga yang diwawancarai
juga dapat memiliki pilihan untuk melakukan wawancara maupun tidak melakukan
wawancara.
Evaluasi Program
Nasional
Karena tujuan dari program nasional evaluasi
adalah untuk menilai kapasitas organisasi yang bertentangan dengan pengalaman dan
hasil dari korban kekerasan antarpribadi, yang menjadi perhatian etisminimal.
Kami ingin memastikan bahwa organisasi akan dilindungi jika negatifinformasi
keluar tentang struktur organisasi mereka, sumber daya, dan kapasitas, sehingga
dalam pelaporan publik kami sepakat untuk menggambarkan karakteristik umum organisasi
dan memberi mereka nama alternatif.
Tidak terkait dengan studi kapasitas,
bagian lain dari evaluasi diidentifikasi praktek yang berpotensi tidak etis
pada bagian dari salah satu penerima selama kursus pengumpulan data, dan tim
evaluasi setuju untuk segera mengubah informasi ini ke Departemen Kehakiman,
yang kemudian mengambil langkah yang tepat untuk memperbaiki situasi. Di sini
kami menemukan pertanyaan etis: Jika bahaya bisa datang kepada peserta studi
dari praktik organisasi, apa langkah yang benar untuk kami sebagai pengamat
luar yang melakukan penelitian yang tampaknya netral dan bebas-nilai?
Melakukan kami mematuhi janji kerahasiaan
kami untuk organisasi dalam penelitian, atau apakah kami melaporkan temuan
kepada penyandang dana, mengidentifikasi organisasi? Jika kami melaporkan
temuan kepada penyandang dana, apakah kita melakukannya segera atau setelah
masa studi? Keputusan kami adalah bahwa keamanan peserta penelitian lebih
penting daripada "integritas" kami sebagai peneliti, dan dengan
demikian kami segera menginformasikan kepada penyandang dana dari temuan kami.
Pohon Keputusan
Merencanakan proyek riset terapan
melibatkan banyak pertimbangan, seperti yang kita miliki mulai dibahas dalam
bab ini. Keputusan berlimpah di setiap belokan di dalam desain, implementasi,
dan analisis bahkan proyek yang paling sederhana sekalipun. Sebagai peneliti,
kami
pada
dasarnya memiliki kontrol penuh atas bagaimana penelitian dirancang,
dijalankan, dan dianalisis. Variasi yang tak terbatas ini bisa luar biasa,
namun pilihan yang kita buat adalah jantung penemuan. Kami telah menemukan
bahwa mengajukan beberapa pertanyaan langsung dapat membantu mengatur pikiran
dan upaya kami di seluruh perusahaan penelitian; kita menyajikan
pertanyaan-pertanyaan ini dalam bentuk pohon keputusan di seluruh buku.
Pertimbangan
Keputusan Penelitian
Proses IRB berfokus pada keputusan etis
tentang pengumpulan dan perlindungan data hak-hak subyek manusia. Meskipun masing-masing
lembaga memiliki persyaratan internal dan jadwal untuk ditinjau dan juga proses
untuk mempertimbangkan penelitian yang dapat dibebaskan dari tinjauan.
Sebaliknya, pada keputusan utama yang memandu apakah tinjauan IRB diperlukan
dan apakah tinjauan itu kemungkinan besar akan menjadi tinjauan dewan penuh
atau beberapa bentuk tinjauan yang dipercepat. Ulasan yang dipercepat dapat
menjadi pilihan jika data terkait kegiatan organisasi dan program pemerintah.
Kesimpulan
Dalam bab ini memuat tentang gambaran umum
proses penelitian dan konsep dari upaya penelitian yaitu kualitas penelitian,
tahapan proses penelitian dan interatif, refleksif sifat proses yang melibatkan
umpan balik dan revisi. Bahwa dalam penelitian juga harus mempertimbangkan
etika dan peninjauan dari kelembagaan. Begitu pula mengenai konteks dasar dari
riset terapan yang berdasarkan pertanyaan penelitian yang menjembatani banyak
disiplin dan bidang studi yang fokus pada pelayanan publik dimana juga dianggap
penting untuk memperhatikan nilai, keyakinan dan persepsi dalam mempelajari
kondisi manusia untuk mengatasi masalah sosial yang ada.
Wednesday, March 6, 2019
Regulasi, Kapasitas dan Kolaborasi Untuk Perlindungan Pekerja Perempuan dan Anak di Industri Sawit
Regulasi,
Kapasitas dan Kolaborasi
Untuk
Perlindungan Pekerja Perempuan dan Anak di Industri Sawit
Ringkasan
Eksekutif
Kurangnya regulasi, kapasitas dan
kolaborasi untuk perlindungan pekerja perempuan dan anak di Industri Sawit
dapat menjadi hambatan dalam memperkuat perekonomian serta menciptakan iklim
usaha yang baik menuju industri berkelanjutan.
Permasalahan yang menjadi sorotan laporan lembaga internasional,
dikhawatirkan akan mengganggu ekspor dan kemajuan dalam industri sawit ini
sendiri.
Terdapat 3 masalah yang
digarisbawahi sesuai dengan laporan-laporan tersebut, yaitu mengenai
perlindungan terhadap pekerja perempuan dan anak, peraturan yang belum mampu
mencakup dan menjangkau kepentingan pekerja, serta kerugian dan pelanggaran hak
terhadap pekerja perempuan dan anak.
Pendahuluan
Industri
Sawit merupakan keterkaitan kepentingan antara pekerja/buruh dengan pengusaha,
sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat, bahkan perselisihan antara
kedua belah pihak. Sebagian besar kasus terjadi karena keadaan ketenagakerjaan
yang belum ditetapkan baik dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan,
perjanjian kerja bersama maupun peraturan perundang-undangan maupun pemutusan
hubungan kerja. Kemudian terkait status buruh/pekerja di perkebunan kelapa
sawit, terdiri dari buruh tetap (Syarat Kerja Utama/SKU), buruh berstatus
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Buruh Harian Lepas (BHL) dan Kernet
(Koalisi Buruh Sawit, 2018). Adapun yang mendapatkan hak jaminan sosial,
perlengkapan kerja, tunjangan tetap dan berserikat hanyalah buruh SKU,
sedangkan buruh dengan status PKWT, BHL dan kernet tidak mendapatkan hak tersebut.
Sedangkan, menurut Sawit Watch, 2016 sebanyak 70% pekerja di sektor perkebunan
sawit merupakan buruh harian lepas (BHL).
Sebagai penyumbang devisa negara
tahun 2016 sebesar 239,4 triliun, ekspor sawit pada Januari-Desember 2016
sebesar 17,8 miliar dolar, yang jauh lebih besar dibanding ekspor non sawit
yaitu 8,62 miliar dolar serta penyerapan tenaga kerja sebesar 8,4 juta orang di
tahun 2015. Serta sebanyak 15-20 juta orang yang terlibat serta peran besarnya
untuk perekonomian Indonesia, sudah saatnya Pemerintah lebih memperhatikan dan
memberikan perlindungan yang layak terhadap buruh/pekerja khususnya perempuan
dan anak yang terlibat dalam industri ini.
Deskripsi
Masalah
Perlindungan
pekerja anak dan perempuan di Indonesia merupakan salah satu isu yang penting
untuk segera ditindaklanjuti, terkait Laporan Amnesty Internasional Tahun 2016
mengenai indikasi eksploitasi perempuan dan anak sebagai pekerja perkebunan
yang membahayakan kesehatan dan keselamatannya dikarenakan lingkungan kerja dan
tempat tinggal pekerja sawit yang buruk dan upah yang rendah di salah satu
perusahaan perkebunan sawit multinasional . Dalam Laporan UNICEF 2016,
disebutkan bahwa 4 juta orang perempuan dan 5 juta anak diperkirakan bekerja di
perkebunan sawit di Indonesia.
Hal
ini, juga terkait dengan peraturan yang belum mampu mewakili seluruh kondisi
yang ada, khususnya dalam industri sawit, dimana 70% pekerja di sektor
perkebunan sawit merupakan buruh harian lepas (BHL), kemudian dengan adanya
Kernet/Tukang Berondol, yaitu istri dan anak atau orang lain yang dibayar oleh
permanen/asisten untuk bekerja membantu dan tidak memiliki hubungan kerja
dengan perusahaan, sehingga status mereka tidak diakui karena kernet direkrut
dan diupah oleh buruh panen (Koalisi Buruh Sawit, 2018). Perlindungan dan
kepentingan terhadap BHL dan Kernet tersebut, belum dijelaskan secara spesifik dalam
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 100 Tahun 2004 tentang
Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PPKWT) sehingga sulit
untuk diorganisir dan diawasi.
Perempuan dan anak, adalah pihak yang paling
dirugikan oleh status hubungan kerja tersebut, pada perempuan terdapat resiko
kesehatan karena bersentuhan langsung dengan bahan kimia, karena sebagian besar
perempuan terlibat pada proses pemupukan dan pemberantasan hama, serta hak cuti
haid, cuti maternitas, cek kesehatan rutin, MCK layak dan laktasi juga tidak
disediakan di lingkungan perkebunan, yang juga rentan akan pelecehan dan kekerasan
fisik karena lokasi yang terisolir dan kurangnya perhatian perusahaan dan
pengawasan pemerintah akan hal tersebut. Sedangkan dengan pekerja anak, sudah
termuat jelas dalam Undang Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
bahwa batas minimal anak berumur 13-15 tahun, yang hanya boleh melakukan
pekerjaan ringan dengan maksimal waktu 3 jam perhari, ijin orang tua dan tidak
mengganggu secara psikologis.
Rekomendasi
Kebijakan
Terdapat
tiga hal yang perlu direkomendasikan dapat segera ditindaklanjuti oleh
Pemerintah untuk mengatasi permasalahan pekerja perempuan dan anak pada perkebunan
sawit di Indonesia, yaitu mengenai regulasi, kapasitas dan kolaborasi, dengan
alternatif sebagai berikut:
1. Terhadap
ketiadaan peraturan khusus pekerja/buruh perkebunan kelapa sawit, khususnya
terhadap buruh dengan status PKWT, BHL dan Kernet direkomendasikan untuk
menyusun dan membentuk regulasi yang melindungi pekerja/buruh khususnya
perempuan sehingga dapat tercipta pekerjaan yang layak dalam sektor perkebunan
kelapa sawit menuju industri yang berkelanjutan.
2. Terhadap
kurangnya pengetahuan dan kapasitas pekerja/buruh khususnya perempuan dan anak
agar Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja, Pertanian dan Perindustrian
dapat melakukan sosialisasi, edukasi maupun pendampingan yang bertujuan meningkatkan
pengetahuan dan kapasitas pekerja/buruh sehingga mengetahui apa saja yang
menjadi hak dan kewajibannya serta bagaimana cara mengakses perlindungan
melalui advokasi dan serikat pekerja/buruh dan memperjuangkan haknya dalam
forum lembaga tripartit, yaitu lembaga bersama serikat pekerja/buruh,
perusahaan dan pemerintah yang diwajibkan untuk dibentuk dalam UU No 13 Tahun
2003 tentang Ketenagakerjaan yang selama ini masih belum berjalan secara
optimal.
3. Terhadap
perlindungan pekerja, dapat diantisipasi dengan memperluas kerjasama antara
Pemerintah, Perusahaan, Serikat Pekerja/Buruh serta unsur-unsur masyarakat
untuk dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran hak-hak pekerja/buruh
khususnya terkait perempuan dan anak.
Kesimpulan
Momentum
yang diharapkan adalah terjadinya perubahan terhadap strategi untuk melakukan
kolaborasi lintas sektor yang dapat mewadahi semua stakeholder yang terlibat, baik kepentingan maupun tanggung jawabnya
dalam menciptakan iklim yang baik dalam industri sawit. Sehingga kolaborasi
tersebut dapat memperkuat keuntungan ekonomi di sektor kelapa sawit secara
berkelanjutan, memperbaiki kondisi kerja dan kehidupan pekerja perkebunan yang
layak serta memperbaiki citra sektor minyak sawit di Indonesia.
Adapun
perubahan yang diharapkan adalah pada status pemenuhan hak pekerja PPWK, buruh
harian lepas dan kernet, peningkatan pengetahuan dan kapasitas pekerja, serta
perlindungan pekerja, khususnya perempuan dan anak.
Daftar
Pustaka
International Labour Organization, 2018.
Mempromosikan Kerja Layak di Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia, 16 Maret -
Desember 2018.
Koalisi Buruh Sawit, 2018. Lembar Fakta
Perlindungan Buruh Sawit Indonesia.
Perselisihan Hubungan Industrial. Konferensi
Asosiasi Dosen Hukum Acara Perdata Universitas Tadulako Palu-Sulawesi Tengah,
12-14 September Tahun 2017.
Soleh, Ahmad. 2017. Masalah Ketenagakerjaan dan
Pengangguran di Indonesia. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, Vol 6. No.2 Juli 2017,
83-92.
Sudiarawan, Kadek Agus. 2017. Optimalisasi
Fungsi Lembaga Kerjasama Bipartit Sebagai Forum Komunikasi dan Konsultasi
Antara Buruh dengan Pengusaha dalam Upaya Pencegahan
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang
Penyelesaian Hubungan Industrial
Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015
tentang Pengupahan
Survey Kepuasan Pelayanan Keluarga Berencana
RT 02 Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung
Highlight of The Day:
Listening to woman's suffering from using contraception because of :
1. Lack of information, passive consultations and lack of awareness about the variety of contraception;
2. Woman still use contraception based on 'trial and error' and how much they can deal with the pain before changing the tools. Most woman are afraid because if they taking the pills it must consumed everyday, and if they wanna use an implant it must inject at their body and they dont really feel comfortable.
'No woman can call herself free who doesnt own and control her body- Sanger'
Wednesday, February 27, 2019
Friday, February 1, 2019
tentang Pontianak
Tentang pontianak, berbagai cerita. Ada hati yang patah, tapi masih keras kepala tak mau menyerah. Ada hati yang luka dan berdarah, tapi lebih senang menambal menyimpan resah. Ada kepala yang ramai, tapi diam diam terluka sendiri. Ada yang berbahagia dan jatuh cinta, meski tau tidak akan pernah sampai cinta ke pemiliknya. Ada yang senang menyebar bahagia, padahal hatinya luka-luka. Ada pula yang senang berpura pura, padahal sudah tak ada rasa di dalam hatinya. Ah, jangan jangan dia yang senang mematahkan hati, adalah yang pernah paling patah hatinya.
Selalu ada cerita yang bergulir, di remang remang kala cahaya mulai menghilang, senja hanya teduh sebentar, sebelum panas terik dan matahari yang membakar, kemudian dengan congkak pergi dengan malam yang dingin dan sepi.
Dalam tiap tiap cangkir yang diseduh ketika malam datang atau sebelum mentari datang, ada hati yang patah dan ingin kembali bertumbuh, berjanji akan kuat dan berlari, menjalani hari hari sepi, menjalani hari hari sendiri, bersama orang orang yang pernah patah hati.
Pontianak, 1 Februari 2019
19 of #360days
19 of #360days
Tuesday, January 29, 2019
Yang Terbit, Yang Terbenam
Yang terbenam kali ini, harus merekah dan bangkit, untuk dirinya sendiri. Yang telah mati kali ini, harus bangun dan beranjak, perjalanan masih akan diteruskan. Demi yang nanti, akan terbit, untuk nanti, yang akan terbenam. Semuanya akan tiba, pada waktunya. Tidak akan lagi ditunggu, tidak akan lagi menunggu. Semua ada masanya, semua ada waktunya.
Monday, January 28, 2019
Dan Matahari Pun Terbenam
Kadang angan-angan seperti busur panah yang melesat jauh, melampaui kekhawatiran-kekhawatiran. Segala resah lebur bersama deru angin dan bau kebebasan di langit yang luas. Segala kemungkinan secara ajaib berhamburan, meledak di semesta. Jangan-jangan segala ketidakberuntungan dan resah hanya cara semesta menguji, sanggupkah bertahan sedikit lagi. Cahaya akan menyeruak, sekalipun malam datang dan segala gundah dan gelisah akan damai pula. Sanggupkah kita menenangkan badai dan menunggu semuanya berlalu? Mampukah kita bersabar, sedikit lagi, menghadapi cobaan-cobaan kehidupan dan tersenyum tegar, sadar bahwa segelap apapun, cahaya akan menyeruak, merembes ke celah-celah kalbu, dan seperti harapan harapan yang akan bertunas kemanapun cahaya pergi, bahagiapun ternyata, bisa tumbuh dari gelap, bisa muncul dari tempat, yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Bertahanlah sedikit lagi, menunggu matahari, pagi akan datang dan esok, semuanya akan mulai bercahaya kembali. :)
Friday, January 25, 2019
Cerita Tentang Matahari
Ah, bagaimana caranya menceritakan matahari yang pernah datang, tidak disadari sampai akhirnya gelap datang, dan yang tersisa hanya senja untuk mengenang kenangan kenangan?
Hidup dan kesibukan kemudian datang bertubi-tubi, menenggelamkan dalam pikiran pikiran, aku menunggu dan ingin kau, datang lagi menyelamatkan.
Tapi masa telah berlalu, besok, matahari yang datang tidak lagi sama. Menunggu, adalah bagian dari mencintai. Besok, mungkin kau akan kutunggu lagi, sampai rasanya habis, sampai cintanya selesai. Sampai selesai, aku berjanji akan mencintaimu sampai selesai.
Wednesday, January 23, 2019
Yang Tersisa Dari Perjalanan
Ada yang membekas di ingatan pada tiap perjalanan yang mengesankan, kesempatan melihat orang-orang yang berbeda, tertawa dengan orang-orang yang berbeda, di tempat yang berbeda, terkadang menyisakan pertanyaan kepada diri sendiri, bagaimana jika kita adalah orang yang berbeda. Yang kurang, yang terbatas, yang sulit. Bagaimana jika kita lahir pada waktu dan tempat yang berbeda. Sungguh pemikiran yang membuat suatu kesadaran, kita hampir tidak punya pilihan tentang bagaimana cara dilahirkan dan menjalani kehidupan. Entahlah. Catatan ini akan aku bagi saja, dan aku, melanjutkan perjalanan.
Bagaimanakah Cara Memesan Takdir?
Lembar lembar dibalik, mempertanyakan tentang yang telah dituliskan, dan hal hal yang masih mungkin diubah. Pertanyaan-pertanyaan datang dan jadi hantu di malam malam yang panjang dan sepi. Sungguh, sulit juga menjadi manusia. Berada di simpang ingin dan hasrat masih ingin terus maju berusaha, tetapi juga enggan dan menetap di tempat yang nyaman saja.
Bagaimanakah cara memesan takdir? apakah dengan berdoa sepanjang waktu, sepanjang malam, atau dengan banting tulang meminta dan merampas yang di depan mata. Atau pula mencari orang dalam yang bisa dengan cepat mengabulkan keinginan.
Lantas, bagaimana jika setelah terwujud, takdir tak datang sesuai pesanan?
Wednesday, January 16, 2019
Antara Pekerjaan dan Yang Harus Dilakukan
Sebagai orang yang tidak punya ambisi yang terlalu dan tidak punya bayangan mau jadi apa ke depan, bekerja bagiku adalah melakukan sesuatu, bertahan hidup dengan menyanggupi dan mengerjakan hal hal yang tidak ingin kita lakukan tapi bisa kita lakukan.
Berusaha tidak terlalu berada di antara mengeluh akan pekerjaan, membuat kekacauan dan menjadi membosankan termakan pekerjaan yang tidak menantang. Kadang-kadang, di antara orang-orang yang mengeluhkan pekerjaan yang menghabiskan banyak waktu aku kembali mempertanyakan, siapa yang sebenarnya diselamatkan dalam kesibukan-kesibukan pekerjaan?
Sebelum, Selamanya
yang menanti, aku
yang kau kunjungi, dia
dulu kau pernah berkata
kata kata yang indah
untuk sebuah masa depan kecil
dan berbahagia
dulu aku pernah bermimpi
masa depan yang terang
dan tiada sepi lagi
mungkin hujan dan lagu adalah
mesin waktu
memutarkan kenangan-kenangan
hingga hujan semakin deras
menangisi kehilangan dan kepergian
setelah membuat tangis
semesta akan menenangkan
rangkul dan peluklah kenangan
kemudian leburlah dalam waktu
suka dan duka mungkin suatu kali
akan datang lagi beriringan.
Saat Hujan
yang jatuh hujan,
yang cecer rindu
hei, apa kabarmu
ingin aku bisikkan kepada bulir hujan yang jatuh
hei, aku rindu
Sunday, January 13, 2019
Luka Luka
the worst type of pain is not expressed in tears, or in fears.
its the pain so deep we go silent on it.
@poemsporn_
its the pain so deep we go silent on it.
@poemsporn_
Masih
Masih tidak punya hati, untuk lembut dan memaksa diri memahami.
Masih tidak punya hati, tidak ingin jatuh sendiri.
Masih tidak punya hati, untuk tega terhadap kerelaan sendiri.
Masih tidak punya hati, tidak ingin merasa sendiri.
Masih tidak punya hati, tidak ingin jatuh sendiri.
Masih tidak punya hati, untuk tega terhadap kerelaan sendiri.
Masih tidak punya hati, tidak ingin merasa sendiri.
Kau dan hal hal yang tidak dimengerti
Apa rasanya benar-benar tidak tahu apa isi kepala seseorang, atau aku hanya tidak ingin melihat? mengapa semuanya rasanya begitu janggal dan tidak nyaman. Mengapa aku masih tidak bisa mengerti?
Di ambang batas aku tidak tahu harus bagaimana, racun yang sudah terlalu dalam masuk ke urat nadi. Aku, hanya pengecut yang selalu meminta lagi.
Bagaimana cara menghentikan perasaan? Kuharap semudah menekan tombol- begitu pula dengan keberanian yang sedikit-sedikit aku kumpulkan. Untuk bisa melanjutkan perjalanan.
Bagaimana caranya mengerti hal hal yang tidak dimengerti? Bagaimana caranya mengakhiri perasaan yang lama lama tersimpan di hati? Sudah cukup dewasakah untuk mengerti dan jujur mengungkapkan isi hati?
.
.
.
Now Playing : Kunto Aji - Rehat
Saturday, January 12, 2019
Ketidakberuntungan
Bagaimanakah caranya menghitung keberuntungan? hanya kebetulan? atau peruntungan dari probabilitas kegagalan yang panjang?atau rasa tak imbang dari semesta yang lebih sayang?
Bagaimanakah caranya mengukur keberuntungan? apakah dengan membandingkannya dengan kemalangan-kemalangan?
Maka mungkin cuma perspektif, yang bisa menempatkan letak hingga kemana saja, atas, bawah hingga melayang. Lantas jika hidup adalah perspektif yang tanpa ruang, bagaimana kita merasakan keberuntungan?
Apakah dari penyeimbang, nasib teman di lingkungan kebanyakan, statistik kemungkinan dan kecenderungan pengalaman. Jangan jangan keberuntungan bukanlah takdir, tapi tata letak dan tempat yang tepat.
Mampukah bersyukur dari apa-apa yang menyalahi aturan, menolak yang sepantaran, tapi diam-diam rupanya mampu genap membahagiakan?
Recently List:
Music : Jason Ranti - Variasi Pink
Movie : Encounter
Book : Assymetry - Lisa Halliday
Friday, January 11, 2019
Bandersnatch
Kadang, rasanya ingin bertanya-tanya, meskipun tidak tahu kepada siapa, apakah kita benar-benar memiliki pilihan dalam hidup? Sebelum menonton bandersnatch, aku ingat pernah menonton sebuah film yang sungguh berkesan, tentang seseorang yang memiliki kemampuan untuk menjelajah waktu, time traveler. Dia bisa mengulang-ulang waktu, mencoba berbagai kemungkinan hingga akhirnya dia bisa mendapatkan wanita yang dia inginkan, meskipun kalau tidak salah akhirnya itu tidak berhasil juga.
Kemudian dia mencoba lagi mengulang-ulang waktu, untuk bisa memperbaiki kesalahan yang dia perbuat, untuk bisa membahagiakan orang yang dia sayangi. Tetapi kemudian hal itu malah mengantarkannya kepada pilihan-pilihan yang lain. Hingga akhirnya ia sadar dan berhenti memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dia buat, berusaha menjalani kehidupan pada saat ini dengan sebaik-baiknya. Menjadi manusia.
Dalam malam-malam ketika aku sulit tidur, semua kesalahan dan alpa yang dibuat, seakan menjadi hantu, dalam andai-andai. Andai saja aku bisa melakukan hal yang lebih baik, andai saja aku tidak kehilangan. Andai saja semuanya masih bisa diperbaiki.
Pertanyaan-pertanyaan yang masih tertinggal, yang masih belum ditanyakan, yang sudah terlewat waktu. Harapan-harapan kecil bahwa akan ada kesempatan kedua, bahwa kita bisa memperbaiki yang sudah tiada.
Beberapa orang hadir, dan memberikan warna, kemudian selepas mereka pergi, rasanya hidup berhenti berwarna, tinggal abu-abu. Rasanya masih belum rela melepas, dan sungguh percaya setiap orang yang hadir tidak akan menetap sepanjang yang kita ingat. Semuanya akan pergi, berganti, dan bahkan kita pada akhirnya akan ditinggal sendiri.
Bermimpi bahwa ini hanya kisah fiksi dimana pemeran utama pada akhirnya akan kembali bersama. Lupa kalau ini nyata, kita hanya manusia, yang sebenarnya akhirnya tidak akan memiliki arti apa-apa. Akan mati, terlupa, dan sia-sia. Lupa bahwa bisa saja hasil akhir mengkhianati proses, bahwa apa yang diupayakan mungkin akan menyengsarakan, lupa bahwa yang benar-benar kita cintai sepenuh hati, bisa saja tidak balas mencintai sama seperti yang kita rasa.
Terkadang kita bisa lupa, dan butuh ditampar berkali-kali dengan realita, biar berjejak. Biar ingat. Kalau bumi tidak berporos pada diri sendiri saja. Agar belajar mengalah dan menyerah, menundukkan ego dan berdamai, dengan kekalahan sendiri, dengan takdir sendiri, dengan luka sendiri.
Tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Kalah juga tidak apa-apa.
.Tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Kalah juga tidak apa-apa.
.
.
Now Playing : Kotak - Pelan - Pelan Saja
Watching : Bandersnatch - Black Mirror s05e01
Thursday, January 10, 2019
Sepi
Kembali lagi membaca buku-buku, menyibukkan diri, baru hari kesepuluh, masih 3 minggu ke depan aku akan mulai bingung, akan melakukan apa lagi. Beberapa to do list sudah disusun, tapi rasanya, masih saja ada yang kosong.
Begitukah rasanya pernah begitu penuh hingga ketika ada bagian yang hilang, rasanya waktu demi waktu hanya habis begitu saja? Kemauan masih sedikit kurang untuk melakukan hal-hal yang lebih baik, lebih sibuk. Bertanya-tanya apakah ada orang lain yang merasa sesepi ini, bukan, bukan tidak memiliki orang lain dalam hidup, hanya saja... Sepi.
Umur belum lagi berabad-abad tetapi pikiran sudah malas bergerak, evaluasi dalam 10 hari di tahun 2019 ini membuatku gamang. Kapal memang sudah seharusnya berlayar, tidak terombang-ambing dan menyerah kalah pada gelombang lautan, bukan?
Rasa sepi hari ini adalah tanda peringatan bahwa sudah saatnya mengisi kekosongan dengan peluh, dengan berjuang, agar nanti sepi tidak lagi begitu terasa. Biar lubang yang menganga bisa ditambal dan tak lagi menganga. Biar nanti waktu melaju dan sauh bisa kusimpan, agar tidak alpa, rehat selesai sudah.
Subscribe to:
Posts (Atom)



















