Friday, March 8, 2019

Applied Research Method #bookreview


Buku Bab I Applied Research Methods in Public and Nonprofit Organizations

Author : Mitchell Brown and Kathleen Hale

Proses Penelitian
Proses Penelitian adalah hasil dari kombinasi ide yang baik dan pertanyaan mengenai teori dan praktek, sistematis dan pengumpulan data yang layak dan analisa, serta komunikasi mengenai hasil dengan langkah-langkah yang terdiri dari:
1.      Membentuk ide dan pertanyaan penelitian
2.      Pengembangan Teori dan Hipotesis
3.      Melakukan konstruksi desain penelitian sebagai perencanaan pengelolaan data dan analisis
4.      Implementasi desain penelitian melalui pengumpulan data
5.      Menganalisis data
6.      Membentuk kesimpulan dan memaparkan penelitian
Pada akhirnya semuanya adalah tentang bagaimana mengoperasionalkan, mengukur dan mengumpulkan data, terutama data yang relevan dimana dapat terbagi menjadi data primer dan data sekunder, kemudian kita menganalisis dan memandingkan hasil dari hipotesis yang telah kita ambil di awal. Dimana hasil yang diperoleh antara lain mengenai teori yang kita uji coba atau sesuai dengan teori yang kita bangun.  Teknik yang dilakukan untuk menganalisis data tergantung dari data yang dikumpulkan.  Tahap akhir dari proses melibatkan hasil interprestasi data lewat analisis dan bagaimana cara kita menyampaikan mengenai hal tersebut agar dapat lebih memahami permasalahan tersebut, meningkatkan kebijakan dan program yang akan dilakukan dan melengkapi teori.

Konteks Penelitian Terapan
Adapun terdapat perbedaan antara penelitian terapan dan penelitian dasar. Dalam penelitian dasar memiliki tujuan untuk menyempurnakan pengetahuan dan melihat hubungan antara konstruksi teori dan variabel yang terkait, sedangkan penelitian terapan memiliki tujuan untuk memahami dan memecahkan masalah yang nyata, seperti mengenai bagaimana merancang program baru atau memodifikasi program yang sedang berjalan.
Terdapat pula enam kerangka umum dalam proses penelitian, pertama, memperhatikan analisis empiris, yaitu yang berbasis analisis dari bukti mengenai bagaimana hal tersebut sebenarnya, atau bukti nyata, kedua, bahwa pengetahuan itu falsifiabilitas, yaitu dapat dibuktikan salah atau tidaknya, ketiga, hipotesis harus berdasarkan dari pengamatan sistematis dan pengumpulan data, keempat, seluruh proses penelitian dan penemuan dapat dijelaskan/dikomunikasikan, kelima, penelitian harus bersifat umum/generl dan keenam, penelitian dapat dijelaskan secara sederhana dan terus terang atau ringkas.

Administrasi Publik, Kajian Nonprofit dan Bidang Lainnya
            Administrasi publik, lebih memperhatikan desain dan penyampaian mengenai keputusan kebijakan publik dalam lingkup publik, dimana mencakup pula administrasi dan kebijakan pada lokal, negara, nasional atau level antar bangsa.  Melalui buku ini pula, didefinisikan pelayanan publik yang mencakup instansi publik, organisasi nonprofit dan bidang lainnya, karena sebenarnya pemerintah dan organisasi nonprofit tidak dapat dipisahkan dalam memenuhi kebutuhan publik. 
            Pertanyaan yang muncul adalah seputar desain kebijakan, implementasi dan evaluasi yang juga terkait dengan subbidang kebijakan publik dan analisis kebijakan.  Kebijakan publik fokus kepada faktor politik dan ekonomi yang membentuk formulasi kebijakan, pembuatan keputusan publik dan analisis tahap pembentukan kebijakan publik.  Sehubungan dengan itu, subbidang analisis kebijakan fokus terhadap analisis sistematis dari alokasi sumber daya dan evaluasi output dan outcome.  Keduanya mempertimbangkan menekankan pada penerapan pemecahan masalah dan analsisnya.
Literasi Informasi
            Literasi informasi adalah memahami jenis informasi apa yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah.  Selain itu termasuk pula bagaimana menemukan informasi, mengetahui kualitas informasi, mampu membaca dan memahami informasi dan memahami konteks informasi.  Hal tersebut merupakan aspek yang penting dalam memahami dunia kontemporer pada saat ini, dimana perubahan teknologi membuat informasi dapat dengan mudah diakses oleh hampir semua orang, tetapi juga memiliki kelemahan yaitu tidak semua orang memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk membedakan kebenaran informasi yang tersedia sehingga harusnya dapat dilihat dari otoritas pihak lain untuk menganalisis dan menafsirkan informasi.
Dimana menurut universitas dan perguruan tinggi, terdapat lima standar untuk menentukan kemampuan literasi yaitu :
1.      Memahami sifat dan kuantitas informasi yang dibutuhkan untuk tugas yang berbeda;
2.      Akses yang efektif dan efisien;
3.      Mampu mengevaluasi informasi dan menggabungkannya untuk memperluas pengetahuan;
4.      Mampu menggunakan informasi untuk menyelesaikan tugas tertentu, dan;
5.    Menggunakan informasi secara etis dengan pemahaman yang menyeluruh mengenai implikasi dari informasi tersebut.

Kualitas Informasi dan Tipe-Tipe Sumber
Pada masa sekarang, hampir semua orang memiliki akses terhadap sumber informasi, namun untuk mengembangkan literasi informasi adalah memahami bagaimana mengidentifikasi informasi yang berkualitas.  Informasi yang berkualitas adalah informasi yang akurat secara faktual, berasal dari sumber yang kredibel melalui proses publik dan transparan, dan diproduksi menggunakan teknik yang ketat dan standar yang mematuhi etika yang sesuai standar.
 Salah satu pendekatan untuk memikirkan tentang kualitas berbagai sumber informasi adalah membagi mereka menjadi dua kelompok: ilmiah dan populer. Informasi berkualitas tertinggi di akademisi, atau pekerjaan berbasis universitas, adalah ditemukan dalam jurnal peer-review. Ulasan rekan berarti bahwa pekerjaan dievaluasi oleh para ahli anonim sebelum penerimaan untuk publikasi.  Selain dari universitas, surat kabar dan majalah juga dapat digunakan sebagai sumber informasi, meskipun sebagian besar jurnalis mematuhi standar jurnalistik, namun terdapat pula hierarki kualitas antara surat kabar dan majalah, sehingga yang menjadi pertimbangan adalah tingkat kepercayaan yang diberitakan pada outlet tertentu.  Selain itu terdapat pula publikasi dan informasi pemerintah yang dihasilkan oleh organisasi nonprofit, kelompok kepentingan dan lembaga think-tank (wadah pemikir) yang sulit pula untuk menilai kualitas informasinya, yang dapat menjadi pertimbangan adalah mempertimbangkan alasan atau motivasi yang mempengaruhi pembuatan informasi tersebut.

Menemukan Kualitas Informasi Yang Tinggi
Hari ini, pencarian informasi berkualitas tinggi kemungkinan besar akan dimulai dengan Internet dan daftar basis data yang dikurasi yang mengandung artikel-artikel ilmiah. Seperti Google Scholar, JSTOR, atau Penyimpanan Jurnal, yang menawarkan pencarian ribuan teks lengkap jurnal edisi terbaru dan edisi terakhir. Indeks Sitasi Ilmu Sosial adalah tersedia melalui layanan berlangganan ISI Web of Science. The Social Science Jaringan Penelitian menyediakan akses ke artikel akademik dalam ilmu sosial dan kemanusiaan; artikel diposting oleh penulis dan dapat diunduh dengan biaya tambahan melalui pelanggan institusional. Pencarian untuk undang-undang dan peraturan mungkin untuk fokus pada database hukum. LexisNexis dan Westlaw adalah dua langganan semacam itu jasa. Layanan ini dan lainnya menyediakan akses ke kasus federal dan negara bagian hukum, artikel tinjauan hukum, risalah, dan beasiswa hukum lainnya, serta berita artikel. Ensiklopedi yang diterbitkan oleh akademis atau penekanan serupa lainnya juga bisa memberikan rangkuman yang bermanfaat tentang keadaan umum lapangan pada suatu topik tertentu (untuk contoh, evaluasi program atau identifikasi pemilih). Ensiklopedia Publik Administrasi dan Kebijakan Publik (Berman 2007) adalah salah satu contoh tujuan umum, ensiklopedia peer-review yang menyediakan perkenalan panjang artikel tentang a berbagai macam tema dan subbidang.
Penting untuk dicatat bahwa tidak ada satu sumber informasi yang akan memenuhi semuanya penelitian kami perlu untuk pengembangan teoritis, pendekatan metodologis, atau data. Kami harus mengumpulkan banyak sumber informasi dan mensintesis teori, metode, sumber data, dan temuan. Yang penting adalah yang kita kumpulkan dan gunakan informasi akurat yang secara kolektif mencerminkan gambaran lengkap yang relevan masalah dan data, dan bahwa kita mengakui berbagai bias dan perspektif terkandung di dalamnya.

Nilai, Kepercayaan, dan Kepastian dalam Disiplin Terapan
Manusia, selalu menjadi dunia yang dipelajari melalui riset terapan, nilai-nilai dan keyakinan selalu dimasukkan ke dalam analisis dalam beberapa cara. Bidang administrasi publik, studi nonprofit, kebijakan publik, dan kebijakan analisis khususnya berkaitan dengan nilai dan keyakinan dari dua yang berbeda perspektif yang terkait dengan lembaga-lembaga Amerika. Satu perspektif adalah tercermin dalam proses keputusan dan hasil proses politik. Sebagai konsekuensinya, sebagian besar debat kebijakan tercermin dari dua perangkat persaingan yang luas nilai-nilai; nilai-nilai ini biasanya tercermin dalam posisi keduanya partai politik besar (meskipun itu tidak selalu terjadi). Mayoritas politik secara terus-menerus dikonfigurasikan melalui proses pemilihan yang konstan; hari ini pandangan mayoritas mungkin pandangan minoritas politik di masa depan.
Beberapa saat ini terlibat dalam mencari masalah dan masalah, dan beberapa akan terlibat di masa depan. Para juara, penantang, penonton, dan pendukung ini mencerminkan nilai dan keyakinan yang berbeda tentang bagaimana masalah publik didefinisikan dan tentang cara-cara untuk mengatasi kondisi tertentu; interaksi ini nilai dan keyakinan adalah aspek penting dari inovasi kebijakan publik (Hale 2011).

Teori Utama dan Teori Sekunder
      Dalam politik Amerika umumnya, para sarjana cenderung bekerja di salah satu dari dua "sekolah," tradisi, atau teori besar, yang disebut sebagai behaviorisme dan institusionalisme. Behavioralists mengajukan pertanyaan tentang politik perilaku dalam konteks Amerika — misalnya, "Apakah masalah pemungutan suara?" sedangkan institusionalis mengajukan pertanyaan tentang bagaimana institusi utama Amerika politik beroperasi dan mengajukan pertanyaan seperti “Peran apa yang dimainkan komite pembuatan undang-undang kongres?.”
Studi tentang pelayanan publik melibatkan kedua sekolah tersebut berpikir, dan penelitian terapan tentang pelayanan publik melihat pada kedua perilaku dan pengaturan kelembagaan. Dalam pelayanan publik, satu ketegangan sentral terletak di antaranya keinginan normatif untuk memisahkan praktik administrasi publik dari nilai-nilai jenis apa pun, termasuk pengaruh politik, dan keharusan konstitusional untuk rekonsiliasi kebijaksanaan administratif (birokrasi) dengan nilai publik yang dapat diubah.
Terkait, ulama organisasi nirlaba prihatin dengan teori amal, komunitas, dan ruang sipil. Tapi, sebagai ilmuwan sosial, kita cenderung menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkembang teori tingkat menengah yang menjelaskan fenomena tertentu. Di sisi lain, ruang publik secara umum, sarjana dan praktisi prihatin dengan kerja sama, kolaborasi, dan hubungan timbal balik serta kinerja dan akuntabilitas. Mengembangkan teori yang menjelaskan konsep-konsep ini dan lainnya untuk menghasilkan yang bermanfaat, dapat diuji hipotesa, atau tebakan terbaik kami tentang bagaimana dan mengapa fenomena ysng diselidiki beroperasi. Hipotesis ini kemudian dikembangkan untuk mendapatkan kemungkinan terbaik desain penelitian untuk mengumpulkan data untuk menguji pertanyaan penelitian.

Perbandingan Kasus
Setiap kasus adalah contoh khas dari riset terapan. Tiga dari studi itu diarahkan untuk menyelesaikan pertanyaan terapan tertentu, dan dua studi itu dimulai sebagai studi penelitian dasar yang menghasilkan temuan berguna untuk, dan digunakan oleh, praktisi. Meskipun materi pelajaran sangat bervariasi di seluruh kasus, kasusnya bersandar kuat pada metode campuran dan kombinasi induktif dan deduktif proses berpikir. Pendekatan gabungan ini sangat cocok untuk pertanyaan penelitian terapan.

Etika dan Pengkajian Kelembagaan
Seringkali ketika kita melakukan penelitian, kita melibatkan subyek manusia dalam satu cara atau yang lain. Ketika berhadapan dengan subyek manusia, ada dua kekhawatiran peneliti perlu memikirkan secara bersamaan. Yang pertama adalah apakah yang kita rencanakan etis pada tingkat dasar. Yang kedua melibatkan aturan-aturan institusional yang diatur oleh Institutional Review Board (IRB) tentang apakah dan bagaimana mendapatkan izin untuk melakukan penelitian kami.
Singkatnya, fokus pada etika dalam penelitian adalah tanggapan terhadap riset yang mengerikan dilakukan oleh para ilmuwan di berbagai titik dalam sejarah terakhir, terutama Nazi percobaan selama Perang Dunia II dan proyek-proyek seperti sifilis Tuskegee bereksperimen di Amerika. Kondisi tersebut akhirnya merefleksikan informed consent, yaitu pengetahuan peserta tentang tujuan dan harapan proyek penelitian di mana mereka diminta untuk berpartisipasi, dan partisipasi yang bebas dan bersedia dengan kesempatan untuk berhenti berpartisipasi di setiap titik untuk alasan apa pun.
Pemerintah AS memiliki pedoman yang jelas yang mengatur subjek manusia penelitian, berdasarkan tiga prinsip:Beneficence, yaitu — memaksimalkan hasil positif untuk kemanusiaan sambil meminimalkan membahayakan, menghormati subjek — termasuk perlindungan otonomi mereka dan, dalam beberapa kasus, anonimitas dan keadilan — memastikan bahwa penelitian tidak mengeksploitasi orang lain.

Perhatian Spesifik Pada Administrasi Publik dan Kajian Nonprofit
            Terdapat contoh kasus yang mempresentasikan pertimbangan etis tertentu yang umum untuk riset terapan, yaitu menilai kebutuhan di seluruh negara bagian dengan melakukan wawancara dengan wanita usia enam puluh lima tahun dan lebih tua, dalam menjadwalkan wawancara, terdapat pula kemungkinan kehadiran pewawancara akan mengganggu jadwal harian mereka sehingga menjadi penting kepada wanita tersebut untuk membaca dan mengisi formulir persetujuan untuk menjelaskan proyek dan haknya dalam wawancara.  Sehingga yang diwawancarai juga dapat memiliki pilihan untuk melakukan wawancara maupun tidak melakukan wawancara.

Evaluasi Program Nasional
Karena tujuan dari program nasional evaluasi adalah untuk menilai kapasitas organisasi yang bertentangan dengan pengalaman dan hasil dari korban kekerasan antarpribadi, yang menjadi perhatian etisminimal. Kami ingin memastikan bahwa organisasi akan dilindungi jika negatifinformasi keluar tentang struktur organisasi mereka, sumber daya, dan kapasitas, sehingga dalam pelaporan publik kami sepakat untuk menggambarkan karakteristik umum organisasi dan memberi mereka nama alternatif.
Tidak terkait dengan studi kapasitas, bagian lain dari evaluasi diidentifikasi praktek yang berpotensi tidak etis pada bagian dari salah satu penerima selama kursus pengumpulan data, dan tim evaluasi setuju untuk segera mengubah informasi ini ke Departemen Kehakiman, yang kemudian mengambil langkah yang tepat untuk memperbaiki situasi. Di sini kami menemukan pertanyaan etis: Jika bahaya bisa datang kepada peserta studi dari praktik organisasi, apa langkah yang benar untuk kami sebagai pengamat luar yang melakukan penelitian yang tampaknya netral dan bebas-nilai?
Melakukan kami mematuhi janji kerahasiaan kami untuk organisasi dalam penelitian, atau apakah kami melaporkan temuan kepada penyandang dana, mengidentifikasi organisasi? Jika kami melaporkan temuan kepada penyandang dana, apakah kita melakukannya segera atau setelah masa studi? Keputusan kami adalah bahwa keamanan peserta penelitian lebih penting daripada "integritas" kami sebagai peneliti, dan dengan demikian kami segera menginformasikan kepada penyandang dana dari temuan kami.

Pohon Keputusan
Merencanakan proyek riset terapan melibatkan banyak pertimbangan, seperti yang kita miliki mulai dibahas dalam bab ini. Keputusan berlimpah di setiap belokan di dalam desain, implementasi, dan analisis bahkan proyek yang paling sederhana sekalipun. Sebagai peneliti, kami
pada dasarnya memiliki kontrol penuh atas bagaimana penelitian dirancang, dijalankan, dan dianalisis. Variasi yang tak terbatas ini bisa luar biasa, namun pilihan yang kita buat adalah jantung penemuan. Kami telah menemukan bahwa mengajukan beberapa pertanyaan langsung dapat membantu mengatur pikiran dan upaya kami di seluruh perusahaan penelitian; kita menyajikan pertanyaan-pertanyaan ini dalam bentuk pohon keputusan di seluruh buku.

Pertimbangan Keputusan Penelitian
Proses IRB berfokus pada keputusan etis tentang pengumpulan dan perlindungan data hak-hak subyek manusia. Meskipun masing-masing lembaga memiliki persyaratan internal dan jadwal untuk ditinjau dan juga proses untuk mempertimbangkan penelitian yang dapat dibebaskan dari tinjauan. Sebaliknya, pada keputusan utama yang memandu apakah tinjauan IRB diperlukan dan apakah tinjauan itu kemungkinan besar akan menjadi tinjauan dewan penuh atau beberapa bentuk tinjauan yang dipercepat. Ulasan yang dipercepat dapat menjadi pilihan jika data terkait kegiatan organisasi dan program pemerintah.

Kesimpulan
Dalam bab ini memuat tentang gambaran umum proses penelitian dan konsep dari upaya penelitian yaitu kualitas penelitian, tahapan proses penelitian dan interatif, refleksif sifat proses yang melibatkan umpan balik dan revisi. Bahwa dalam penelitian juga harus mempertimbangkan etika dan peninjauan dari kelembagaan. Begitu pula mengenai konteks dasar dari riset terapan yang berdasarkan pertanyaan penelitian yang menjembatani banyak disiplin dan bidang studi yang fokus pada pelayanan publik dimana juga dianggap penting untuk memperhatikan nilai, keyakinan dan persepsi dalam mempelajari kondisi manusia untuk mengatasi masalah sosial yang ada.

Wednesday, March 6, 2019

Regulasi, Kapasitas dan Kolaborasi Untuk Perlindungan Pekerja Perempuan dan Anak di Industri Sawit









Regulasi, Kapasitas dan Kolaborasi
Untuk Perlindungan Pekerja Perempuan dan Anak di Industri Sawit

Ringkasan Eksekutif
            Kurangnya regulasi, kapasitas dan kolaborasi untuk perlindungan pekerja perempuan dan anak di Industri Sawit dapat menjadi hambatan dalam memperkuat perekonomian serta menciptakan iklim usaha yang baik menuju industri berkelanjutan.  Permasalahan yang menjadi sorotan laporan lembaga internasional, dikhawatirkan akan mengganggu ekspor dan kemajuan dalam industri sawit ini sendiri. 
            Terdapat 3 masalah yang digarisbawahi sesuai dengan laporan-laporan tersebut, yaitu mengenai perlindungan terhadap pekerja perempuan dan anak, peraturan yang belum mampu mencakup dan menjangkau kepentingan pekerja, serta kerugian dan pelanggaran hak terhadap pekerja perempuan dan anak.
Pendahuluan
Industri Sawit merupakan keterkaitan kepentingan antara pekerja/buruh dengan pengusaha, sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat, bahkan perselisihan antara kedua belah pihak. Sebagian besar kasus terjadi karena keadaan ketenagakerjaan yang belum ditetapkan baik dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama maupun peraturan perundang-undangan maupun pemutusan hubungan kerja. Kemudian terkait status buruh/pekerja di perkebunan kelapa sawit, terdiri dari buruh tetap (Syarat Kerja Utama/SKU), buruh berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Buruh Harian Lepas (BHL) dan Kernet (Koalisi Buruh Sawit, 2018). Adapun yang mendapatkan hak jaminan sosial, perlengkapan kerja, tunjangan tetap dan berserikat hanyalah buruh SKU, sedangkan buruh dengan status PKWT, BHL dan kernet tidak mendapatkan hak tersebut. Sedangkan, menurut Sawit Watch, 2016 sebanyak 70% pekerja di sektor perkebunan sawit merupakan buruh harian lepas (BHL).
            Sebagai penyumbang devisa negara tahun 2016 sebesar 239,4 triliun, ekspor sawit pada Januari-Desember 2016 sebesar 17,8 miliar dolar, yang jauh lebih besar dibanding ekspor non sawit yaitu 8,62 miliar dolar serta penyerapan tenaga kerja sebesar 8,4 juta orang di tahun 2015. Serta sebanyak 15-20 juta orang yang terlibat serta peran besarnya untuk perekonomian Indonesia, sudah saatnya Pemerintah lebih memperhatikan dan memberikan perlindungan yang layak terhadap buruh/pekerja khususnya perempuan dan anak yang terlibat dalam industri ini.
Deskripsi Masalah
Perlindungan pekerja anak dan perempuan di Indonesia merupakan salah satu isu yang penting untuk segera ditindaklanjuti, terkait Laporan Amnesty Internasional Tahun 2016 mengenai indikasi eksploitasi perempuan dan anak sebagai pekerja perkebunan yang membahayakan kesehatan dan keselamatannya dikarenakan lingkungan kerja dan tempat tinggal pekerja sawit yang buruk dan upah yang rendah di salah satu perusahaan perkebunan sawit multinasional . Dalam Laporan UNICEF 2016, disebutkan bahwa 4 juta orang perempuan dan 5 juta anak diperkirakan bekerja di perkebunan sawit di Indonesia.
Hal ini, juga terkait dengan peraturan yang belum mampu mewakili seluruh kondisi yang ada, khususnya dalam industri sawit, dimana 70% pekerja di sektor perkebunan sawit merupakan buruh harian lepas (BHL), kemudian dengan adanya Kernet/Tukang Berondol, yaitu istri dan anak atau orang lain yang dibayar oleh permanen/asisten untuk bekerja membantu dan tidak memiliki hubungan kerja dengan perusahaan, sehingga status mereka tidak diakui karena kernet direkrut dan diupah oleh buruh panen (Koalisi Buruh Sawit, 2018). Perlindungan dan kepentingan terhadap BHL dan Kernet tersebut, belum dijelaskan secara spesifik dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 100 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PPKWT) sehingga sulit untuk diorganisir dan diawasi.
             Perempuan dan anak, adalah pihak yang paling dirugikan oleh status hubungan kerja tersebut, pada perempuan terdapat resiko kesehatan karena bersentuhan langsung dengan bahan kimia, karena sebagian besar perempuan terlibat pada proses pemupukan dan pemberantasan hama, serta hak cuti haid, cuti maternitas, cek kesehatan rutin, MCK layak dan laktasi juga tidak disediakan di lingkungan perkebunan, yang juga rentan akan pelecehan dan kekerasan fisik karena lokasi yang terisolir dan kurangnya perhatian perusahaan dan pengawasan pemerintah akan hal tersebut. Sedangkan dengan pekerja anak, sudah termuat jelas dalam Undang Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan bahwa batas minimal anak berumur 13-15 tahun, yang hanya boleh melakukan pekerjaan ringan dengan maksimal waktu 3 jam perhari, ijin orang tua dan tidak mengganggu secara psikologis.
Rekomendasi Kebijakan
Terdapat tiga hal yang perlu direkomendasikan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah untuk mengatasi permasalahan pekerja perempuan dan anak pada perkebunan sawit di Indonesia, yaitu mengenai regulasi, kapasitas dan kolaborasi, dengan alternatif sebagai berikut:
1.    Terhadap ketiadaan peraturan khusus pekerja/buruh perkebunan kelapa sawit, khususnya terhadap buruh dengan status PKWT, BHL dan Kernet direkomendasikan untuk menyusun dan membentuk regulasi yang melindungi pekerja/buruh khususnya perempuan sehingga dapat tercipta pekerjaan yang layak dalam sektor perkebunan kelapa sawit menuju industri yang berkelanjutan.
2.    Terhadap kurangnya pengetahuan dan kapasitas pekerja/buruh khususnya perempuan dan anak agar Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja, Pertanian dan Perindustrian dapat melakukan sosialisasi, edukasi maupun pendampingan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas pekerja/buruh sehingga mengetahui apa saja yang menjadi hak dan kewajibannya serta bagaimana cara mengakses perlindungan melalui advokasi dan serikat pekerja/buruh dan memperjuangkan haknya dalam forum lembaga tripartit, yaitu lembaga bersama serikat pekerja/buruh, perusahaan dan pemerintah yang diwajibkan untuk dibentuk dalam UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang selama ini masih belum berjalan secara optimal.
3.    Terhadap perlindungan pekerja, dapat diantisipasi dengan memperluas kerjasama antara Pemerintah, Perusahaan, Serikat Pekerja/Buruh serta unsur-unsur masyarakat untuk dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran hak-hak pekerja/buruh khususnya terkait perempuan dan anak.

Kesimpulan
Momentum yang diharapkan adalah terjadinya perubahan terhadap strategi untuk melakukan kolaborasi lintas sektor yang dapat mewadahi semua stakeholder yang terlibat, baik kepentingan maupun tanggung jawabnya dalam menciptakan iklim yang baik dalam industri sawit. Sehingga kolaborasi tersebut dapat memperkuat keuntungan ekonomi di sektor kelapa sawit secara berkelanjutan, memperbaiki kondisi kerja dan kehidupan pekerja perkebunan yang layak serta memperbaiki citra sektor minyak sawit di Indonesia.
Adapun perubahan yang diharapkan adalah pada status pemenuhan hak pekerja PPWK, buruh harian lepas dan kernet, peningkatan pengetahuan dan kapasitas pekerja, serta perlindungan pekerja, khususnya perempuan dan anak.
Daftar Pustaka
International Labour Organization, 2018. Mempromosikan Kerja Layak di Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia, 16 Maret - Desember 2018.
Koalisi Buruh Sawit, 2018. Lembar Fakta Perlindungan Buruh Sawit Indonesia.
Perselisihan Hubungan Industrial. Konferensi Asosiasi Dosen Hukum Acara Perdata Universitas Tadulako Palu-Sulawesi Tengah, 12-14 September Tahun 2017.
Soleh, Ahmad. 2017. Masalah Ketenagakerjaan dan Pengangguran di Indonesia. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, Vol 6. No.2 Juli 2017, 83-92.
Sudiarawan, Kadek Agus. 2017. Optimalisasi Fungsi Lembaga Kerjasama Bipartit Sebagai Forum Komunikasi dan Konsultasi Antara Buruh dengan Pengusaha dalam Upaya Pencegahan
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Hubungan Industrial
Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan

Survey Kepuasan Pelayanan Keluarga Berencana







RT 02 Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung

Highlight of The Day: 
Listening to woman's suffering from using contraception because of : 
1. Lack of information, passive consultations and lack of awareness about the variety of contraception;
2.  Woman still use contraception based on 'trial and error' and how much they can deal with the pain before changing the tools.  Most woman are afraid because if they taking the pills it must consumed everyday, and if they wanna use an implant it must inject at their body and they dont really feel comfortable.

'No woman can call herself free who doesnt own and control her body- Sanger'

Friday, February 1, 2019

tentang Pontianak

Tentang pontianak, berbagai cerita. Ada hati yang patah, tapi masih keras kepala tak mau menyerah. Ada hati yang luka dan berdarah, tapi lebih senang menambal menyimpan resah. Ada kepala yang ramai, tapi diam diam terluka sendiri. Ada yang berbahagia dan jatuh cinta, meski tau tidak akan pernah sampai cinta ke pemiliknya. Ada yang senang menyebar bahagia, padahal hatinya luka-luka. Ada pula yang senang berpura pura, padahal sudah tak ada rasa di dalam hatinya. Ah, jangan jangan dia yang senang mematahkan hati, adalah yang pernah paling patah hatinya.

Selalu ada cerita yang bergulir, di remang remang kala cahaya mulai menghilang, senja hanya teduh sebentar, sebelum panas terik dan matahari yang membakar, kemudian dengan congkak pergi dengan malam yang dingin dan sepi.

Dalam tiap tiap cangkir yang diseduh ketika malam datang atau sebelum mentari datang, ada hati yang patah dan ingin kembali bertumbuh, berjanji akan kuat dan berlari, menjalani hari hari sepi, menjalani hari hari sendiri, bersama orang orang yang pernah patah hati.

Pontianak, 1 Februari 2019
19 of #360days

Tuesday, January 29, 2019

Yang Terbit, Yang Terbenam


Yang terbenam kali ini, harus merekah dan bangkit, untuk dirinya sendiri.  Yang telah mati kali ini, harus bangun dan beranjak, perjalanan masih akan diteruskan.  Demi yang nanti, akan terbit, untuk nanti, yang akan terbenam.  Semuanya akan tiba, pada waktunya.  Tidak akan lagi ditunggu, tidak akan lagi menunggu.  Semua ada masanya, semua ada waktunya.

Monday, January 28, 2019

Dan Matahari Pun Terbenam


Kadang angan-angan seperti busur panah yang melesat jauh, melampaui kekhawatiran-kekhawatiran.  Segala resah lebur bersama deru angin dan bau kebebasan di langit yang luas.  Segala kemungkinan secara ajaib berhamburan, meledak di semesta.  Jangan-jangan segala ketidakberuntungan dan resah hanya cara semesta menguji, sanggupkah bertahan sedikit lagi. Cahaya akan menyeruak, sekalipun malam datang dan segala gundah dan gelisah akan damai pula.  Sanggupkah kita menenangkan badai dan menunggu semuanya berlalu? Mampukah kita bersabar, sedikit lagi, menghadapi cobaan-cobaan kehidupan dan tersenyum tegar, sadar bahwa segelap apapun, cahaya akan menyeruak, merembes ke celah-celah kalbu, dan seperti harapan harapan yang akan bertunas kemanapun cahaya pergi, bahagiapun ternyata, bisa tumbuh dari gelap, bisa muncul dari tempat, yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.  Bertahanlah sedikit lagi, menunggu matahari, pagi akan datang dan esok, semuanya akan mulai bercahaya kembali. :)

Friday, January 25, 2019

Cerita Tentang Matahari


Ah, bagaimana caranya menceritakan matahari yang pernah datang, tidak disadari sampai akhirnya gelap datang, dan yang tersisa hanya senja untuk mengenang kenangan kenangan?

Hidup dan kesibukan kemudian datang bertubi-tubi, menenggelamkan dalam pikiran pikiran, aku menunggu dan ingin kau, datang lagi menyelamatkan.

Tapi masa telah berlalu, besok, matahari yang datang tidak lagi sama.  Menunggu, adalah bagian dari mencintai.  Besok, mungkin kau akan kutunggu lagi, sampai rasanya habis, sampai cintanya selesai. Sampai selesai, aku berjanji akan mencintaimu sampai selesai.

Wednesday, January 23, 2019

Yang Tersisa Dari Perjalanan


Ada yang membekas di ingatan pada tiap perjalanan yang mengesankan, kesempatan melihat orang-orang yang berbeda, tertawa dengan orang-orang yang berbeda, di tempat yang berbeda, terkadang menyisakan pertanyaan kepada diri sendiri, bagaimana jika kita adalah orang yang berbeda.  Yang kurang, yang terbatas, yang sulit.  Bagaimana jika kita lahir pada waktu dan tempat yang berbeda.  Sungguh pemikiran yang membuat suatu kesadaran, kita hampir tidak punya pilihan tentang bagaimana cara dilahirkan dan menjalani kehidupan.  Entahlah.  Catatan ini akan aku bagi saja, dan aku, melanjutkan perjalanan.

Bagaimanakah Cara Memesan Takdir?

Lembar lembar dibalik, mempertanyakan tentang yang telah dituliskan, dan hal hal yang masih mungkin diubah.  Pertanyaan-pertanyaan datang dan jadi hantu di malam malam yang panjang dan sepi. Sungguh, sulit juga menjadi manusia. Berada di simpang ingin dan hasrat masih ingin terus maju berusaha, tetapi juga enggan dan menetap di tempat yang nyaman saja.

Bagaimanakah cara memesan takdir? apakah dengan berdoa sepanjang waktu, sepanjang malam, atau dengan banting tulang meminta dan merampas yang di depan mata.  Atau pula mencari orang dalam yang bisa dengan cepat mengabulkan keinginan.

Lantas, bagaimana jika setelah terwujud, takdir tak datang sesuai pesanan?

Wednesday, January 16, 2019

Antara Pekerjaan dan Yang Harus Dilakukan



Sebagai orang yang tidak punya ambisi yang terlalu dan tidak punya bayangan mau jadi apa ke depan, bekerja bagiku adalah melakukan sesuatu, bertahan hidup dengan menyanggupi dan mengerjakan hal hal yang tidak ingin kita lakukan tapi bisa kita lakukan.

Berusaha tidak terlalu berada di antara mengeluh akan pekerjaan, membuat kekacauan dan menjadi membosankan termakan pekerjaan yang tidak menantang.  Kadang-kadang, di antara orang-orang yang mengeluhkan pekerjaan yang menghabiskan banyak waktu aku kembali mempertanyakan, siapa yang sebenarnya diselamatkan dalam kesibukan-kesibukan pekerjaan? 

Sebelum, Selamanya

yang menanti, aku 
yang kau kunjungi, dia

dulu kau pernah berkata
kata kata yang indah 
untuk sebuah masa depan kecil
dan berbahagia

dulu aku pernah bermimpi
masa depan yang terang
dan tiada sepi lagi

mungkin hujan dan lagu adalah 
mesin waktu

memutarkan kenangan-kenangan
hingga hujan semakin deras
menangisi kehilangan dan kepergian

setelah membuat tangis
semesta akan menenangkan
rangkul dan peluklah kenangan
kemudian leburlah dalam waktu

suka dan duka mungkin suatu kali
akan datang lagi beriringan.

Saat Hujan


yang jatuh hujan,
yang cecer rindu

hei, apa kabarmu
ingin aku bisikkan kepada bulir hujan yang jatuh
hei, aku rindu


Sunday, January 13, 2019

Luka Luka

the worst type of pain is not expressed in tears, or in fears.

its the pain so deep we go silent on it.

@poemsporn_

Masih

Masih tidak punya hati, untuk lembut dan memaksa diri memahami.
Masih tidak punya hati, tidak ingin jatuh sendiri.
Masih tidak punya hati, untuk tega terhadap kerelaan sendiri.
Masih tidak punya hati, tidak ingin merasa sendiri.

Kau dan hal hal yang tidak dimengerti

Apa rasanya benar-benar tidak tahu apa isi kepala seseorang, atau aku hanya tidak ingin melihat? mengapa semuanya rasanya begitu janggal dan tidak nyaman.  Mengapa aku masih tidak bisa mengerti? 

Di ambang batas aku tidak tahu harus bagaimana, racun yang sudah terlalu dalam masuk ke urat nadi.  Aku, hanya pengecut yang selalu meminta lagi.

Bagaimana cara menghentikan perasaan? Kuharap semudah menekan tombol- begitu pula dengan keberanian yang sedikit-sedikit aku kumpulkan.  Untuk bisa melanjutkan perjalanan.

Bagaimana caranya mengerti hal hal yang tidak dimengerti? Bagaimana caranya mengakhiri perasaan yang lama lama tersimpan di hati? Sudah cukup dewasakah untuk mengerti dan jujur mengungkapkan isi hati?
.
.
.
Now Playing : Kunto Aji - Rehat

Saturday, January 12, 2019

Ketidakberuntungan

Bagaimanakah caranya menghitung keberuntungan? hanya kebetulan? atau peruntungan dari probabilitas kegagalan yang panjang?atau rasa tak imbang dari semesta yang lebih sayang?

Bagaimanakah caranya mengukur keberuntungan? apakah dengan membandingkannya dengan kemalangan-kemalangan?

Maka mungkin cuma perspektif, yang bisa menempatkan letak hingga kemana saja, atas, bawah hingga melayang.  Lantas jika hidup adalah perspektif yang tanpa ruang, bagaimana kita merasakan keberuntungan?

Apakah dari penyeimbang, nasib teman di lingkungan kebanyakan, statistik kemungkinan dan kecenderungan pengalaman.  Jangan jangan keberuntungan bukanlah takdir, tapi tata letak dan tempat yang tepat.

Mampukah bersyukur dari apa-apa yang menyalahi aturan, menolak yang sepantaran, tapi diam-diam rupanya mampu genap membahagiakan?

Recently List:
Music : Jason Ranti - Variasi Pink
Movie : Encounter
Book : Assymetry - Lisa Halliday 

Friday, January 11, 2019

Bandersnatch

Kadang, rasanya ingin bertanya-tanya, meskipun tidak tahu kepada siapa, apakah kita benar-benar memiliki pilihan dalam hidup? Sebelum menonton bandersnatch, aku ingat pernah menonton sebuah film yang sungguh berkesan, tentang seseorang yang memiliki kemampuan untuk menjelajah waktu, time traveler.  Dia bisa mengulang-ulang waktu, mencoba berbagai kemungkinan hingga akhirnya dia bisa mendapatkan wanita yang dia inginkan, meskipun kalau tidak salah akhirnya itu tidak berhasil juga.  

Kemudian dia mencoba lagi mengulang-ulang waktu, untuk bisa memperbaiki kesalahan yang dia perbuat, untuk bisa membahagiakan orang yang dia sayangi. Tetapi kemudian hal itu malah mengantarkannya kepada pilihan-pilihan yang lain.  Hingga akhirnya ia sadar dan berhenti memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dia buat, berusaha menjalani kehidupan pada saat ini dengan sebaik-baiknya.  Menjadi manusia.

Dalam malam-malam ketika aku sulit tidur, semua kesalahan dan alpa yang dibuat, seakan menjadi hantu, dalam andai-andai.  Andai saja aku bisa melakukan hal yang lebih baik, andai saja aku tidak kehilangan.  Andai saja semuanya masih bisa diperbaiki.

Pertanyaan-pertanyaan yang masih tertinggal, yang masih belum ditanyakan, yang sudah terlewat waktu.  Harapan-harapan kecil bahwa akan ada kesempatan kedua, bahwa kita bisa memperbaiki yang sudah tiada.

Beberapa orang hadir, dan memberikan warna, kemudian selepas mereka pergi, rasanya hidup berhenti berwarna, tinggal abu-abu.  Rasanya masih belum rela melepas, dan sungguh percaya setiap orang yang hadir tidak akan menetap sepanjang yang kita ingat. Semuanya akan pergi, berganti, dan bahkan kita pada akhirnya akan ditinggal sendiri.  

Bermimpi bahwa ini hanya kisah fiksi dimana pemeran utama pada akhirnya akan kembali bersama.  Lupa kalau ini nyata, kita hanya manusia, yang sebenarnya akhirnya tidak akan memiliki arti apa-apa.  Akan mati, terlupa, dan sia-sia.  Lupa bahwa bisa saja hasil akhir mengkhianati proses, bahwa apa yang diupayakan mungkin akan menyengsarakan, lupa bahwa yang benar-benar kita cintai sepenuh hati, bisa saja tidak balas mencintai sama seperti yang kita rasa.

Terkadang kita bisa lupa, dan butuh ditampar berkali-kali dengan realita, biar berjejak. Biar ingat. Kalau bumi tidak berporos pada diri sendiri saja. Agar belajar mengalah dan menyerah, menundukkan ego dan berdamai, dengan kekalahan sendiri, dengan takdir sendiri, dengan luka sendiri.

Tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Kalah juga tidak apa-apa.
.
.
.
Now Playing : Kotak - Pelan - Pelan Saja
Watching : Bandersnatch - Black Mirror s05e01

Thursday, January 10, 2019

Sepi

Kembali lagi membaca buku-buku, menyibukkan diri, baru hari kesepuluh, masih 3 minggu ke depan aku akan mulai bingung, akan melakukan apa lagi.  Beberapa to do list sudah disusun, tapi rasanya, masih saja ada yang kosong. 

Begitukah rasanya pernah begitu penuh hingga ketika ada bagian yang hilang, rasanya waktu demi waktu hanya habis begitu saja?  Kemauan masih sedikit kurang untuk melakukan hal-hal yang lebih baik, lebih sibuk. Bertanya-tanya apakah ada orang lain yang merasa sesepi ini, bukan, bukan tidak memiliki orang lain dalam hidup, hanya saja... Sepi.

Umur belum lagi berabad-abad tetapi pikiran sudah malas bergerak, evaluasi dalam 10 hari di tahun 2019 ini membuatku gamang.  Kapal memang sudah seharusnya berlayar, tidak terombang-ambing dan menyerah kalah pada gelombang lautan, bukan?

Rasa sepi hari ini adalah tanda peringatan bahwa sudah saatnya mengisi kekosongan dengan peluh, dengan berjuang, agar nanti sepi tidak lagi begitu terasa.  Biar lubang yang menganga bisa ditambal dan tak lagi menganga.  Biar nanti waktu melaju dan sauh bisa kusimpan, agar tidak alpa, rehat selesai sudah.