Saturday, May 12, 2018

di ruang kelas

Pada ruang kelas, ketika sebagian besar komunikasi dilakukan satu arah pada saat jam belajar mengajar.  Aku melihat beberapa orang, yang merasa tergerak untuk menyampaikan pendapat, ketidaksetujuan, atau memberikan tanggapan.  Orang-orang yang akan mengangkat tangan dan memberanikan diri untuk bertanya, menanggapi, atau bahkan mempertanyakan kebenaran dari orang-orang yang berbicara.  Tipe ini, biasanya, merupakan proses yang akan terus menerus diulang, jadi, sebagian besar kadangkala, merupakan orang yang sama di sepanjang semester pengajaran/perkuliahan/dll.

Menarik melihat gaya personal individu ini, akan berpengaruh terhadap sejauh mana kita akan melihat kepribadian seseorang, apa yang dipikirkannya, adalah apa yang ditanyakannya, apa yang ditanggapinya kadangkala adalah cerminan dirinya atau situasi dan lingkungan di sekitar dirinya.

Bagi diriku sendiri, aku adalah orang yang cenderung diam di ruang kelas, tidak merasakan suatu kewajiban untuk berkomentar.  Tapi memang, terhadap beberapa isu yang rasanya benar-benar meresahkan, dimana aku memiliki pengalaman sendiri bersinggungan dengan isu itu, rasanya tergelitik juga untuk mengkritisi atan mengajukan pertanyaan.  Tapi buat diriku sendiri, sangat sulit untuk menjadi orang itu, karena di dalam pikiranku sendiri secara otomatis aku akan mengetahui jawaban apa yang aku inginkan, yang mungkin saja akan berbeda dengan apa yang akan dijawab oleh orang lain.  Maka sebenarnya aku senang menyimpannya sendiri, atau menuangkannya di dalam tulisan, seperti ini.  Karena pengalaman berbicara di depan kelas, dimana saat itu aku akan menemukan keberaniannya sendiri akan membuat aku memberikan kepercayaan diri yang terlalu tinggi sebagai cara untuk menutupi ketidakpercayaan diri itu sendiri sehingga akan meninggalkan perasaan yang tidak enak :)) kemudian di saat saat yang lain aku akan menyesali apa yang aku katakan dan memikirkan hal hal yang seharusnya aku katakan tapi aku tidak ingat :/

Masih butuh banyak belajar, padahal, menurut suatu penelitian, 70% waktu bangun manusia dihabiskan untuk berkomunikasi dimana 30% dihabiskan untuk berbicara, 45% mendengar, 16% membaca dan 9% menulis.  Harusnya kita semua sudah lebih menguasainya bukan?  Tentu seiring dengan berjalannya waktu, seorang pembelajar, manusia, harus mampu menjadi lebih baik dari dirinya sebelumnya.  Karena, inilah poinnya, bukan? Untuk menjadi manusia pembelajar, terus belajar untuk mengalami hal hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya, untuk mencari hal hal yang penting, hal hal yang baru, meningkatkan kualitas, menyerap informasi untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana lagi caranya untuk bertahan hidup dan menjadi setingkat lebih baik, untuk berjeda dan melakukan refleksi, sudah sejauh mana berjalan dan berbesar hati untuk mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan.

Tentang bagaimana pula menjadikan ruang kelas sebagai pemantik, untuk dapat memecahkan masalah di luar sana yang lebih krusial, yang lebih berpengaruh untuk memperbaiki kualitas hidup orang lain, untuk memberikan pemahaman kepada diri sendiri, mengatur strategi untuk lebih mendorong perluasan cakrawala dan perspektif, mampu reflektif terhadap hal hal yang kemudian akan dilakukan di luar sana, sebagai pembelajar, sebagai orang yang akan bekerja dengan mengamalkan ilmu-ilmu, untuk menyuarakan isu isu yang belum dianggap prioritas dan menghimpun informasi tentang sejauh mana kita, mampu berupaya lebih dan bermanfaat untuk diri sendiri, kemudian untuk orang lain di sekitar.

Dan di penghujung hari, akan ada rasa yang menulusuk, bahwa kau telah berusaha yang kau bisa dan mengupayakan yang terbaik yang kau mampu.  Untuk kemudian melanjutkan fase fase selanjutnya, dalam perjalanan hidup.

#randomthoughtsafterclass
https://pinterest.com/pin/253820128977625465/?source_app=android

Sisanya, aku hanya ingin menulis, memikirkan hal hal di luar realitas. Kemudian menuliskan imajinasi, merangkaikan kata kata, meracik kalimat demi kalimat, mengungkapkan isi kepala. rasanya begitu banyak yang ingin aku utarakan, meski kadang aku tidak tau cara menyampaikannya. Menulisnya, mungkin adalah salah satu bagian dari diriku untuk menyuruh isi otak ini diam diantara suara suara yang menggema di kepala. Tidak ada yang terlalu baru di semesta, hanya tangkapan tangkapan liar yang mampu manusia terjemahkan. 

Aku senang menulis hal hal yang kadang aku tidak mengerti, tapi katanya, menulis sesuatu adalah hal yang menarik ketika kau hanya tidak tahu. Yah, kau memang tidak tahu kata kata pertama yang kau tulis, kadang kau juga tidak tahu akan mengalir sejauh mana kata kata itu. Tapi hal itulah yang kupikir menjadikannya begitu menarik.

Kadang aku juga kehilangan makna, tenggelam diantara kata kata yang ingin aku tulis. Hanya kata kata yang mengalir, tanpa nyali dan suara. 

Kembali duduk di ruang kelas ternyata membuatku sangat bersyukur memiliki kesempatan, diantara anomali anomali yang timbul di kehidupanku sampai dua puluh enam tahun ini, sepi, kegilaan, keresahan, sampai tidak tahu menginginkan apa sementara lingkar pertemanan semakin kecil dan kebutuhan untuk memenuhi tuntutan tuntutan sosial juga terus muncul ke permukaan. Kembali di ruang kelas kembali membuat pikiranku sibuk memikirkan hal hal lain, mereset ulang kenyamanan kenyamanan, berada pada hal hal baru untuk dicoba dan memaksa diri untuk menikmati apa yang dilakukan, mungkin, selepas kewajiban bersekolah, sma, sarjana, adalah hal hal yang dilakukan karna harus, tapi mengambil master, aku pikir hal ini adalah pilihanku dan aku benar benar melakukannya karena menyukainya.

Aku bukanlah orang yang terlalu pintar, jenius, atau yang terbaik di kelas, ambisi untuk menjadi yang terbaik juga kadang datang dan hilang, tapi aku tau aku menyukai apa yang aku lakukan, gagal dan berhasil menjadi tidak terlalu penting asalkan aku tahu aku telah berusaha dan bersenang senang dengan itu.  Aku menghargai upaya yang aku lakukan untuk menyeret diriku masuk ke putaran ini.

Kemudian tujuanku juga tidak pernah terlalu muluk atau idealis, aku hanya ingin bermanfaat bagi orang lain, terutama untuk diriku sendiri. Untuk memecahkan masalah, untuk mendapatkan sebanyak banyaknya ilmu agar aku tahu, aku memiliki pilihan selain menjadi bosan dan tak terinspirasi. Karena jika bosan, yang harus dilakukan adalah menambah pressure atau meningkatkan ekspektasi. Dan hal ini adalah hal yang menarik untuk dilakukan.  Dan hal lain yang akan aku lakukan, salah satunya adalah dengan mengisi blog ini sebagai salah satu usaha membiasakan menulis, setidaknya memunculkan perasaan bahwa mungkin akan ada orang yang akan membacanya dan memiliki ide lain untuk meningkatkan kapasitas dirinya sendiri. Apapun itu, mulailah! :)

No comments:

Post a Comment