Yang terbenam kali ini, harus merekah dan bangkit, untuk dirinya sendiri. Yang telah mati kali ini, harus bangun dan beranjak, perjalanan masih akan diteruskan. Demi yang nanti, akan terbit, untuk nanti, yang akan terbenam. Semuanya akan tiba, pada waktunya. Tidak akan lagi ditunggu, tidak akan lagi menunggu. Semua ada masanya, semua ada waktunya.
Tuesday, January 29, 2019
Monday, January 28, 2019
Dan Matahari Pun Terbenam
Kadang angan-angan seperti busur panah yang melesat jauh, melampaui kekhawatiran-kekhawatiran. Segala resah lebur bersama deru angin dan bau kebebasan di langit yang luas. Segala kemungkinan secara ajaib berhamburan, meledak di semesta. Jangan-jangan segala ketidakberuntungan dan resah hanya cara semesta menguji, sanggupkah bertahan sedikit lagi. Cahaya akan menyeruak, sekalipun malam datang dan segala gundah dan gelisah akan damai pula. Sanggupkah kita menenangkan badai dan menunggu semuanya berlalu? Mampukah kita bersabar, sedikit lagi, menghadapi cobaan-cobaan kehidupan dan tersenyum tegar, sadar bahwa segelap apapun, cahaya akan menyeruak, merembes ke celah-celah kalbu, dan seperti harapan harapan yang akan bertunas kemanapun cahaya pergi, bahagiapun ternyata, bisa tumbuh dari gelap, bisa muncul dari tempat, yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Bertahanlah sedikit lagi, menunggu matahari, pagi akan datang dan esok, semuanya akan mulai bercahaya kembali. :)
Friday, January 25, 2019
Cerita Tentang Matahari
Ah, bagaimana caranya menceritakan matahari yang pernah datang, tidak disadari sampai akhirnya gelap datang, dan yang tersisa hanya senja untuk mengenang kenangan kenangan?
Hidup dan kesibukan kemudian datang bertubi-tubi, menenggelamkan dalam pikiran pikiran, aku menunggu dan ingin kau, datang lagi menyelamatkan.
Tapi masa telah berlalu, besok, matahari yang datang tidak lagi sama. Menunggu, adalah bagian dari mencintai. Besok, mungkin kau akan kutunggu lagi, sampai rasanya habis, sampai cintanya selesai. Sampai selesai, aku berjanji akan mencintaimu sampai selesai.
Wednesday, January 23, 2019
Yang Tersisa Dari Perjalanan
Ada yang membekas di ingatan pada tiap perjalanan yang mengesankan, kesempatan melihat orang-orang yang berbeda, tertawa dengan orang-orang yang berbeda, di tempat yang berbeda, terkadang menyisakan pertanyaan kepada diri sendiri, bagaimana jika kita adalah orang yang berbeda. Yang kurang, yang terbatas, yang sulit. Bagaimana jika kita lahir pada waktu dan tempat yang berbeda. Sungguh pemikiran yang membuat suatu kesadaran, kita hampir tidak punya pilihan tentang bagaimana cara dilahirkan dan menjalani kehidupan. Entahlah. Catatan ini akan aku bagi saja, dan aku, melanjutkan perjalanan.
Bagaimanakah Cara Memesan Takdir?
Lembar lembar dibalik, mempertanyakan tentang yang telah dituliskan, dan hal hal yang masih mungkin diubah. Pertanyaan-pertanyaan datang dan jadi hantu di malam malam yang panjang dan sepi. Sungguh, sulit juga menjadi manusia. Berada di simpang ingin dan hasrat masih ingin terus maju berusaha, tetapi juga enggan dan menetap di tempat yang nyaman saja.
Bagaimanakah cara memesan takdir? apakah dengan berdoa sepanjang waktu, sepanjang malam, atau dengan banting tulang meminta dan merampas yang di depan mata. Atau pula mencari orang dalam yang bisa dengan cepat mengabulkan keinginan.
Lantas, bagaimana jika setelah terwujud, takdir tak datang sesuai pesanan?
Wednesday, January 16, 2019
Antara Pekerjaan dan Yang Harus Dilakukan
Sebagai orang yang tidak punya ambisi yang terlalu dan tidak punya bayangan mau jadi apa ke depan, bekerja bagiku adalah melakukan sesuatu, bertahan hidup dengan menyanggupi dan mengerjakan hal hal yang tidak ingin kita lakukan tapi bisa kita lakukan.
Berusaha tidak terlalu berada di antara mengeluh akan pekerjaan, membuat kekacauan dan menjadi membosankan termakan pekerjaan yang tidak menantang. Kadang-kadang, di antara orang-orang yang mengeluhkan pekerjaan yang menghabiskan banyak waktu aku kembali mempertanyakan, siapa yang sebenarnya diselamatkan dalam kesibukan-kesibukan pekerjaan?
Sebelum, Selamanya
yang menanti, aku
yang kau kunjungi, dia
dulu kau pernah berkata
kata kata yang indah
untuk sebuah masa depan kecil
dan berbahagia
dulu aku pernah bermimpi
masa depan yang terang
dan tiada sepi lagi
mungkin hujan dan lagu adalah
mesin waktu
memutarkan kenangan-kenangan
hingga hujan semakin deras
menangisi kehilangan dan kepergian
setelah membuat tangis
semesta akan menenangkan
rangkul dan peluklah kenangan
kemudian leburlah dalam waktu
suka dan duka mungkin suatu kali
akan datang lagi beriringan.
Saat Hujan
yang jatuh hujan,
yang cecer rindu
hei, apa kabarmu
ingin aku bisikkan kepada bulir hujan yang jatuh
hei, aku rindu
Sunday, January 13, 2019
Luka Luka
the worst type of pain is not expressed in tears, or in fears.
its the pain so deep we go silent on it.
@poemsporn_
its the pain so deep we go silent on it.
@poemsporn_
Masih
Masih tidak punya hati, untuk lembut dan memaksa diri memahami.
Masih tidak punya hati, tidak ingin jatuh sendiri.
Masih tidak punya hati, untuk tega terhadap kerelaan sendiri.
Masih tidak punya hati, tidak ingin merasa sendiri.
Masih tidak punya hati, tidak ingin jatuh sendiri.
Masih tidak punya hati, untuk tega terhadap kerelaan sendiri.
Masih tidak punya hati, tidak ingin merasa sendiri.
Kau dan hal hal yang tidak dimengerti
Apa rasanya benar-benar tidak tahu apa isi kepala seseorang, atau aku hanya tidak ingin melihat? mengapa semuanya rasanya begitu janggal dan tidak nyaman. Mengapa aku masih tidak bisa mengerti?
Di ambang batas aku tidak tahu harus bagaimana, racun yang sudah terlalu dalam masuk ke urat nadi. Aku, hanya pengecut yang selalu meminta lagi.
Bagaimana cara menghentikan perasaan? Kuharap semudah menekan tombol- begitu pula dengan keberanian yang sedikit-sedikit aku kumpulkan. Untuk bisa melanjutkan perjalanan.
Bagaimana caranya mengerti hal hal yang tidak dimengerti? Bagaimana caranya mengakhiri perasaan yang lama lama tersimpan di hati? Sudah cukup dewasakah untuk mengerti dan jujur mengungkapkan isi hati?
.
.
.
Now Playing : Kunto Aji - Rehat
Saturday, January 12, 2019
Ketidakberuntungan
Bagaimanakah caranya menghitung keberuntungan? hanya kebetulan? atau peruntungan dari probabilitas kegagalan yang panjang?atau rasa tak imbang dari semesta yang lebih sayang?
Bagaimanakah caranya mengukur keberuntungan? apakah dengan membandingkannya dengan kemalangan-kemalangan?
Maka mungkin cuma perspektif, yang bisa menempatkan letak hingga kemana saja, atas, bawah hingga melayang. Lantas jika hidup adalah perspektif yang tanpa ruang, bagaimana kita merasakan keberuntungan?
Apakah dari penyeimbang, nasib teman di lingkungan kebanyakan, statistik kemungkinan dan kecenderungan pengalaman. Jangan jangan keberuntungan bukanlah takdir, tapi tata letak dan tempat yang tepat.
Mampukah bersyukur dari apa-apa yang menyalahi aturan, menolak yang sepantaran, tapi diam-diam rupanya mampu genap membahagiakan?
Recently List:
Music : Jason Ranti - Variasi Pink
Movie : Encounter
Book : Assymetry - Lisa Halliday
Friday, January 11, 2019
Bandersnatch
Kadang, rasanya ingin bertanya-tanya, meskipun tidak tahu kepada siapa, apakah kita benar-benar memiliki pilihan dalam hidup? Sebelum menonton bandersnatch, aku ingat pernah menonton sebuah film yang sungguh berkesan, tentang seseorang yang memiliki kemampuan untuk menjelajah waktu, time traveler. Dia bisa mengulang-ulang waktu, mencoba berbagai kemungkinan hingga akhirnya dia bisa mendapatkan wanita yang dia inginkan, meskipun kalau tidak salah akhirnya itu tidak berhasil juga.
Kemudian dia mencoba lagi mengulang-ulang waktu, untuk bisa memperbaiki kesalahan yang dia perbuat, untuk bisa membahagiakan orang yang dia sayangi. Tetapi kemudian hal itu malah mengantarkannya kepada pilihan-pilihan yang lain. Hingga akhirnya ia sadar dan berhenti memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dia buat, berusaha menjalani kehidupan pada saat ini dengan sebaik-baiknya. Menjadi manusia.
Dalam malam-malam ketika aku sulit tidur, semua kesalahan dan alpa yang dibuat, seakan menjadi hantu, dalam andai-andai. Andai saja aku bisa melakukan hal yang lebih baik, andai saja aku tidak kehilangan. Andai saja semuanya masih bisa diperbaiki.
Pertanyaan-pertanyaan yang masih tertinggal, yang masih belum ditanyakan, yang sudah terlewat waktu. Harapan-harapan kecil bahwa akan ada kesempatan kedua, bahwa kita bisa memperbaiki yang sudah tiada.
Beberapa orang hadir, dan memberikan warna, kemudian selepas mereka pergi, rasanya hidup berhenti berwarna, tinggal abu-abu. Rasanya masih belum rela melepas, dan sungguh percaya setiap orang yang hadir tidak akan menetap sepanjang yang kita ingat. Semuanya akan pergi, berganti, dan bahkan kita pada akhirnya akan ditinggal sendiri.
Bermimpi bahwa ini hanya kisah fiksi dimana pemeran utama pada akhirnya akan kembali bersama. Lupa kalau ini nyata, kita hanya manusia, yang sebenarnya akhirnya tidak akan memiliki arti apa-apa. Akan mati, terlupa, dan sia-sia. Lupa bahwa bisa saja hasil akhir mengkhianati proses, bahwa apa yang diupayakan mungkin akan menyengsarakan, lupa bahwa yang benar-benar kita cintai sepenuh hati, bisa saja tidak balas mencintai sama seperti yang kita rasa.
Terkadang kita bisa lupa, dan butuh ditampar berkali-kali dengan realita, biar berjejak. Biar ingat. Kalau bumi tidak berporos pada diri sendiri saja. Agar belajar mengalah dan menyerah, menundukkan ego dan berdamai, dengan kekalahan sendiri, dengan takdir sendiri, dengan luka sendiri.
Tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Kalah juga tidak apa-apa.
.Tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Kalah juga tidak apa-apa.
.
.
Now Playing : Kotak - Pelan - Pelan Saja
Watching : Bandersnatch - Black Mirror s05e01
Thursday, January 10, 2019
Sepi
Kembali lagi membaca buku-buku, menyibukkan diri, baru hari kesepuluh, masih 3 minggu ke depan aku akan mulai bingung, akan melakukan apa lagi. Beberapa to do list sudah disusun, tapi rasanya, masih saja ada yang kosong.
Begitukah rasanya pernah begitu penuh hingga ketika ada bagian yang hilang, rasanya waktu demi waktu hanya habis begitu saja? Kemauan masih sedikit kurang untuk melakukan hal-hal yang lebih baik, lebih sibuk. Bertanya-tanya apakah ada orang lain yang merasa sesepi ini, bukan, bukan tidak memiliki orang lain dalam hidup, hanya saja... Sepi.
Umur belum lagi berabad-abad tetapi pikiran sudah malas bergerak, evaluasi dalam 10 hari di tahun 2019 ini membuatku gamang. Kapal memang sudah seharusnya berlayar, tidak terombang-ambing dan menyerah kalah pada gelombang lautan, bukan?
Rasa sepi hari ini adalah tanda peringatan bahwa sudah saatnya mengisi kekosongan dengan peluh, dengan berjuang, agar nanti sepi tidak lagi begitu terasa. Biar lubang yang menganga bisa ditambal dan tak lagi menganga. Biar nanti waktu melaju dan sauh bisa kusimpan, agar tidak alpa, rehat selesai sudah.
Wisdom
entah ingin kemana
*now playing : Danilla
Sebagai seseorang yang berlogika, rasanya janggal bila menjawab: tidak tahu. Entah karena malas berpikir atau tengah stuck, kembali terbentur tembok yang janggal. Waktu seakan tersedot, tenggelam hingga menyisakan dua jurang waktu: bersama atau merindu. Waktu yang lain, terasa hanya seperti basa-basi yang basi. Membosankan dan tidak menarik.
Dengannya, semua waktu adalah tidak ada, karena terasa yang kugenggam hanya udara hampa, tidak ada dan tidak bisa kemana-mana. Lantas, bagaimana lagi caraku keluar dan bernafas lega?
Kadang aku berandai-andai, andai saja semuanya lebih mudah, tapi tidak, aku tidak akan pernah suka yang mudah, aku tidak akan menginginkan yang lebih mudah. Selain yang ini, jika bukan yang ini.
Haruskah kuhabiskan waktu sia sia dan dengan yang tiada?
Untuk dekapmu aku rela, tersungkur dan kehilangan kepercayaan diri. Kehilangan diriku sendiri untuk mencoba, merasakan debar karena sungguh mahal untukku bertaruh. Demi debar yang sebentar dan berada sedikit lebih dekat. Aku adalah penjudi, dan denganmu, aku rela merugi. Karena apalah artinya seribu orang yang mencintai, bila aku belum mencoba peruntungan untuk bersamamu? Kuserahkan hati berjudi, lumat dalam pertempuran yang belum bisa aku menangkan, aku, selalu senang untuk terus berada dalam pertandingan.
Kamis, 10 Januari 2019
Saturday, January 5, 2019
Runtuh
"Runtuh" adalah kata yang tepat untuk menggambarkan rasanya. Siapa kira hati bisa mengecoh pikiran yang masih senang menipu dirinya bahwa semuanya masih baik-baik saja? Ternyata aku baru tau, bahwa ingatan dan refleks otak merespon kehadiran seseorang, sepaket dengan memori yang tersimpan lebih cepat dari kemampuannya mencerna dan menyaring kepedihan-kepedihan yang tersisa. Hari ini airmata jatuh, bahkan sebelum otak mampu berpikir.
Perjalanan pulang dengan motor, sendirian, bersisian dengan seorang teman tidak kuduga adalah saat ternyata bentengku runtuh juga. Bulir yang menetes satu persatu, bahkan sebelum otakku mengingat dan menggambarkan, hatiku bahkan belum merasakan apa-apa. Airmata ternyata pertanda, benteng pertahanan terakhir, yang kemudian meremas jantungku pelan-pelan.
Bahkan kali ini, otakku sedang tidak kurasakan berpikir, hanya perasaan yang menyesakkan dada.
Ternyata selain jatuh cinta, patah hati juga bisa datang tanpa diduga.
Hari ini airmata tumpah ruah dan berpesta, ah rasanya sudah lama sekali aku tidak membiarkannya sedikit bersenang-senang, diriku, kali ini kurasakan berada jauh mengawasinya jatuh dan menderu. Tidak apa-apa, akan kuberikan kau waktu, untuk berduka, untuk membuang racun dan sisa lara yang masih tersimpan.
Deru motor masih melaju, aku kemudian sampai ke rumah. Berniat menyelesaikan pertikaian antara hati dan otak dengan baik-baik, mengajaknya bicara. Kusandarkan raga yang kemudian tiba-tiba terasa lelah. Sengaja kuputarkan playlist Danilla, mana tau bisa jadi membuatnya tenang atau malah marah-marah. Belum selesai ia menyanyikan satu penggal lirik "Dari Sebuah Mimpi Buruk". Tiba-tiba airmata sudah kering, hati sudah mati rasa. Ajaib. Bagaimana perasaan itu bisa hilang, bahkan sebelum aku merangkul dan memeluknya agar bisa kupahami dan kupelajari. Mana tau hal ini terjadi lagi.
Sial, apakah seperti jatuh cinta, patah hati pun bisa datang tiba-tiba dan membuat airmata lari meninggalkan semua yang telah bertahun-tahun memeluknya.
Runtuh.
Aku mengakui, hari ini aku runtuh. Bahkan belum genap hari kelima di tahun dan pakaian yang baru ini. Tapi aku akan belajar, aku akan bertumbuh. Tidak apa-apa, aku tidak akan menyerah. Aku akan kembali lagi nanti. Semoga, kali nanti. Jika kita bertemu lagi tanpa rencana, aku harap tidak lagi turun hujan yang terlalu deras, atau minimal, aku akan sudah lebih siap dengan payung dan jas hujan. Agar aku bisa melewati badainya dengan aman, dan menunggunya berlalu, pasti berlalu.
Hari ini perjuanganku sampai disini, sampai bertemu lagi esok hari.
Jum'at, 4 Januari 2018
Tuesday, January 1, 2019
Selamat Datang, 2019
Jika bisa kugambarkan, 2018 adalah roller coaster, beberapa hal terjadi dan berubah, tahun dimana mulai beranjak keluar, mendapatkan kesempatan yang sudah aku tuliskan di setiap jurnal semenjak SMA : Kuliah S2 dengan beasiswa. Entah mengapa aku dulu selalu punya mimpi untuk kuliah di luar, awalnya cita-citanya ke luar negeri, tapi sewaktu nyampai di Bandung malah rasanya beruntung bisa kuliah cuma di waktu weekend, punya banyak waktu luang, tidak terlalu banyak tugas dan lebih bisa menikmati membaca dan belajar banyak hal sambil santai-santai, haha.
Sebenarnya dari dulu aku ini bukanlah orang yang pintar-pintar amat, beberapa kali masuk ranking 10 besar pas SD-SMP, tidak pernah jadi yang terbaik, apalagi sewaktu SMA gak pernah absen remidial. Gak terbayangkan juga perjalanan bisa alhamdulillah melewati sarjana dengan full scholarship, langsung kerja pula meski awalnya kontrak-hingga tetap sekarang. Gak pernah nyangka juga bisa suka sama bidang ilmu sosial, khususnya pemerintahan, yang awalnya apatis, ga mau tau dan peduli tapi makin kesini semakin sering ketemu referensi-referensi yang kece sampai akhirnya penasaran dan selalu memperhatikan kalau ada apa-apa yang terkait dengan proses sosial-politik-pemerintahan.
Entahlah, hidup memang ajaib, terus melaju dengan cara tidak terduga. Bukan pula hanya dengan hal hal yang lebih menantang (?) atau menyenangkan, tetapi ada juga beberapa hal yang menjadi pusaran kesedihan di 2018. Dari yang so desperate hingga bergejolak sampai akhirnya tenang kembali. Dari yang awalnya sedikit tertekan dengan omongan-omongan orang lain, kepikiran, sampai akhirnya sekarang mulai coba membuka mata, kalau setiap orang punya ceritanya masing-masing. Setiap orang punya suka dan dukanya masing-masing. Dimanapun fase saat ini, percuma membandingkannya dengan orang lain.
2018 mengajarkanku banyak hal, tentang bagaimana bisa lebih tenang, lebih santai, lebih pelan, lebih menikmati waktu-waktu kosong. Tapi yang menurutku paling utama: aku tidak terlalu takut untuk sendiri lagi. Sedikit mengenali diri sendiri: ternyata untuk jadi nyaman aku tidak perlu mengikuti cara orang lain. Sadar kalau sebenarnya senang sendirian, tidak terlalu nyaman dengan banyak orang dalam waktu yang terlalu lama, sedikit nyaman untuk tidak terlalu dekat, senang dengan beberapa variasi dan tidak suka diatur-atur dan 'terlalu dalam' tentang satu hal.
2019 mau mulai belajar untuk tidak terlalu tertekan untuk banyak hal, lebih menikmati dan mensyukuri apa saja yang ditawarkan hidup sambil tak lupa berharap bisa terus menerus mencintai apa yang sedang dikerjakan sekarang, semuanya. Berharap juga tidak lagi terlalu mendengarkan omongan-omongan negatif orang lain dan bisa lebih yakin sama diri sendiri. Semoga bisa lebih bisa mencintai lagi keluarga, makin menikmati pekerjaan, kuliah, teman-temannya, rejekinya, semuanya. Dan semoga akan bisa siap dengan apa-apa yang akan ada di depan. Hello, 2019. I'm ready!
Pontianak, 1 Januari 2019
Saturday, December 8, 2018
Kompleksitas dan Dilema Kemacetan : Sudah Siapkah Warga Kota Untuk Sistem Parkir Otomatis? #assignments
Mengurai Kompleksitas dan Dilema Kemacetan Melalui Skenario Planning di Kota Bandung: Siapkah Akan Fasilitas Berbasis Teknologi dan Self Service?
Skenario planning, merupakan suatu alat atau cara untuk mempermudah kebijakan dan merencanakan kondisi di masa yang akan datang, alat atau cara ini muncul sebagai respons dari lingkungan yang dinamis dan perubahan yang terjadi di lingkungan organisasi yang harus mampu menyesuaikan peran dari organisasi tersebut akan kebutuhan dan permintaan yang semakin beragam dan berubah seperti yang dikemukakan oleh Abbot, 2005 bahwa pengetahuan pada masa lampau relevan dengan pengetahuan akan masa mendatang karena peristiwa tersebut saling berkaitan dan berhubungan.
Skenario planning juga dilakukan untuk mengarahkan seluruh kegiatan organisasi pada visi, sebagai tindakan operasional yang digunakan untuk membuat skenario planning, serta mengevaluasi kegiatan/kebijakan yang telah dilakukan, yaitu dapat mencoba pilihan-pilihan alternatif yang terbaik dan memungkinkan untuk digunakan. Model juga dapat digunakan untuk mendapatkan gambaran dari keseluruhan sistem, mengidentifikasi akar masalah, untuk mendapatkan pemahaman mengenai variabel pengungkit serta memahami dampak dari beberapa alternatif solusi.
Apabila suatu organisasi tidak mengenali atau menggunakan skenario planning, maka kemungkinan akan terjadi 8 hal seperti yang diperkirakan oleh Senge, 1990, yaitu :
1. Perbaikan yang gagal, dimana suatu solusi yang diambil secara instan tidak menggunakan skenario planning, kemudian malah menimbulkan konsekuensi yang tidak diharapkan, dan seiring dengan berjalannya waktu malah memperbesar masalah itu sendiri.
2. Pemindahan beban, yaitu suatu masalah yang diselesaikan dengan menggunakan solusi dengan memindahkan masalah tersebut ke bagian lain serta tidak menyelesaikan permasalahan secara fundamental, sehingga menyebabkan masalah tersebut menjadi lebih buruk dan semakin sulit untuk dipecahkan karena efek sampingnya akan menjadi lebih besar.
3. Sasaran yang berubah, yaitu memecahkan masalah dengan sasaran yang berbeda yang malah akan mengganggu sasaran di variabel lain dalam mencapai tujuannya.
4. Persaingan/Eskalasi, yaitu situasi dimana kita merasa sesuatu berjalan dengan baik, melebihi apa yang diinginkan, tapi kita tidak berdaya untuk mengentikannya. Hal ini mempengaruhi hubungan antar variabel tetapi kita tidak mengetahui dan memahami bagaimana cara mengontrol peningkatan tersebut.
5. Pertumbuhan yang terbatas, yaitu usaha yang terus menerus dilakukan biasanya mengarah pada kinerja yang baik namun seiring waktu, karena adanya keterbatasan, sistem memasuki suatu batas yang menyebabkan kinerja melambat atau terus menurun walapun usaha terus dilakukan karena adanya pembatas.
6. Pertumbuhan dengan keterbatasan investasi, yaitu perilaku sistem yang menggambarkan suatu pertumbuhan yang dipacu, namun tidak dapat mengikuti pertumbuhan karena adanya pembatas sumber daya. Untuk membuat model ini, diperlukan data tentang mesin pertumbuhan, faktor-faktor pembatasnya, standar kinerja, investasi yang diinginkan dan kapasitas pembatas.
7. Kesulitan bersama, yaitu tindakan rasional yang dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan kinerja masing-masing bisa menghasilkan kehancuran kinerja sistem secara keselurhan dan juga menghancurkan kemampuan individu-individu tersebut dalam menghasilkan kinerja karena sistem telah rusak.
8. Sukses bagi yang sukses, yaitu perilaku sistem yang menggambarkan dua kelompok atau lebih yang saling memberikan keuntungan atas usaha yang dilakukannya.
Hal di atas adalah beberapa kemungkinan yang akan terjadi, apabila tidak menggunakan skenario planning, karena terbatasnya pemahaman mengenai permasalahan yang ingin dipecahkan, kurang dalam mengidentifikasikan masalah dan melihat keterkaitannya dengan variabel/masalah lain sehingga menyebabkan munculnya permasalahan lain yang akan lebih sulit dipecahkan karena akan menjadi semakin kompleks sebab solusi yang ditawarkan tidak memiliki alternatif-alternatif yang telah diperhitungkan dan pandangan mengenai konsekuensi dari setiap alternatif yang akan dilakukan.
Kebijakan Penderekan Mobil Yang Parkir Di Pinggir Jalan
Dalam memperhitungkan kebijakan ini, dapat dianalis dengan metode Cost Benefit Analysis dimana kebijakan penderekan kendaraan yang parkir di pinggir jalan perlu mempersiapkan mobil derek, tempat penampungan, pengemudi, pengelola, sangsi, ganti rugi, tempat komplain dan penanganannya karena kebijakan tersebut memerlukan investasi pemerintah.
Menentukan manfaat dan biaya suatu kebijakan, dapat pula dilihat pada manfaat dan biaya sosial yang menurut Musgrave & Musgrave, 1989 dapat dikelompokkan dengan beberapa cara yaitu : Manfaat Riil, yaitu manfaat yang timbul bagi seseorang yang tidak diimbangi oleh hilangnya manfaat bagi pihak lain. Dibedakan lagi menjadi langsung/primer dan tidak langsung/sekunder. Dibedakan pula menjadi manfaat yang berwujud (tangible), yaitu ditetapkan bagi yang dapat dinilai di pasar, sedangkan manfaat yang tidak berwujud (intangible), yaitu untuk segala sesuatu yang tidak dapat dipasarkan. Dan manfaat semu, yaitu manfaat yang hanya diterima oleh sekelompok tertentu, tetapi sekelompok lainnya menderita karena proyek tersebut. Sedangkan biaya, adalah segala pengeluaran yang dilakukan untuk pengembangan kebijakan tersebut.
Adapun, dari teori Musgrave dan Musgrave, 1989 di atas, dapat dibuat suatu cost benefit analysis secara sederhana mengenai kebijakan penderekan mobil di Kota Bandung sebagai berikut:
Kebijakan Pembayaran Otomatis Parkir Secara Elektronik, Sudah Siapkah?
Dalam pemberlakuan parkir dengan pembayaran otomatis secara elektronik, terdapat pula keuntungan dan kerugian serta investasi yang harus dilakukan untuk dapat memberlakukan kebijakan tersebut sehingga dapat memberikan keuntungan bagi Pemerintah Kota Bandung, serta tidak mengalami kerugian. Dalam payback period, dimana menurut Cholik, 2004 adalah jangkaun waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan, melalui keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek yang telah direncanakan, sedangkan menurut Riyanto, 2004 adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (aliran kas bersih). Adapun untuk mengetahui seberapa lama (periode) investasi yang akan dapat dikembalikan saat terjadinya kondisi break even point dapat mempertimbangkan hal-hal seperti:
1. Berapa lama pemerintah harus membiayai proyek tersebut.
2. Kapan manfaat akan diperoleh.
Sedangkan indikator yang dapat digunakan dalam payback period adalah:
1. Periode pengembalian lebih cepat dati waktu yang ditentukan = Layak/Diterima
2. Periode pengembalian lebih lama atau melebihi waktu yang telah ditentukan =
Tidak Layak/Ditolak
Jika usaha proyek investasi lebih dari satu, maka periode pengembalian yang diambil adalah yang lebih cepat.
Adapun dari hasil analisis di atas, dapat dilihat sebenarnya terdapat beberapa keuntungan apabila sistem terminal parkir elektronik berjalan dengan baik, meskipun, terdapat pula beberapa kerugian dalam pengoperasian sistem tersebut. Namun, pada kenyataan di lapangan, (http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/05/06/juru-parkir-minta-perlindungan-423900) masih terdapat banyak kesulitan dalam pengoperasian sistem terminal parkir elektronik ini, yaitu warga/pengendara motor yang masih menolak untuk melakukan pembayaran parkir non tunai, masih terdapat preman-preman yang meminta ‘jatah’ dan tidak mengikuti peraturan sehingga masih perlu perhatian khusus mengenai resistensi pengendara untuk mengikuti aturan parkir elektronik, serta peningkatan pengawasan yang harus mencakup keamanan daerah perpakiran untuk mengawasi dan mengendalikan munculnya preman tersebut.
Skenario planning, merupakan suatu alat atau cara untuk mempermudah kebijakan dan merencanakan kondisi di masa yang akan datang, alat atau cara ini muncul sebagai respons dari lingkungan yang dinamis dan perubahan yang terjadi di lingkungan organisasi yang harus mampu menyesuaikan peran dari organisasi tersebut akan kebutuhan dan permintaan yang semakin beragam dan berubah seperti yang dikemukakan oleh Abbot, 2005 bahwa pengetahuan pada masa lampau relevan dengan pengetahuan akan masa mendatang karena peristiwa tersebut saling berkaitan dan berhubungan.
Skenario planning juga dilakukan untuk mengarahkan seluruh kegiatan organisasi pada visi, sebagai tindakan operasional yang digunakan untuk membuat skenario planning, serta mengevaluasi kegiatan/kebijakan yang telah dilakukan, yaitu dapat mencoba pilihan-pilihan alternatif yang terbaik dan memungkinkan untuk digunakan. Model juga dapat digunakan untuk mendapatkan gambaran dari keseluruhan sistem, mengidentifikasi akar masalah, untuk mendapatkan pemahaman mengenai variabel pengungkit serta memahami dampak dari beberapa alternatif solusi.
Apabila suatu organisasi tidak mengenali atau menggunakan skenario planning, maka kemungkinan akan terjadi 8 hal seperti yang diperkirakan oleh Senge, 1990, yaitu :
1. Perbaikan yang gagal, dimana suatu solusi yang diambil secara instan tidak menggunakan skenario planning, kemudian malah menimbulkan konsekuensi yang tidak diharapkan, dan seiring dengan berjalannya waktu malah memperbesar masalah itu sendiri.
2. Pemindahan beban, yaitu suatu masalah yang diselesaikan dengan menggunakan solusi dengan memindahkan masalah tersebut ke bagian lain serta tidak menyelesaikan permasalahan secara fundamental, sehingga menyebabkan masalah tersebut menjadi lebih buruk dan semakin sulit untuk dipecahkan karena efek sampingnya akan menjadi lebih besar.
3. Sasaran yang berubah, yaitu memecahkan masalah dengan sasaran yang berbeda yang malah akan mengganggu sasaran di variabel lain dalam mencapai tujuannya.
4. Persaingan/Eskalasi, yaitu situasi dimana kita merasa sesuatu berjalan dengan baik, melebihi apa yang diinginkan, tapi kita tidak berdaya untuk mengentikannya. Hal ini mempengaruhi hubungan antar variabel tetapi kita tidak mengetahui dan memahami bagaimana cara mengontrol peningkatan tersebut.
5. Pertumbuhan yang terbatas, yaitu usaha yang terus menerus dilakukan biasanya mengarah pada kinerja yang baik namun seiring waktu, karena adanya keterbatasan, sistem memasuki suatu batas yang menyebabkan kinerja melambat atau terus menurun walapun usaha terus dilakukan karena adanya pembatas.
6. Pertumbuhan dengan keterbatasan investasi, yaitu perilaku sistem yang menggambarkan suatu pertumbuhan yang dipacu, namun tidak dapat mengikuti pertumbuhan karena adanya pembatas sumber daya. Untuk membuat model ini, diperlukan data tentang mesin pertumbuhan, faktor-faktor pembatasnya, standar kinerja, investasi yang diinginkan dan kapasitas pembatas.
7. Kesulitan bersama, yaitu tindakan rasional yang dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan kinerja masing-masing bisa menghasilkan kehancuran kinerja sistem secara keselurhan dan juga menghancurkan kemampuan individu-individu tersebut dalam menghasilkan kinerja karena sistem telah rusak.
8. Sukses bagi yang sukses, yaitu perilaku sistem yang menggambarkan dua kelompok atau lebih yang saling memberikan keuntungan atas usaha yang dilakukannya.
Hal di atas adalah beberapa kemungkinan yang akan terjadi, apabila tidak menggunakan skenario planning, karena terbatasnya pemahaman mengenai permasalahan yang ingin dipecahkan, kurang dalam mengidentifikasikan masalah dan melihat keterkaitannya dengan variabel/masalah lain sehingga menyebabkan munculnya permasalahan lain yang akan lebih sulit dipecahkan karena akan menjadi semakin kompleks sebab solusi yang ditawarkan tidak memiliki alternatif-alternatif yang telah diperhitungkan dan pandangan mengenai konsekuensi dari setiap alternatif yang akan dilakukan.
Kebijakan Penderekan Mobil Yang Parkir Di Pinggir Jalan
Dalam memperhitungkan kebijakan ini, dapat dianalis dengan metode Cost Benefit Analysis dimana kebijakan penderekan kendaraan yang parkir di pinggir jalan perlu mempersiapkan mobil derek, tempat penampungan, pengemudi, pengelola, sangsi, ganti rugi, tempat komplain dan penanganannya karena kebijakan tersebut memerlukan investasi pemerintah.
Menentukan manfaat dan biaya suatu kebijakan, dapat pula dilihat pada manfaat dan biaya sosial yang menurut Musgrave & Musgrave, 1989 dapat dikelompokkan dengan beberapa cara yaitu : Manfaat Riil, yaitu manfaat yang timbul bagi seseorang yang tidak diimbangi oleh hilangnya manfaat bagi pihak lain. Dibedakan lagi menjadi langsung/primer dan tidak langsung/sekunder. Dibedakan pula menjadi manfaat yang berwujud (tangible), yaitu ditetapkan bagi yang dapat dinilai di pasar, sedangkan manfaat yang tidak berwujud (intangible), yaitu untuk segala sesuatu yang tidak dapat dipasarkan. Dan manfaat semu, yaitu manfaat yang hanya diterima oleh sekelompok tertentu, tetapi sekelompok lainnya menderita karena proyek tersebut. Sedangkan biaya, adalah segala pengeluaran yang dilakukan untuk pengembangan kebijakan tersebut.
Adapun, dari teori Musgrave dan Musgrave, 1989 di atas, dapat dibuat suatu cost benefit analysis secara sederhana mengenai kebijakan penderekan mobil di Kota Bandung sebagai berikut:
Cost Benefit
Analysis Kebijakan Penderekan Kendaraan
|
||||
Manfaat
|
Biaya
|
|||
Riil
|
Langsung
|
Berwujud
|
Memperlancar
arus lalu lintas
|
1.
Pengadaaan Mobil derek
2.
Pengadaan tempat penampungan sementara
3.
Personel yang melakukan patroli/ menggunakan mobil
derek
4.
Pembuatan peraturan mengenai sangsi
tilang/penderekan
5.
Biaya operasional mobil patroli
6.
Media untuk berkomunikasi kepada masyarakat/
menampung laporan masyarakat
7.
CCTV untuk mengawasi lalu lintas
|
Tidak
Berwujud
|
Ketertiban
lalu lintas
|
Biaya
Operasional dan Biaya Perawatan
|
||
Tidak
Langsung
|
Berwujud
|
Mengurangi
kepadatan lalu lintas
|
1.
Perlengkapan patroli
2.
Pengadaan tempat penampungan sementara
3.
Upah personel
4.
Biaya pembuatan kebijakan
5.
Bahan Bakar mobil derek dan patroli
6.
Biaya operasional media
7.
Pengadaan CCTV/ Biaya pengawasan
|
|
Tidak
Berwujud
|
Mengurangi
stress pengendara jalan lainnya
|
Peningkatan
kepuasan pengguna jalan
|
||
Semu
|
Langsung
|
Peningkatan
pemasukan daerah melalu tilang
|
Pengerahan
sumber daya dan aparatur
|
|
Kebijakan Pembayaran Otomatis Parkir Secara Elektronik, Sudah Siapkah?
Dalam pemberlakuan parkir dengan pembayaran otomatis secara elektronik, terdapat pula keuntungan dan kerugian serta investasi yang harus dilakukan untuk dapat memberlakukan kebijakan tersebut sehingga dapat memberikan keuntungan bagi Pemerintah Kota Bandung, serta tidak mengalami kerugian. Dalam payback period, dimana menurut Cholik, 2004 adalah jangkaun waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan, melalui keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek yang telah direncanakan, sedangkan menurut Riyanto, 2004 adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (aliran kas bersih). Adapun untuk mengetahui seberapa lama (periode) investasi yang akan dapat dikembalikan saat terjadinya kondisi break even point dapat mempertimbangkan hal-hal seperti:
1. Berapa lama pemerintah harus membiayai proyek tersebut.
2. Kapan manfaat akan diperoleh.
Sedangkan indikator yang dapat digunakan dalam payback period adalah:
1. Periode pengembalian lebih cepat dati waktu yang ditentukan = Layak/Diterima
2. Periode pengembalian lebih lama atau melebihi waktu yang telah ditentukan =
Tidak Layak/Ditolak
Jika usaha proyek investasi lebih dari satu, maka periode pengembalian yang diambil adalah yang lebih cepat.
Selain itu, rumus untuk menghitung Payback Period adalah :
Payback Period = Nilai Investasi
Proceed (Penerimaan Investasi)
Adapun, sebagaimana termuat dalam www.ayobandung.com, anggaran yang digunakan untuk pengadaan mesin parkir pada Dinas Perhubungan Kota Bandung Tahun 2016 sebesar Rp. 82 Miliar, yaitu 445 mesin yang disebar di 221 titik Kota Bandung dengan target yang diharapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung sebesar Rp 110 miliar namun hanya mencapai Rp. 5 miliar.
Sedangkan setelah diluncurkan pada Agustus 2017, pendapatan dari retribusi parkir elektronik mencapai 72,7 juta perbulan, pada September 2017 menjadi 227,9 juta, pada November 2017 sebesar Rp 439,9 juta, dimana pendapatan parkir manual sebesar Rp. 326,8 juta. Menurut Kepala DInas Perhubungan pada nusantara.medcom.id pula, break even point investasi ini tidak dapat terjadi dalam waktu setahun karena pihaknya masih harus memperbaiki sistem pengelolaan mesin parkir salah satunya dengan membina para juru parkir dengan jumlah 600 orang, dimana hanya terdapat 24 orang pengawas yang memastikan sistem di lapangan berjalan dengan baik.
Payback Period = Nilai Investasi
Proceed (Penerimaan Investasi)
Adapun, sebagaimana termuat dalam www.ayobandung.com, anggaran yang digunakan untuk pengadaan mesin parkir pada Dinas Perhubungan Kota Bandung Tahun 2016 sebesar Rp. 82 Miliar, yaitu 445 mesin yang disebar di 221 titik Kota Bandung dengan target yang diharapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung sebesar Rp 110 miliar namun hanya mencapai Rp. 5 miliar.
Sedangkan setelah diluncurkan pada Agustus 2017, pendapatan dari retribusi parkir elektronik mencapai 72,7 juta perbulan, pada September 2017 menjadi 227,9 juta, pada November 2017 sebesar Rp 439,9 juta, dimana pendapatan parkir manual sebesar Rp. 326,8 juta. Menurut Kepala DInas Perhubungan pada nusantara.medcom.id pula, break even point investasi ini tidak dapat terjadi dalam waktu setahun karena pihaknya masih harus memperbaiki sistem pengelolaan mesin parkir salah satunya dengan membina para juru parkir dengan jumlah 600 orang, dimana hanya terdapat 24 orang pengawas yang memastikan sistem di lapangan berjalan dengan baik.
Kebijakan
Terminal Parkir Elektronik (TPE)
|
Keuntungan
|
Kerugian
|
1. Meminimalisir
korupsi penerimaan uang/ penataaan sistem perparkiran menjadi lebih terawasi
2. Mengurangi
parkir liar
3. Meminimalisir
adanya preman-preman yang memungut parkir liar
4. Mengurangi
kebocoran pemasukan negara
5. Penjualan kartu
parkir untuk warga maupun wisatawan.
|
1. Pengadaan
Terminal Parkir Elektronik
2. Pembinaan 600
juru parkir
3. Pengawasan
terhadap kinerja juru parkir
4. Mengurangi/menghilangkan
pendapatan bagi juru parkir manual/yang tidak terdaftar
|
Adapun dari hasil analisis di atas, dapat dilihat sebenarnya terdapat beberapa keuntungan apabila sistem terminal parkir elektronik berjalan dengan baik, meskipun, terdapat pula beberapa kerugian dalam pengoperasian sistem tersebut. Namun, pada kenyataan di lapangan, (http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/05/06/juru-parkir-minta-perlindungan-423900) masih terdapat banyak kesulitan dalam pengoperasian sistem terminal parkir elektronik ini, yaitu warga/pengendara motor yang masih menolak untuk melakukan pembayaran parkir non tunai, masih terdapat preman-preman yang meminta ‘jatah’ dan tidak mengikuti peraturan sehingga masih perlu perhatian khusus mengenai resistensi pengendara untuk mengikuti aturan parkir elektronik, serta peningkatan pengawasan yang harus mencakup keamanan daerah perpakiran untuk mengawasi dan mengendalikan munculnya preman tersebut.
Sehingga, dapat dilihat bahwa kebijakan yang dilakukan masih belum cocok/ efektif untuk mengatasi masalah perpakiran terkendala budaya masyarakat yang belum sepenuhnya adaptif dengan teknologi yang ingin diterapkan tersebut, juga pengawasan ketertiban yang masih kurang sehingga untuk dapat mensukseskan kebijakan tersebut sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan/menguntungkan, dibutuhkan kucuran dana terlebih dahulu pada sektor pengawasan seperti cctv maupun peningkatan tim patroli untuk penertiban dan pengawasan daerah tersebut.
Causal Map Diagram Dalam Pilihan-Pilihan Kebijakan
Dari hitung-hitungan kedua pemikiran sebagai bahan skenario tersebut di atas, maka skenario yang dapat dianggap menguntungkan adalah kebijakan penderekan kendaraan, yaitu kebijakan yang dapat lebih efisien dan praktis untuk dapat menertibkan pengguna jalan serta pengerahan sumber daya yang dapat lebih optimal. Walaupun, tentu skenario di atas bisa saja berubah, dengan dua faktor penentu, faktor politik, yaitu komitmen politis dari para aktor politik maupun faktor sosial, yaitu kondisi perilaku masyarakat yang bertransformasi tersebut juga berubah.
Selain itu, dapat dibuat pula sebuah story line dan casual map diagram untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas dalam sudut pandang yang lebih luas sebagai berikut:
Causal Map Diagram Dalam Pilihan-Pilihan Kebijakan
Dari hitung-hitungan kedua pemikiran sebagai bahan skenario tersebut di atas, maka skenario yang dapat dianggap menguntungkan adalah kebijakan penderekan kendaraan, yaitu kebijakan yang dapat lebih efisien dan praktis untuk dapat menertibkan pengguna jalan serta pengerahan sumber daya yang dapat lebih optimal. Walaupun, tentu skenario di atas bisa saja berubah, dengan dua faktor penentu, faktor politik, yaitu komitmen politis dari para aktor politik maupun faktor sosial, yaitu kondisi perilaku masyarakat yang bertransformasi tersebut juga berubah.
Selain itu, dapat dibuat pula sebuah story line dan casual map diagram untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas dalam sudut pandang yang lebih luas sebagai berikut:
Kemacetan lalu lintas di Kota Bandung merupakan salah satu permasalahan yang kompleks karena melibatkan beberapa stakeholders, diperlukan pula kebijakan yang komprehensif dan upaya-upaya yang efektif untuk dapat mengurangi tingkat kemacetan di Kota Bandung, terlebih sebagai kota yang termasuk 100 kota termacet di dunia, dimana warga kota bandung rata-rata menghabiskan 46 jam dalam setahun karena kemacetan (Survey Inrix 2017).
Kemacetan ini, bila tidak dikurangi, akan menimbulkan berbagai macam dampak negatif baik bagi pengendara maupun ditinjau dari segi ekonomi dan lingkungan. Bagi pengendara, kemacetan akan menimbulkan ketegangan/stress. Dampak negatif dari segi ekonomi yaitu berupa kehilangan waktu karena perjalanan yang lama serta bertambahnya biaya operasi kendaraan berhento. Sedangkan dampak negatif terhadap lingkungan yaitu berupa polusi udara dan gangguan suara kendaraan/kebisingan (Munawar, 2004).
Dari analisis masalah, dapat dilihat bahwa faktor-faktor yang berpengaruh (driving forces) terhadap kemacetan lalu lintas adalah :
1. Kendaraan bermotor, yaitu semakin bertambahnya kendaraan bermotor, terlebih setiap dealer yang mempunyai target menjual 100 unit dalam 1 bulan. Sementara di daerah tersebut terdapat 23 dealer kendaraan bermotor. Adapun, data sementara jumlah kendaraan bermotor sebanyak 698.230 unit kendaraan, ditambah rata-rata pengunjung sebanyak 400.000 unit perhari, sedangkan apabila hari libur bertambah 60% dari jumlah kendaraan yang berkunjung (Tribun Jabar Jumat, 16/2/2018).
2. Kapasitas Jalan, yang hanya bisa menampung kendaraan aktif beroperasi sebanyak 500.000 unit kendaraan.
3. Kebijakan Pemerintah, salah satunya adalah tidak mengharuskan pemilik kendaraan untuk memiliki garasi, sehingga siapapun yang mempunyai kendaraan bebas memarkir kendaraannya. Selain itu kebijakan kota sebagai kota tujuan wisata, kuliner dan fashion, Pembatasan Usia Kendaraan, Plat Nomor Ganjil Genap dan lainnya.
4. Sarana dan Fasilitas Penunjang, yaitu salah satu tujuan utama dari manajemen lalu lintas sesuai dengan Keputusan Dirjen Bina Marga NO, 76/KPTS/Db/1999 adalah berusaha untuk memisahkan pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor, tanpa menimbulkan gangguan yang besar terhadap aksesibilitas dengan pembangunan trotoar sehingga dapat mengurangi tingkat kecelakaan antara kendaraan dengan pejalan kaki. Namun hingga kini, trotoar masih banyak yang dimanfaatkan PKL untuk berjualan.
Casual Loop Diagram Kemacetan Lalu Lintas

Dari casual loop diagram di atas, dapat dilihat kemacetan lalu lintas sangat erat kaitannya dengan jumlah kendaraan bermotor, kapasitas jalan dan manajemen sistem perparkiran. Jumlah kendaraan bermotor ini, terkait dengan dealer kendaraan bermotor, salah satunya pembayaran/angsuran cicilan kendaraan yang murah sehingga dapat menarik pembeli, kemudian dengan adanya aturan pajak kendaraan bermotor, dimana kini juga ada kebijakan mengenai pajak progresif, yaitu setiap orang memiliki satu kendaraan, dan apabila memiliki lebih dari satu pajak akan dikenakan semakin mahal.
Kemacetan ini, bila tidak dikurangi, akan menimbulkan berbagai macam dampak negatif baik bagi pengendara maupun ditinjau dari segi ekonomi dan lingkungan. Bagi pengendara, kemacetan akan menimbulkan ketegangan/stress. Dampak negatif dari segi ekonomi yaitu berupa kehilangan waktu karena perjalanan yang lama serta bertambahnya biaya operasi kendaraan berhento. Sedangkan dampak negatif terhadap lingkungan yaitu berupa polusi udara dan gangguan suara kendaraan/kebisingan (Munawar, 2004).
Dari analisis masalah, dapat dilihat bahwa faktor-faktor yang berpengaruh (driving forces) terhadap kemacetan lalu lintas adalah :
1. Kendaraan bermotor, yaitu semakin bertambahnya kendaraan bermotor, terlebih setiap dealer yang mempunyai target menjual 100 unit dalam 1 bulan. Sementara di daerah tersebut terdapat 23 dealer kendaraan bermotor. Adapun, data sementara jumlah kendaraan bermotor sebanyak 698.230 unit kendaraan, ditambah rata-rata pengunjung sebanyak 400.000 unit perhari, sedangkan apabila hari libur bertambah 60% dari jumlah kendaraan yang berkunjung (Tribun Jabar Jumat, 16/2/2018).
2. Kapasitas Jalan, yang hanya bisa menampung kendaraan aktif beroperasi sebanyak 500.000 unit kendaraan.
3. Kebijakan Pemerintah, salah satunya adalah tidak mengharuskan pemilik kendaraan untuk memiliki garasi, sehingga siapapun yang mempunyai kendaraan bebas memarkir kendaraannya. Selain itu kebijakan kota sebagai kota tujuan wisata, kuliner dan fashion, Pembatasan Usia Kendaraan, Plat Nomor Ganjil Genap dan lainnya.
4. Sarana dan Fasilitas Penunjang, yaitu salah satu tujuan utama dari manajemen lalu lintas sesuai dengan Keputusan Dirjen Bina Marga NO, 76/KPTS/Db/1999 adalah berusaha untuk memisahkan pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor, tanpa menimbulkan gangguan yang besar terhadap aksesibilitas dengan pembangunan trotoar sehingga dapat mengurangi tingkat kecelakaan antara kendaraan dengan pejalan kaki. Namun hingga kini, trotoar masih banyak yang dimanfaatkan PKL untuk berjualan.
Casual Loop Diagram Kemacetan Lalu Lintas

Dari casual loop diagram di atas, dapat dilihat kemacetan lalu lintas sangat erat kaitannya dengan jumlah kendaraan bermotor, kapasitas jalan dan manajemen sistem perparkiran. Jumlah kendaraan bermotor ini, terkait dengan dealer kendaraan bermotor, salah satunya pembayaran/angsuran cicilan kendaraan yang murah sehingga dapat menarik pembeli, kemudian dengan adanya aturan pajak kendaraan bermotor, dimana kini juga ada kebijakan mengenai pajak progresif, yaitu setiap orang memiliki satu kendaraan, dan apabila memiliki lebih dari satu pajak akan dikenakan semakin mahal.
Kemudian dari kapasitas jalan, masih memiliki alternatif untuk diperbesar dengan alokasi anggaran untuk pembangunan jalan, seperti jalan toll dan jalan layang. Kebijakan lain juga tentang adanya plat nomor ganjil dan genap yang bisa melintas di ruas jalan tertentu. Terkait kapasitas jalan, harus pula didukung oleh sarana dan fasilitas penunjang, yaitu trotoar untuk pejalan kaki, yang juga kini dimanfaatkan oleh PKL sehingga ruang gerak pejalan kaki semakin terbatas dan menambah kemacetan, fasilitas mesin parkir elektronik, dimana dalam pengaplikasian sistem tersebut juga harus memperhatikan pula mengenai operator, juru parkir, pembinaan juru parkir serta pengawasannya. Selain itu dapat pula menyediakan mobil derek, untuk menanggulangi permasalahan parkir liar, yang dapat pula diawasi dengan patroli lalu lintas maupun pengawasan melalui CCTV.
Selain itu, penting pula bagi Pemerintah Daerah untuk memperhatikan masalah penyediaan transportasi umum, dimana pemerintah harusnya mampu membuat transportasi umum yang nyaman sehingga dapat mengubah budaya masyarakat untuk berjalan-jalan menggunakan transportasi umum tersebut. Selain itu, diperlukan pula mengubah budaya masyarakat serta karakteristik untuk dapat mematuhi aturan lalu lintas, dapat dengan menegakkan sanksi pada ketidakpatuhan maupun menimbulkan kesadaran berlalu lintas di masyarakat. Berbagai hal di atas tentu dapat pula menunjang program kota sebagai kota tujuan wisata, kuliner dan fashion kemudian diharapkan dapat mendukung perekonomian masyarakat sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota itu sendiri.
Adapun dari berbagai alternatif di atas, terdapat pula konsekuensi kebijakan yang akan dilakukan, yaitu :
Selain itu, penting pula bagi Pemerintah Daerah untuk memperhatikan masalah penyediaan transportasi umum, dimana pemerintah harusnya mampu membuat transportasi umum yang nyaman sehingga dapat mengubah budaya masyarakat untuk berjalan-jalan menggunakan transportasi umum tersebut. Selain itu, diperlukan pula mengubah budaya masyarakat serta karakteristik untuk dapat mematuhi aturan lalu lintas, dapat dengan menegakkan sanksi pada ketidakpatuhan maupun menimbulkan kesadaran berlalu lintas di masyarakat. Berbagai hal di atas tentu dapat pula menunjang program kota sebagai kota tujuan wisata, kuliner dan fashion kemudian diharapkan dapat mendukung perekonomian masyarakat sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota itu sendiri.
Adapun dari berbagai alternatif di atas, terdapat pula konsekuensi kebijakan yang akan dilakukan, yaitu :
Alternatif
Kebijakan
|
Konsekuensi
|
1.
Penambahan Kapasitas Jalan
a.
Penambahan Jalan Tol
b.
Penambahan Jalan Layang
|
Biaya
yang besar, proses yang memakan waktu.
|
2.
Pengembangan Trasportasi Umum
|
Biaya
yang besar, proses yang memakan waktu
|
3.
Pengendalian Jumlah Kendaraan Bermotor
a. Persyaratan harus memiliki garasi apabila membeli
kendaraan
b. Pembatasan Usia Kendaraan
c. Pengenaan pajak progresif
d. Plat Nomor Ganjil Genap untuk ruas jalan tertentu
e. Aturan Mengenai Angsuran/Cicilan
|
Penurunan/penambahan
penjualan kendaraan, resistensi dari pengguna kendaraan, mengalokasikan sumber
daya kepada penegakan peraturan dan pengawasan untuk dapat berjalan optimal.
|
4.
Optimalisasi Sarana dan Fasilitas Penunjang
a. Garasi pribadi/penyewaan lahan garasi
b. Trotoar
c. Penertiban PKL
d. Mesin Parkir Elektronik
e. Pembinaan Juru Parkir
f. Mobil Derek Untuk Parkir Liar
|
Anggaran
pengadaan fasilitas, pengawasan penggunaan fasilitas, peningkatan kesadaran
masyarakat untuk menjaga fasilitas umum.
|
Sehingga menurut pendapat penulis, dalam jangka pendek, skenario kebijakan yang paling memungkinkan adalah pengoptimalan mobil derek untuk parkir liar, karena dapat cukup efektif dalam memperlancar arus lalu lintas, yang diiringi dengan patroli dalam beberapa jam sekali, sekaligus pengawasan dengan memanfaatkan kamera cctv yang ada di beberapa titik di kota bandung untuk memantau parkir liar, yang diikuti pula dengan sanksi tilang yang diharapkan dapat membuat pengguna jalan menjadi jera. Kemudian untuk jangka panjang, dapat mengembangkan transportasi umum yang diikuti dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk dapat menggunakan transportasi umum yang lebih nyaman sebagai solusi kemacetan, lebih cepat, praktis dan dapat diandalkan. Diiringi pula dengan optimalisasi sarana dan fasilitas penunjang untuk mendukung sistem lalu lintas yang ada sehingga dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan awal, yaitu memperlancar lalu lintas, yang berarti pula memperlancar mobilitas dan meningkatkan kenyamanan warga kota untuk menggerakkan perekonomian yang dapat berpengaruh pada kesejahteraan warga kotanya.
Karina Oktriastra
Bandung, Desember 2018
Karina Oktriastra
Bandung, Desember 2018
Subscribe to:
Posts (Atom)








